About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Senin, 04 Februari 2013

The Life of Pi: Does God exist or not??!

Hadeeeh lama banget kagak nulis blog. Serasa udah jaman jebot haha. En rasanya gue udah utang tulisan banyak banget. 
Well. Anyway, gue nulis kalo biasanya merasa semangat sekali buat menulis sesuatu. En malam ini (or pagi ini, Indonesian time), gue lagi semangat buat nulis. So, gue nulis dah hoho. Saking semangat nulisnya, gue merasa ogah buat write in English.... 


Gue baru aja nonton film "The Life of Pi" with one of my best friend ever. En believe me, that film is so so so so awesome, so great. So eye-opening. Koreografinya, narasinya, en terutama, THE MESSAGE INSIDE. Temen2 udah pada nonton belum? kalo belum, gue sangat merekomendasikan untuk menonton film ini. Gue ga akan cerita panjang lebar tentang isi film, so buat temen2 yg belum pada nonton, mungkin bakal bingung baca post ini.
Jadi, film ini kan membahas tentang iman. En i have to say that after watching the movie, I somehow feel that my faith is being strengthened. En sebelum gue bahas pelajaran yang gue dapet dari movie ini, gue merasa perlu cerita dikit tentang siapa yang ngajak nonton film ini. Sori kalo agak meleter kemana-mana but i think it's worth to mention. 

Jadi, yang ngajak nonton tuh temen gue yang agnostic hohoho. Dalam artian, dia percaya kalo Tuhan itu ada, tapi dia gak menganut agama apapun, he embraces everything. Dia berdoanya sama "universe". Dia percaya kalo Tuhan itu ada di dalam dirinya tapi ya somehow dia juga percaya bahwa dia adalah tuhan bagi dirinya sendiri. Nah lo, bingung kan? Gue juga sering bingung hehe. Dia udah tamat baca Al Qur'an n mungkin juga udah tamat baca Alkitab. Soalnya dia setengah Filipin en setengah Jordan, jadi dia lahir dan tumbuh besar dalam 2 agama besar di dunia :p  Dia sholat, berpuasa, merayakan Idu Fitri dan Idul Adha, Natal juga, dia bahkan dibaptis katolik man.... Dia melakukan yoga juga en he's so wise!! I really learn a lot from him, n we are very very close. Tapi yah dia masih struggling dengan banyak hal, yang gak bisa gue share disini. Kita udah banyak kali diskusi mendalam soal God, religion, n faith. N dia bahkan menantang gue buat mempertanyakan kepercayaan yang gue anut. Menurut gue sih, kekristenan itu bukan agama. It's more than just a religion. Christianity is a real, true relationship with God, the One who created the Universe.

Jadi, bisa jadi (kemungkinan loh ya, gue gak tau pasti) kalo temen gue ngajak nonton film ini punya maksud tersendiri, yaitu agar gue mempertanyakan soal kekristenan yang gue anut. En dari tulisan2 saya sebelumnya, teman2 sudah tahu kalo semenjak di Eropa ini, iman saya banyak sekali dipertanyakan. En sudah bukan sekali dua kali saya ditantang buat mempertanyakan iman ini hehe. Sampe di titik yang paling rendah itu, gue jadi bertanya-tanya sendiri, sebenernya Tuhan itu ada gak sih? Tapi, setelah bolak-balik tanya en diskusi sana-sini, gue tetap pada kesimpulan bahwa Tuhan itu ada. He exists and He is so more than just exists that it is difficult to me to deny His existence. En gue juga heran kok ya ada orang yang masih gak percaya Tuhan itu ada. Tapi, sekarang gue jadi lebih ngerti posisi, pikiran, n perasaan mereka. Ekstrimnya, gue sudah pernah merasakan sesaat menjadi atheis itu gimana. 

Oke. Back to the movie itself. Kenapa gue bisa bilang bahwa film ini memperkuat iman gue? Hal2 apa yang gue pelajari dari film ini?


