About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Jumat, 27 Juli 2012

Jacob, Leah, and Rachel

Kisah tentang Yakub itu menarik sekali bila diamati, mulai dari ia hidup hingga meninggal. Salah satu hal yang menarik tentang dirinya adalah kisah percintaannya huehehehe. Kali ini gue ingin menyoroti tentang Lea dan Rahel. Ada banyaaaaak hal yang bisa disoroti dan dipelajari dari kisah ini.
Sebenarnya gue menuliskan ini karena terinspirasi dari bukunya James R. Shott yang menuliskan kisah tentang Lea dalam bentuk novel. Buku itu pernah dijadikan resensi di majalah pearl edisi pertama juga. Bagus banget lo, ga nyesel beli deh.


Lea dan Rahel. Kita pada umumnya lebih akrab dengan Rahel, bahkan lebih terkesan “memihak”nya daripada Lea. Lebih banyak orang yang menamakan anak-anak perempuannya dengan Rahel atau Rachel, daripada Lea atau Leah. Bahkan Yakub sendiri pun jelas-jelas terlihat bahwa ia jauh lebih mencintai Rahel daripada Lea. Hal ini terlihat dari:


1.  Ketika ia sampai di daerah Laban dan bertemu Rahel, Yakub langsung mencium Rahel dan menangis dengan suara keras (Kej 29:11). Wow. Bayangin…. Baru ketemu aja udah langsung dicium tanpa babibu…. Kenapa ya? Apakah karena saking harunya?


2.  Kesediannya untuk bekerja pada Laban, pamannya, selama 7 tahun demi mendapatkan Rahel, bahkan 7 tahun itu terasa seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.  (Kej 29:18-20). Wow!! Kok bisa?? Can we feel 7 years like only some days? Susyeh atuh…. 7 taun itu kan lama bow. Dari hal ini bisa terlihat, betapa Yakub beneran jatuh cintrong sama Rahel.


3.  Kesediannya untuk bekerja selama 7 tahun lagi demi Rahel, ketika Laban menipunya dengan memberikan Lea (Kej 29: 27-28). Wow ketiga lagi!! Hadeh hadeh. 


4. Cinta Yakub yang lebih besar kepada anak-anak dari Rahel, yaituYusuf dan Benyamin. Hal ini terlihat dari:

a)  pemberian jubah ungu kepada Yusuf sedangkan sodara-sodara lainnya kagak dikasih.

b) Kesedihan Yakub yang teramat dalam ketika Yusuf hilang alias sudah dijual ke Mesir sama kakak-kakaknya.

c)  Ketika saudara2 Yusuf mendatangi Yusuf yang sudah menjadi penguasa Mesir untuk membeli makanan karena bencana kelaparan yang hebat, dan Yusuf meminta mereka untuk membawa juga Benyamin, Yakub mula-mula menolak dengan keras. Ia bahkan bilang, “Kalian pingin aku, bapakmu yang sudah tua ini mati karena kehilangan Benyamin ya??!” dengan kata lain, bila Benyamin dibawa pergi, Yakub bisa mati saking sedihnya. Nyawanya seolah-olah menjadi tergantung pada anak itu, sampai-sampai Ruben menawarkan bahwa Yakub boleh membunuh dua anak laki-lakinya yang notabene cucu Yakub sendiri, dan Yehuda bahkan sampai menjaminkan nyawanya (Kej 43:1-9. Asli kisah Kejadian ini benar2 menarik banget. Membacanya seperti liat film berjalan!).


Itu adalah bukti betapa Yakub memang sangat mencintai Rahel. Sedangkan mungkin kita sendiri secara tidak langsung terkesan lebih menyukai atau membela Rahel, karena sejak awalnya, ada pendeskripsian yang terkesan tidak adil dalam Alkitab saat kedua tokoh wanita ini diperkenalkan. Alkitab mencatat:


“Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikanya dan cantik parasnya.” (Kej 29:17).


