About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 19 Juni 2012

God's Everlasting Love: LawatanNya di Acara Anak-anak Jalanan

Sudah lama gak nulis blog. These 2 months, a lot of things happened in me. macem2 deh, n yg jelas semua itu sangat membentuk karakter gue. Ga enak booow…. T___T pingin gue ceritain semuanya, tapi bingung darimana mulainya. Sekarang gue mau cerita soal kegiatan hari Sabtu kemarin ajaaa :p

So, hari Sabtu tanggal 16 Juni 2012 yang lalu, gue ikut kegiatan yang diprakarsai oleh Bang Morris ‘Strongeagle Generation’ Tobing and team. Kegiatannya dinamai God’s Everlasting Love, yaitu acara untuk anak-anak jalanan. Gue seneng ikut acara ini, soalnya emang udah lama tertarik. Tiap kali liat anak-anak jalanan, di dalam hati selalu bertanya-tanya, apa sih yang bisa gue lakukan buat mereka? Kalo dikasih uang… uangnya habis saat itu juga. Pernah ditawari buat mengajar anak2 jalanan oleh gereja gue, tapi karena satu en lain hal, belum kesampaian. Terus pernah juga ditawari ngajar anak2 jalanan dari gereja yang lain. Acaranya bukan Cuma ngajar kaya kasih bimbel gitu, tapi juga kasih mereka makanan yang bergizi. Yang jelas ada tempe tahu en dagingnya gitu. Lagi-lagi…. gue ga bisa, coz tempatnya itu jauuuuh bo, dari ujung ke ujung. Dari Bandung utara ke Bandung selatan, en itu hari Minggu. Sedangkan kalo Minggu tuh gue pake buat nyabat. So, kemarin gue seneng banget bisa ikutan acara ini.

Acaranya dari pukul 09.00 sampai 13.00, kami di Bumi Harum Sari (BHS), deket dari RS Fatmawati. Sepanjang hari itu, kami ngajak mereka main. Dimulai dari nyanyi bareng-bareng, terus ada panggung boneka, sesi sharing sama anak-anaknya, menggambar impian en cita2 mereka, makan siang bareng, dan pembagian hadiah. Gue ikut jadi kakak pembina disana. Di acara itu, kira-kira ada 15 orang yang jadi kakak pembina dan dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan warna. Ada warna merah, kuning, putih, biru, en hijau. Satu kelompok ada 6-7 anak jalanan dan diampu oleh 3 kakak pembina. Gue masuk kelompok biru, bareng sama Suryanti en Kak Thomas. Ssst, tau gak, di acara itu, gue ketemu juga sama beberapa bloggers lain, seperti Kezia & Ci Marcella Flaorenzia!! ^^ Kezia di kelompok merah, Ci Cella di kelompok putih. Gue juga ketemu orang-orang yg menjadi pembaca setia majalah Pearl maupun blog gue selama ini. Xixixi senangnya ^^ Ketemu my silent readers :p

Banyak hal yg pingin gue tulis disini tentang apa yang gue dapet, en bingung saking banyaknya yg mo ditulis. I’ll try to share it one by one :D


Menurut gue, yang jauh lebih banyak belajar dari acara ini justru gue (and mungkin juga teman2 lainnya) daripada anak-anak itu. Kenapa? Karena gue menyaksikan en mengalami sendiri, cinta Tuhan yang luar biasa besar en dalam. Cinta-Nya yg tak terbatas…. En bahwa Dia juga sangat mencintai anak-anak ini, sekalipun mereka hidup di jalanan, di kolong jembatan, and miskin. bukti bahwa Tuhan sungguh peduli sama mereka ya terlihat dari caraNya menggerakkan hati Bang Morris, Kak Cindy, dan para team lainnya untuk mengadakan acara ini. Juga para donatur yang sudah menyumbang, entah itu bentuk dana, jajanan, snack, makanan, buku tulis, tas, tempat minum, buku gambar, crayon, maupun tenaga seperti yang gue dan teman2 lain lakukan dg jadi kakak pembina, pemusik, MC, dan badut. Sayang banget badutnya berhalangan hadir karena ada panggilan dari gerejanya huhuhu :(