1. No matter how bad, how dire, how impossible, how groom your situation is, DO NOT LOSE HOPE. 

Itu adalah pelajaran pertama yang gue dapetin dari film itu. En kalo boleh gue tambahin, do not lose faith in God also. Sepanjang nonton film itu gue kagum gile sama Pi (dibaca "Pai" ya, bukan "pi" alias pe-ii loh). Aje gile terapung-apung di laut selama berhari-hari, en sama harimau pula!! Kalo gue itu Pi, kemungkinan besar gue udah lose hope di hari pertama kapal karam en lebih milih mati nyebur ke laut aja..... Ada satu perkataan bagus dari Pi,


"When God seems indifferent in my suffering, actually He was still with me. He watched me closely." 


Buat gue itu wow banget. Yah, keadaan gue masih sama. Teman2 lain udah pada dapet magang di UN's bodies, gue apply sana-sini kagak dapat balasan apa2. Gue blas gak ngerti kenapa buat mereka gampang banget dapat kerjaan. Rasanya setiap orang itu seperti punya koneksi dimana-mana.... :'(  I've really done the best anything i can. Pokoknya kondisi gue sekarang serba tidak memungkinkan lah....

Tapi sekarang gue udah tenang, dibanding 2 minggu lalu kondisi gue paraaah abis. Gue sampe dihibur-hibur sama temen gue ini, and he told me to surrender. Bayangin, my non-believer friend told me to surrender!! Gue malu banget, kenapa gue yang harusnya jadi terang justru sering banget dinasihatin dia. He influences me more than I influence him. 2 minggu kemarin, kelakuan gue itu bener2 seperti orang yang gak punya Tuhan lah  :(  En i was so ashamed with myself. I was really struggling to kick out this worryness out of my head and to be totally surrender on God, believe in His providence. Ngomongin ini bakalan panjang banget so dibahas lain kali di post terpisah ya hehe. 


Jadi yah, dibanding sama apa yang dialamin Pi, keadaan gue ini apaan sih? En hidup terkatung-katung di laut seorang diri itu kisah nyata man!! mau seorang diri kek, sama orang2 lain kek, ato sama macan kayak Pi ini, it's all the matter of life and death. Gue pernah baca buku tentang kesaksian orang yang selamat setelah 2 bulan terkatung-katung di laut; ada sekitar 30 orang di sekoci, en hanya 4 yang selamat. 4 orang yang selamat ini menyaksikan dengan mata kepala sendiri gimana temen2 mereka mati satu persatu (entah karena dehidrasi or sakit), bahkan dari mereka ada yang jadi kanibalisme. OMG mengerikan banget :O 


2. Something that you are really scared of and you really want to get rid of from the first time, can turn up/end up to be something which is you could not live without. 

Ini terjadi ketika Richard Parker si harimau pergi ke hutan (ketika akhirnya mereka mendarat di pantai Mexico) and gone forever from the Pi's life.


3. Perkataan ayah Pi, which is bijak banget menurut gue. 

If you believe in a lot of things, it is the same thing that you do not believe in anything. 

This happened ketika Pi bilang ke ortunya bahwa dia mau memeluk 3 agama sekaligus: hindu, islam, en kristen hehehe :D  En papanya bilang, "Loe gak bisa memeluk 3 agama sekaligus Nak. Because if you believe in a lot of things, it is the same thing that you do not believe in anything." Di benak gue, he said like this: you can not embraces any religious at the same time, because it is the same thing that you don't believe in any religion. Hmmm. Gimana ngejelasinnya yah. Disini, gue udah biasa banget liat temen2 gue yang menerima banyak versi kebenaran. Termasuk temen gue yang ngajakkin nonton film ini hehe. Percaya Tuhan Yesus, tapi masih semedi or pergi ke gunung, menyembah dewa-dewi (di Hindu sendiri katanya ada lebih dari 300 dewa-dewi, katanya film itu loooo!!), yoga, meditasi, dll. Yah terus sebenernya apa yang kamu percaya? Tuhan yang kamu sembah itu siapa? Tuhan yang mana?


