About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Jumat, 27 Juli 2012

Jacob, Leah, and Rachel

Kisah tentang Yakub itu menarik sekali bila diamati, mulai dari ia hidup hingga meninggal. Salah satu hal yang menarik tentang dirinya adalah kisah percintaannya huehehehe. Kali ini gue ingin menyoroti tentang Lea dan Rahel. Ada banyaaaaak hal yang bisa disoroti dan dipelajari dari kisah ini.

Kamis, 26 Juli 2012

Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub

Di blog Mbak Dhieta yang ini, dia menuliskan kalo rhema Firman Tuhan itu bisa begitu sangat spesifik dan personal bagi tiap-tiap orang. Buat orang lain, bisa aja kata yang jadi rhema itu sama sekali ga nyambung or ga masuk akal. Bagaimana bisa kata anu ato itu bisa menjadi rhema, dan kamu yakin untuk bertindak sesuai dengan ayat itu?? Contohnya adalah kata “Ai” bagi Dr. Magdalene Kawotjo. Baginya, “Ai” berarti kehendak Tuhan untuk belajar program doktor theologia di Ashland Seminary College di Amerika. Dengan kata lain, Ai adalah Amerika. Tidak masuk akal bukan? Yah, tapi memang itu bisa terjadi :p Dan hari ini…. Gue merasakan sendiri yang namanya sensasi rhema tersebut hehe. sebenarnya ini bukan pertama kalinya. Tapi setelah sekian lama dan bisa merasakan jamahan kuasa Firman, gue merasa begitu spesial…. Begitu disegarkan, begitu dikuatkan.


Rhema yang gue dapatkan hari ini adalah 6 kata, yaitu “Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub.” Kata-kata tersebut terasa begitu dalam, en gue mengucapkannya terus, berulang-ulang, di dalam hati. So wow. So deep. So true…. Ada perasaan dan jaminan keamanan yang kuat saat mengucapkan kata-kata itu.


Di Alkitab, terutama di Perjanjian Lama, kita sudah sering mendengar dan membaca ke-6 kata tersebut. Tapi, mungkin kita kurang mendalami atau memahami betul artinya. Kenapa yah seringkali saat Tuhan berfirman atau bersabda kepada orang yg diutus & dipilihNya, Ia sering berkata, “Jangan takut hai….. Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Aku akan menyertai dan menolong engkau….” Pernahkah kita merasa ingin tau, kenapa Allah sendiri sering me-refer diriNya sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub? Kenapa ga cukup bilang, ‘Akulah Tuhan’, titik gitu aja? Kenapa ga bilang “Akulah Allahnya Daud”? atau Allahnya Yusuf? Atau Allahnya Musa, Yosua, Salomo, dll? Maksud gue, tentu saja Dia juga terkadang me-refer diriNya sebagai Allah yang menyertai Musa, Yosua, Daud, dan Salomo melakukan perbuatan-perbuatan ajaib saat berbicara kepada anak-anak mereka. Tetapi yang terlihat paling menonjol adalah bagaimana Dia menyebut diriNya sebagai sendiri sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Kenapa bisa begitu?



Gue mendapat jawabannya secara lebih jelas saat membaca komik manga Bible Art untuk anak-anak di Gramedia tadi pagi. Canggih ya zaman sekarang, pelayanan untuk anak-anak aja udah dibikin dalam bentuk komik berwarna. Jadi anak-anak ga bosen en mereka juga nangkep apa arti cerita tersebut, bukan sekadar cerita saja. Jangankan anak-anak…. Gue aja yang baca jadi merasa disegarkan lagi en lebih tau. En tak terasa, 4 buku manga pun gue lalap di Gramedia :p



Nah, back to the topic. Dari yang gue dapat tadi pagi saat gue baca Alkitab manga, bukan sembarangan bila kepada umat Israel Allah sering menyebut diriNya sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Hal ini karena:


1. Mereka adalah asal-usul/nenek moyang bangsa Israel. Dan nama Yakub kemudian diganti menjadi Israel yang disebutkan hingga sekarang.

2. Dari sanalah janji Allah berasal hingga kepada karya penyelamatan umat manusia.

3.  Dari sanalah petualangan dan kisah iman yang abadi sepanjang masa dimulai, dan melalui iman yang tampaknya sebesar biji sesawi, kuasa Allah dahsyat bekerja yang tampak terlihat hingga sekarang, hingga ke bangsa-bangsa lain.

