About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Sabtu, 01 September 2012

Warna-warni Geneva

Satu hal yang sangat-sangat gue sukai dari Geneva adalah, this city is sooooo multicultural & multinationals ;)  Almost everyday I see people from different nations speak different languages. There are white people, black people, yellow people, red people, etc. Di dalam bus, bus stop, stasiun, restaurant, and even in my uni, we can see a lot diversity ^^ Emang bener deh Tuhan gak salah tempatin gue di Geneva hahahaa. Disini penduduk Geneva berbahasa Prancis, n para pendatang amat diharapkan untuk bisa ngomong Prancis. Tapi jujur aja sih, ujung2nya ya gue tetep lebih sering pake English daripada Prancis karena temen2 gue kan semuanya internasional *ceileeee bahasanya*. Emang agak repot.... Gue jadi pingin cari roommate yang ngomong Prancis, biar mau gak mau, tiap hari harus ngomong Prancis. Selama ini gue cuma praktik ngomong Prancis pas di kelas bahasa, terus pas di jalan. And basically they're only very very short conversation, which is definitely not enough to enhance my france ability. Sangat menarik mengetahui bahwa ternyata banyak juga orang Bule yang ga bisa ngomong Prancis n harus belajar bareng. Ya iyalaaaah =.="



Beberapa orang sekarang bisa dikelompokkan menurut penampilan wajah mereka: ini orang dari Asia, itu orang dari Eropa, itu orang Afrika. Sometimes the people from Latin America is quite similar with the people from Spain, and it's hard to tell which one it is :p  Terus, ada juga orang yg gue kira orang Bule, tapi ternyata dia dari Timur Tengah seperti dari Lebanon or Jordan. Ada orang yang wajahnya sangat sangat Asia Tenggara, gue kira mereka orang Indo juga, tapi ternyata dari Thailand atau Filipine. Waaah seru banget! Gue ada temen dari Filipina, namanya Mohammed. Dia campuran antara Jordan en Filipina hahaha. But he speaks multilanguages!! (Kebanyakan orang yang di Geneva memang bisa bicara banyak bahasa, minimal 2 lah hehe). He speaks Tagalog, Arabic, English, Italian, and now he's learning French with me. Dia tumbuh dan besar di Jordania & Filipina, terus SMA di Italia, S-1 di U.S., dan sekarang S-2 di Geneva. Woooaow. Pernah sekali waktu gue tanya gini, "Eh lu kok bisa masuk U.S. sih? Padahal nama lu kan Mohammed" :p And uniknya lagi, tanggal lahir dia tuh 11 September, which is pas banget sama pengeboman gedung kembar WTC.

Agustinus Wibowo, traveller dan backpacker Indonesia, penulis buku "Garis Batas" dan "Selimut Debu", mengatakan bahwa saat berada di luar negeri, perasaan nasionalisme justru biasanya menguat. Itulah yang gue rasakan disini. Since i'm the only Indonesian got accepted in Geneva, jadi kalo ketemu orang dari Indonesia rasanya seneeeeng banget, feels like home. Jangankan ketemu orang Indo, ketemu orang yang sama2 dari ASEAN aja rasanya udah seneng. Berkat buku Agustinus, gue jadi ngerti lebih dalam tentang negara-negara eks Uni Soviet yang berakhiran -stan, seperti Tajikistan, Turkmenistan, Kirgiztan, Kazakhstan, Uzbekistan, dan juga Afghanistan. Untuk pertama kalinya nih di Geneva, gue punya temen dari Tajikistan ^^ Di kelas dia keliatannya pendiem banget, dia agak2 tertutup dan kurang pede. Dia bilang ke gue, there are not many people who know what is Tajikistan and where it is. So pas gue ngajak dia kenalan en gue tau dimana itu Tajikistan en bisa sebutin mata uangnya, bahasanya, en nama sungainya, dia seneng buanget..... So dia jadi deket deh :D

