About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Senin, 14 Januari 2013

Kotbah Pdt. Gilbert Lumoindong di Paris, Minggu 13 Januari 2013

Minggu kemarin, gue baru aja menghadiri kebaktiannya kotbah Pdt Gilbert Lumoindong di Paris Centre Chrètien, Paris. Gue berangkat ke sana bareng bbrp orang dari PMNI alias Persatuan Masyarakat Nasrani Indonesia. Total ada 9 orang en 2 mobil, 1 mobil terdiri dari 1 keluarga. Gue tergerak buat tulisin kotbahnya karena powerful banget bow !! mungkin buat temen2 di Indo, kotbah ini kagak begitu powerful-powerful amat (yah sebenernya semua kotbah gak pantes dikategorikan powerful ato gak powerful ye, tapi yaaa you know what I mean lah hehehe), tapi buat gue yang udah lama gak ‘makan’ makanan rohani dari Indonesia, rasanya kaya dikasih « santapan » yang lezat banget gitu loh.

Btw sebelum mulai nulis kotbah, gue pingin sharing sedikit kebaikan Tuhan yang bikin mujizat sampe gue bisa ke Paris dengan harga murah meriah ahueheaheuehoauo.

Jadi, sebenernya dari kemaren2 itu gue udah bosen banget stay di Geneve mulu. Abis dari Denmark, ada sih rencana buat main ke Finland, tapi yah karena budget sudah sangat terbatas dan ini hanyalah kebutuhan tersier, akhirnya gue putusin buat gak berangkat. So, selama liburan gue ya menyibukkan diri dengan baca banyak buku (I plan to write about it some other times) n memperdalam bahasa Prancis gue. Terus beberapa waktu yang lalu, salah satu temen deket disini ngajakkin main ke Paris, which is gue accept dengan seneng hati haha. Tapi kita ga bisa ke Paris itu gara2 alasan yang konyol banget, yaitu gak punya kartu kredit!! Wekekek. Kita butuh kartu kredit buat booking pesawat, sedangkan kita berdua sama2 gak punya kartu kredit. Permohonan kartu kredit gue ditolak sama bank di Swiss, sedangkan temen gue ini lagi dalam proses. Bisa sih kita naik kereta, which is Cuma 3 jam dari Geneve en juga lebih murah, tapi buat temen gue bakalan lebih mahal karena dia ga punya kartu demi tarif dimana kalo pake itu kita Cuma bayar setengah harganya doang. Gue sih sekalipun ga berangkat oke-oke aja, coz kondisinya lagi mefet sekale hohoho. Cuma kasian temen gue ini beneran udah mati kutu ceritanya di Geneve :p  En betewe, pas gue ke Denmark kemarin, itu naik pesawat KLM (maskapainya Belanda), en somehow gue bisa bayar pake kartu debit/kartu ATM.


Eeeeh siapa sangkaaa ada tawaran dari temen di PMNI yang ngajakkin gue ikut ke Paris buat dateng ke kotbahnya Pak Gilbert yang diundang kesono ^^ sebenernya gue udah tahu sih dari minggu lalu kalo ada acara ini, tapi gue gak kepikiran ikut karena: satu, gue gak terlalu kenal beliau (Pak Gilbert-nya ini), which means I've never heard to any of his sermon before until yesterday, en dua, alasan ekonomi :D  Tapi karena gue diajak pergi rame2 naik mobil, which is Cuma 4 jam, n cuman dimintain iuran dengan harga student, jadi yaaaa gue ikut deh hahaha. Setelah gue jelasin sikonnya dengan temen gue ini – thankfully – she was very understanding about this, akhirnya gue pergi dengan hati senang dan riang. Singkatnya, gue Cuma bayar 100 euro buat pulang pergi ke Paris naik mobil, itu udah termasuk nginep di hotel bintang tiga (yang sekamar berlima, tuh kan kita bener2 ekonomis wkwkwk), iuran bensin dan sopir (yang sebetulnya termasuk temen sendiri juga sih). Sebenernya gue Cuma dimintain bayar 50 euro, tapi gue liat temen2 yang lain pada bayar lebih dari 100 euro (karena mereka semua sudah pada kerja), jadi gue ga enak kalo Cuma bayar 50…. So gue kasih 100 deh. Itu udah termasuk “murah” karena kalo biaya PP naik pesawat aja minimal 130 euro, naik kereta 120 euro, belum lagi bayar hotel, makan, dll. Sedangkan di Paris, beberapa kali gue juga ditraktir makan en snack sama tante ini atau om itu xixixiii ^^