Dari buku James R. Shott, arti nama Lea sendiri mirip dengan kata yang artinya “mata sapi”! What an awful name T.T  Diceritakan bahwa Lea itu bermata besar, seperti mata sapi. Aduuuh betapa sedihnya…. Sungguh kontras dengan Rahel! Gue tidak bermaksud untuk cenderung membela Lea dan menganjurkan kalian menjadi antipati dengan Rahel. Tapi, bila kita mau mencermati baik-baik, ada banyak  teladan positif yang bisa kita teladani dari Lea :)


Pertama, Lea adalah wanita yang sabar dan tabah. Sabarnya ini bener-bener sabar. Hmmm. Mungkin lebih ke arah tabahnya kali ya. Hal ini terlihat dari sikapnya yang dengan rela menunggu Yakub bekerja selama 7 tahun ekstra demi mendapatkan adiknya. Sebagai seorang wanita, tentu perasaannya sangat-sangat tersakiti melihat kelakuan suaminya yang mencintai wanita lain, sekalipun itu adalah adik kandungnya sendiri :’(  Bayangin kalo kita married, tapi suami kita rela berlelah-lelah mengerjakan sesuatu untuk wanita lain yang dicintainya. Selain itu, Yakub juga terang-terangan menunjukkan bahwa ia tidak tertarik kepada Lea. Well, setidaknya pada saat itu, ia belum tertarik. Hal ini terlihat dari sikap terkejutnya yang luar biasa, karena setelah malam pertama, ia kaget bukan main ketika melihat bahwa wanita itu adalah Lea, dan bukan Rahel!! (betewe gue jadi penasaran, kok Yakub ga langsung sadar kalo itu Lea ya? Apakah malam benar-benar segelap itu?? apakah wajah Lea ditutupi cadar?) Dalam hal ini Yakub memang ditipu Laban. Tapi dari sudut pandang Lea, perasaannya sungguh teriris pedih…. Bayangkanlah adegan berikut setelah malam pertama yang dilakukan keduanya:


Yakub: Astaga!!! (sambil membekap mulut dengan kedua tangannya).

Lea: Ya? Ada apa, Yakub?

Yakub: Kamu!!!!

Lea: Ya…. Ini aku… :)

Yakub: Kenapa kamu???! Kenapa bukan Rahel???!

Lea: (bagaikan tersambar petir mendengar kata2 itu. Saat membaca tulisan James R. Shott, gue juga merasa sedih yang menusuk…. Mau nangis dah). Ini memang aku, Yakub…. Kenapa kau bisa berpikir bahwa aku adalah Rahel??

Yakub: Tidak mungkin!!! Aku bekerja selama 7 tahun untuk Rahel!!! Bukan untuk…. Bukan untuk…. Bukan untuk kamu….

Lea: (mungkin sudah menangis sekarang).

Yakub: GRRRR. SIALAN!!! PAMAN LABAN MENIPU AKU!!!! (segera beranjak keluar dari kamar dan menemui Laban). Paman!!! Pamaaaaan!!

Laban: Ya, anakku?

Yakub: Kenapa paman menipu aku??! Aku bekerja 7 tahun untuk Rahel, bukan Lea!! Apa yang Paman lakukan?!

Laban: Dalam adat istiadat kami, tidak boleh anak yang lebih muda mendahului kakaknya untuk menikah…. (Kejadian 29:21-27).



Coba bayangkan perasaan Lea :’( tidak mungkin bila Lea sampe senaif yang kita bayangkan untuk tidak mengetahui hal ini. Suaminya tidak menginginkannya, dan ia menjadi ‘korban’ ayahnya yang dengan enteng mengatakan bahwa seorang adik tidak boleh melangkahai kakaknya dalam urusan pernikahan. Aduh sedihnya…. Tapi, sepanjang kisah Alkitab, kita tidak menemukan bahwa Lea mengeluh, bersungut-sungut, lari dari Yakub, berlaku serong, atau hal-hal jahat lainnya. Memang ada unsur lain yang menarik dalam hal ini, yaitu tentang persaingan mendapatkan anak :p



Nah, ngomong-ngomong soal anak, mari kita masuk ke karakter Rahel. Ada beberapa sifat Rahel yang tidak baik disini. Sekali lagi, gue sama sekali tidak bermaksud untuk mengindahkan tokoh yang satu dan mendiskreditkan yang lain. Tapi sudah saatnya bagi kita untuk lebih mendalami kedua tokoh ini seobyektif mungkin hehe.