4. Now the CLIMAX lesson that I got. Di akhir cerita, Pi tanya sama penulis novel yang mewawancarai dia. Inget, ketika Pi akhirnya selamat, dia diwawancarai juga sama 2 orang jurnalis Jepang kan. En mereka sama sekali kagak percaya cerita Pi bahwa dia hidup di kapal sama macan yang bernama Richard Parker heheheh. En dulunya, ada hyena, zebra, sama orang utan juga. Mereka pingin cerita yang bisa lebih dipercaya, yang lebih real, lebih nyata. They said that if they wrote down what Pi told them, nobody would believe it. So they demanded and wanted Pi to tell them a "more real" story. And Pi did tell them another story, kali ini ada mamanya, juru masak, kapten kapal, en dirinya sendiri. Barulah 2 orang jurnalis Jepang ini percaya en gak tanya apa2 lagi.


And then, Pi asked the writer: "And you, which story do you prefer to believe?" (because it can be said that now he has 2 versions of story).

As we can guess, the writer answered, "The first one, I think. The one with the tiger. I think it's more beautiful." En jawaban Pi itu sangat amazing. "I think the same way goes with God". :)  En si penulis ternganga... ---> karena Pi mendapat "tugas" untuk membuat penulis yang atheis ini menjadi percaya Tuhan. 


Tadinya gue gak mudeng jawaban Pi. Tapi setelah gue mikir beberapa saat, gue ngerti. En pengertian yang diberikan Roh Kudus itu benar2 WOW banget. It means like this: first, no matter you believe whether God exist or not, it doesn't change the fact that He exists. His existence doesn't need your belief!  


Second, 2 orang Jepang yang menolak versi pertama cerita Pi itu, merepresentasikan orang2 yang menolak percaya Tuhan. Mereka ingin sesuatu yang lebih masuk akal, yang lebih bisa diterima oleh nalar manusia. Mana bisa dipercaya coba kalo Pi bertahan hidup sama si Richard Parker sang harimau? Kan aneh kalo Pi gak dimakan harimau? Padahal itulah kenyataanya. Jadi yah... Pi told them different story which is more understandable and acceptable to them.


****

Gaya pengemasan cerita ini bagus banget. Oke, sebenernya, kita sebagai penonton gak pernah tahu, versi cerita mana yang dialami Pi. Apakah dia terapung-apung di laut bersama hyena, zebra, orang utan, dan harimau? Ataukah dia terapung-apun di laut bersama si juru masak (as the figure of hyena), the captain (zebra), his mom (orang utan), and himself (the tiger)?? We never know. And it is up to us which version of story we want to believe. Ngerti maksud gue kan? hehehe. Terserah mau percaya Tuhan itu ada ato gak. 

But, jawaban yang diberikan si penulis atheis terhadap pertanyaan Pi itu mengagetkan gue (en gue rasa seharusnya mengagetkan para penonton juga). Ketika ditanya, "which story do you prefer (to believe)?" He answered, "The first one. Because it's more beautiful." Wow!! Bayangin. He's an atheist loh. En dia secara spontan jawab lebih suka versi cerita yang pertama, yang lebih susah diterima secara nalar dan logika manusia :o  And bagus banget when later on, Pi said to him, "Now the story is yours. It's up to you how you will give an ending to it." I think ini menggambarkan betapa dahsyat dan agungnya Tuhan kita.... He never forces us to believe in Him. Yes He wants us to believe and to trust Him, but He loves us so much, too much that He gave us free will and even died on the cross for us. It's okay for people to deny His existence. But life will be more beautiful and more meaningful if we humbly admit and acknowledge that He is exist. 


So, it's up to us which one to believe. I chose to believe the first one :) 


P.S. Sekarang gue udah gak pernah en gak mau lagi coba-coba menyelamatkan orang dengan mengandalkan kekuatan en kepintaran gue sendiri. It's God who saves people, not us. Tugas gue hanyalah bersaksi en menghidupi Firman yang gue imani. 



18 komentar:

  1. Richard Parker is sooooooooo........... keren!!! Hahaha... dan pulau bercahaya itu cute banget ya nik, hiks, hiks,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pulau bercahaya itu kan bentuknya seperti orang kan? lucune dimana ya mbak? wakakak.

