About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Jumat, 06 April 2012

Forgiving My Parents (2)

Hati gue lagi sakit. Sakit sesakit-sakitnya dan terluka begitu dalam. Ini karena perlakuan orang tua gue lagi, terutama bokap. Bokap!!! Ada satu kejadian di hari Selasa kemarin yg selamanya akan terus meninggalkan luka di hati gue. Dan hati gue begitu terluka dan sakit, karena yg melakukannya itu papa. Dan selama ini gue kan selalu menjadi Daddy's girl. 

Selama hari itu, gue menangis hampir sepanjang hari. Mata gue bengkak, dan hati rasanya juga pahit sekali, lebih pahit daripada jamu bratawali. Semua hal yang keluar dari mulut gue juga bernada pahit dan kasar. Kelakuan gue terhadap kedua orang tua juga sangat tidak sopan dan boleh dikatakan kurang ajar. Hal ini karena hati gue sudah begitu tersakitinya oleh kelakuan mereka. 


Hubungan gue dengan Tuhan Yesus juga memburuk. Rasanya ini hubungan terburuk dan terrendah gue dengan Dia.
Tidak ada perasaan damai sejahtera atau sukacita lagi, karena Tuhan begitu tidak menyukai sikap dan kelakuan gue terhadap ortu. Betapa inginnya gue menuliskan apa yang terjadi dalam keluarga gue sekarang, tapi ga bisa. Bisa sih, tapi yah daripada ngumbar aib ke semua orang yang belum tentu tau keluarga gue juga. 


Gue tahu, gue harus mengampuni mereka. Bukan karena teori atau kekristenan yang mengajarkannya, tetapi karena gue sudah tahu bahwa menyimpan dendam ini lama-lama dan membawanya terus-menerus di hati kita hanya akan membuat hati kita makin busuk dan berbeban berat. Tapi gue harus mengakui, BETAPA BERATNYA!!! gue menulis ini dengan mencucurkan air mata yang deras. Hati gue begitu terluka dan tersayat-sayat setiap kali mengingat perbuatan mereka. 


Dalam obrolan dengan papa lewat BBM en dengan mama lewat sms, gue sempat melontarkan kata-kata seperti ini:
"Kalian selalu mengharapkan Nonik terbuka dan cerita sama kalian!! Tapi kalian sendiri tidak pernah terbuka! Tau-tau langsung ada kabar yang mengejutkan dan membuat Nonik kaget! Teladan apa sih yang bisa kami contoh dari kalian???!" Jujur aja, gue ingin meneruskan kekesalan itu dengan mengeluarkan umpatan dan makian "brengsek", tapi gue tahan daripada nyesel belakangan ntar. Satu hal yang unik, dalam peristiwa kemarin, untuk pertama kalinya orang tua gue bisa bersatu padu en sehati sepikir saat menghadapi gue. Mama gue membalas, "Mungkin kami sebagai orang tua salah.... tapi kamu sebagai anak harus tetap menghormati posisi kami sebagai orangtuamu." Dan ada balasan papa yang berkata seperti ini, "..... percuma kamu gembar-gembor memperkenalkan kasih Tuhan."



Balasan mereka berdua sungguh membuat lubang yg begitu besar dan dalam di hati gue.


Gue sudah muak dengan semua ini. Jujur saja, gue tidak pernah menggembar-gemborkan kasih Tuhan ke ortu gue. Gue tidak pernah menceramahi atau mengkotbahi mereka, sekalipun ada masa dimana gue begitu ingin melakukannya. Gue sudah begitu desperate, bahkan kelakuan gue pun tidak bisa memenangkan mereka. Gue berpikir, apa gunanya gue ikut Tuhan Yesus. Semuanya tidak bertambah baik, malahan bertambah parah. Itulah yang menjadikan hubungan gue dengan Tuhan begitu memburuk. Gue menganggap Tuhan seorang Pribadi yang BERBOHONG. Ia suka berjanji tapi tidak pernah menepatinya. Ia hanyalah Tuhan yang suka mempermainkan hati gue. Ia tidak bisa melakukan sesuatu di keluarga gue. 