Salah satu sifat Rahel yang tidak baik adalah, ia iri hati kepada kakaknya. Lea melahirkan banyak anak, totalnya ada tujuh. Enam anak laki-laki dan satu anak perempuan. Plus ditambah dua anak dari Zilpa, budaknya, karena dalam adat budaya waktu itu, anak sang budak adalah anak nyonyanya juga, selama sang nyonya memang mengetahui dan ‘memberikan restu’ bagi suaminya untuk menyetubuhi budaknya. Misalnya, dalam kisah Sara yang ‘menyuruh’ Abraham untuk berhubungan seks dengan Hagar “demi menggenapi janji Allah”.



Nah, mari kita melihat adegan di Kejadian 29:31 – Kejadian 30:22. (I am serious, open your bible now!).  Sepanjang perikop tersebut dikisahkan “pertempuran dua saudara” untuk memenangkan hati suami mereka melalui anak. Emang bener kalo jaman dulu, banyak anak itu banyak rejeki ye :p Harga diri perempuan akan sangat terangkat kalo ia bisa melahirkan banyak anak, apalagi kalo anak cowonya banyak, kaya di negara China dulu (bahkan sampe sekarang masih ada yang nganggep gitu =.=).  Pertama-tama, Lea melahirkan 4 anak untuk Yakub: Ruben, Simeon, Lewi, dan Yehuda (betewe nama anak-anak ini pun memiliki arti khusus, Ci Grace pernah bahas ini di notenya tapi gue lupa judulnya apaaa…. Silakan dicari sendiri hehe). Terus Rahel iri banget, en memberikan Bilha, budaknya, untuk ‘dihampiri’ Yakub. Terus setelah Bilha melahirkan dua anak, gantian Lea ngasih budaknya, Zilpa buat ‘dihampiri’ Yakub. Habis itu Lea punya 3 anak lagi: Isakhar, Zebulon, en Dina. Terus barulah Rahel nglahirin Yusuf, en beberapa lama kemudian Benyamin, dan dia meninggal. 



Disini kita melihat keadilan Tuhan. Di Kej 29:31 dikatakan, “Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibukaNyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.”  Hmmm. Gimana ya bahasanya yang tepat. Gue ga bermaksud bilang bahwa Tuhan menghukum ketidakadilan dengan menutup kandungan atau membuat mandul seseorang. Di Alkitab, ada kisah-kisah wanita yang mandul: Sara mandul, Ribka ga punya anak selama 20 tahun, Hana mandul; tetapi Tuhan melakukan keajaiban melalui mereka. Mereka ternyata mampu melahirkan anak-anak yang menjadi history maker sepanjang zaman. Well, kita ga bisa menggeneralisasi semua kasus-lah hehe.



Back to the top, sifat iri hati Rahel terlihat dari: kesatu, perkataannya kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku anak, kalau tidak, aku akan mati.” Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: “Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?!” (Kej 30:1-2). Kedua, saat ia memberikan Bilha kepada Yakub. Wuih, kalo di zaman sekarang kayanya kaga mungkin ya kita dengan sengaja ngasih ijin ke suami kita buat nghampirin cewek lain…. Hadeh hadeh. Ketiga, perkataannya saat Bilha melahirkan Naftali: “Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan akupun menang.” (Kej 30:8). Walah walah, sampe segitunya!! Bener-bener ya ‘pertarungan’ ini…. Siapa yang punya banyak anak, dia yang menang :(  Keempat, ketika Rahel meminta buah dudaim yang dibawakan Ruben kepada Lea (Kej 30:14). Menurut tulisan James R. Shott, buah dudaim itu buah yang bisa memberikan kesuburan pada wanita. En di dalam Alkitab yang menggunakan terjemahan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari), ada keterangan bahwa buah dudaim memang sejenis tanaman yang bisa membuat wanita subur. Demi mendapatkan buah dudaim itu, Rahel sampe ngijinin Lea buat tidur dengan Yakub malam itu. En ketika Yakub pulang, Lea berkata: “Kang Yakub, malem ini bobo sama saya ya…. Saya sudah ‘menyewamu’ semalam dari Dik Rahel pake buah dudaim.” (Kej 30:15-16). Weleh weleh!! Mpe segitunya….