Sungguh hal yang sangat amazing & awesome, bahwa sepanjang acara itu, dari awal sampe selesai, anak2nya bisa terus bersukacita. Bisa terus bersemangat. Bisa dikatakan, acaranya berjalan lancar banget lah. Gue rasanya berani ngomong, anak2 jalanan ini jauh lebih bersemangat ketimbang anak2 kota yang pergi ke sekolah minggu tiap minggunya. Jadi kakak pembina pun jg ga ngrasa capek selama membina mereka selama 4 jam. Ada keharuan dan sukacita yang besar bersama mereka.

Sukacita ya karena itu tadi. Heran, anak2 ini, meskipun mereka hidup susah, tapi selama 4 jam…. Mereka seolah tahu untuk meninggalkan beban dan segala persolan hidup mereka. Mereka bisa ikut nyanyi-nyanyi, nari-nari, semangat untuk nggambar, bahkan juga semangat saat diminta untuk ‘melempari sang Iblis’ di pertunjukan panggung boneka dg bola-bola kertas. Kami bersukacita saat melihat mereka bersukacita. Kami bersukacita saat melihat wajah berseri-seri mereka saat menerima bingkisan. Isinya tas sekolah, botol minum, buku tulis, kotak pensil, dan juga jajanan. Selain itu diselipin juga sejumlah uang di dalam tas. Maklum, mereka ikut acara ini kan sama aja dengan “bolos kerja”. So selama 4 jam ini mereka ga dapat penghasilan…. Kayanya kalo gue masih kecil, bakalan jingkrak-jingkrak juga deh dapet bingkisan komplit begituan :p

Di lain pihak, haru karena menyaksikan sendiri how God touched our hearts to learn to love those children. Mungkin mereka terbuang dan tersisihkan dari masyarakat, yet God still love them, UNLIMITED!! Kami terharu saat melihat mereka makan makanan yang disediakan. Mereka makan dg sangat lahap, en terlihat bahwa mereka sungguh menikmati makanan itu. Kami terharu bahwa mereka masih punya impian dan cita-cita. Ini terlihat dari apa yang mereka gambar. Banyak dari mereka yang pingin jadi dokter (rata-rata anak cewek tuh) en jadi pemain bola (yang anak cowok) haueoheuoehaeuhueo. Kami terharu saat kami menumpang tangan atas mereka satu persatu dan doain mereka, doain untuk visi dan destiny yang udah Tuhan taruh atas mereka. Dan gue melihat dengan mata kepala sendiri, ada nenek dari salah seorang anak (karena ortunya udah meinggal) yang minta didoain oleh kami. Btw yang diprioritaskan memang mereka yang beragama Kristen, karena kan ada sesi Firman en nyanyi-nyanyi. We wanted to show them how God loves them so much, and we wanted to extend His love.