Benar kata Amsal, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena DARI SITULAH KELUAR KEHIDUPAN. Hati yang baik tidak mungkin mengeluarkan hal-hal yang tidak baik, dan sebaliknya. Itulah yang gue alami. Hati gue, sampai detik ini, masih berdenyut pilu apabila teringat semua kejadian itu. Hati gue masih sakit dan teriris, dan kata-kata yg keluar di mulut gue bukanlah hal-hal yang baik, tetapi hal-hal yang bahkan membuat orang2 terdekat gue tidak menyangka gue bisa mengeluarkan kata2 seperti "kampret" dan "tai". 



Gue berduka, gue tidak bisa meneladani ortu gue. Jujur gue muak apabila diingatkan dengan perintah "Hormatilah orang tuamu." Gue sadar sesadar-sadarnya, Tuhan memerintahkan kita untuk selalu patuh dan menghormati ortu kita, no matter what. Ga peduli mereka miskin, kaya, orang baik, orang bejat, masuk penjara, koruptor, dll, kita harus menghormati mereka. Kita tidak boleh kurang ajar. Tapi untuk sekarang, gue mengakui bahwa gue jengah mendengar kata2 itu. Gue muak dg fakta bahwa orang tua boleh berbuat seenaknya dan kita harus menuruti apa kata mereka semata-mata karena mereka berstatus sebagai orang tua dan kita adalah anak.


Dalam salah satu percakapan bbm gue dg papa, saat gue menumpahkan segala yg gue rasakan, papa berkata, "Yaa.... kelakuan orang tua yg buruk jangan ditiru...." Gue berteriak dalam hati membacanya. Semua umpatan dan makian kasar pada keluar. Pikir gue, gampang bener jawaban seperti ini!! Jawaban murahan!! Bayangin gue ngomong hal yg sama ke anak gue nanti!!! "Nak, kamu harus berlaku baik. Kamu harus jadi anak yg membanggakan orang tua. Kelakuan mama yang jelek jangan ditiru ya." Enak sekali ngomongnya!! Apakah mereka pikir, mereka tidak tahu betapa peranan dan teladan ortu itu besar sekali dalam kehidupan anak2nya??? 



Gue memberontak dan menjerit lagi. Kenapa gue tidak terjebak dalam free seks?? kenapa gue tidak terlibat dalam narkoba, atau jadi mahasiswa yang DO dari kampus?? Kenapa gue bisa diterima S2?? Sebaliknya. Gue adalah mahasiswa yang pintar, berprestasi, bahkan lulusan terbaik dari kampus. Gue melakukan hal2 yg benar. Gue bergaul dengan benar. Gue sungguh kecewa berat tidak ada satupun dari hal-hal itu yang bisa memenangkan ortu gue. Hari selasa dan rabu kemarin, adalah titik terendah kehidupan gue. Gue dipukul jatuh, sampai ambruk. Gue tidak tahu harus bagaimana lagi harus berdoa untuk ortu. Setiap kali teringat ortu, gue hanya bisa menangis. I've lost my words to say. Gue hanya bisa sepenuhnya pasrah en berserah sama Tuhan. Tuhan mau pulihin, ya monggo. Gak juga gapapa. (And to be honest, once again I have to admit, Tuhan tidak lain adalah Tuhan yang pembohong dan mungkin sudah lupa dengan janjiNya bahwa Dia bisa memulihkan keluarga gue. Jujur saja, gue menganggap Dia tidak bisa memulihkan keluarga gue.....). Gue lagi mati rasa.



Gue berharap andai gue bisa mengakhiri postingan ini dengan happy ending, seperti tulisan gue di Forgiving My Parents (1) yang lalu. Tapi dg sedih hati, saat ini gue gak bisa. Gue memutuskan bahwa gue MAU memaafkan mereka, tapi setiap kali ingat kelakuan mereka, gue tertusuk lagi. Sekarang, hati gue juga lagi dioperasi Tuhan. Gatau kapan bisa sembuhnya. 