      Hapus
  2. Very good reflection! seriously Nik, i suggest you read the books of Ravi Zacharias to help you counter questions about Christianity and how you do it (apologetic). Ravi is named as the great apologist of this time. He also founded Ravi Zacharias International Ministry (RZIM) http://www.rzim.org/.
    Last week, i just attended an apologetic seminar by Michael Ramsden, oxford lecturer and the director of RZIM Europe (di europe lho ini...) and he was very good. im going to share it in my blog soon.
    Also, hope you find an intern place soon.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaw temenku yang ngajak nonton film itu juga really2 recommend me to read the novel, karena katanya lebih detail en lebih bagus. Cuma jujur aku ngrasa rada serem kalo mo baca.... i feel my mind is already enough to be penetrated with so many thoughts about God, faith, and religions huaaah. Takutnya ntar kalo baca itu malah goncang :( can u tell me a bit about the details of the book please? hehe. En btw, apologetic itu maksudnya apa sih Kak?

      Hapus
    2. Hi girl :) please read carefully that I did not recommend you to read the Life of Pi novel, but I do recommend you to read the book by Ravi Zacharias and his ministry. Also, I highly recommend you to open the web (RZIM) above.

      I guess, reading the life of Pi is more or less the same with reading Da Vinci Code, The gospel of Judas, etc. However, we still need to read with caution and ask the Holy Spirit to protect us :)

      Apologetics (http://en.wikipedia.org/wiki/Christian_apologetics) is a field of Christian theology that provides a rationale basis for Christian faith. Most Indonesian churches, especially the congregation of charismatic churches are not familiar with this terminology. However, this term is familiar in the circle of any conventional theology churches.

      I think God has given you great opportunity(s) to meet these kind of people who question about Christian faith. It means they want to know, are interested, and your lifestyle has created questions in them, this is the foundation that leads to apologetic-I'll explain in my blog.

      Most westerners are logical people and they tend to rationale everything. That is why they ask questions. Apologist (people who study apologetics) helps to answer these people.

      As Christians, we do believe in the works of Holy Spirit. That is why we know that we can not put God in a box and try to analyze or rationale everything. We know that only God, our Lord Jesus, has the answers of everything and will answer in His time and in His way.

      However, for these people who grow up with critical thinking culture, they need answers that are make sense to them, that can be accommodated by their limited brain, being. Apologetic helps to equipped people to encounter questions about Christian faith.

      In Indonesia, this happens a lot of times when we encounter discussion with our fellow brothers from the Ismael's tribe (you know what I mean, right?).

      We are lucky that we have one foundation in Indonesia that equip Christian Indonesians with apologetic. One of the prominent person in Indonesia is Tracy Trinita, a model whose life path changed because of her encounter with Jesus through apologetics. She even studied apologetics in Oxford. Here are some info about it:

      Facebook: Yayasan Pengembangan Apologetika Indonesia

      Twitter : @apologetikaYPAI

      Website : www.apologetika.org

      The basis for apologetics is 1 peter 3: 15-16
      15 But in your hearts revere Christ as Lord. Always be prepared to give an answer to everyone who asks you to give the reason for the hope that you have. But do this with gentleness and respect, 16 keeping a clear conscience, so that those who speak maliciously against your good behavior in Christ may be ashamed of their slander.

      Hope this info helps you and everyone reading your blog. Apologetics requires us to know the bible well and requires much thinking. I am going to write what I learned from the seminar, hopefully soon.

      Hapus
    3. Also, yes..we do not need to defend God because He is greater than us and logically is able to defend Himself and do not need our help. So, apologetics is done in the frame of helping people to understand what we believe. 1 Peter 3:15-16 tells us how to conduct it.
      I will write soon lah hehe
      btw, km suka bingung QS itu siapa....just click the initial/ the names (QS) and it will link you to know me hehe
      God bless. tetep kibarkan panjiNya :)

      Hapus
  3. Lo kudu baca novelnya, Nik. Lebih detail dan agak mengerikan :p. Yang di film emang udah di polse sih.

    Gua setuju banget ini film menggugah iman kita. Sinematografinya, ceritanya bikin kita evaluasi iman kita sendiri..semuanya bikin orang jatuh cintrong.Banyak banget makna yang bisa diambil dari neh film. Nontonnya bikin 'kenyang'...bukan film yang sambil lalu aja deh.

    Yang belum nonton emang kudu nonton!! Kudu!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha sudah 3 orang yang sangat merekomendasikan gue buat baca novelnya :p waduh kalo filmnya aja menurutku udah bagus banget, gimana novelnya yak >.< kakak udah baca? how do u think?