I learn a lot, a lot, a lot of things in Geneva. Bukan hanya satu budaya yang gue pelajari, tapi juga beberapa budaya dari negara lain. I learn how to throw and classify the garbage (plastic, can, organic, etc; kalo di Indonesia mah tinggal buang wae brrrr hahaha), to do the laundry (yang harus nge-laundry sendiri dengan cara masukkin koin ke mesin), to cook, adapt with a new weather (masih summer tapi kok udah sering hujan en suhunya bisa 14-17 derajat Celcius o____0), dll. These are all very fun & exciting, but I have to admit also that this is not easy. Every morning I wake up feeling (so) scared, not knowing what will I encounter today. In my prayer, I can only mumble and repeat the same sentence over and over again, "Tuhan Yesus tolong Nonik.... tolong Nonik.... Nonik gak bisa sendiri.... I can't do this own my own...." etc. But then again I truly feel & experience God's own escort in my daily life. Misalnya, beberapa hari ini gue sering diundang makan, baik itu lunch maupun dinner di apartemen temen Jerman gue. And they are super duper nice!! I can even say that they are the ones who take care of me during my first days in Geneva :D And selama makan itu gue juga banyak belajar tata cara en adat mereka makan: misalnya whether guest should wash the dishes or not :p  Oh ya... gue jadi sering makan salad, roti gandum, n makanan lain yang berserat disini. Jadi tiap kali eek gampang deh wakakaak. Thx God gue gak sembelit, maag gak kambuh.


Ya udah sih, itu dulu update-an'nya :)  

6 komentar:

  1. ekeke you sound like me many years ago waktu baru ke Doulos. Senangnya punya teman2 dari berbagai negara, belajar bahasa baru, punya pengalaman baru, ke tempat2 baru. Aishhh ... bener2 tiap hari "Tuhan Yesus, ini hebat banget. Tuhan Yesus, terima kasih buat pengalaman seumur hidup yg gak bakal keulang lagi. Tuhan Yesus, WOW!". hehe Enjoy it, Nik. :)

    Sekarang musti bersyukur donk yach that the Holy Spirit gave you the humility and the softness of heart to accept your parents' will to go to Geneva even though you thought your calling was to stay in Indonesia. :D

    Btw, emailmu akan direply asap hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ciiiiik bener banget. Ini bener2 pengalaman yg sangat luar biasa, seumur hidup ga bakal keulang.... pas aku cerita ke bbrp temen yg dulunya aku disuruh ortu ke Geneva, mereka bilang, "I agree with your parents. Your dad's right. Education is a PRIVILEGE Louisa. And it's also an 'obligation'". Pas denger itu rasanya kayak gimanaaaa gitu :p

      Oke kutunggu balasannya xixixi. Thx u Ci!!

      Hapus
  2. hahahaha..lucu & menarik sekali u menceritakannya..seneng bgt dengar u happy & baik² saja di sana..btw tu bb tidak bisa digunakan ya? :) kangen ngobrol² dgn diri u :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum bisa bbman Kak, soalnya kan harus beli sim card yg sistimnya kontrak. Sedangkan aku baru pake yg prepaid sim card, soalnya harus punya ijin tinggal dulu buat bisa beli yg kontrak hehe. Kira2 masih sebulan lagi baru bisa lah.

      btw kakak gimana? Sekarang lagi sibuk apa nih? how's the training?

      Hapus
    2. Oh gtu Sa..baru tau aku..moga bisa cepat keluar ya ijin tinggalnya & tidak bermasalah :)

      Puji Tuhan, aku baik Sa :) Sibuk mengumpulkan berlian alias jadi tukang dagang on line hehehe sambil ngerjain pelayanan bareng Bang Morris :)

      Puji Tuhan, training nya sudah selesai dengan luar biasa :) Doakann saja, situsnya bisa segera launching :)

      Aku tetap menunggu kabar-kabarmu di sana :)

      Hapus
  3. jiaaah.... eek nya itu lah,,, wkwkkwkwkwk

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^