About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Minggu, 04 Maret 2012

Fogiving My Parents

Udah lama gak ngeblog, rasanya kaya punya hutang tulisan banyak banget hehe. Tadinya pingin posting about my graduation day, but somehow diriku terusik buat posting tulisan yang satu ini. It's about a question from Beta Siregar from my post titled Want to know me better? Please post a comment :)Pertanyaannya bagus, gue suka hehe. Dari posting itu, semua pada nanya soal hal-hal yang rohani, seperti how do i know Jesus? hal2 apa yg Tuhan kerjakan en ubah dalam hidupku? Kalo bisa pilih tokoh dalam Alkitab, pingin pilih jadi siapa? Firman yang paling mengena apa? Hehe. Bukan berarti I don't like those questions, tapi sejujurnya gue lebih mengharapkan pertanyaan2 yg lebih bersifat membumi alias down to earth :p En beberapa hari lalu pas gue ngecek komen-komen yg masuk, ada pertanyaan yg menanyakan about my past and how can I let go of my past and move on from it.

Pertanyaannya sungguh menarik, dan gue tergerak untuk menjadikannya satu post tersendiri, karena sampai sekarang pun gue masih struggle dengan masa lalu ini.  My past is strongly related and connected with my parents' divorce, and how it affects me up until this moment. Bahkan selama 2 hari kelulusan gue kemarin, i realized that somehow gue belum bener2 100% breakthrough di dalam hal ini. Pertanyaan dari Beta Siregar itu ada 3. Tadinya gue mau coba jawab pertanyaan ini satu persatu, tapi setelah gue ketik... ternyata panjang buanget rek!! Jadi uraian di bawah ini adalah jawaban untuk 3 pertanyaan sekaligus ya hehe. Jawabannya ada disitu kok :) Here they are:



1. Dengan latar keluarga yang "broken home", bagaimana cara kamu memaafkan kedua orangtuamu?
2. Apa pengaruh dari latar belakang keluargamu yg masih kamu rasakan sampai sekarang, meskipun sudah menerima TY sbg Juruselamat pribadi?
3. Apa penyesalan terbesar kamu selama kamu hidup sampai sekarang?


Bingung gimana jawabnya hehe. But here we go. Yes it's true that I was hurt so much by what my parents did, by their decision to divorce. Sebelum terima TY, luka itu masih menganga en keliatan banget. It doesn't mean that i always cry everyday, tapi dari tindak tanduk en sikapku, bisa kelihatan kalo anak ini (yaitu gue) memang terluka dengan perceraian kedua ortunya. 


I have to say that between the two of my parents, I got hurt most from what my mom did. Somehow, it still aches until now. Yep, NOW. Kenapa gue bisa lebih luka batin dg mama, itu karena sejak kecil, gue en dd dibesarkan bersama papa. En my mom left us. Not "left" in the meaning that she left us intentionally or because she wanted to, but she had to do that. She had to run away in order to safe her life from my dad's threat. Pas itu nyokap pun harus sembunyi2 buat ketemu gue en dd, ketemuannya juga di sekolah. Persoalannya begitu serius, even my dad threatened that he'd kill my mom if she dared to see us.  Persoalannya apa, itu belum bisa dishare hehehe. Nyokap dulu sempat tinggal beberapa tahun di Bandung en di Bali, sebelum bisa tinggal seperti biasa lagi di Purworejo seperti sekarang. Jadi kalo kami ketemuan itu benar2 harus sembunyi banget. I still remember those sad moments, when the principal or my teacher called me to go out from the class from a moment because my mom wanted to see me. Bahkan kita sempet surat2an jarak jauh loh. I cried everytime i received my mom's letter and tulis balasan suratnya. 


Nah, karena itulah, ada begitu banyak waktu dimana gue emang ga bisa ketemu mama karena persoalan jarak en keamanan. She missed the precious moments A LOT in my and my brother's life. Kaya misalnya peristiwa naik kelas, ulang tahun (she sent us presents, tough), my first period, etc.


Lama-lama, karena ga ada figur mama di samping gue, ya gue cari figur itu dari orang lain donk. I looked a figure of a mother from my father's girlfriends (maksudnya temen2 cewek bokap en ini sama sekali gak berarti pacar2nya :p ), my aunts, and the other older girlfriends. Tapi ya tetep mereka ga bisa gantiin figur mama gue, ga peduli mau seberapa sayang en perhatiannya mereka ke gue. Karena itulah gue jadi ga punya tempat curhat buat ceritain semua yg gue alami: naksir cowok, patah hati, marahan sama sahabat, etc. Memang ada sahabat. But again, who else in this world can replace a mother's role? I must say that during that time, gue mengalami kebingungan yang luar biasa. Bingung dalam artian, gue begitu mencari-cari sosok atau figur ibu dalam wanita-wanita lebih dewasa yg gue temui. Dan karena gue tumbuh besar tanpa nyokap, di masa remaja gue ga ngerti betul soal make up and fashion. Dibandingkan teman2 cewek lain, gue gak modis. Pakaian banyakan kaos en celana jeans =.= rambut juga terkesan berantakan. Enggak cewek banget pokoknya haha. Because nobody taught me. What a father can teaches his daughter is surely different from what a mother can teaches. Dan gue itu baru bisa dandan baru-baru ini, setelah umur 21 taon. Ckckckck. Singkatnya dulu, dari beberapa teman wanita atau orang wanita dewasa, gue bisa jadi dekeeeet banget en ga mau lepas. Pingin bareng sama dia terus. I could share, and I wanted to share everything with her. Jadinya ya ada masa dimana gue sempet merasa, apa jangan2 gue ini lesbian??? T____T  But I was not, and I am NOT a lesbian hahaha ^o^  Dari situ gue justru dapet cici angkat yang sampe skrg ini deket sama gue en udah anggap gue seperti ddnya sendiri :)