Nah, sekarang masuk kotbahnya :) Harap dicatat bahwa karena ini adalah tulisan ulang saya, so kotbah ini ditulis dengan gaya bahasa saya en setelah melalui proses penyaringan di otak saya dengan sedikit modifikasi.

Judul kotbahnya adalah “Menjadi Kuat” (diterjemahin ke prancis juga). Pak Gilbert mulai dengan berkata, bahwa hari geneee jadi orang Kristen yang cinta Tuhan saja tidak cukup. Karena ada banyaaaak sekali orang Kristen yang cinta Tuhan, ato ngakunya cinta Tuhan, tapi kelakuannya tidak mencerminkan kalo dia itu cinta Tuhan, ato kalo kena ujian dikit, langsung mundur dan kendor. Ada banyak orang Kristen yang “cinta Tuhan” tapi menceraikan istrinya, selingkuh, jadi homoseksual (di Barat ada loh pendeta yang homo), dll. Makanya, selain cinta Tuhan, jadi orang Kristen yang kuat itu penting. Kita harus KUAT ! Ada 3 alasan kenapa perlu untuk menjadi kuat.

Yang pertama, karena setan itu ada. Haaaah alasan apa ene.... kita mah tahu kalo setan itu ada. Iya, tapi buat orang di Barat, banyak loh yang gak percaya setan itu ada. Boro-boro setan, yang gak percaya Tuhan aja banyak, en mereka bangga2 aja dengan itu. Terus disini Pak Gilbert kasih intermezzo dikit soal orang2 Indo yang masih banyak yang percaya sama dukun-dukun en santet2an hahaha. Buat kita, denger kata “dukun, santet, pelet” mah udah biasa. Tapi buat orang Barat itu hal baru banget wkwkwk. Setan dengan berbagai cara akan berusaha untuk menyeret dan menjauhkan kita untuk jauh dari Tuhan. Setan ingin kita kecewa terhadap gereja, kepahitan dengan orang2 di dalam gereja, dll. Karena itu, kita harus menjadi kuat. Kuat buat menolak godaan setan en kuat berdiri tegak di dalam Tuhan. Caranya jadi kuat gimana? Of course dengan spend more time with God. The more time we spend with God, the more we know Him. And the more we know Him, the more we love Him and become strong in Him. So, kuat di dalam Tuhan itu didapat dari mencintai Tuhan. Jadi orang yang kuat di dalam Tuhan itu udah pasti cinta Tuhan, tapi orang yang cinta Tuhan belum tentu kuat. Yaaa gitu kira2 intinya hehe.