      Hapus
    2. Udah baca, tapi lebih milih filmnya Hahhaha.. Ga kuat baca novelnya. Sepanjang baca buku itu jadi ngerasa lapar.. Mana abis baca Hunger Game juga.

      Pake nangis2 pula...hohoho...Tapi memang salute sama Pi. Dia salah satu orang yang Tuhan beri hikmat sebelum waktunya dan di usianya.

      Ada bagian juga sih yang bikin agak malu sebagai orang beragama. Kadang-kadang ngerasa paling benar (Walaupun emang sih Tuhan memang sumber kebenaran), tapi jadinya kayak nunjuk2 orang "Lo salah, lo salah!" semacam begitu. Pokoknya bagus dah.

      Hapus
    3. Hahaha iya!! Semenjak di Europe, apalagi setelah nonton film Pi dan baca buku2 soal atheis & sekularisme, aku jadi semakin bisa memahami pandangan dan cara berpikir orang2 lain yang belum percaya Tuhan or mungkin ga seiman dengan kita. Yes we still strongly believe that our faith is the truth, tapi sekarang kita jadi makin bisa menempatkan diri di posisi & sepatu orang lain yak :)

      Hapus
  4. Oh My GOD..... gue diberkati banget lwat tulisan ini :D bahkan sampe bisa merasakan hadirat Tuhan saat baca ini... postingan ini benerrrr banget.
    kita percaya atau ngk, gak merubah excistensi Tuhan. (titik)Dia emank nyata dan ada bahkan disaat semua orang gak percaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow kamsia kamsia, makasih makasih hehehe ^^ senang if my writing can bless you :)
      btw, Eternal Love ini siapa yah? Aduh maafkan lupa T.T

      Hapus
  5. Duw dulu pas kuliah pengen bahas novel itu tuh. Tapi somehow gak jadi.. kayanya uda ada senior yg bahas. Aku rada gak percaya juga sih pas baca summary di belakang novelnya. Mungkin ga siii orang bisa satu kapal ama harimau?? Jadi penasaran niiihh

    Iya sa, berasa banget Tuhan kasih pemahaman2 baru n penting buat kita lewat tulisan kamu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nah kontroversinya memang disitu Ci. and somehow itu jadi diskusi yang menarik dibahas. Kalo kita nonton film Pi, seolah-olah terasa nyata kan terdampar di laut bersama 200 pound harimau Bengal hoho. But then, di akhir film penonton diajak untuk berpikir kritis, versi cerita mana yang mau kita percayai? Kalo aku nangkepnya sih Pi seolah sangat yakin bahwa dia memang bertahan hidup sama si Richard Parker sang Harimau hoho. Apalagi karena ortunya kan punya kebon binatang di India, jadi rasanya masuk akal gitu. But then, it all goes back to the audience. Buat orang2 yg percaya versi cerita kedua, konsep akan Tuhan itu sama tidak nyatanya dg konsep cerita keberadaan si harimau hehehe.

      En thanks for the compliment! ;)

      Hapus
  6. Eternal Love itu ci Mellisa nik!hehehe. gue baru baca postingan iniii enn gue blum baca ataupun nonton.hahaha. gue mo nonton. Qreen nikk postingan-nya.hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih makasih :D Iya Kes, nontonlah. Bagus kok, mengajak kita untuk berpikir kritis & benar2 memahami, kenapa kita memilih untuk percaya Tuhan, terutama dg iman yg kita anut. Karena sejak dihadapin dg banyak pertanyaan disini, gue jadi semakin ngerti kenapa gue memutuskan utk ikut & percaya Tuhan Yesus, jadi bukan sekadar iman/agama yg diturunkan/diwariskan dari keluarga ato kultur Indonesia. Tadinya gue takut kalo gue murtad hahaha. Tapi gue justru berterima kasih, karena dg dihadapkan dg pertanyaan2 n situasi kritis, iman gue justru makin tertanam kuat di dalam Tuhan :)

      Hapus
  7. Great review Nik :) dan pastinya menjadi berkat atas kesaksian yang u alami dan dapatkan secara pribadi :) Thx for share. Keep faith dear :) Jesus love u always :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you thank you Kak Dinaaaa ^^

      Hapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^