Masih ada tanda kelima yang menunjukkan sifat iri hati Rahel. Yaitu, perkataannya saat akhirnya Rahel melahirkan Yusuf, “Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki bagiku.” (Kej 30:24). Masih menurut tulisan James R. Shott, bunyi kata “Yusuf” itu hampir mirip artinya dengan bahasa Ibrani yang berarti “tambah lagi”. Ooooo @.@ Rahel benar-benar menginginkan untuk punya anak….


Itu adalah sifat iri hati Rahel.


Sifat negatif kedua dari Rahel adalah, ia masih memuja berhala. Hueh?? Tahu dari mana Nik? Dari Alkitab donk hehe. Ketika Yakub lari dari Laban karena disuruh Tuhan (Kej 31:3) dan juga karena dicurangi Laban (ayat 5-7), Lea dan Rahel setuju untuk lari dengan Yakub, karena merekapun juga udah ga mendapat warisan apa-apa lagi dari Laban. Dan “Saat Laban pergi menggunting bulu domba-dombanya, ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya….” (Kej 31:19). Apa itu terafim? Lagi-lagi, dari tulisan James R. Shott, dari Alkitab BIS, dan dari komik manga yang gue baca, terafim itu artinya patung sesembahan, patung berhala, semacam patung pelindung keluarga gitu. Patung yang dipercaya bisa memberikan keselamatan, perlindungan, dan kekayaan bagi orang yang menyimpannya.  Nah, terus kan Yakub kabur diem-diem tuh. Di hari ketiga, Laban tahu bahwa Yakub kabur, bawa anak-anaknya, bawa cucu-cucunya, bawa ternak-ternaknya, en…. Bawa TERAFIMnya!!! Bisa dibayangin betapa nguamuknya Laban en dia segera berlari mengejar Yakub. Thanks God, di malam harinya Tuhan memperingatkan Laban untuk tidak mengata-ngatai Yakub sepatah katapun (Kej 3:24. Seriously, open your bible now. The story is really capturing….). Wow, dahsyat ya Tuhan itu!


Yakub tentu saja kaget dituduh soal terafim itu, sebab ia emang ga tau apa-apa. Ia hanya pergi dengan membawa apa yang menjadi haknya: istri, anak-anaknya, dan ternak yang telah diusahakannya selama ini. Mungkin adegannya seperti ini (terinspirasi dari novel James R. Shott dan komik manga hahaha):



Yakub: Paman, mengapa Paman menuduh saya mengambil terafim Paman?? Saya tidak tahu apa-apa tentang itu! saya hanya membawa apa yang memang milik saya!

Laban: Bohong!

Yakub: silakan Paman menggeledah saya bila Paman tidak percaya. Barangsiapa kedapatan mengambil terafim itu, biarlah ia mati! (tambahan soal mati ini tidak ada di Alkitab, tapi tertulis di komik manga. Mungkin hanya untuk mendramatisir dan menggambarkan betapa tegangnya suasana saat itu kali ya).

Saat itu, mungkin Rahel menggigil dan ketakutan setengah mati. Ia takut kalo ia ketahuan. Terafim itu dimasukkannya ke pelana untanya, dan ia duduk di atasnya (Kej 30:34). Ketika Laban bergerak mendekat, ia mungkin heran karena anaknya tampak pucat pasi en ga bisa bangun/bangkit berdiri.

Laban: Ada apa anakku? Engkau sakit?

Rahel: (makin pucat pasi). Ti… tidak…. Maafkan aku ayah! Aku tidak bisa berdiri! Aku… aku… aku sedang haid…. (Kej 30:35).

Dan begitulah, terafim itu tidak ditemukan.