Lama-lama juga, ketika gue ketemu Mama (setelah situasi makin aman tentunya, en my dad juga udah biasa2 aja), gue tiba-tiba merasakan ada suatu jarak yang sangat jauh en dalam di antara kami berdua. Ya of course-lah. How can she expected me to share EVERYTHING i've been going through if we had never live together? Gue tentu merasa sangat susah sekali to tell her everything about what i'd been going through. I felt that we only two people who share the same DNA. There was time when I hated my mother so much because what she did to us. Bukan berarti my dad is flawless. No, it's not the reason. Bahkan sekarang gue bisa sepenuhnya memahami, what my father had done in the past is not any better than what my mom did. Tapi secara logika, gue en dede yang selama ini dibesarin bokap, pasti secara ga langsung juga kepengaruh dengan didikan bokap, cara pikir en cara pandangnya bokap. Kami tentu jadi tersugesti and ke-sway about what happened in our parents' relationship, dan penilaian kami jadi subjektif to be pro with our dad's side. Selain itu.... hubungan gue en dd dengan bokap emang deket banget, meskipun ada waktu2 dimana gue ga setuju dg pemikiran papa.


Seiring dengan berjalannya waktu, I grew up. I graduated from high school, I went to college. Hubungan gue sama nyokap masih dalam tahap yang "biasa-biasa" saja. My mom and dad could get along well at that time, even with my dad's family. Ga ada lagi ancaman bunuh-bunuhan. I visited her 3-5 times in a year, tapi kunjungan2 itu lebih bersifat rutinitas en kewajiban belaka. Jadi, ya gue kunjungin mama di hari-hari wajib, seperti my birthday, her birthday, christmas and new year's eve, chinese new year, ya yang gitu-gitu lah. I visited her because I felt I was obliged to do that. I thought everything was okay between me and my mom.


Sampe suatu hari, when my mom decided to visit me in my 2nd college year in Bandung. She stayed in my kos-kosan, en baru aja di hari pertama nginep bareng, kami meledak. Semua emosi tumpah ruah en keluar semua. What I felt about her, the things that i hate, everything lah. Mostly because of she didn't act like a mother I expected her to be. I felt that she failed me, really really really failed me as a mom. (Setelah kepala gue bisa berpikir jernih, gue tahu bahwa sebenarnya dia sangat sangat berusaha to be a best mom for me and my brother). Kami nangis-nangisan berdua di kamar. Dan itu dalam keadaan gue sudah lahir baru loh. Gue rasa itu pemulihan luka batin yang pertama yang Tuhan buat dalam diri gue, meskipun pas lahir baru kan juga ada PLB (pemulihan luka batin) tapi rasanya belum total. Gue inget banget, gue "bikin proyek" bersama cici angkat gue. "Proyek" itu berupa tulis semacam diary/journal selama nyokap tinggal di Bandung kunjungin gue. Apa aja yang gue rasakan, apapun itu, harus gue tulisin en tumpahin semuanya di diary itu. Ntar biar bisa gue liat2, baca2, en analisis lagi hehe. Padahal, saat itu gue sama sekali ga suka nulis. Itu di bulan April 2010, sedangkan gue mulai passion nulis en blog ini lahir juga bulan Maret 2011 yang lalu. En gue bersyukur gue melakukan itu.... itu benar2 tulisan yg sungguh sarat dengan tumpahan emosi gue. Can you imagine that??? Seorang anak seharusnya seneng bisa dikunjungi ibunya. Tapi bahkan gue sendiri sangat sangat sangat sangat struggle untuk menerima dan menikmati kehadiran mama apa adanya.... 


How can i forgive them, then? By praying of course :) PLB di bulan April 2010 adalah suatu terobosan besar dalam hubungan gue dan Mama. Banyak tumpahan air mata yg dicurahkan, lontaran kata-kata kasar dan makian, bahkan doa bareng hahaha. Tapi semenjak itu, gue jadi lebih plooong.... lebih bisa ngungkapin apa isi hati gue ke Mama. Bahkan saat pulang kampung pun, gue sudah bisa kunjungin dia dg perasaan yg lebih bebas en hepi, bukan sekadar kewajiban lagi.


Proses memaafkan ini sungguh gak gampang. Apalagi memaafkan orang yg kita sayangi. Apalagi, orang tua kita!!! Gue tahu yang struggle dengan masalah ini, yaitu masa lalu yang buruk, yang terutama dikarenakan orang tua kita itu bukan hanya gue seorang. BUANYAAAAAK. Gue rasa jumlahnya ada jutaan. Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, ambillah statistik sebesar kira-kira 1%, dan kita akan menemukan kira-kira ada 2 juta orang yg bergumul dg masalah dalam keluarganya: perceraian, KDRT, abuse, dll. Gue juga sampai sekarang masih in process. Bukan berarti dengan proses pelepasan 2 tahun itu, gue langsung sembuh. No. Kami udah berpisah juga lebih dari 10 taon, pasti butuh proses buat bisa balik kaya dulu. 