Setan bisa pake cara apa saja dan siapa saja untuk menjatuhkan kita. Contohnya adalah Yusuf saat dia digoda oleh istri Potifar, tante girang pertama di dunia (jemaat ngakak di bagian ini). Yusuf digoda, tapi dia meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan LARI ke luar (Kejadian 39:12). Kita sudah kenal dengan perikop ini, tapi hal baru yang gue dapet dari kotbah kemarin adalah, Yusuf tahu bahwa tidur dengan istri majikannya bukanlah hal yang benar untuk dilakukan, dia tahu itu bukan dari Tuhan, dan dia memilih untuk mengatakan TIDAK. Dan ini menunjukkan bahwa Yusuf adalah laki-laki yang kuat. Gue rasa buat para lelaki, kalo di depan kita ada cewek cantik, montok, kaya raya en punya kuasa, terus menggoda kita terus, en tau-tau muncul di hadapan kita sambil bilang, “Say…. Bobo bareng yuk” sambil kedip2 mata, siapa yang gak tahan nolak cobaaaa. Itu “hidangan” udah di depan mata banget kan bisa tinggal sambet aja! Buset. Yusuf bener2 punya pengendalian diri yang kuat, dan dia tidak jatuh. Memang karena hal ini dia difitnah oleh istri Potifar dan dijebloskan ke penjara. Saudara, memilih hal yang benar terkadang justru membawa kita ke hal-hal yang gak enak. Lah itu Yusuf sudah melakukan hal yang benar, tapi kok dia malah masuk penjara?! But God never stay still to see His children got ashamed of. Justru saat di penjara itulah, Tuhan naikkan Yusuf, Dia tetap sertai Yusuf; Yusuf jadi juru mimpi, dan akhirnya diangkat jadi penguasa Mesir dan tangan kanan Firaun alias orang kedua yang berkuasa setelah Firaun. Firaun itu ibaratnya Cuma simbol doang yang tahu semua beres res res. Semua yang kerjain Yusuf. Jadi saudara, jadilah kuat. Percayakan Tuhan. Karena Alkitab bilang, bahwa siapa yang percaya Tuhan, tidak akan dipermalukan (Mazmur 37 :25). Tuhan selalu bisa pake rencana2 jahat orang ataupun iblis untuk kebaikan kita dan untuk kemuliaanNya. Pekerjaan setan, selalu untuk SEMENTARA. Tapi pekerjaan Tuhan kekal untuk selamanya. Amen?!

Kedua, kita harus kuat karena keadaan tidak selalu terjadi seperti yang kita harapkan. Disini Pak Gilbert kasih contoh2 kasus. Ada orang yang udah doa sampe jungkir balik, puasa, minta ini itu, tapi gak dikasih. Kemudian mulai bersungut-sungut en kepaitan sama Tuhan. Dan sehubungan dengan alasan nomer satu di atas, sungut2nya kita ini adalah sukacitanya setan. Rasul Paulus pernah minta 3x agar Tuhan menjauhkan utusan iblis yang mencobai dia. Tapi apa kata Tuhan? bukannya dijauhin, Tuhan malah bilang, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab dalam kelemahanlah kuasaKU menjadi sempurna.” Pak Gilbert bilang, andaikan Paulus ini konsultasi ato minta konseling sama pendeta sekarang, umumnya jawaban yang bakal kita denger adalah, “Waaaah itu kamu kurang berdoa Lus!” ato “Kamu kurang beriman….” “Kamu harus doa puasa”, “Mungkin kamu sudah berdosa, coba minta ampun dulu sama Tuhan.” Manusia cenderung untuk menghakimi, tapi Tuhan sendiri malah menjawab, “Gapapa Lus, justru saat kamu lemah, kuasaKu menjadi sempurna.” Gue suka banget sama kalimat Pak Gilbert berikutnya. Dia bilang, iman itu bukan berarti kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Iman adalah merelakan hati kita untuk melakukan apa yang Tuhan mau, sekalipun kita gak suka. Buat gue itu jooosss banget…. Karena sering kali kita denger kalo ada orang yang cerita mengalami musibah, terlalu sering dia dituduh ato di-judge bahwa dia itu kurang beriman, kurang beriman, dan kurang beriman. No! kalo begitu, siapa tuhannya siapa umatnya? Kalo Tuhan kasih ijinkan kita ngalamin musibah ato ujian Saudara, itu untuk murnikan kita.