Selain itu, beberapa dari orang tua anak2 itu juga datang. Maklum dong ya mereka datang, coz mikirnya jangan2 anak gue diculik or gimana. Toh beberapa anak2nya masih kecil, jadi memang butuh penjagaan orang tua. Dari panitia, ada juga yang memegang sesi untuk orang tua, namanya Kak Eva. En setelah acara berakhir, tim panitia kan pada sharing tuh apa aja yang didapat. Kak Eva ini sampai mau nangis loh, to tell us how God worked really miraculously in the middle of them. Beberapa dari para ortu tersebut mengalami kelepasan. Kebanyakan kasusnya sih karena kepaitan…. Kepaitan yang benar2 pahit. Mulai dari ditinggal suami, dipukuli en digebuki suami, dikejar-kejar kamtib, etc. kepahitan yang mengakar begitu dalam di hati mereka itu menjadi salah satu sebab kenapa mereka hidupnya begitu-begitu aja, kok ga bisa sukacita, ga bisa maju…. Dll. Rasanya seperti ada penghalang, suatu batu yang besar untuk bisa hidup berkemenangan. And soal kepahitan sama kamtib ini, ada cerita unik, tapi juga miris. Di salah satu kelompok (bukan di kelompok gue), ada anak yang nggambar kamtib. Bukan karena dia pingin jadi petugas kamtib, tapi karena sosok kamtib yang kejam en ga berbelas kasihan itu sudah terpatri begitu kuat di ingatannya. Dia jadi dendem banget, en pingin suatu saat nanti bisa nangkapin kamtib2 yang udah ngejer2 dia en ortunya. Terus, di kelompok gue ada anak usia 12 taun yang kerjanya jadi joki. Gue sedih ketika di sesi sharing, dia bilang bahwa dia pingin jadi joki terus. Off course, that’s not what she wants. Dia bilang begitu, merely because she doesn’t know what else to do. Sekolah putus nyambung, en jadi joki juga satu2nya hal yang dia tahu. Gue sedih banget…. Bayangin, masa dari umur 12 tahun sampe gede mau jadi joki?? Gue Cuma bisa encourage dia untuk terus berpengharapan. Bahkan Kak Thomas yang sekelompok sama gue ikut cerita, kalo dulu dia rajin bekerja demi bisa sekolah. Kak Thomas juga dari keluarga miskin. Kerja dari senin-sabtu, en sekolahnya tu minggu, kaya ikut bimbel gitu. Itu masih ditambah pelayanan. Gileee gue mau nangis dengernya booo T____T Masih sempet2nya ikut pelayanan!! Sekarang Kak Thomas ini kerja di SPBU, tapi gue bangga banget sama dia. Walopun Cuma jadi pegawai di SPBU, tapi di mata gue posisinya lebih baik daripada orang yang jadi pegawai kantor tapi ngeluh-ngeluh doang en kagak bersyukur. Dia ga berputus asa, en dari situ dia bisa sekolah sampe SMA. Itu luar biasa banget! Gue meng-encourage si anak umur 12 tahun ini untuk tetap semangat kaya Kak Thomas. Gue percaya, mereka ga ditakdirkan untuk selamanya hidup miskin. Mereka bisa berubah, en God wants them untuk hidup berkemenangan en berkelimpahan. Banyak kok orang miskin yang bisa sukses, Pak Dahlan Iskan misalnya, yg sekarang jadi Menteri BUMN. Dulu idupnya juga sengsara banget. Eeeh kok jadi ngelantur sih.Well, that’s a glimpse about what happened there.

Mengikuti acara itu, benar2 mengajarkan gue banget untuk terus bersyukur. Gue ga hidup di kolong jembatan…. Or di jalanan. Gue masih punya ortu yang mampu untuk sekolahin gue sampe S1, bahkan dapat beasiswa untuk S2. Gue bisa beli baju-baju bagus, masih bisa jajan-jajan…. Sedangkan mereka untuk makan sehari sekalipun udah bersyukur banget.

Selama ikut acara itu, Tuhan sungguh celikkan mata gue. Sepanjang acara, I never bothered how they looked. In my eyes, they are beautiful. Sekalipun mereka ga bau wangi, en rada kumel, kusem, lecek…. Rambut juga kecoklat-coklatan karena kurang gizi, tapi in my eyes, they are beautiful. They are precious. Lah kalo di mata gue aja mereka itu cantik adanya, apalagi di mata Tuhan ya. Gue rasa, inilah yang dimaksudkan melihat seperti Tuhan melihat T___T oh ya, gue juga terharu, ngliat mereka mengenakan pakaian terbaik mereka…. Memang untuk ukuran kita yang mampu, pakaian terbaik mereka itu jelek. Tapi ya bagi mereka, itu yang terbaik. Itu adalah baju terbagus yang bisa mereka bawa dan kenakan. And once again, they are all beautiful….