***


Sekarang, our relationship is much much much better than we used to be. Hal ini terlihat on my graduation day, when my mom and dad came to salute me on my graduation day (foto-foto nyusul yeaaa hahaha). Kali ini bukan hanya my mom and dad yg dateng, but also one of my aunts and my two cousins. I could see how proud they are, soalnya gue adalah cucu pertama di keluarga yg lulus kuliah dengan pujian alias cumlaude wehehe :p Sedangkan bokap en nyokap tidak sempat mengecap bangku kuliah, since they got married at a very young age. Mereka dateng bareng2 naik kereta, en nginep bareng-bareng di apartemen kecil yang gue sewa (bareng gue juga nginepnya). Benar2 suatu breakthrough yg luar biasa, kalo nyokap gue udah bisa ngumpul bareng bokap en keluarga bokap dengan baik-baik. Bukan hanya itu, tiap kali gue pulang kampung, nyokap udah bisa kunjungin gue dengan leluasa di tokonya bokap. Udah bebas keluar masuk lah :D  Bandingkan dengan 14 tahun yang lalu..... benar2 suatu perbedaan yang tajam. Benar-benar mujizat Tuhan!! 


Tapi, ya tetap ada hal-hal yang gue masih diproses sehubungan dengan memaafkan orang tua gue. I am willing to admit it here, pas hari wisudaan kemarin, banyak sekali gue bener2 ngerasa gak sabar with my mom. I felt that almost everything she said was wrong, wrong, wrong. There was time when I blame her for everything. I yelled at her. I snapped her. Not fair, huh? Yeah, I know. Inilah struggle gue sampai sekarang. Sampai-sampai papa en tante gue itu negur gue loh! "Nonik, kamu tidak boleh ngomong seperti itu di depan Mama!" I know i was wrong.... en i just kept silent at that time. Baru kemudian, ketika gue melepas kepulangan mereka di stasiun, gue merasakan rasa berat yang amat sangat. Gue hampir menangis. Gue ga mau pergi sebelum keretanya berangkat, sekalipun udah disuruh pergi berkali-kali sama bokap en tante gue. Beraaaaaaaat rasanya ditinggal keluarga pulang lagi, sekalipun mereka mengunjungi gue hanya 3 hari 2 malem. Dan saat itulah gue sadar teman-teman....


Bahwa perpisahan yang sementara ini, bisa jadi perpisahan yang selamanya. You know what i mean, right??


Yep. Bahwa suatu saat, orang tua gue akan meninggal. My mom and dad. Entah mereka yang meninggal duluan, entah gue duluan. Tapi siapapun yang dipanggil Bapa pulang duluan kagak penting. Yang sangat menyentak gue adalah, gue ga akan mau berpisah selamanya dengan mereka dalam kondisi yang buruk. Dalam kondisi masih ada kepahitan. Luka batin. Dendam. Dll. Dan gue langsung menyesal sekali, kenapa selama 2 hari itu, gue sering sekali membentak-bentak my mom. Dan itu hanya untuk urusan yang sepele doank. Padahal she had tried her best to make me happy. I felt a tight grasp and strong wrench in my heart....


And I knelt.
I asked God apologize.
Kelakuan gue sungguh buruk en menjijikkan!! Sejak saat itu, gue bertekad that no matter how hard it is, I want to show my mother that I love her. Ga mau lagi bentak-bentak dia. Gue akan sabar kalo disms dia (karena selama ini gue sering males nanggepin sms mama, gue merasa smsnya tuh nanyain hal-hal ga penting). Gue teringat akan kabar-kabar duka dimana orang tua teman-teman gue meninggal. When it happens to me, I want to let them go with such a nice memory I can never forget of ...................................



***


Jadi, teman-teman yg baca ini, mungkin kalian juga mengalami masalah keluarga yang sama. Entah masalahnya udah selesai atau belum. Entah masih baru ato udah mengakar lama. Entah berat atau ringan. APAPUN LAH. Gue mau bilang, bahwa bersama Tuhan, pemulihan keluarga kita bisa terjadi. Sangat bisa!! Tuhan sangat mau, Dia bahkan lebih dari mau, untuk memulihkan keluarga kita. Tapi, Dia juga membutuhkan kerjasama dan tindakan iman dari kita. Ingat bahwa iman tanpa perbuatan adalah MATI. Tapi tindakan ini tentu harus disesuaikan dg peran & posisi kita. Misalnya, kita adalah anak. Maka lakukanlah apa yg bisa kita lakukan sbg anak. Jangan berbuat lebih dari itu, misalnya dengan sok-sok jadi pasangan or ibu or ayah. Nah, tindakan kita harus ngapain?? untuk setiap kasus tentunya berbeda. Tapi dalam kasus gue, tindakan gue adalah demikian:


1. Gue sangat sangat belajar untuk mau merendahkan hati dan diri di hadapan Tuhan. Gue sungguh percaya & pegang janjiNya bahwa Dia akan pakai gue ubahkan en pulihkan keluarga gue. Apalagi gue udah dapat mimpi 3-4 kali kalo keluarga gue itu selamat. Di salah satu mimpi itu, gue liat papa gue, kami dipisahkan oleh jembatan. Di seberang jembatan, papa melambai-lambai, teriak-teriak kalo dia sudah selamat....


2. Tindakan nyata: mau dan bersepakat untuk mengasihi lebih dulu. Dalam hal ini, gue mau tunjukkan kalo gue sayang sama nyokap. Dulu gue merasa, my mom never loves me enough. She barely called me in my college years!! TpSekarang gue usahain banget, tiap hari setidaknya bisa sms-an. Gue bahkan mau beli sim card telepon yang sama dengan sim card nyokap biar gampang kalo mau telpon2an yang murah hehe. Gue tidak lagi menuntut, nyokap kurang/ga pernah perhatian.