Gue jadi inget renungan yang dibawakan oleh kakak rohani saat di Bandung dulu. Ini soal Ayub, yang Tuhan ijinkan untuk mengalami penderitaan dan kehilangan sedemikian rupa: ternaknya, kekayaannya, anak2nya semua tewas, dia kena sakit kudis yang puarah, dan masih diomelin sama istrinya. Lagi-lagi, pertanyaan yang sering ditanyakan adalah, “Why God let that happen?” Khas banget kan hehehe. Kakak rohani saya lalu menjelaskan ilustrasi seperti ini: ada seorang penjual keramik, atau apa gitu (gue lupa persisnya) yang membanggakan bahwa barang2 jualannya itu bagus-bagus, tahan lama, kualitas nomer satu pokoknya. Yang ada di benak pembeli saat dia mengatakan kualitas nomer satu adalah, barang itu harus anti gores, anti karat, dan anti-anti yang lain termasuk anti pecah. Dan pembeli tentu saja pingin bukti biar bisa yakin dia kagak salah beli itu barang. Nah, gimana cara si penjual membuktikan omongannya kepada si pembeli? Cara paling ampuh adalah dengan mendemostrasikan dan membanting barang jualannya itu di depan mata si pembeli @___@   Pembeli baru akan percaya kalo barang itu emang gak pecah sekalipun dibanting. Dan bukankah kita sering melihat demonstrasi2 yang kayak begituan di mall dan di iklan televisi? Semuanya adalah untuk membuktikan kelebihan dan keunggulan produk tersebut. Nah, dalam kasus Ayub, si iblis ini menantang Tuhan yang membangga-banggakan Ayub sebagai umatnya yang paling setia. Tuhan bilang, “Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur,  yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:8). Dan ini Tuhan ngomongnya ke Iblis loh! Bayangin! So, masuk akal gak kalo iblis minta bukti? Ya masuk akal lah…. Orang kita aja sering minta bukti, masak setan ga bisa minta bukti hehehe. Dan ternyata bahwa Ayub itu adalah kebanggaannya Tuhan. wow! Dipikir-pikir, harusnya kita bangga kalo boleh dipercayai Tuhan untuk mengalami suatu cobaan. Bisa jadi, Tuhan mau liat sampe mana sih kita tahan banting. Tuhan tentu akan bangga kalo kita tetap bersyukur en gak ninggalin Tuhan saat ada masalah, en at the end pasti iblis ngacir sendiri. I know this is soooo hard to be done :\

Alasan ketiga kenapa kita harus kuat, adalah karena hanya orang kuat yang bisa merebut mahkota kemenangan. Saudara, dunia ini membutuhkan orang2 yang kuat. Kita sudah tahu soal ini, hapal nglothooook di luar kepala. Tapi nyatanya, kita lebih sering jadi lemah ato kuat??? Hehe jawab sendiri deh :p  Dan hanya orang kuat yang mampu bertahan sampe akhir dan MENANG!!!

Pak Gilbert kasih ilustrasi yang simple tapi ngena banget. Tahun 2010, siapa yang menang piala dunia? Spanyol. Kenapa kok Spanyol bisa menang? Kenapa bukan Prancis? Kenapa bukan Indonesia?! (gubraaaks). Yah alasannya simpel kan. Karena Spanyol yang paling kuat ahuehaehuoeahuo. Dimana-mana kalo ada perang, pasti pihak yang paling kuat yang menang. Kuat memang bukan segala-galanya, taktik en kepintaran juga perlu, tapi kuat juga elemen penting booo.

Saat ini kita sedang berada dalam pertandingan iman. We are in the battle of spirit. Pertandingan yang gak kita lihat tapi sebenarnya terjadi dalam hidup kita, dan kita perangi setiap hari lewat doa. Dan Tuhan Yesus sendiri bilang, bahwa hanya orang yang bertahan sampai kesudahannya yang akan selamat. Di 2 Tim 2:1, Paulus berpesan kepada anak rohaninya, Timotius, untuk menjadi KUAT. Dan Paulus nulis begini ini pas dia lagi di penjara, bukan lagi enak2 jalan kotbah keliling. Paulus ga ingin mental Timotius goncang, “Kalo bapak rohani gue yang imannya segede gitu aja bisa masuk penjara, gimana dengan gueeee….” Sehubungan dengan nomer 2, ada kalanya Tuhan biarkan Paulus tetap dalam penjara. Paulus dan Silas pernah berdoa agar mereka dibebaskan dari penjara, dan tiba2 terjadi gempa bumi dahsyat dan mereka pun bebas. Tapi ada kalanya, bahkan sering, Paulus tetap berada dalam penjara. Dan surat-surat Paulus yang berpesan kepada jemaat2 agar mereka bersukacita, justru ditulis saat dia sedang dalam penjara!! Isn’t that ironic?? Can you imagin an imprisoned person who consoled others, wheras he himself was the one who needed consolation?! Kenapa Paulus bisa melakukan itu?? karena dia kuat…. Because he is strong in God.