So... Gue mengerti sungguh.... seperti apa sakitnya kalo kita terluka oleh perbuatan orang yg kita kasihi, apalagi yg terdekat dg kita. Lihatlah, sepanjang posting ini, kata2 gue lemah lesu, penuh kepahitan dan luka.


Please be nice with your comments. 

9 komentar:

  1. noniiiiiiiiiiikkk.. huuuuugsssss
    Tuhan Yesus sayang kamu nonik, just the way you are.. He loveeeess youuu so much..
    huuuug noniiiiikkk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you so much Keeeees!! Hugs hugs :'( T.T

      Hapus
  2. ortu...satu kata yang simpel, tapi ga ada yang simpel dalam kehidupan mereka. dulu gw juga merasa ortu gw seenaknya aja mengatur gw bla bla bla...tapi skr sejak gw punya keluarga gw sendiri dan punya my beloved daughter, sedikit banyak gw mulai mengerti posisi ortu gw. ga gampang non, jadi ortu yang penuh teladan. mereka juga manusia, yang punya ego, emo dan harga diri. terkadang mereka juga bisa lepas kontrol. namun seberapa sering mereka lepas kontrol, mereka sering berusaha keras untuk menutupinya krn mereka ga mau melihat anaknya sedih dan kecewa...kalau mereka ga mampu lagi dan akhir nya meledak, itu artinya mereka masih waras.

    percaya deh...ga ada yang jauh lebih menyakitkan daripada sebuah makian seorang anak terhadap orang tua nya. sewaktu mereka mendengar kita menjerit memaki mereka, disaat itu juga hati mereka tertancap paku tajam nan panas yang membuat mereka merasa gagal menjadi orang tua. dalam hati mereka pasti menangis, putus asa dan kecewa tidak dihargai oleh darah daging mereka sendiri, tapi mereka ga bisa berbuat banyak krn perbedaan sudut pandang.

    just take your time, Nonik...hidup ini indah...apalagi hidup dengan damai dengan ortu dan dengan-Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you Ko. Pagi ini telponan dah sama papah. aku dengerin semua penjelasannya, wlpun perbedaan pandangan itu tetap ada en ga bisa disatuin. Sudah terlalu banyak air mata yg tumpah en sumpah serapah keluar dari hati en mulutku.

      tapi aku sudah memutuskan utk melepaskan pengampunan, karena ga enak n ga betah pait terus2an kayak gini.

      aku masih belajar, prosesnya ga langsung selesai uy :( sbnrnya masih ingin jerit2, n really don't know what to do...

      Hapus
  3. Nik, you don't know me and I don't really know you as well. Just want to share hebrew 10:32-39. Ini yang aku dapetin di saat teduh hari ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haiii.... thank you so much for your concern yaaa :') It means a lot to me....

      Hapus
  4. *peluuk*
    Tetap semangat ya >.< wish I could really hug you not only by word >.< Jesus still love you >.<

    BalasHapus
  5. :hugs:
    nik, kamu bukan satu-satunya orang yang ngalamin ini, but tapi kamu bisa menjadi orang pertama yang show sama orang2 sepertimu bahwa kamu sanggup bersama Yesus menyembuhkan luka hati, mengobati kepahitanmu,,, Yesus loves you.
    Ortumu adalah jalan Tuhan untuk menguji hatimu.
    be strong. ya nik.

    BalasHapus
  6. Dear Nonik, mungkin kita belum saling kenal dan saling tahu, tapi tulisanmu ini benar2 mewakili pergumulan yg ku alami saat ini. Dan tulisan2mu yang lain juga menjadi berkat tersendiri bagiku. Minta ijin yah cantumin blog mu ini di blogku ^_^

    Saat ini mungkin kita belum melihat ada perkembangan positif dari pergumulan dan kesesakan kita, namun tak ada alasan bagi kita untuk meragukan kasih dan kesetiaan Tuhan bagi kita.

    Perasaan kita mungkin bisa berubah-ubah, namun kasih setia-Nya tetap untuk selamanya. GBU Nonik.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^