About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Rabu, 08 Februari 2012

Exploring Myself

Hola holaaa ^^ sesuai janji saya beberapa hari sebelumnya, saya mau post soal diri saya sendiri sesuai dg pertanyaan2 yg ditanyakan hihihi. Bukannya narsis loh! This post is merely to know more about myself, to let my blog's readers know me better and deeper :) Tadinya saya bingung gimana cara jawabnya, akankah disusun secara kronologis, atau sesuai urutan pertanyaannya aja? akhirnya daripada pusing2.... ya udah deh saya jawab sesuai urutan aja hehe.
1. What is the biggest thing that God is working on you? (dalam hal personality & character).

    Well, ada 3 sifat besar yang saya rasa Tuhan ubahkan sangat besar dalam hidup saya, dan masih berlangsung hingga sekarang.
Yang pertama adalah sifat iri hati en self pity. Dulu sebelum kenal Tuhan Yesus (TY), hadoooh saya orangnya sering banget iri liat orang lain berhasil. Mulai dari dapet nilai yang lebih bagus dari saya, jadian duluan, pergi ke luar negeri, dll. Pokoknya serba ngiri. Dan yah of course sifat iri hati itu menjadi penyakit di hati, yang bikin muka saya jadi kecut. Jelek dah.... Soal self pity, saya gampang untuk duduk mengasihani dan meratapi diri. Merasa diri lebih rendah daripada yang lain, merasa sangaaaat jelek, dan beberapa kali terpikir untuk bunuh diri karena saking frustrasinya dengan situasi yang ada (keluarga broken home, desperately looking for a boyfriend, etc. Parah kan!!). Kalo ada sistim raport, saya pribadi menilai sifat ini mendapat nilai 8 hehe :) sudah bisa diperbaiki. Saya masih punya keinginan untuk memiliki/mengalami apa yang orang lain miliki/alami (hal yang baik2 loh yah), tapi tidak sampai menjorok ke yang namanya dengki dan iri hati berkepanjangan ato self pity terus2an. Saya sekarang akan lebih meneliti baik-baik, apakah apa yg dia miliki/alami itu juga sungguh ingin saya miliki/alami? kenapa? apakah itu memang sesuai dan baik untuk saya? Jawabannya sih lebih sering TIDAK daripada YA. Ternyata, hal lebih baik yang dialami/dimiliki orang lain itu tidak saya inginkan terjadi dalam hidup saya. Ato kalo enggak, ya ternyata saya tidak memiliki kapasitas/potensi/sama sekali ga ada minat untuk mencapai hal tersebut. And the most important is, I really learn how to depend myself totally on God, and not on either other people or my own achievements. 

Nah, spesifik yg tentang self-pity itu, dulu saya orangnya jg sangaaat pemurung. Jarang senyum. Ini setidaknya terjadi sampe SD-SMP. Mungkin teman2 yg kenal saya lewat facebook dan blog, you see me as a very cheerful & happy person. Yes i am ^^ Tapi dulu enggak. Maksudnya, dulu saya juga bisa gitu ketawa2 sama teman2, juga mudah beradaptasi dg lingkungan baru, en quick in making new friends. Tapiii...ya dulu kan belum kenal Tuhan. Jadi kalo ada masalah dikit tuh gampang tersinggung, gampang sedih, suka nangis sendiri. Merasa diri ga berharga lagi dll. Naah, sekarang beda :) Because I know Him & have Him in my heart, jadi ya gembiranya adalah gembira yg memang dari Dia. Benar2 sukacita lah. Saya yg dulunya pemurung, sekarang menjadi anak yg bisa bersukacita setiap waktu because of Him, not because of my friends or my feeling.

