About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Senin, 02 Juli 2012

A Servant, A Dog, and The Master

2 bulan ini udah lama gak nulis, banyak banget hal-hal yang terjadi sama gue, khususnya dalam hal pembentukan iman en karakter. Selain itu emang ada beberapa peristiwa yang bikin gue ga mood nulis.... Ini ceritanya kapan2 aja ya, gue lagi nunggu happy endingnya. Like what it's said, if not happy, then it's not the end :p

2 hari yang lalu, gue pulang kampung sebentar (just spent 2 days holiday there) karena sepupu deket gue wisuda. Dan selama 2 hari di rumah itu, gue dapat satu rhema berharga yang cukup ngena di hati gue. 

First of all, we got a new housemaid. Sebenernya gak tepat juga disebut a NEW housemaid sih, soalnya Mbak Y ini (sebut aja namanya Mbak Y) dulunya sudah pernah bekerja lamaaaaa banget di keluarga gue sejak gue masih batita alias bawah 3 taon heheheh. Sekarang I'm almost 22, jadi bisa dibilang she has been working with our family for 2 generations. Kerjanya Mbak Y ini bagus banget, en pas dia mau keluar dulu karena mo punya baby, my family was really half hearted to let her go. Kemudian keluarga gue mempekerjakan pembantu rumah tangga (PRT) silih berganti. Ada yang bertahan 1 tahun, 2 tahun, tapi yang hanya beberapa bulan doang juga ada. Pokoknya ga ada yang kerjanya seenak Mbak Y ini lah. So, waktu mbok (dipanggil mbok karena usianya udah 50 tahunan) yang kerja di toko gue kemarin keluar karena pingin ikut suaminya di Jakarta, kebetulan banget Mbak Y ini nglamar kerjaan lagi, tanya boleh gak kalo dia jadi PRT di tempat kami. And without any delay, my father delightfully accepted her back :p Gue juga seneng banget tau kalo mbak Y kerja lagi di tempat kami.

Dan waktu pulang kampung kemarin, karena 1 hari pertama gue gak di rumah. I spent 90% of my time going from Bandung to Jogja, and then back home again. Jadi, gue naik kereta malam pukul 20.00 ke Purworejo. Sampe di stasiun jam setengah 3 subuh, istirahat sebentar di rumah, terus jam 4 udah mandi, and jam 5 sudah on the way to Jogja to attend my cousin's graduation. Di jogja sampe jam setengah 5 sore and we were really really exhausted. What I wanted to do is just lying on my bed....

When I entered my room, gue surprised and happy at the same time. Why? Karena kamar gue sudah ditata sedemikian rupa bow.... Kasurnya sudah kembali ke ranjang (karena malam sebelumnya, kasur itu dipindahin sama bokap ke kamarnya so that 3 of us can sleep and cuddled together :p), sudah dikasih seprai, bantal guling tersusun rapi, dan barang-barang gue juga ga berantakan lagi. Padahal malam sebelumnya gue sembarangan doang geletakkin barang en koper disana-sini saking capeknya. And I was so happy to see my bedroom clean again. It was so nice and lovely!!

And here the revelation comes. In my heart, gue gak cuma hepi. Ternyata gue juga bangga sama Mbak Y. I am proud of her, because her hands are so skillful. Gue jadi teringat ayat yang berkata, 
"Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya." 
(2 Timotius 2:4)
Di hati gue, yang terngiang adalah seperti ini:
"Seorang pembantu rumah tangga yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada tuan/nyonyanya." 
Dan juga ayat ini:
"Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang" (Lukas 12:43). 

Selama mbak Y bekerja, ia ga sekalipun kedapatan melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya dilakukan seorang PRT. Ia tidak pernah mencuri ataupun berbohong. Ia selalu jujur, dan sangat rajin melakukan tugas-tugasnya. Those are the things that make us love her! Jaman sekarang susah bow cari PRT yang jujur en rajin bekerja gitu... Gue memang belum pernah mempekerjakan PRT dengan gaji sendiri, tapi sebagai anak ya ngrasain juga, ga enak kalo PRT ganti-ganti mulu setiap 2 bulan sekali :( Harus ngajarin lagi mulai dari yang baru, en juga harus adaptasi dengan cara kerja dan kebiasaan sang mbak baru. Pas gue kecil dulu, pernah ada PRT yang kedapatan mencuri baju-baju gue en dede. Thanks God perbuatannya itu ketauan by our family's friends, terus ya udah, dia langsung diberhentikan saat itu juga. 