Gue sendiri ga habis pikir…. Kok bisa ya Rahel sampe mencuri patung itu :( Di dalam novel, James R. Shott bahkan menggambarkan bahwa seiring berjalannya waktu, Lea kini menjadi teman bicara yang enak dan menyenangkan bagi Yakub. Lea diceritakan bahwa ia juga mempercayai Allahnya Yakub, yang juga Allahnya Ishak dan Abraham. Di akhir hidup mereka, saat Rahel meninggal karena melahirkan Benyamin (yang tadinya mau dinamai Ben-Oni, artinya “putra deritaku”, alamaaak), ia dikuburkan di Efrata. Sedangkan Lea…. Ia dikuburkan di Makhpela! Well, apa istimewanya dengan Makhpela? Mungkin ga seberapa istimewa, tapi Makhpela adalah tanah yang dibeli Abraham dari orang Het untuk menjadi tempat pekuburan keluarganya. Disitulah dikuburkan Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, serta Yakub dan Lea. Bukan berarti kita merendahkan Rahel yang tidak dimakamkan disitu, tetapi ini menunjukkan bahwa Lea menempati posisi yang lebih tinggi daripada Rahel…. Suatu kehormatan baginya untuk dikuburkan bersama-sama dengan leluhur suaminya, bersama dengan perempuan-perempuan yang menjadi ibu bagi bangsa-bangsa :’D  Dan, darimanakah silsilah TuhanYesus berasal? Bukankah dari suku Yehuda, putra Lea? Oh, wow….



Eh sori kok keliatannya sekarang Rahel jadi buruk banget >.<  No no, buat gue tetap ada hal yang bisa diteladani dari Rahel. Hal itu adalah, dia juga seorang yang sabar. Sabaaarrrr luar biasa. Terlihat darimana?? Well, dia mau nungguin Yakub kerja 14 tahun buat dapetin dia bow…. Hayo hayo. Maukah kita sebagai wanita menunggu sang pangeran/ksatria putih kita bertempur, berperang untuk mendapatkan kita?? Jangankan 14 taun… 1 tahun aja mungkin udah ga sabar kali ya. Udah merongrong si doi dengan bejibun pertanyaan, “Jadi, kapan sih dia nembak aku??” Belum lagi dari segi USIA. Well, kita tidak tahu persis berapa tahun usia mereka saat mereka menikah. Tapi yang pasti, jelas udah 14 tahun lebih tua.  Kulit Rahel mungkin udah ga sekencang dulu lagi. Mungkin sudah ada beberapa kerut garis di mukanya. Dll.



Selain itu…. pikirkan ini juga guys. Bagaimana yah rasanya melihat orang yang mati-matian mencintai kita, berusaha mendapatkan kita, tapi udah married sama orang lain? En orang lain ini tak lain tak bukan adalah kakak kandung sendiri lo. hmmm. Dari sudut pandang Lea, mungkin rasanya lebih sakit kali ya >.<  Tapi, tetep aja kan Rahel dilema…. Rasanya bukan gak mungkin kalo ia tergoda buat menerima pinangan pria lain yang juga mencintainya. Lagian, bukankah tertulis bahwa Rahel itu elok sikapnya (despite karakter yang kita bahas di atas) dan cantik parasnya??? Terus, bukan gak mungkin juga kalo Rahel takut, jangan-jangan selama 14 tahun ini, rasa suka Yakub pada Rahel sudah berkurang…. Mungkin ia sudah cinta dengan Lea sekarang!! Mungkin Rahel mikir gini, “Bodo amat sih, mau amat disuruh kerja 7 tahun sama Ayah…. Gimana kalo selama bekerja, cintanya padaku memudar? Ia tetap bekerja mungkin karena sungkan kepada Ayah…” 



Menarik juga untuk diketahui bahwa Rahel tidak jatuh ke pelukan pria lain. Ia tetap dinikahi Yakub, dan Yakub juga masih sangat mencintai Rahel. Oh wow….


What an interesting story about Leah and Rachel.