Sifat kedua adalah sifat yang tidak sabaran. Dulu, saya ini super duper sangat tidak sabaran. Semua2 pokoknya pingin cepet, cepet, cepet. Harus sekarang!!! gak mao tahu pokoknya sekaraaaang. Yah sampe sekarang, sifat ini masih tersisa hehe :") tapi pelan-pelan dikikis sedikit demi sedikit. Sifat ini ini yang paling kerasa pembentukannya. Jadi, selama benar2 ngikut Yesus ini saya cukup sering mengalami yang namanya penundaan. Tidak semua sesuatu dan keinginan saya bisa dipenuhi dg cepat seketika itu juga. Saya sangat belajar yang namanya proses, menunggu, menanti. Justru dalam pembentukan sifat inilah, saya sangat sangat belajar untuk mengandalkan hanya pada Tuhan saja, bukan pada kepintaran, kekuatan, apalagi kekayaan saya. Contohnya, pas proses acc sidang skripsi kemarin hehe. Kenapa sih saya ga bisa langsung dapat tanda tangan dosen?? kenapa harus dipending dulu 2 minggu? tapi, bila menengok ke belakang, sekarang saya bersyukur Tuhan izinkan saya harus menunggu 2 minggu dulu. Kalo tidak, well, saya akan dengan mudahnya merasa itu sudah seharusnya dan sepantasnya karena usaha saya sendiri.

Proses ini sangat gak gampang.... ya iyalah kan watak saya tadinya ga sabaran banget. Dan sifat ini merembet/membawa sifat2 buruk lainnya, seperti suka tergesa-gesa dan ceroboh (sering lupa bawa barang, taroh barang sembarangan en lupa itu ditaroh dimana, dll). Selama dibentuk, hmmm rasanya tak terhitung berapa kali saya memberontak dan teriak2 di dalam hati. Sakit sekali, tapi buahnya ya memang manis hehehe. Jadi ingat ayat di Ibrani 11:1-15, bahwa kita itu tidak boleh menganggap remeh didikan Tuhan, dan jangan putus asa apabila diperingatkanNya. Karena Tuhan menyesah orang yg diakui-Nya sbg anak, dan Ia menghajar orang yg dikasihi-Nya. Pembentukan sifat ini masih berlanjut hingga sekarang.

Sifat ketiga, adalah sifat feminin! Hehehe. I grew up as a kid without a mom. Jadi, kira2 sampai umur 18 tahun itu saya gatauuu gimana caranya bersikap layaknya seorang anak cewek yg baik. Saya lebih ke arah tomboy. Don't get me wrong, saya ga pernah potong rambut cepak kaya anak cwo. saya juga ga anti pake rok. Tapi dandanan saya sebagai cewek kurang pantas, ga rapi, asal2an, dan terkesan selebor/enggak banget gitu deh.

Praise the Lord, Tuhan itu memang sangat baiiik... He provides me with good, fear-of-God, adult women who helped me a lot, in many aspects of my life growing up as a woman. Mulai dari tante-tante, cici-cici di gereja, friends of family, my girl friends, mereka membantu saya bagaimana untuk lebih bersikap & berdandan seperti cewek (of course I still have my own style in make up). Selain lewat orang, saya juga banyak belajar hal-hal baru dari buku. Mulai dari seri Chicken Soup for the Soul, buku2 tentang BGR (boys girls' relationship), dan novel2 inspiratif serta serial keluarga (seri Laura Ingals Wilder is one of my topmost favorite!!).