Prioritas seorang hamba adalah menyenangkan hati majikan yang mempekerjakannya. Ia memang memiliki urusan-urusan pribadinya sendiri, but that's not his/her job. All of their private matters should not be the first and the priority of their mind. What should become number one in their mind and heart is, "How can I please my master?" Mbak Y ini juga punya banyak masalah dalam kehidupan pribadi en keluarganya. Tapi dia sama sekali gak pernah mencampur adukkan masalah itu saat dia bekerja di tempat kami. Dia gak pernah membiarkan masalah yang dihadapinya membuat dia bekerja kurang rajin or kurang bersih daripada biasanya, ato ijin cuti (kecuali kalo emang masalah pelik seperti anaknya sakit en ga ada yang jaga). 
Sikap Mbak Y yang seperti itulah yang membuat dia disayang sama papa en anggota keluarga gue yang lain. Beberapa hari sebelum mbak Y masuk kerja en datang ke toko, my dad gave her some money. Ga banyak, paling sekitar Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Tapi itu jumlah yang cukup besar untuk orang-orang yang hidup di desa pelosok di kota Purworejo. Bahkan gue juga sempet sisihkan sedikit dari yang gue punya untuk dia. Ini membuktikan, bahwa hamba yang mau bekerja dengan sepenuh hati buat menyenangkan hati majikannya akan mendapat kasih tuannya. I mean, tuannya akan terketuk hatinya buat memenuhi, or at least membantu, apa yang menjadi kebutuhan hambanya itu. (Well i don't have any intention to generalize this in every case. Gue ga tutup mata dengan kasus2 PRT yang dianiaya majikan seperti TKW di luar sana). Bahkan papa en tante gue ini sempet "rebutan" buat narik Mbak Y kerja di rumahnya masing-masing. Tapi Mbak Y udah duluan janji sama papa gue, so ya dia kerja di rumah gue deh hihihi ^^

Pelajaran pertama yang gue dapet: selama gue mengikut Tuhan, apakah gue lebih banyak memikirkan kesenanganNya ato kesenangan gue? Harus gue akui, gue lebih banyak memikirkan kesenangan en kebutuhan gue sendiri T_____T Countless time!! I have to say that this is really not easy thing to be done. 

Pelajaran kedua, didapet dari anjing gue sendiri :p So, we have a dog in our house. It's a golden retriever. Yeaaay!! ^^ Kaya gini nih:
Hello!! I'm En-En. I'm a dog in Nonik's house! 
Can you see me clearer now? :D

En-en ini anjing kesayangan kami banget, especially my dad. She follows everyyyyywheeerreee my father goes. Dia sudah dianggap seperti "anak ketiga" sama papa gue, terutama setelah dede gue pindah ke Bandung buat kuliah juga. Apalagi... gue juga mau lanjut S2. Without any partner, my dad would be really lonely... hiks hiks :'( Thanks God ada si En-en ini deh. Mungkin karena jenisnya golden juga kali ya, jadi nih lebih ke arah tipe anjing yang buat dijadiin best friend-nya manusia daripada anjing penjaga rumah hehe. Anak-anak kecil yang ga takut sama anjing juga cepet deket sama En-en ini. En-en suka banget kalo dielus-elus sama anak-anak kecil. Apalagi bulunya tebel banget, en dia juga gemuk (maklum kagak pernah diajak jalan-jalan =.=' Gara-gara itu dia cuma dikasih makan sehari sekali doang hehe). She rarely barks, even to the strangers. Kecuali kalo sama orang yang udah punya niat jahat, dia tahu itu en bakal gonggon terus2an (hebat yah anjing bisa bedain mana orang yang jahat en orang baik hihihi). 