4.  Cerita tentang Abraham, Ishak, dan Yakub itu emang bener-bener dahsyat boooow…. Esensinya dalem banget.


Setelah baca manga, gue merasakan ada kekuatan yang mengalir. Gue dipulihkan, disegarkan. Bahwa Allah itu mampu menepati janjiNya seperti yang dilakukan-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Dia bukan Allah yang ingkar janji meskipun waktuNya terasa sangat lama. Dan gue merasa tadi Tuhan berkata, “Jangan takut Nonik…. Akulah Allahmu: Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub. Aku sanggup melakukan perbuatan-perbuatan besar dalammu seperti dalam hidup mereka, yang kisahnya kau baca hari ini. Jangan takut.... Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub.” Dan gue merinding booow di Gramed mendengar janji-Nya…. Gue belajar satu hal bahwa Allah tidak sembarang saat menyebutkan diriNya demikian. Itu karena kisah-kisah yang dialami Abraham, Ishak dan Yakub emang dahsyat banget.


Bila kita pikir lebih dalam, semua yang ketiganya mengalami hal-hal yang secara manusia sudah tidak mungkin terjadi. Dead lock. The end. Impossible. Modyar. Tapi toh itu tetap terjadi. Abraham sudah 100 tahun saat mendapatkan Ishak, dan Sara udah 90 tahun, udah ga mens. Gimana bisa booow!! Gue jadi mbayangin apakah Abraham masih kuat en birahi terhadap Sara ya? Hauehuehoehuaehueo. Terus apakah Sara masih kuat mengandung dan melahirkan Ishak di umur segitu? Alamaaak. Kemudian, Abraham disuruh mengurbankan Ishak. Ini adalah salah satu kisah iman favorit terbesar sepanjang masa. Kemudian, Abraham menyuruh Eliezer mencarikan istri untuk Ishak, dan didapatilah Ribka. Ribka dan Ishak tidak punya anak kira-kira selama 20 tahun, baru kemudian lahir Yakub dan Esau. Kemudian ada persekongkolan soal hak kesulungan: Esau memandang rendah hak kesulungannya dan menjualnya demi sepiring kacang merah; Ribka membantu Yakub untuk menipu Ishak mendapatkan hak itu; Esau marah sekali terhadap Yakub; Yakub lari dan bekerja di Laban; bekerja 14 tahun demi Rahel; bergumul dengan Allah, namanya diganti menjadi Israel, dan memiliki 12 anak. Wow. Pokoknya, campur tangan Tuhan di dalam keluarga besar ini selama 4 generasi (Abraham-Ishak-Yakub-Yusuf) terlihat jelas en keren abis.



Betewe, gue jadi tertarik nih buat ngebahas soal kisah Yakub dan kedua istrinya, Rahel dan Lea. Ada begitu banyak pelajaran dan arti yang luar biasa di dalemnya. But this will be in another post! :D


Rabu, 25 Juli 2012

Entering the Promising Land

I have a confession to make. 

Selama persiapan ke Swiss, attitude gue lebih banyak jeleknya daripada bagusnya T____T Gue lebih sering complain, marah-marah, asking God, doubting God, demanding Him, confront Him, etc etc. Gue kurang bersyukur, lebih banyak dihantui rasa takut, dan lain-lain. Fokus gue selama ini teralihkan, dari yang seharusnya fokus ke God en malah jadi fokus ke berbagai hambatan yang menghadang gue. Rasanya sudah jenuh, penat, lelah berkutat dengan semua ini. Gue banyak sekali mempertanyakan janji Tuhan soal kepergian S2 ini. Padahal benar-benar apa yang gue dapet ini tidak semua orang bisa mendapatkannya. Sampe akhirnya, gue benar-benar ditegur dengan perkataan Mbak Dhieta yang bilang, "Kelakuanmu ini seperti orang yang gak mengenal Allahmu saja", en tulisan Mbak Mega yang bilang "Kalo selama ini kita gak percaya padaNya, mungkin karena kita gak mengenalNya dengan baik.
 Ada banyak hal yang berbeda sewaktu kita percaya dan sungguh-sungguh mengenal Tuhan"
di post yang judulnya Apa yang Terjadi kalau Kita Percaya.

Berikut ini adalah suatu peristiwa kecil yang sebenarnya cukup konyol kalo gue ingat-ingat lagi:

Persiapan ke Swiss: Koper

Dibandingkan dengan tiket dan baju musim dingin, cara gue dapet koper buat pergi ke Swiss ini benar2 penyediaan Tuhan yang luar biasa banget.