2. Adakah buku bagus yang kamu referensi? Dan mengapa?
    Good question!! Hehe. Tahu aja yah saya suka baca. Kalo boleh, saya ingin cerita dikit. Sejak kecil, saya ini sudah sukaaa sekali baca. I don't know how and when did it begin to start, but i must say that i owe a world to my mom. Saya memang tumbuh besar tanpa mama, tapi saya bersyukur bisa memiliki mama hingga umur 7 tahun. Dan sejak kecil sekali, mama sudah didik saya untuk mencintai buku. Buku, buku, dan buku. Umur 4 tahun, saya sudah bisa baca tulis dengan lancar hehehe *bangga :p* Sebelum tidur, mama pasti bacain saya cerita dongeng. Biasanya sih diambil dari majalah Ayah Bunda. Di halaman tengahnya tuh ada bonus cerita untuk anak-anak. Tiap kali papa saya pergi, saya pasti minta dibelikan oleh-oleh buku cerita. Jarang sekali saya minta oleh-oleh baju. Kemudian, saya juga demen banget baca majalah Bobo. Saya langganan majalah itu sampe umur 11 tahun kalo gak salah. Aiiih Bobo.... Bobo.... how i miss those moments! Di rumah, saya punya perpustakaan ini saking banyaknya buku yg saya koleksi, dan semuanya masih dalam keadaan bagus meskipun banyak yg tidak disampul. Buku2 koleksi saya itu berupa: kumpulan dongeng, cerita rakyat (dari setiap propinsi ada loh), cerita serial anak-anak bergambar dari berbagai seri (yang bukunya kotak-kotak en full color ^^), cerita bahasa Inggris, cerita rohani untuk anak-anak, majalah Bobo, kumpulan dongeng Bobo, kumpulan cerpen Bobo, komik Conan, cerita teenlit (tapi sekarang dah ga suka teenlit), sampai cerita yang kesannya murahan (no offense!) pun ada hehe. Kelas 4-5 SD, saya buka penyewaan buku. Dulu jasa pinjamnya masih murah, Rp 100 sampai Rp 1000 untuk 3 hari, tergantung dari tebal bukunya. 



Kecintaan saya akan buku terbawa terus sampai saat ini. Kalo  bahasa lebaynya, saya lebih senang blanjain uang untuk beli buku daripada beli baju dan make up. Saya sendiri mulai bisa dan pake make up itu baru-baru ini loh, ketika umur 21 tahun! Semakin bertambah umur, bahan bacaan saya makin berat hehe. Tapi sampai detik ini, saya tetap suka nongkrong di Gramedia dan baca buku dongeng anak-anak hingga berjam-jam. Dongeng anak-anak begitu penuh imajinasi dan saya sangat menyukainya! Itu adalah penghibur saya dikala saya stress. 


Jadi, buku yang saya rekomendasikan itu cukup banyak.... ini beberapa di antaranya:


a) novel-novel Jodi Picoult. Menurut saya novel2nya bagus sekali dan sangat kritis, misalnya membahas soal kode etik rumah sakit, moral, humanity, homoseksual, penyakit autisme, dll. Memang ada bagian yang saya tidak setuju dengan pendapatnya, tapi overall kisah2 yg ditulisnya itu benar2 eye opening & sangat membuka wawasan kita akan hal-hal baru. Kita jadi bisa lebih mengerti akan sesuatu hal, tidak lagi asal tuding ini benar dan itu salah, tapi juga benar2 memahaminya mengapa ini benar dan itu salah. 



b) Garis Batas, karangan Agustinus Wibowo. Ini kisah seorang backpacker Indonesia yang jalan2 ke negara2 Asia Tengah & Selatan: Afghanistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kazakhstan, Kirgiztan, Uzbekistan. Baguuuuus buanget bow. Apalagi saya anak HI jadi buku ini saya banget hahaha.


c) Selimut Debu, karangan Agustinus Wibowo juga. Ini khusus tentang cerita di Afghanistan: gimana kehidupan disana, ritual, budaya, adat istiadat, sistim politik, kenapa wanita memakai burka, dll.


d) novel Laura Ingals Wilder, seri the Little House in the Prairie. aduuuh ini buku amazing banget lah, benar2 contoh keluarga idaman....



e) novel serial Anne of Green Gables. 

f) novel non-fiksi karangan Tory Hayden, seorang psikolog yg menangani anak2 bermasalah. Judul ceritanya seperti Sheila; Venus; Jade, Gadis Hantu; dll. 

g) komik Candy-candy. Saya bukan orang yang suka komik, tapi Candy-candy adalah pengecualian!! Komik yang saya baca selain Candy-candy adalah Conan dan Doraemon hehe. 



