About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Jumat, 21 September 2012

Days in Geneva (part 5): When Classes Begin.... Again!!

Sejak hari Selasa kemarin, gue udah mulai kuliah. Kuliah disini topiknya menarik-menarik, tapi yang sangat menantang adalah bahan bacaannya. We are REQUIRED to read the reading materials before the class starts.... and bacaannya itu bukan hanya 1 or 2 buku, tapi bisa sampe 5-7 buku @.@ Mabok gaaak loeee hahaha. En yang lebih menantang lagi, bahasa inggris yang di text book itu susah bow T____T gue harus ngulang baca 4-5 x biar bisa ngerti ini text ngomongin apa sih. 

Ada 6 mata kuliah (Makul) yang ditawarkan di semester 1, but we are supposed to choose only 5. Tadinya gue pikir gapapa, gue pasti bisa ngambil enam-enamnya hehe. Tapi setelah mendengar banyak penuturan dari kakak-kakak kelas that it is really impossible to take all of the 6 courses, so akhirnya gue ngambil 5. Cuma hingga tulisan ini ditulis, gue masih ngambil 6 karena belum tau makul apa yang bakal gue drop, since i haven't entered to all of the courses until next Monday. Most of courses here are taught in English, and for this semester, only one is given in French. They are:
  • Economic and Development --- so far this is my favorite subject!!
  • Political Sociology and Development --- topiknya menarik, tapi cara ngajar professornya itu bener2 bikin gue ngantuk coz dia udah rada tua, ngomongnya pelan2, en gue susah banget buat nangkep kata2nya even tough dia ngajar pake Inggris. Gue sampe ketiduran 3-4x di kelas pas kuliah pertama bow .____. 
  • History and Development
  • International Law and Development
  • Statistic Methods for Political Science --- yang ngajar orang India, lucu banget!! N juga ramah. huwahahaha.
  • Anthropolige et Development --- ini yang pake bahasa Prancis. 
Maybe gue bakalan drop yang pake bahasa Prancis ini karena gue mau bener2 fokus buat dapet nilai bagus di semester pertama, karena perolehan nilai ini bener2 penting di Geneva. This is Europe baby!! You can't just playing around or mess up with school and campus' life!! En buat gue sama murid-murid lain yang dapet beasiswa, nilai sangat menentukan apakah kita bisa dapet beasiswa untuk periode berikutnya di semester 3 (so mulai tahun depan, gue harus apply beasiswa lagi). 

Oh ya, gue juga seneng karena kuliah gue cuma hari Senin, Selasa, en Rabu, which means i have a loooong weekend every week huahahaaha :p TAPI.... ya itu tadi. Hari-hari dimana gue gak kuliah itu HARUS dimanfaatkan buat nyicil bacaan yang super duper banyak. Kita juga harus bikin review atau ulasan dari setiap bacaan yang ada, terus diupload ke website. Outside the campus life, gue juga masih ikut kursus bahasa Prancis yang diselenggarakan univ... Thanks God, untuk pemegang beasiswa, kami bisa ikut kursus gratis selama 2 semester hehehe. Pokoknya, sekalipun keliatannya banyak waktu senggang, tapi sebenernya lumayan sibuk juga. Selain kuliah biasa, biasanya ada kuliah dari dosen tamu or para tokoh internasional or para pemenang nobel. Misalnya, dalam beberapa minggu ke depan, bakalan ada kuliah dari Prof. Amartya Sen, pemenang nobel ekonomi dari India. Kemudian ada semacam talkshow or seminar yang menghadirkan korban bom atom yang selamat dari Hiroshima. Terus biasanya murid2 suka diundang buat ikut acara di UN kalo ada konferensi semacam "peace building conference" etc. En itu gratis xixixixi >____< Kita tinggal dateng ke UN, tunjukkin ID card, en masuk deh. Jadi waktu senggang disini bener2 dimanfaatkan sebaik mungkin. Belum kalo kita mau magang di NGO atau salah satu badan UN. Belum lagi kalo ada tugas kelompok, kudu bisa bagi waktu deh. Tapi yang gue sukai dari Europe adalah sifat individualistiknya, seperti yang gue tulis in my previous note. Disini, rata2 orang (termasuk murid) lebih suka ngerjain tugas secara individu. Biasa lah kalo di Indo, fenomena tugas kelompok dimana ada murid yang cuma ndompleng nama itu sering banget terjadi. En ini sangat merugikan buat murid yang bener2 kerja or belajar untuk mengerjakan tugas itu (en gue paling sebel sama orang yg kerjanya gak ngapa2in tapi cuma ndompleng nama. Biasanya tuh nama orangnya kagak gue masukkin di tugas haha). So... meskipun professornya bilang bahwa ini tugas kelompok, tapi kita tetep dibolehin buat submit tugas itu only on our own.

after knowing all of these stuffs, now i know why it is impossible for us buat ngambil 6 makul sekaligus. Secara waktu di Indo gue bisa ngambil sampe 7 or 8 mata kuliah.... tapi disini, that will be really a heavy workload. 