Jadi di dalam hal ini nih gue diajar banget apa yang namanya KASIH. Asli gue ngrasain banget, kasihNya Tuhan itu benar2 luar biasa, tapi juga sangat susah untuk dipraktikkan. Terutama yang kasih itu SABAR T_____T kan gue orangnya ga sabaran huhuhu. Dan gue juga sangat diajar untuk belajar merendahkan hati seperti Kristus. Gue belajar banget untuk bisa sabar ngadapin nyokap. Ga lagi menganggap remeh smsnya. Berusaha Ga lagi menganggap bodoh pertanyaan2nya. Tidak lagi merendahkan dia karena nyokap ga punya akun feisbuk (facebook), email, atau BB. Kemarin gue baru aja ngeluh2 di hadapan mama langsung, "Kenapa sih mama ga punya BB??! Kan susah kalo mau kirim2an foto!! Kenapa sih ga buat akun fb?? Ga bikin email?? kan susah kalo mau cerita2 keadaan Nonik disini!!"  Gue tahu en sadar sesadar-sadarnya, how my mom was really hurt with the words I said. Tapi pas itu, gue dikuasain emosi. Gue juga marah. Gue punya hak untuk marah. Makanya gue mengucapkan kata-kata itu. Gue baru tertampar saat mama menjawab seperti ini, "Lha itu, tante X (tante gue) juga ga punya BB, ga punya facebook, ga punya email. Tapi anak2nya tetap menghormati ibu mereka....."  Barulah gue sadar, betapa menjijikkannya kelakuan gue :'(


3. Sekalipun kondisi keluarga kita tampaknya masih hancur2an, ga ada jalan keluar, TETAPLAH PERCAYA.
TETAPLAH PERCAYA. 
TETAPLAH PERCAYA.
Gue mengatakan hal ini jg dalam keadaan keluarga yang belum pulih. Papa mama belum rujuk (Tapi mereka sudah bisa ketemu, makan, ngobrol, en pergi bareng, yang benar2 luar biasa mujizat). Bahkan masih ada satu masalah luar biasa pelik happening in my family, yang gue udah bener2 gatau gimana cara ngadepinnya selain berserah en serahin semuanya ke Tuhan. 


4. Belajar MENERIMA keluarga kita apa adanya. Ini penting banget!!! Ini adalah hal yang gue pelajari dg sangat susah payah. Dulu, bahkan bbrp waktu kemarin, gue kembali triak-triak dalam doa. Gue protes sama Tuhan. Gue mengepalkan tinju gue ke muka Tuhan, en tereak, "KENAPA TUHAN??? KENAPA ENGKAU IJINKAN AKU MENGALAMI INI?? KENAPA KELUARGAKU HARUS MENGALAMI INI??" Gue begitu emosi sampai-sampai gue jerit2 sendiri di kamar, dengan membenamkan muka ke bantal (kalo enggak, bisa berabe kedengeran orang satu kos wahahaha). Itu juga triak2nya hampir tengah malam. Gue terjatuh dalam mengasihani diri. Gue bilang sejujur-jujurnya ke Tuhan, "Tuhaaaaan. Nonik saat ini tidak percaya bahwa Engkau bisa memulihkan keluarga Nonik. I don't see anything. I prayed but it seems like You did nothing. I doubt You, Lord!" Well, protes en berontak boleh, asalkan itu SESAAT hehe. Jangan sampe kita malah keluar setotal-totalnya dari jalan Tuhan. 


Dan cara Tuhan tenangkan gue itu cool banget :P 


Dia ingetin kisah seorang teman yang mengaku bahwa dirinya itu gay ke gue. Jadi cerita singkatnya, gue udah follow up teman gue ini sejak lama. Ya 2 tahunan lah. Gue udah tahu dia ini gay, tapi dia ga pernah mau ngaku. Padahal kalo dia gak terbuka ma gue, gimana bisa gue jangkau dia? Selama itu, gue aktif ajak dia ke gereja, ikut komsel, ikut acara2 fellowship, bahkan kesaksian soal gimana gue kenal Yesus. Dia tetap tegar setegar batu karang hahaha. Sampai akhirnya gue cape sendiri. Gue stop nginjilin dia. Gue stop ajakin dia ke gereja en komsel. Tapi gue tetap berteman dg dia, en menerima dia apa adanya. Eeeeh, singkat cerita, pas kita makan bareng, dia bilang ke gue kalo dia itu gay. Pengakuan itu akhirnya datang. Justru ketika gue menerima dia apa adanya tanpa memaksa dia untuk menerima Tuhan Yesus dll. Itu adalah salah satu momen paling berharga dalam hidup gue..... Dan gue menerima pewahyuan ini: jika gue saja yang hanya seorang manusia biasa, rela menunggu 1,5 tahun untuk mendengar pengakuan itu, apalagi Bapa kita di Sorga!! Sesabar apakah Dia?? 



En then Jesus said to me, very gently. "Nonik, what your mother need is your LOVE AND ACCEPTANCE. NOT JUDGEMENT." Mewek lah gue. 


Sampai kapan mama bisa benar2 pulih? I don't know. It's not my business. It's her business and God's. What I need to do is to show her that I love her. That God loves her. Orang2 sering merasa Tuhan itu jauh, tapi Tuhan justru bisa dirasakan kehadirannya lewat orang2 yg memancarkan kasihNya. Selama ini, kalo gue marah2 sama mama, bentak2 mama, bisakah mama merasakan Tuhan Yesus? Of course NOT!! Mama mungkin jsutru mikir, ini anak katanya ikut Tuhan tapi kok kelakuannya malah kaya gini? Waaaks....