3. Kenapa sih masuk jurusan HI (Hubungan Internasional)?
    Alasan pertama dan terutama, karena saya sangat suka berinteraksi dengan orang-orang asing dan belajar bahasa asing. Di telinga saya, bahasa asing itu enak sekali kedengarannya di telinga. Dulu saya bisa bahasa Prancis dan Jerman, belajarnya otodidak :p tapi karena ga pernah dipake, ya sekarang udah ga bisa lagi. Ilang :( Sekarang, selain bahasa Inggris, saya masih terus belajar bahasa Mandarin & Jepang. Pelajaran favorit saya dari SD-SMA adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris saya ga pernah dapet nilai kurang dari 9 wahaha. Dulu saya sering ikut lomba debat dan sering dimintain bantuan oleh teman-teman :)


Selain itu, dulu saya juga pingiiiiiiiiin banget jalan-jalan ke luar negeri. Dulu saya orangnya benci setengah mati sama Indonesia, dan kalo bisa pingin hidup & tinggal di luar negeri, syukur2 jadi WNA sana. Tapi ini cerita lain lagi sih hehe. Makanya, sejak kelas 2 SMP, saya sudah tahu saya ini pingin masuk HI. Gila kan, dari kelas 2 SMP saya sudah tahu mau masuk jurusan apa hehehe. Dan ketika kelas 3 SMA, di saat semua teman lagi pada bingung mau pilih jurusan apa, saya sih anteng2 aja coz tau pasti saya ingin masuk HI!! Jujur saja, cita-cita saya pingin masuk HI adalah biar bisa jalan2 ke luar negeri wekekek.

Ketika masuk HI, saya agak kaget karena ternyata belajarnya itu tentang politik. Tapi gak kaget2 amat sih, karena ternyata saya juga sangat enjoy di kuliah. HI itu belajarnya umum. Politik, kebijakan luar negeri, ekonomi, hukum, sosial budaya, filsafat, itu harus tahu dasar2nya. Dan disini, bahasa inggris itu mutlak harus bisa, setidaknya yang pasif lah. Karena hampir semua teks book itu using English. Di HI, saya banyak ketemu dg berbagai macam orang dari berbagai latar belakang dan kebudayaan pula. Terus juga banyak belajar soal event-event yang berbau-bau HI, seperti studi kedutaan (kita mengunjungi kedubes2 negara lain di Indonesia dan Kementerian Luar Negeri), praktik diplomasi (prakdip) yang pernah saya ceritain di post bulan Nov 2011, INTREX (International Relations' Expo), broadcasting in course (kita belajar tentang media, gimana cara jadi reporter, kameramen, dll dan mengunjungi stasiun tv. Dulu sih gue ngunjungin SCTV), excursion study (kita jalan-jalan ke luar negeri, tapi sama belajar soal sistim politik-eko-sosbud disono plus ke kedubes Indonesianya), Pertemuan Nasional Mahasiswa HI se-Indonesia, lomba-lomba debat ala Model United Nations, dll. 


Waaah banyak sekali event2nya. Dan saya sangat sangat enjoy, karena from the very beginning I already know that this is what I want. Saya bersyukur, selama 3,5 tahun kuliah, saya terlibat aktif di dalamnya. Tidak sia-sia uang yang papa keluarkan! Memang sih, HI kelihatannya lebih gampang en lebih enak dibandingkan jurusan lain, seperti misalnya arsitek, teknik, dan ekonomi. Tapi tetep aja ada mahasiswa yang drop out, mereka masuk HI karena terpaksa, ga ada pilihan lain, ato cuma nganggap namanya keren doank hehe. Dan banyak juga tuh yang setelah 3,5 tahun di HI, tapi tetep blank kalo ditanya soal HI :p 



Akhirnya.... cita2 saya biar bisa ke luar negeri kesampaian gak? Gak sepenuhnya. Selama kuliah, saya cuma ke luar negeri 2x, yaitu ke Jepang dan Singapore. Kalo mau baca, silakan baca di laman "Travelling" di atas :) Dan itu semua, saya bisa pergi karena mujizat Tuhan hehe. Ceritanya ada di arsip bulan Maret 2011, judulnya "God's Plan on Me" (lagi males pasang link-link nih =.=). Sebenernya ada banyak kesempatan bagi mahasiswa HI untuk pergi ke luar negeri, tapi kan budget saya terbatas, jadi ga semuanya bisa diikuti. Pengalaman saya ke luar negeri tidak sebanyak teman2 lain yang berkantong tebal hehe. Tapi walopun saya ga banyak pergi ke LN, pelajaran yang saya dapatkan selama belajar HI banyak sekali. Ga cuma soal akademik, tapi juga kehidupan berorganisasi dan bersosialisasi. Oh ya, sekarang saya sudah ga benci lagi sama Indonesia. Saya justru semakin mencintai negeri ini hehe.