Saudara, gereja butuh orang-orang yang kuat. Gereja membutuhkan prajurit-prajurit yang siap dikirim untuk melayani dan bertempur di medan perang. Gereja tidak butuh bayi-bayi! Prajurit yang baik (dan kuat) adalah prajurit yang tidak memusingkan diri dengan perkara-perkara pribadinya. Demikian juga dengan para atlit di medan pertandingan (2 Timotius 2:4-6). Seorang pelari sprint misalnya, pas mau siap2 lari di garis start, dia gak bakalan melirik sepatu sebelahnya terus mikir, “Iiih sepatu die kok bagus banget ya. Aduh kalah merk nih gue :(“ (jemaat ketawa lagi pas ini hahaha) ato membandingkan rupa fisiknya dengan pelari di sebelahnya. No! Dia bakalan fokus untuk menang, dan hanya menatap ke depan. Kalo diibaratkan di jaman sekarang, seorang prajurit yang lagi bertempur pasti fokus untuk menumpas musuhnya, dan dia bakalan langsung menghunus pedangnya begitu liat musuh, bukannya foto musuhnya dulu dan upload ke facebook ato twiter hahahah. Surat di Filipi mengatakan agar kita melupakan apa yang di belakang kita dan menatap ke depan, dan surat di Ibrani mengatakan agar kita melepaskan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1).

Jadi…. Kita ini lagi berlomba, bertanding. Pertandingan yang gak gampang di tengah2 dunia yang makin rusak aje. Kita punya visi, punya misi. Kita gak sekadar lahir di dunia, hidup, besar, kerja, terus mati. Kita punya tujuan hidup untuk menjadi terang dan garam dunia, to expand and bring glory to the Kingdom of God. Makanya banyak ayat-ayat di Alkitab yang bilang agar kita gak khawatir, agar kita selalu pake perlengkapan senjata rohani, agar kita waspada terhadap iblis yang sama seperti singa yang mengaum-ngaum, dsb. Itu karena kita sedang bertanding!! Dan dalam pertandingan, kita harus KUAT. Kuat agar gak gampang terpengaruh sama arus dunia. Kuat agar sekalipun kita jatuh berkali-kali, kita bisa bangkit dan fokus lagi to continue our battle.

Oke.... jadi begitulah, kenapa kita harus kuat :D  Demikianlah kotbah dari Pdt. Gilbert Lumoindong, saudara-saudara :)

***

Btw, kesan gue soal Paris.... hmmm. Gue gak terlalu suka. Buat gue, Paris itu ibaratnya Jakarta-nya Europe :p  Macetnya gak nahanin, apalagi kalo malem minggu. En mana gue kesononya pas weekend lagi. Waktu kebuang di jalan dah. Dibanding Geneve, Paris itu besaaaaar sekali, luas banget, njlimet, penduduknya juga jauh lebih banyak. Kebanyakan juga orang imigran, orang Eropa yang gue liat sedikit banget. Gue mengamati bahwa semakin rame suatu kota, en semakin banyak imigrannya, orang Eropa asli bakalan jengah en mereka biasanya pindah ke pinggiran ato tempat lain yang lebih sepi. To be honest, i dont have that much good impression about Paris :( Tapi, karena gue Cuma semalem doang disono, jadi mungkin ini kesannya masih bisa berubah kali ya…. Gue belum sempet ngunjungin tempat2 bagus di Paris, gue Cuma pergi ke Champ Elysses, liat le Sacre Cœur, menara Eiffel dari kejauhan, salah satu carrousel raksasa, la Republique, Lafayette, udah itu doang hehe.

But overall, I’m really grateful karena sudah menginjakkan kaki di Paris :) At least ada satu keuntungan yang gue dapet: bahasa Prancis gue meningkat!! Hiahahaha.