Sepanjang acara, gue juga bisa main sama mereka, bisa gendong-gendong, en suapin mereka. Ketika mau berpisah, salah seorang anak perempuan memeluk gue erat-erat dari belakang. Uwaaaa T____T rasanya seneng sekali dipeluk. Gue udah ga mikir lagi mereka bau, mereka kotor, mereka kutuan. Gue seneng dipeluk en memeluk mereka. Gue sampe takjub en terheran-heran sama diri sendiri, kok bisa ya gue mengasihi mereka .___. Jujur loh tadinya gue kepikiran, apakah gue mampu mengasihi mereka? Apakah gue mampu berinteraksi secara fisik dg mereka? Menyentuh mereka? Memeluk mereka? Eeeeh…. Ternyata gue bisa…. Gue malah sangat menikmatinya ^^

Terus gue juga sempet takut dikit, kan mereka anak jalanan tuh, gimana kalomereka kluarin kata-kata kasar? Apalagi, gue denger dari Kezia en Bang Morris bahwa sebagai kakak pembina kita harus siapin mental, kalo ntar dikata-katain or mendengar sumpah serapah beserta seluruh isi kebon binatang dari mulut mereka. Terus suruh bawa “senjata” juga kaya permen en kue-kue, kalo-kalo mereka berubah jadi liar. Tapi nyatanya, tidak!! Di kelompok gue, ga ada sumpah serapah or kata2 kotor keluar dari mulut mereka. Mereka Cuma aktif seperti layaknya anak2. Memang banyak yang lari-lari, susah buat diem, tapi mereka udah termasuk ‘jinak’ wahahaha. Bahkan penuturan dari kakak-kakak MC pun, mereka ga nyangka kalo anak-anaknya bisa bertingkah laku baik. Padahal mereka udah siapin mental baja en muka tebel wakakak.

Akhirnya…. Di penghujung acara, kami berpisah. Bahkan saat berpisah pun, sukacita masih ada dalam diri mereka. Mereka masih teriak-teriak kesenangan sambil melambai-lambaikan tangannya dari dalam bus. Ada anak kecil, namanya Dadan kaya yang diceritain Kezia di blognya, yang nangis dong, ga mau pisah sama kami. Hiks hiks :’(

Yah, itulah ‘laporan’ dari acara kemarin :’) Cinta Tuhan sungguh2 besar. En sebenarnya lagi, gue juga kepikiran…. Sebenarnya apakah yang kami lakukan itu ngefek buat mereka? Apa sih yang bisa kami lakukan selama 4 jam doan? Memang, itu tidak langsung mengubah mereka dari semalam. Itu tidak langsung membalikkan kehidupan mereka. Tapi, seperti kata Bang Morris dan Kak Dina, bagian kita adalah menabur. Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Kami sudah menaburkan benih itu ke hati mereka. Kami percaya, Tuhan pasti melakukan sesuatu! Kami percaya, 10-15 tahun dari sekarang, beberapa dari mereka akan ada yang mencapai destiny mereka. Akan ada yang jadi dokter. Penyanyi. Pemain bola internasional. Model. Dan lain-lain…. ^^ Merinding bow gue nulis ini ahaha. Bukan hanya mereka yang merasakan cinta Tuhan, kami pun juga!!



******

P.S: Nah, ini bagian kurang pentingnya hehe. Some of you tahu Ci Marcella Flaorenzia kan? Dia udah nulis 3 buku, yang pertama Radical for Jesus (R4J) tahun 2007, The Matter of Heart (2010), and yang terakhir ini tulis buku S.H.E (Single, Happy, Excellent). Kemarin gue dikasih gratis bukunya booooow!! Kyaaaa nananana ^o^ padahal gue ga minta, tau-tau dikasih xixixixi. Jangan ngiri ya temen2 :p buat yang mau pesen, bukunya udah ada di toko buku Haleluya mal Kelapa Gading & toko buku Haleluya Mal Ciputra, dg harga Rp 37.500, 00 :)

P.P.S foto2nya gue belon dapet heheheheh.

1 komentar:

  1. My spouse and i don’t have any idea earn money wound up here, but I believe that this post is astonishing.

    I actually don’t identify what you are even so undoubtedly you
    are likely to often be a well-known blogger, discover by now.
    Also see my site - Public Record

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^