7 komentar:

  1. Nonik......!!! dulu sempet bingung...bgt , knapa sech isi alkitab ada yang ajaibnya kayak gini??? pusinkk, dari kisah perselingkuhan sampe pembunuhan, tipu muslihat, dan org org yg katanya beriman ngelakuin yg jahat di mata Tuhan...tp, ternyata itu smua pelajaran buat kita . antara lain 1.Bahwa kita hy di mampukan...jika Tuhan berkenan, 2. Ke adilan Tuhan beda dgn Keadilan yg slama ini kita pikirkan ( terasa bgt dr kisah ini ) 3. Orang berdosa macam kita tdk bs berbangga dlm hal apapun, kecuali bangga akan karya Nya. Tp..sebagai cewek dan jg udah jadi mama, i hope cerita cinta Keiko...gak kayak Lea atau pun Rachel... ( gak tega..)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo Kak Martha. hehe. Iya bener, banyak memang cerita2 dari Alkitab yg belum bisa kita pahami bener2.... tapi kalo kita mau rajin en terus menggali & menggali, we'll find the hidden treasure, the truth itself :)

      Gak lah Kaaaak masa cerita cintanya Keiko mau kayak Lea and Rahel... ga lah... Tuhan pasti punya skenario cinta-Nya sendiri untuk Keiko hehe ^^ Don't worry...

      Hapus
  2. si leah itu ada bukunya loohhh.. tp gw ga dapet2 T_____T
    kalo buat yang yakub ga sadar itu leah, yah karena leah tuh selama nikah dipakein cadar yang nutupin muka bener2 smp ga keliatan, baru keliatan pas dibuka.. hahaha, and si yakub malem itu ga nyadar karena dia lagi mabuk.. hoho.. jadi besok paginya pas dah sober baru nyadar deh --'
    dulu gw tiap kali baca kisah ini, selalu aja kasian sm si Leah, tp semenjak di dalemin, gw jadi tw banyak perspektif, termasuk yah ada yang bilang bahwa, dalam pernikahan Yakub, Rachel may be istri yang dia cintai tapi cwe yang jadi tempat si Yakub bertukar pikiran, berdiskusi dan juga cinta Allah itu si leah.. (ada di buku Leah itu, but I can't find it T____T)
    this is another source about rachel, ^^
    http://www.womeninthebible.net/1.4.Rachel.htm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woi Eunikeeee..... kamu udah baca juga to? jadi apanya yg ga dapet2?

      Iya baru ngerti kalo dulu pengantin tuh ditutupin cadar mukanya. en mana banyak pula pernikahan yg dijodohkan... tau wajah pasangannya ya pas married ntar. Haiiish...

      iya bener banget, kalo Rahel mungkin istri yg paling dicintai Yakub, tapi bagi Yakub, Lea itu seolah sahabat dekatnya. Orang yg bisa diajak bertukar pikiran & pendapat, en yg dewasa... btw kamu dah baca buku2nya James R Shott yang lain juga?

      Hapus
    2. justru gw blm baca bukunya karena ga dapet T____T, dicari2 tak didapat2, T___T, gramed tak ada, lilin kecil tak ada, TGA tak ada.. hiks.. T___T, daku tau hal2 itu smua dari ringkasan/ulasan orang. sedih diriku.. T____T

      Hapus
  3. telat neh bacanya, secara baru tau blog dikau. Baru sebulan yang lalu perasaan baca tentang kisah ini di alkitab, punya pikiran yang sama juga, sempet bertanya2 juga apa sih yang dirasakan lea dan rahel, kakak adik tapi harus berbagi suami,dan sebagian besar pertanyaan itu terjawab di blog ini, thanks ya dah berbagi, God bless u, Louisa .

    BalasHapus
  4. mmm tak ada kata terlambat untuk memberikan comment kan? aku baru mulai baca blog km, aku pilih posting ini sehabis baca profile dikau. Judul ini aku pilih karena kurang lebih sebulan lalu aku baca tentang kisah Lea-Rahel ini. Banyak pertanyaan membaca kisah ini, salah satunya apa ya yang mereka rasa sebagai kakak adik tapi harus berbagi suami, tp sebagian besar pertanyaan sudah terjawab lewat blog ini, thanks ya Lousa blogmu memberkati aku .

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^