Oh ya, mau sharing lagi, ada mujizat yang terjadi di perjalanan pulang. So, di perjalanan pulang itu kami mampir ke rest area (RA) 2x (karena jarak Paris-Geneva itu 500 km, kira2 4 jam naik mobil. Andaikan Indonesia punya jalan tol yang menghubungkan semua kota…. Gue pasti bisa ke Bandung or Jakarta naik mobil hanya dalam waktu 4-5 jam!). Di rest area yang pertama, Tante Kristin (salah satu dari rombongan) panik karena kehilangan hape. Itu hape hilang karena ditaruh di pangkuan, en jatoh pas dia keluar dari mobil. (So guys, ati2 ya kalo suka naruh hape di pangkuan hehe. Karena ini sering banget kejadian hape ilang en kita ga nyadar kalo jatuh.) Karena dicari dimana-mana: di toilet, di dalam mobil, tanya orang di supermarket juga ketemu, akhirnya dengan sedih hati hapenya direlain deh.... padahal itu iphone loh. Merk Apple pula. Tante Kristin ini bilang kalo dia mencurigai 2 orang di mobil putih yang parkir di sebelahnya. Tapi pas mau tanya kalo2 mereka liat hape yang jatuh, mereka udah pergi.

But then, pas kami brenti di RA kedua, guess what happened!! 2 orang pria di mobil putih yang diliat Tante Kristin ternyata ada disitu, and mereka kembaliin hapenya ke Tante Kristin dalam kondisi yang dimatikan. Tapi yang bener2 ajaib adalah, mereka itu sudah sampe di RA duluan sebelum kami sampe…. Jadi benar2 mujizat kok bisa-bisanya kami brenti di RA yang SATU INI dan bukan di RA-RA sebelumnya. kok bisa hayoooh! En sungguh ajaib kalo orang itu kembaliin hapenya, yang sebelumnya emang dipungut pas jatoh dari mobil Tante Kristin. Tante Kristin bener2 hepiiii sepanjang jalan, dan kami ikutan hepi juga. Om Fary, suaminya, bener2 yakin sekali bahwa Roh Kudus gerakkin hati orang itu buat kembaliin hape tersebut. (Hari sebelumnya, hape anaknya itu juga sempet dikira ilang but thanks God ditemuin lagi pas ditanyain ke orang yang jaga di tempat parkir.)

Kami masih takjub kalo inget peristiwa ini sampe sekarang, betapa Tuhan sungguh peduli akan hal-hal yang kecil soal kehilangan hape beginian. Bagaiamana pertemuan ini bisa sebegitu “kebetulan”nya, yang udah jelas ini bukan kebetulan, seperti sudah diatur dari Sorga aja. Kenapa pas mereka nemu ga langsung dibalikkin aja, itu masih jadi misteri tersendiri. Tapi justru karena ini kami jadi liat kuasa en penyertaan Tuhan secara LANGSUNG, dengan mata kepala sendiri!! Mungkin pria itu, yang tiba-tiba ketemu sama kami lagi di rest area ini, merasa tergerak, ato suara hatinya udah teriak-teriak, ato dia dihantui dan merasa ini pertanda banget bahwa dia harus mengembalikan hape itu. Kayanya Tuhan tegur dia secara ga langsung dengan mempertemukan dia dengan Tante Kristin sekali lagi hohohoho ^o^

What a wonderful and unforgettable memory :)  We have a great God indeed…..

19 komentar:

  1. nik, iphone itu bukannya merknya Apple yah? emang ada merk lain? :D

    aku jg gak tau, nik, pdt Gilbert itu sapa yah? tp pas baca sharingmu soal kotbahnya, beneerrr... pesennya nyampe! gak gampang untuk jadi kuat dimasa-masa kayak gini. dan iblis juga kayaknya makin pinter untuk jadi berbagai macem hal spy kita makin lupa sm Tuhan :(

    BalasHapus
  2. oiiii Volare :D itu loh pdt. Gilbert Lumoindong, yg gendut, yg punya gereja Tiberias di Jakarta. Dia ckup terkenal kok... .sering diundang kotbah di Indo n juga di luar negeri.

    eh iya yah iphone itu kan sama aja dengan Apple hohoho. maklum Vol, rada gaptek aku :p betul betul betul ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ps Gilbert itu nama grejanya Glow bukannya kalo g salah nik... Tiberias bukan Pariadji?