4. Dari 4 tipe kepribadian: koleris, sanguinis, pregmatis, dan melankolis, yang manakah tipemu? dan kenapa?
    Hmmm. Sebenernya 4 tipe kepribadian ini masih berlaku en valid gak sih? Hehe.
    But if i have to answer, my answer would be: CHOLERIC. Yup, i am a very choleric person! Sebelumnya, kita samain persepsi dulu ya hehe. Gambarannya, 4 tipe kepribadian tsb adalah seperti ini:


a) koleris= Gue gak mau tahu, pokoknya lu harus dateng jam sekian di alamat ini. Titik!
b) sanguinis= Besok kalo bisa dateng yaaaa ^^ Kita ada acara ini loh... Ditunggu kedatangannya.... :)
c) plegmatis= Ya terserah lo aja sih. kalo mau dateng ya ayok, kalo enggak ya gapapa.
d) melankolis= Dateng dooonk.... plis plis dateng laaaah T___T yayayaya?? (kalo keinginannya ga dituruti, kemungkinan besar akan ngambek or sedih sendiri hahaha).


Dulu, sebelum kenal TY, saya tuh tipe yang sangat melankolis dengan sedikit sanguin. Tapi, entah kenapa tipe saya sekarang adalah koleris-sanguinis, dengan koleris yang dominan. Dalam hal-hal yang saya kuasai, saya selalu berinisiatif untuk memimpin (tapi kalo bidang itu ga saya kuasai, saya akan menyerahkan posisi pemimpin ke orang lain yang lebih ngerti hehe. Contoh paling gamblangnya: desain!). Otak saya dipenuhi ide-ide dan konsep baru: ini seharusnya begini, bukan begitu. Ini tidak boleh begini, harus begitu. Dst. Dalam hal-hal kecil, saya orang yang cepat untuk bertindak dan mengambil keputusan (jeleknya ya itu, sifat ga sabaran masih ada di diri saya >.<). Saya paling ga tahan kalo ngadepin orang yang lelet en tidak bisa mengambil keputusan. (Bukan berarti saya orangnya termasuk gampang ambil keputusan, enggak juga sih. Malah kadang....saya ini orangnya plin plan juga hehe.) To be honest, I prefer to work individually rather than in a group, n i prefer to have things work according on my way. Saya orang yang mudah untuk memulai sesuatu tapi agak sulit untuk menyelesaikannya hehe :p Saya orang yang on time, bahkan before time alias hampir selalu datang sebelum waktu perjanjian. Saya sangat ga suka dengan orang yang ngaret, apalagi molornya sejam!! Duh. 



Sepintas being a choleric memang baik, tapi tetap ada sifat-sifat saya yang terus dibentuk oleh The Almighty God. Sampe sekarang, saya belajar untuk sabar menghadapi orang lain, terlebih mereka yang tidak mengerti hal2 yg saya mengerti. Saya belajar untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan. Saya juga belajar untuk TENANG & DUDUK DIAM DI HADAPAN TUHAN!! Hahahaa. Banyaaak deh.