Naaah itulah cerita singkatnya :) Gue benar2 berdoa, agar siapapun yang membaca ini, YOU, YES, YOU, boleh dikuatkan. Boleh mendapat pengharapan en penghiburan. Bagi Tuhan, tak ada yang mustahil. Bagi Tuhan, tak ada yang tak mungkin. God is able. He will never fail. 


Menjawab pertanyaan kedua dari Kak Beta Siregar, apakah perceraian keluargaku ini memengaruhiku, jawabannya enggak lagi hehe. Dulu, ada masa2 dimana gue merasa takut en bimbang untuk menjalin hubungan serius dengan seseorang. Gue pernah loh takut menikah. Haha ;P  Gue takut bercerai. Karena gue dulu pernah diajarin, saat menikah nanti, kamu pilih harta terpisah aja. Jangan harta bersama. Dulu gue sih nurut2 aja. Tapi sekarang, gue baru sadar. Lah kalo gitu, itu sama saja donk mempersiapkan budget perceraian!! Gileee bener. Kagak mauuu lah yaw.... Ortu gue bercerai. Yes, it's true. Itu fakta yg ga bisa diubah. Bahkan gue en adik gue pun juga ikut kena kecipratan getahnya. Tapi buat apa gue terpuruk en meratapi masa lalu? Gue belajar dari role model yang lebih baik. Dari orang2 yg mau taat berjalan bersama Tuhan Yesus dalam urusan pacaran en pernikahan. En tentunya, panutan atau role model utama ya Yesus sendiri.


Menjawab pertanyaan ketiga tentang hal yg paling kusesali selama gue hidup, gue rasa kagak ada hehe. Bukan berarti gue gak pernah merasa menyesal. Tentu ada banyak hal yg gue sesali, tapi yg skalanya kecil. Misalnya, aah andai gue ga boros beli ini atau itu. Andai gue mengambil mata kuliah ini. Andai gue gak pergi kesini. Dll. Bahkan gaya pacaran gue yang kelam dulu pun, gak gue sesali. Karena justru dari situlah gue kenal Kristus wahaha ^o^ Gue rasa, hal yang AKAN gue sesali adalah, bila gue tidak mengubah kelakuan gue terhadap nyokap. Bila gue terus bersikap kasar, bentak2 dia, ga mau mengasihi dia lebih dulu, ga mau extend Christ's love to her. Until the day she comes home to the Father, and I still behave like that, that's the thing that I will regret the most. And I don't want it to happen. Bukan hanya dg nyokap, tapi juga dengan bokap gue, dengan adik gue. 



Treasure your family. Love your family. No matter bad they are, no matter impossible circumstances may be, they are your family. God has His reason to have you in your family now.


Betewe, ini ada foto papa en mama gue pas wisuda kemarin hehe. Ngliat foto di bawah ini, betapa gue merasakan mukjizat yang amat sangat dari Tuhan di keluarga gue.


Ni foto diambil di ruang tamu apartemen hehe. Cantik en ganteng kan mereka ^^ It is very surprising to me to know that, even in her 40s, my mom is still surprisingly beautiful.
Dan foto ini diambil di dalam kereta pas mau pulang. It's my cousin who took the pic, and sent it to me.



31 komentar:

  1. Your Mom muda banget, Nik!!

    BTW, setiap keluarga punya masalah masing-masing, anak2 bertahan dengan cara masing2, begitu juga orang tua.

    Yang selalu gua setuju, buat memulihkan keuarga itu proses dan pasti akan selalu ada ujian kasih buat murniin kasih kita buat keluarga. Poin dari semua cerita lo yang panjaaaanggg dan lebbbarrr.. gua setuju, bagian kita mengasihi dan ambil tindakan iman.

    Keluarga kita ga akan pulih kalau kita cuma minta Tuhan pulihin, tapi kita sendiri ga lakuin apa-apa. Semua jadi omong kosong.

    Keluarga itu memang tempat pertama kita jadi saksi Kristus...Mukjizat terbesar yang paling kita bisa nikmati juga di tengah2 keluarga..Hehehhe..

    Gambateee buat terus jadi berkat n jawaban!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiih Kak Lasma!! hehe. iya mamaku emang masih muda banget, dia married umur 18, en punya anak aku pas umur 20 wakakakak. dipikir-pikir, aku sudah bisa punya anak usia 1 tahun di usia sekarang :p tapi gara2 itu, ortuku jadi ngingetin banget biar aku pake masa mudaku dg bijaksana, ga buru2 pacaran haha.