Kesukaan En-en:
1. Following my dad 
2. Playing with my dad, my lil bro, and me (gue ini majikan nomor 3 di hatinya En-en. Soalnya gue jarang di rumah, en lebih sering bentak en marahin si En-en ini :p)
3. Waiting SOOOOO passionately and eagerly for my dad to come home after a long hour work. Kalo ditinggal orang-orang serumah pergi, En-en bisa lesu banget, bagaikan tanpa jiwa hahahaha. tapi kalo papa udah pulang.... wah dia bisa happy banget jejingkrakan. 

Pas pulkam kemarin, gue hepi bisa spend some time with this beautiful dog. Yuk liat foto-fotonya ^^
I'm happy lying down under my masters' feet, and they put their feet above my body.
This is my big Master wohohoho ^^



Pikir En-en: "Aaaaaah mumpung Nona gue lagi mau maen ma gue, gue nikmatin aja lah!!"
I love you En-En!!!!! There's no other dog as pretty as you, as obedience as you.
This is my young master, William. He used to spend some time to sit with me in the verandah, patting on my back or my tummy. But I'm sad that now he's also leaving to Bandung.... :'(
Aaaaah my heart melts seeing this T____T
ini tampangnya En-en kalo dia lagi lesu. Foto ini diambil pas dd gue balik duluan ke Bandung (we went back using separate trains due to the fully booked seats), en papa gue di toko. Sedangkan ada ato gak ada gue, kayanya ga begitu pengaruh buat En-en coz gue jarang main sama dia....

Dibandingkan anjing-anjing lain yang pernah kami punya, gue ini paling sayang sama En-en, sekalipun gue jarang di rumah en kadang-kadang galak sama dia. Dan pas main-main sama En-en kemarin itulah, entah kenapa gue bisa terharu liat perilakunya. Meskipun hanya seekor anjing, tapi En-en ini menunjukkan sikap yang membuat gue malu sebagai seorang manusia, terutama saat berhubungan dengan Tuhan.

En-en sangat mempercayai kami, her masters. Mau dipukul kek, disayang kek, ditepuk-tepuk, dielus-elus, disuruh tiduran en dijadiin alas kaki.... She never complains. She never barks or protests. She just knows, that her masters will never do her any harm :'( Jadi, inilah perilaku pertama dari anjing golden yang bisa kita pelajari: A TOTAL TRUST TO OUR MASTER.

Harus gue akui lagi.... hingga detik inipun, gue masih belajar keras untuk mempercayakan hidup gue SEPENUHNYA ke tangan Tuhan. Salah satu hal yang membuat gue gak mood nulis selama 2 bulan ini adalah rasa KHAWATIR. en Pastor gue bilang, rasa khawatir itu sebenernya sama aja dengan tidak mempercayakan hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Ci Shinta di blognya juga bilang, kalo kita khawatir, secara ga langsung berarti kita menomorduakan Tuhan setelah rasa kekhawatiran itu. Kita lebih membutuhkan benda yang kita butuhkan untuk menghapus rasa khawatir itu, lebih daripada Tuhan. Padahal, God Himself is enough for us. He's more than enough! Nah, ngliat perilakunya En-en selama 2 hari kemarin itu bikin gue merasa malu di dalam hati....