Oh ya, disini mayoritas professor punya yg namanya TA (Teaching Assistant). Biasanya yg jadi TA itu mahasiswa yang mau nempuh S3 alias doktor or Ph.D. En yang namanya TA disini itu bener2 kerja bow, bukan sekadar jabatan doang or gengsi. Kerjaan TA adalah:
1. mengkoordinasi mahasiswa yang ikut kelas sang professor
2. mem-fotocopy slide dan syllabus (umumnya pada hari pertama kuliah)
3. membantu professor dalam nyiapin bahan, n juga masukkin nilai
4. ngurusin website mata kuliah tersebut, termasuk upload bahan2 baru tiap minggunya en tugas2 review yg dikerjakan mahasiswa
5. yang paling gue sukaaa.......... TA disini sangat mau membantu mahasiswa buat ngulang materi yang diajarkan, entah itu lewat review session bareng2 ataupun ditemui secara pribadi. Mereka juga punya office hours sendiri loh, kaya professor-nya. Keren kaaan ^^ Terus TA ini sangat bisa dihubungi lewat email maupun handphone pribadinya. En mereka juga rata2 cepat dalam membahas setiap email yang dikirim mahasiswa.
6. Yang paling gak penting: TA yang cowok biasanya sangat ganteng xixixixi >___< aaaah semua cowok disini ganteng!! 

Selain kegiatan akademik, kursus bahasa, kita juga butuh yang namanya bersosialiasi. Ya kan ya kan? :p Ato main-main kemanaaa gitu, scara transport disini nyaman banget en pemandagannya juga indah-indah. 

So, mungkin dalam waktu-waktu ke depan, gue bakal jarang update news lagi di facebook :(  Aduuuh mana gue udah jarang ngikutin berita di Indo pula. Huaaaah. I'll be busy studying, studying, and studying (I have to remind myself that this is MASTER oiiii, not bachelor anymore!! Tugas2 en responsibility pasti lebih banyak). And maybe also with socializing and travelling a bit :p

Bye-byeee.... 

Minggu, 16 September 2012

Days in Geneva (part 4): Spiritual Dryness & other activities

I've just read my friend's post in her blog "Serving as A Youth Consellor" (you can read it here: http://febeamelia.blogspot.ch/2012/09/serving-as-youth-counsellor.html). Somehow I just feel that I am in a condition where I am longing for Christ more and more, a condition where my spiritual human is crying desperately to serve Him more, to serve and to be involved with lots of young people. 

I've just stayed for 3 weeks and more in Geneva, but to be honest, my heart and spiritual human already crying, asking, and begging for God deeper than this. 

Rabu, 05 September 2012

Days in Geneva (3)

Postingan gue kali ini gak banyak. lagi sebel coz wifi di studio gue lagi mati, jadi kalo mau FB-an kudu ke library kampus dulu :( Nah mumpung lagi ada wifi, mau update sedikit aaaah.... hehehe. I really thank you for you guys who are keep praying for me & always remember me in your mind. Thank you juga buat Kak Dina Margaretha yg selalu setia menantikan kabar dariku ^^

Senin, 03 September 2012

Days in Geneva (2)

Sometimes, I still can not believe that I AM IN Geneva RIGHT NOW. I have to pinch my self once or twice to make sure that THIS IS REAL :p 

Sabtu, 01 September 2012

Warna-warni Geneva

Satu hal yang sangat-sangat gue sukai dari Geneva adalah, this city is sooooo multicultural & multinationals ;)  Almost everyday I see people from different nations speak different languages. There are white people, black people, yellow people, red people, etc. Di dalam bus, bus stop, stasiun, restaurant, and even in my uni, we can see a lot diversity ^^ Emang bener deh Tuhan gak salah tempatin gue di Geneva hahahaa. Disini penduduk Geneva berbahasa Prancis, n para pendatang amat diharapkan untuk bisa ngomong Prancis. Tapi jujur aja sih, ujung2nya ya gue tetep lebih sering pake English daripada Prancis karena temen2 gue kan semuanya internasional *ceileeee bahasanya*. Emang agak repot.... Gue jadi pingin cari roommate yang ngomong Prancis, biar mau gak mau, tiap hari harus ngomong Prancis. Selama ini gue cuma praktik ngomong Prancis pas di kelas bahasa, terus pas di jalan. And basically they're only very very short conversation, which is definitely not enough to enhance my france ability. Sangat menarik mengetahui bahwa ternyata banyak juga orang Bule yang ga bisa ngomong Prancis n harus belajar bareng. Ya iyalaaaah =.="