Karakter sanguinis memudahkan saya untuk bergaul dan berteman dengan orang2 yg baru hehe. Tapi gini-gini, saya masih ada sedikiiit melankolis. Kalo saya lagi menghadapi masalah, atau hal yang sangat menyesakkan saya, saya bisa nangis sampe tidur. Nangis sambil berdoa, en mikir kok bisa begini-begitu ya.... Sedangkan sifat plegmatis bisa dibilang hampir tidak ada! Saya bukan tipe orang yang cuek membiarkan masalah lewat tanpa diselesaikan. Jadi, kadang2 saya ngiri sama orang yang tipenya cuek. Soalnya mereka ga gampang stress sih hehe. Yang sudah berlalu ya biarlah berlalu, ngapain dipikir sampe berlarut-larut. Sedangkan saya bukan tipe orang yang luweh-luweh. Kalo ada masalah, ya ayo kita bicarakan, kita duduk bersama. 



Bila dirinci, maka kadarnya adalah: koleris 50%, sanguinis 30%, melankolis 15%, dan plegmatis 5% hahaha.



5. Apa bahasa kasihmu?
    Word's affirmation alias kata-kata! Hehe. Ini juga sudah pernah saya tulis di post sebelumnya.... cuma lupa dimana :p (lagi males nyari nih). Saya orang yang sangat menghargai setiap perkataan & ucapan dari orang lain. Jadi kalo ada yang memuji, menghibur, dan menyemangati saya, sekalipun itu lewat media elektronik, itu sangat berarti buat saya ^^ Tapi kalo ada yang mencela, menjelekkan, mengkritik, atau membicarakan saya di belakang, sekalipun itu hanya berupa tulisan, itu sangat menyakiti hati saya.... Sakit laaah. Ngejleb banget, dan itu saya bisa kepikiran berhari-hari. 


Sebaliknya, saya sendiri mengekspresikan bahasa kasih kebanyakan dengan kata-kata :) Yah, beginilah anak HI. Kudu bisa pinter ngomong dan berdiplomasi hehehe. Jangan khawatir, saya kalo muji or kagum sama orang, tulus kok. Kalo ga ada yang bisa saya katakan, biasanya saya diam.


6. Apa visimu?
    Well, ini sesuatu yang masih terus saya gumulkan hingga sekarang. Saya memang sudah dapat visi/gambaran dan tujuan apa yang ingin saya kerjakan di hidup ini, tapi saya juga terus menggumuli dan mendoakannya. Benarkah ini visi yang Tuhan taruh? ato hanya ambisi2 saya semata??
    
Visi saya adalah: menjadi wanita yang berdampak bagi masyarakat, terutama di generasi mudanya :)



Kalo dirinci lebih spesifik, untuk jangka menengah-panjang, saya ingin balik ke kota asal saya, Purworejo, dan mengembangkan kota itu. Salah satu cara/misinya adalah dengan bisnis, atau dengan wirausaha sendiri. Dan saya ingin, bisnis ini akan bisa memberkati dan memberdayakan orang banyak.


Naaah lo, "aneh" kan hehe. Background saya itu HI, harusnya kerjanya juga berbau-bau luar negeri kaya Mbak Mekar Andaryani Pradipta wekekek :p Tapi entah kenapa, I feel a strong urge, a strong pulse inside me to do my own business and to develop it. Ini saya dapet juga bulan November 2011 kemarin, yang sudah saya tulis di post sebelumnya. Ketika dapat visi itu, gambarannya sudah jelas sekali, yah ibarat J.K. Rowling sudah tahu ceritanya Harry Potter dari awal sampai akhir hehe. Tapi saya tahu, perwujudan visi itu sama sekali gak mudah. Bisa butuh waktu tahunan untuk mewujudkannya. 


Saya benar2 mendoakan ide bisnis ini. Tiada hari tanpa saya bertanya ke Tuhan, "Tuhaaan, bener nih ini yang Engkau mau?? Gimana Nonik bisa tahu? gimana Nonik bisa yakin kalau ini dari-Mu??" Saya tahu bahwa dengan berbisnis pun, kita bisa memuliakan  Allah dan memperluas kerajaanNya. Tentunya dengan bisnis yang berdasarkan biblical value, bukan bisnis kotor. 