      Hapus
    2. Sutejoo...masa single itu harus dinikmati. Perlebar kapasitas dan pergaulan seluas mungkin, kumpul sama temen dan keluarga sepuasnya. Kalo udah punya calon PH atau udah nikah, kita ga bisa semaunya pelayanan atau kumpul2 lagi.udah harus pinter bagi2 waktu. :D

      Hapus
  2. SEMANGAT, Nik!!!! *HUGSSSSSSS* Ayo ayo terus semangat jadi terang dalam keluargamu yach. Daku terharu banget lho liat foto papa mama-mu. Tuhan LUAR BIASA! Hebat banget dari yg ancem mau bunuh2an sampe bisa duduk samping2an!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Ci Shintaaa :'D hahaha lucu juga yah bacanya, dari yang mau bunuh2an sampe mau duduk samping2an :p

      Hapus
  3. #peluk nonik#

    No more asking why kan sekarang? Hehe... Aku speechless bacanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang2 masih sih Mbak. Tapi sekarang sudah jauh lebih bisa menerima. Coz apapun yg Tuhan ijinkan terjadi, aku tahu Dia pasti punya rencana untuk ke depannya. I know that perceraian ini sama sekali bukan rencana Tuhan. Dulu aku mengutuki hal ini, tapi skrg aku bisa mensyukurinya. Bukan mensyukuri ortuku bercerai loh haha. Tapi bersyukur karena dari hal ini pun, Tuhan tetap bisa kerjakan sesuatu yg baiiik.... jadi speechless juga nih.

      Hapus
  4. Speechless deh Nik..,,
    emang banyak banget kesamaan di antara kita, especially latar belakang en pengaruhnya buat aku juga, hanya aja, aq dibesarkan oleh Mama, en Bapakku tinggal d kota yg berbeda denganku. Aku juga pernah ngerasa kalo aq tuh lesbi -tapi bukan loh yahh,, aq masih normal...:D- , takut dgn pernikahan -sampai skrg perasaan takut memiliki relationship itu masih ada walau kadarnya gag separah dulu- , dendam, benci, kepahitan ama ortu -tapi sekarang sudah lebih baik semenjak mau merendahkan hati dihadapan TY-. deelel lah..
    tapi yahh,, i'm still in the process, i'm still on my way to show my love and God's love to my family..
    But, dengan tulisan kamu hari ini, benar2 mengingatkan aq, kalo keajaiban itu ada dan pemulihan di keluarga itu pasti ada -krn kondisi ku skrg uda hopeless en don't know what to do for my family-
    Thank's God en thank you to raise my spirit back untuk tetap tekun mendoakan keluargaku..
    Seminggu lagi aq diwisuda, aq menyesal uda memiliki keinginan dimana biar hanya satu saja ortuku yg datang (kalo kedua ortuku datang, mereka bakalan berantem en semua org akan tahu ttg masalh keluargaku en aq bisa malu), dan akhirnya Bapak ku mengalah untuk tidak datang..
    Aq egois banget, lebih mengutamakan imejku daripada ortuku sendiri!!T.T
    Tapi, itu menjadi pelajaran tersendiri buatku..,, your story is really inspiring me.. Thank's yahh... Gbu...^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Betaaaaaa!!! Eh, btw kita kayaknya seumuran ya? hehe. Jadi panggil nama langsung gapapa ya? :P wkwkwk.

      Waaah pergumulan kita sama ya. Dulu aku juga kaco balau. Kacau abiiiis. Sempat merasa lesbi juga ahahahaha. Kocak kocak :P Ini memang proses yg gak mudah Bet, sama sekali gak gampang.

      Oh ya, selamaaaat yaaaaa bentar lagi wisudaaaa....^^ Kuliah dimana si? ambil jurusan apa? Errr...kalo aku boleh saranin, akan lebih baik kalo kedua orang tuamu datang pas wisuda nanti :) kapan lagi peristiwa ini terulang?? Hanya terjadi seumur hidup! Bahkan mamaku pun mau bela2in dateng, sekalipun dia harus datang terpisah en ga bareng papa en tanteku waktu itu (aiih, inget ini jadi terharu T.T). Tapi ya kalo kondisinya memang sangat tidak memungkinkan, misalnya kemungkinan utk berantem itu besar sekali, ya sudah gapapa kalo cuma ayah/ibu saja yang datang...cuma menurutku itu sayang sekali.

      Yuk kita kuatkan hati bersama-sama untuk pemulihan keluarga :D Semangat yah Beta...jangan nyerah. Kadang aku jg pingin nyerah karena masalah yg terasa begitu berat. Tapi kemudian diingetin lagi, kalo Tuhan kita itu jauh lebih besar drpd masalah2 apapun :)

      Hapus
    2. Iyahh,, gapapa, biar lebih akrab emang lebih enak manggil nama..:), Aq kul di ITS Surabaya, ngambil jurusan Teknik Lingkungan Nik.
      Makasih buat supportnya yahh,, iyahh,, mari kita sama2 bernyanyi jangan menyerah....*loh kokk..:D
      Btw sebenarnya ada satu hal lg yg dimana latar belakang kita sama, tapi aq agak enggan share dsini, tak share lwt massage fb aja yah, soalny aq kagum ama kamu yg udah bisa menang dlm persoalan tsb, tapi aq belumm, hehehehhe...:)

      Hapus
    3. oalah di ITS to hehe. itu Institut Teknologi Sepuluh November kan? Aku pernah lewat di depan kampus. Gede banget yoooo.... wakakak.

      Oke messagemu dah sampe kok :D really thank you for trusting me sharing your problem. BE STRONG IN GOD yah!!! Tunggu bentar ya, pasti nti tak bales kok :)

      Hapus
  5. Wah nik, tenkiu for sharing this. Ceritanya ampir sama lah with my family, I'm still having a hard time to bener2 ga give up. Sebenernya udah give up sih hehehehe. Udah ga tauuu mo gimana lagi. But to see that pic of ur mom and dad together, aih, jadi keinget janji Tuhan atas my family restoration ;')

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Ci Nelly hehe. Iya, aku pernah baca blog cc soal masalah keluarga juga. Aduuuh pasti berat banget tuh. Cerita keluarga kita kayak di sinetron banget ya hahaha. Yang kutulis ini belum ada apa2nya dibandingkan dg apa yg sebenarnya terjadi. Masih banyak masalah2 parah lain. Gitu deh. Tapi sekarang melihat mereka sudah bisa pulih pelan2, sudah mau en bisa dekatan lagi, sungguh luar biasa. Aku sendiri ga tau kenapa yah kok rasanya lama sekali waktu utk pemulihan keluarga ini, termasuk keluarga cc.... tapi tetap percaya Tuhan sajalah ^^ Tuhan bisa pulihkan kita yang amburadul, pasti bisa pulihkan keluarga kita juga.