      Hapus
    2. eh iya betul betul!! Aku juga baru tau ini setelah dikasih tau temen hehehe.... Maklum soalnya gak pernah dengerin kotbah beliau sebelumnya sih :(

      @Volare: bener Vol, yg punya tiberias itu bukan Pak Gilbert, beliau hanya salah satu pengkotbah disana. yang punya itu Pak Yesaya Pariadji hehehe. dengan demikian klarifikasi sudah dilakukan :)

      Hapus
  3. menohok ya kothbah nya, simple tapi beneran powerful. hal hal sederhana kayak gini yang kadang dibikin ngejelimet sama orang2.

    eh, beneran lho soal pelari yang melirik sepatu sebelah itu, pernah kejadian di dunia basket. ada satu tim basket yang lagi mau bertanding, pada jiper duluan ngeliat kostum tim lawan yang jauh lebih keren dari mereka. padahal kostum mah ga ada ngaruh. disini juga sering anak2 basket beli sepatu basket yang mahal mahal (ampe 600an ribu), dengan harapan bisa tampil lebih keren, padahal skill pas pasan. waktu gw masih ngelatih mereka dulu, gw bilang, yang dibagusin itu skill, bukan sepatu. ekekeke.

    BalasHapus
    Balasan
    1. woiiii Ko Irvan!! Hahahaa lucu juga komennya wkwkwk. Hmmm ternyata ada juga yah kejadian begitu.... atlet nglirik sepatu lawannya hahahah. tapi kalo gitu dia ga bisa bertanding dengan baik dong, kepikiran terus ama sepatu lawannya.... betul banget, yg dibagusin itu skillnya dulu. mo pake sepatu butut kek tapi kalo skillnya bagus, kan bisa menang tuh, dapet hadiah, duitnya dibeliin sepatu bagus. daripada ngabisin duit ratusan ribu buat beli sepatu baru biar lebih oke daripada lawan, tapi kalah.... kan rugi dua kali gyahahahaha.

      Hapus
  4. keren banget ituuuu… dahsyat banget nik, memberkati aku. Secara ayat masku taun ini isinya ttg penderitaan, penganiayaan, dan kawan2nya. Tp sharing blogmu ini menguatkan daku, bahwa hrs bersukacita krn aku anak kebanggaanNya mangkanya dipersiapkan utk ujian2 yg menanti. Fiuuhhh.. Thanks so much, skalian mo bilang, aku bc in ttg ini ke contact bb ku yaaa... saking semangatnya, abis bc br minta ijin ... maaf yaah. hehehe. Trims sudah menceriakan hari seninku yg sibuk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Ci Grace :) Waaah makasih banget cici atas komennya hoho. iya monggo, silakan dishare :) Btw cc gereja dimana? Wah, syerem n deg2an juga yah kalo ayat2 yg didapet tahun ini justru ttg penganiayaan dan penderitaan :((

      tapi dont worry ci, apapun tema gereja kita taun ini, yg jelas Tuhan tetap beserta kita. Dia ingin bawa kita naik dan bukan turun, jadikan kita kepala dan bukan ekor: This year shall be a prosperous year for us! Just wait patiently upon God :)

      Hapus
    2. hehehe... aku kasih taunya krg lengkap nih, ending ayat emasku bunyinya jika aku lemah, maka aku kuat. makanya ak diberkati banget sama postingan km hr ini :D

      Hapus
    3. Grejaku GPDI nik, di pondok gede, bekasi. hehehe

      Hapus
  5. Waah~ thanks for sharing :) memberkati banget :)

    BalasHapus
  6. Memberkati banget sharing kotbahnya.
    Thanks fren

    BalasHapus
  7. Puji Tuhan,
    saya senang lihat postingan blog kamu,
    saya adalah jemaat Ps.Gilbert Lumoindong,
    kalau dia le Europe saya pasti kasih tau kamu,
    kalau dia kesana "Jangan lupa ajak teman dan keluarga"
    silahkan follow saya di @david_pakpahan ,nanti saya Follback kamu :)

    BalasHapus
  8. Thanks for sharing...........Ijin copas khotbahnya ya..........

    BalasHapus
  9. Terima kasih...Saya sangat diberkati membaca nya

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^