Minggu, 22 Juli 2012

Persiapan ke Swiss: Tiket

Proses gue dapet tiket ke Swiss bisa dibilang gampang-gampang susah, en mendebarkan hahahah. Gue dapet tiket yang, lagi-lagi, termasuk “murah”. Naik Emirates seharga 913 US dollar, yang kalo di-kurs “hanya” Rp 8.68 juta koma sekian. Padahal biasanya harga tiket ke Europe kan rata-rata 10 jutaan ke atas, apalagi di bulan Juli-Agustus itu masa-masa high season dimana banyak orang bepergian, entah buat main, balik kampung, kerja, dll....

Persiapan ke Swiss: Baju Winter

Okay. Here is more update about me before going to Switzerland. Persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum kita berangkat buat studi ke luar negeri (LN) itu banyak sekali, en biasanya cukup merepotkan. Mulai dari bikin passport buat yang pertama kali ke LN, bikin visa, beli tiket pesawat, ngurus dokumen2, en beli baju musim dingin buat yang ke negara yang ada musim dinginnya haha. Barang-barang yang harus dibawa dalam koper pun banyaknya bukan main. Disana nanti juga harus mulai adaptasi dengan budayanya, bahasanya, makanannya, bikin bank account, beli kartu telepon/sim-card, en ngurus ijin tinggal ato permit residence, tentu saja. Tapi kekhawatiran soal apa yang harus diurus setiba disana biarlah itu menjadi kekhawatiran berikutnya. Sekarang gue mau share dulu tentang berkat-berkat yang gue terima selama masa persiapan ini.

Jumat, 13 Juli 2012

Tangan-Nya Membentukku

warning: This is a looong post....

First of all, I want to say that even tough this is a Friday the 13th, but this is the Friday the 13th ever!! Selain karena ultah gue jatuh di hari ini (hahahah!), gue juga banyak sekali merasakan limpahan kasih sayang dari orang2 yg gue cintai. Dari papa, mama, dedek, en teman2… baik teman2 HI maupun teman2 gereja. I feel so awfully loved & blessed! Dede gue pasang status di bbnya, “Hepi birthday Nik Nok…. Best sister ever existed”. Aaaw melting deh gue…. Beberapa orang teman pasang status ultah gue di bbnya. Tapi yang sangat membuat gue terharu, en nge-boost gue buat bikin postingan ini adalah, saat ada beberapa dari mereka yang bilang that I am their inspiration. That I am their wonder woman (wanita hebat). Nah loh, siapa bilang Friday the 13th itu hari/tanggal sial? Hari yang malang? Bukankah semua hari itu baik? Tuhan menciptakan semua hari dan masa baik adanya :) Buat gue, Friday the 13th kali ini berasa special sekali…. Thank you sooo much guys!! :’D  Ga terasa waktu setahun sudah berlalu begitu cepat sejak gue nulis postingan ttg ultah gue yang ke-21…


Well, here is an update about what I’ve been throught this past 3 months. Buat kalian yang sudah menganggap gue teladan, inspirasi, wanita hebat, thank you so much…. But do know that I’m still learning, en yang menjadikan gue berhasil itu Tuhan di belakang gue. 

Selasa, 03 Juli 2012

In the Midst of Confusion and Uncertainties

Dear Lord,


I don't know what to do.


I am so confuse.


I have no power.


It seems like all ways are closed and being blamed in front of my face.


I need this.


I need that.


I don't know how to get the things that I need.


I feel so countless time, how difficult it is to trust You T____T


Saya mentok Tuhan!!!


You said that I have to wait for Your time.


But for how long? I don't know.


Bener2 deh Engkau lagi ngajarin saya yang namanya kesabaran. 


You really mean it when you deal with my patience, huh Lord?


Please teach me to cling upon Your ways.


I want to breakthrough in this matter, Lord.


Dear Lord,


HELP!!






Amen.




Senin, 02 Juli 2012

A Servant, A Dog, and The Master

2 bulan ini udah lama gak nulis, banyak banget hal-hal yang terjadi sama gue, khususnya dalam hal pembentukan iman en karakter. Selain itu emang ada beberapa peristiwa yang bikin gue ga mood nulis.... Ini ceritanya kapan2 aja ya, gue lagi nunggu happy endingnya. Like what it's said, if not happy, then it's not the end :p

2 hari yang lalu, gue pulang kampung sebentar (just spent 2 days holiday there) karena sepupu deket gue wisuda. Dan selama 2 hari di rumah itu, gue dapat satu rhema berharga yang cukup ngena di hati gue.