      Hapus
  6. Noniikkkkkkk.....*peluk* *speechless* T_T
    Terharu ngebaca ceritamu dan ujung2nya liat foto papah mamahmu yang looks so happy together d^^b Kerennnn, luar biasa pekerjaan TUHAN Non, pasti kamu seneng banget ya...^^
    Tetap berharap Non, TUHAN YESUS melakukan pekerjaan yang besar dalam keluargamu. Semangaaattttt....\(",)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiiiiiih Mbak Megaku cayaank ^^ muah muah. Iya Mbak, aku percaya Tuhan terus bekerja. sekalipun saat ini beneran deh aku gak ngliat apa-apa. Bulan Desember kemarin, ketika lagi doa en saat teduh, aku dengar suara, "I will do something in your family in 2012." Well, aku ga brani klaim langsung itu suara Tuhan. I just kept that in my heart. Eeeeh pas pulang kampung, kabar GA ENAK pertama yg kudengar justru tentang persoalan keluarga huaaaa. Ada momen dimana semua pintu tuh tertutup. tapi yah emang bener sih, ga boleh nyerah. Harus tetap percaya :D

      Hapus
  7. Noniiiiiiiiik, terharu banged sama ceritamu..*peluuuuuuk*

    Suka deh sam foto mama papamu :) aku juga punya cerita ttg keluarga gw, dan sama sepertimu nik, aku percaya Tuhan punya rencana indah buat keluargaku juga :)

    semangat nonik

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiiiiiiiiih Kak Welly!!

      Emang paraaah banget ne programnya iblis ngacak2 keluarga. Persoalan keluargaku tu udah njlimet en ruwet banget. apalagi akar masalahnya. weeeew. Tapi aku percaya dg tindakan iman kita, akan banyak keluarga2 yg dipulihkan & dimenangkan. Terus aku melihat akan ada banyak orang bersaksi, dan iblis pun lari ngibrit....ngacir.... wahahaa. Karena dia dikalahkan oleh Darah Anak Domba en kesaksian kita :D

      Hapus
  8. Halo nonik,

    Jadi pengen nulis tentang bokap juga deh, agak terharu baca tulisan mu hohoho

    aku pernah bahkan terlalu sering denger case yang model begini nih hehe, bahkan masih harus mendoakan 1 keluarga yg saat ini kayanya keadaannya hampir sama dengan apa yang kamu alami waktu dulu :p dan yang paling-paling adalah, ya kita sama -- sama-sama pernah tersakiti oleh orang tua *ouccchhh haahaha

    waktu aku pertama kali ketemu ama TY, langsung dijanjiin ini:
    Kisah 16:31, Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
    Pegang itu aja, Hasilnya dahsyat loh :)
    Semangat !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiii Bang Frits :) Iya aku juga pegang janji Tuhan di Kis 16:31!! Keluarga Abang gimana?? udah breakthrough ya? haha... ayo tulis kisahnya Bang! ^^ thank you so much for your prayer yaaa.... :)

      Hapus
    2. Puji Tuhan, udah ditulis kok sebagian tentang keluarga ku..
      nih sepenggal kisahnya ada disini http://fritsstirf.blogspot.com/2012/02/ini-lanjutan-postingan-saya-yang.html
      Semoga semakin menguatkan yah hoho
      Cheers
      :D

      Hapus
  9. Hi Nik :) Aq lupa tepatnya kapan, yang pasti udah lewat, but God put in my heart to pray for you and your mum, about your deepest need for a Mum's love cos you hardly experienced it, and that's very hard for you, extremely hard. The one that came to me was to pray about how you treat your mum since our children will learn how to treat us, as a woman and as a mum, from the way we treat our own mum, who is their grandma :) I dont want to tell you that i prayed about you actually soalnya koq kesannya gimana gitoe..., tapi baca postingmu yang ini, i think...maybe i should tell you...but i myself am not sure that telling you is right or not. kalau salah, aq minta ampun sama Tuhan. kalau benar, puji Tuhan hehe
    God bless!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ..... "___"
      SPEECHLESS!!!

      Gak telat kak.... thank u banget yaaaa :'D oh God, how You love me so much T_____T

      betewe Kak, aku benar2 tersentak baca kalimatmu yg ini: that our children will learn HOW TO TREAT US, AS A WOMAN AND AS MUM, from THE WAY WE TREAT OUR OWN MOM, WHO IS THEIR GRANDMA. Ya Tuhan, benar2 menyadarkanku sekali kata2 ini.... really shocked when i read this. I really thank you for your concern. Oh, really really thank you!!!