Pelajaran kedua yang bisa kita tarik dari En-en, and maybe juga dari anjing-anjing lainnya, adalah waiting EAGERLY AND PASSIONATELY for our Master. En-en itu ya, kalo papa gue pulang... jejingkrakannya kaya orang yang udah lama ga liat kekasihnya selama setaon. Beneran! En-en udah bisa kenalin suara derum motor papa gue. Dan dia langsung bangkit menyambut papa gue, dengan ekor yang dikibas-kibaskan dengan begitu semangatnya sampe-sampe kaya mau patah. And then.... when she sees my dad, she'll jump on him and licking his face. Waiiisssh mengharukan banget deh. When my dad will disappear for a while to have dinner, she'll wait eagerly and passionately in the window. Dia akan melongokkan kepalanya di jendela, menanti-nanti kapan papa gue selesai makan malem en keluar buat nemuin dia :'D Yah gue gaktau apakah dia ngarep minta dikasih sisa makanan or enggak, tapi sekalipun papa gue keluar tanpa bawa makanan, En-en tetap jejingrakan juga nyambut papa gue. Kalian yang punya anjing, pasti tau seperti apa rasanya bila disambut seperti ini :') seperti Ani dengan Jojo dan Enjo, misalnya hahahahah :p 
Jujur juga, terkadang kita sebagai manusia malu gak sih. Andaikan saat pulang kerja, kekasih, suami, istri dan anak-anak kita juga menyambut kita seantusias itu :\ Don't get me wrong guys.... Gue sama sekali bermaksud untuk menyamakan manusia dengan anjing. Tapi ini benar2 hal yang bisa kita pelajarin dari perilaku anjing. Dan En-en itu yah, sekalipun siangnya mungkin dipukul moncongnya (pake tangan yah bukan pake tongkat!!), dimarahin, tapi sorenya dia tetap menyambut kami dengan sangat bergairah. Dia udah melupakan kejadian tadi pagi or siang hari.... Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting malam ini, majikan gue baliiiiik!!!! Yeaaaaayyy!! 

Okay, so, apakah kita juga mempunyai sikap yang seperti itu? Sikap yang selalu menanti-nantikan Tuhan kita dengan penuh gairah dan antusias yang menyala-nyala? Sikap yang selalu rindu untuk bersekutu dengan-Nya setiap hari?? Again.... I fail many, many times to do this T______T Ada masa memang dimana gue bisa menyembah malam-malam, singing Him song of praises and worship till dawn. Tapi itu tidak cukup. Rasanya ingin melakukan itu setiap hari, setiap saat. Whatever i'm doing, dalam hati ini rasanya sungguh rindu untuk terus memuji dan memuliakan Dia....
 
***
What a lesson! Even God can use the weak to teach the strong a precious lesson. Dalam kesempatan pulang kemarin, I learn so many godly attitude from my housemaid and my dog (please don't have any thoughts that gue nyamain PRT sama anjing ya. NO NO NO). Dari Mbak Y, gue belajar untuk mempunyai pikiran yang berusaha untuk mencari kesenangan Allah dulu, dan menempatkan kesenanganNya di atas kesenangan gue. Dari En-en, gue belajar untuk mempunyai sikap yang sepenuhnya mempercayai Allah dan menantikan Dia setiap waktu, eagerly, passionately, enthusiastically. Sungguh pelajaran yang sangat berharga, tapi juga susah untuk dipraktikkan....

P.S. En-en anjing gue itu kayanya ga kepikiran buat married. Ato mungkin semua anjing betina begitu ya? Udah beberapa kali my dad nyoba ngawinin dia dengan sesama Golden lainnya, tapi gagal terus. Selain karena kami gatau periode tersubur semasa masa menstruasi anjing betina, kayanya si En-en ini juga ga tertarik buat kawin. Benar2 anjing yang commit untuk menjaga keperawanannya!! Wahahahaha. Ada yang bisa kasih usul/saran? :) Kan lucu tuh, kalo bisa punya puppies golden.... pasti lucu2 and cantik-cantik hehe ^^


4 komentar:

  1. Wahahaha, en-en yah namanyaaa? :p Kayany ada ayatnya deh di Amsal, nik, ttg aku melihat dan menarik pelajaran gtu :p #males nyari^^ Berbahagialah for finding out that God speaks to you through so many little things :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaahahaah tahu saja kau Mbak wakakakak :p iya namanya En-en. Mau gimana lagi??? kan tak enak hati aku... cepet amat meluncur ke blogku? Lagi nganggur ya? :p

      Hapus
  2. Jadi ingat buku cat & dog theology ^^
    Saat seekor anjing disuruh melompat sama tuannya, dia gak bakal nolak ato bertanya untuk apa, dia cuma akan nanya,"Seberapa tinggi aku harus melompat tuan?"

    BalasHapus
  3. Huaaaaa....!! Lucuuuu!! Pengen peluk!! Mirip Boston... Punya anjing kayak gitu juga, tapi udah dibawa kakak. Suka sama Boston cuma serem soalnya dia gede dan suka lompat-lompat. Hahhahaha.... Pengen peluk liatnyaaa... >.<

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^