      Hapus
  10. Nikkk.. Sungguh sebuah postingan yg mengharukaan :')

    Beberapa poin dariku:
    1. Tanpa pengalaman pahit dlm hidup kita, kita nggak akan bisa jadi kita yg sekarang
    2. Setuju banget, bahwa let's not judge, let's say less and do more. mari nyatakan iman kita & Kasih-Nya melalui perbuatan kita dlm hidup sehari2, dan biarkan mereka yg melihat & menilai. Betapa membahagiakannya bila org mjd percaya karena mereka melihat perbuatan kita sbg anak2 Tuhan, dibanding sekedar gembar-gembor ttg Tuhan tp kelakuan kita nggak mencerminkan itu semua (anak Tuhan kok begitu kelakuannya). Ttg ini, aku sendiri jg baru aja diingetin lg sama seorang temen & lg dalam proses pembelajaran jg :)
    3. Foto2 papa & mamamu luar biasaa!! Buat kita yg cuman tau ceritanya aja rasanya luar biasa bgt, kyk ci Shinta clg, "dr mau bunuh2an ampe duduk samping2an", ampe pelukan pula! It's amazing & it's definitely a miracle.. Nothing is impossible for Him :')
    4. Setuju banget, Nik, cintailah orang tuamu (dan orang2 di sekitarmu) selagi bisa. Show them that you love them & really care.. Words do matter :)

    Beautiful post from you, Nik.. Semangat yaaa! Peluuuukkkk!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiiiiiiiiih Sylviaaaaaaa :D peluk peluk peluuuuuuuuuuuuk jugaaaa hehehe. really really thank you :')

      Benar sekali bahwa orang2 lebih melihat kelakuan kita drpd perkataan. menurutku dampak dari perbuatan kita JAUH LEBIH BESAR drpd apa yg kita gembar-gemborkan. Pernah baca novelnya Jodi Picoult yg judulnya "Sing You Home"? itu bagus banget tuh. really really good novel. Wlpun cuma novel, tapi kisahnya bener2 seperti nyata. Tentang pernikahan seorang lesbian yg pingin ngadopsi anak, tapi ditentang oleh masyarakat, dan mereka sampe bawa2 Tuhan. pasangan lesbian itu smpe dikata-katain, didemo, dbilang hidup dlm dosa lah, menyimpang lah, masuk neraka lah, dll. Aku aja yg baca sampe bisa merasa sedih n bersimpati sekali :'( perkataan itu terbukti bukan memenangkan mereka, tapi justru membuat mereka semakin anti dg kekristenan.

      Hapus
  11. saaa gw baca ini bener2 berkaca2. bener2 yah sa.. semuanya under God's grace bgt..
    thanku banget uda posting'in ini.. tho lu nunggu 14 taon dari yang awalnya mau bunuh2an sampe skr yg saling rangkul.. its all paid offff yahh..
    huaa tetep semangat ya sa dan jangan lelah nunggu janjiNYa Tuhan.
    Truly believe, He allow this to happen. untuk biar lu bisa share and become a living testimony.. kalo louisa perfectly healed by God's grace ALONE..
    hugss

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaaaaaaa Aniiiiiiiiiii... lu bilang gitu gue jadi terharu juga neeeh T_____________T thank you banget yaaa....

      iya gue kudu tetep semangat, gak boleh give up. Kalo gue lagi keserang pikiran2 jelek, ya jujur sih gue down lagi. Tapi kalo inget FirTu di Ibrani yg bilang, "...bahwa sekalipun TIDAK PUNYA DASAR UNTUK BERHARAP, Abraham tetap berharap dan percaya..." itu gue jadi dikuatin lagi :)

      Hapus
  12. membaca ini = bikin pengen pulang cepet T_T..hahahahha...
    cemunguttt!!!
    tp hebat bgt yah ehmmm progressnya dari yang dulu kepahitan terus ampe jadi kyk sekarang udah baik udah mau poto2 brg gitu..yah meskipun blm balikan sih, tp it was great progressnya...

    rata2 aku liat yg kayak gitu blm bisa lho jadi baikan lagi gt..sodaraku ada, yah..masih kayak keadaan mamimu dululah, suka sembunyi2 nengokin anak, hubungannya juga msih ga baik gt ama ex-husband nya..kayak masih musuhan..
    kalo aku mikir sih kasihan anaknya yah..thx God sekarang anaknya udah kenal Yesus sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ini Silvy sapa ya? Silvy Oliviana anak TI Unpar? hehehe. thx u Sil.

      Wah, dari komenmu di atas, aku jadi bersyukur banget kalo hubungan ortuku bisa baik lagi, wlpun sebenernya jg masih ada masalah yg mengganjal di antara mereka berdua. Iya, kasian anaknya. Ga enak bgt yg namanya ketemuan tu harus sembunyi2. Aku pernah di posisi itu soale. Doakan saja biar keluarga mereka, en juga keluarga2 lain boleh diselamatkan & dipulihkan...

      Hapus
  13. kisahmu sungguh ispirasi bangt buatqu. aku kagum ama kamu yang bisa terbuka akan masa lalumu dan pulih. tetap semangat ya nonik.

    BalasHapus
  14. ci noniiiiiiikkkk.... aku pengen nangis banget pas baca postingan ini T_____________________T huaaaaaaaaa.....
    ci aku juga sempet ngerasain hal yang sama dimana, kadang aku juga suka marah sama ortu.... kadang pendapat kita emang gak sama... suka nangis sendiri kalo inget :'(

    BalasHapus
  15. I blog often and I genuinely appreciаte уour
    informatiοn. Thе aгticle has truly ρeaked mу interest.
    I am going tο boоkmaгk youг website anԁ keеp cheсkіng fοr
    neω infогmаtion about once а week.
    I ѕubscribed tо youг Feed too.
    my web site - what is the best way to win back your ex

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^