Saat ini, program bisnis saya sedang berjalan hehe. Status saya memang masih pengangguran, tapi sebenarnya saya tidak berdiam diri. Saya tetap bekerja! (bedakan istilah "work" dengan "job" disini). Saya juga tetap apply ke beberapa perusahaan, tetapi saya ga bisa langsung ambil or terima seenaknya. Saya harus tahu dan memikirkan betul, apakah bekerja di perusahaan ini, bisa membantu mewujudkan visi saya atau tidak? Kalo tidak, then I will decline it. Tapi kalo iya (at least berhubungan), I will take the job and learn something from it hehe. Yah itung2 sambil belajar lagi, cari ilmu, tambah pengalaman, en kumpulin modal wakakak. Karena itu, penting bagi kita untuk benar2 tahu apa panggilan dan rencana kita ke depan. Jangan semua lowongan dimasuki, dan jangan kita asal terima pekerjaan. Ada yang lebih penting daripada uang, yaitu lakukan visimu!! Saya tidak bilang itu mudah. Saya sendiri pernah ngrasain yang namanya kepepet karena butuh duit en rasanya pingin samber semua tawaran kerja yang ada. Tapi dengan benar2 mengetahui apa yang ingin kita lakukan, arah dan tujuan hidup kita juga akan lebih jelas hehe. Ada hal lain yang saya kejar, dan itu jauh lebih penting dari uang hehe. 


Saya sendiri terkaget-kaget menemukan bahwa sebulan terakhir ini, saya begitu tertarik untuk membaca buku-buku tentang bisnis dan ikut seminar2 bisnis. Saya banyak bertanya dengan kakak2 kelas (baik di gereja maupun di luar gereja) soal bisnis. Saya terkejut, karena ini berbeda sekali dengan jurusan yg saya ambil! Padahal dulu, sama sekali tidak pernah terpikir di benak saya untuk menjadi seorang business women. Saya termasuk yang anti dengan seminar-seminar soal bisnis. Makanya saya kaget ketika tahu, mengapa tiba-tiba saya jadi tertarik ke arah bisnis?? Sekali lagi saya bertanya, "God, is it what You want?" tapi saya tetap terus melangkah. Tuhan itu memang ajaib hahaha ^o^ Walopun bisnis mungkin ga berbau-bau HI banget, tapi saya tetep gak nyesel belajar HI loh :) 


Oh ya, btw, saya ada ide wirausaha apa? tentang yang itu, maaf saya belum bisa share disini hihihi.


7. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahanmu?
    Tidak mudah bagi orang untuk benar2 mengetahui apa kekuatan dan kelemahannya. Saya sendiri menemukan dan mempejari diri sendiri secara betul-betul itu butuh waktu lebih dari 1 tahun hehe. Bisa dibilang, selama kuliah ini saya terus menggali-gali, apa kelebihanku? apa kekuranganku? Dan ini masih akan berkembang lagi, ke arah yang lebih baik tentunya :) Bila dirinci, kira-kira begini:


a. Kelebihan & Kekuatan: 

---> rajin, ulet, tekun, loyal 
- responsible
- easy to make new friends, approachable
- able to see the things that others don't see
- good in learning foreign languages and cultures
- have a deep interest in learning something new
- cepat bertindak
- strong in making essay, especially the argumentative ones


b. kekurangan:
- gak sabaran (hahaa!)
- terkadang bimbang dan ragu untuk melangkah, merasa takut untuk memulai suatu hal.
- kadang suka moody. Kalo lagi males, ya males deh....
- plin-plan 
- ceroboh, masih suka naruh barang sembarangan, kadang juga suka lupa bawa barang hehe.



8. Siapa orang yang paling berpengaruh dalam hidupmu? dalam hal apa?
    Ada banyak sekali orang2 yang berpengaruh dalam hidup saya. But if i have to choose one.... then I would pick Ci Henny. Ci Henny itu cici angkatku. It's really a blessing to know her and to have her in my life.... Saya kenal dia sejak saya umur 11 tahun. Dia sangat berpengaruh dalam kehidupan saya, dalam hal sebagai ibu pengganti. It's true, she's been like a surrogate mother to me. That was a crucial time in my life, when I was entering a pre-teen phase and looking for a role model. I really didn't know how to deal with pre-teen's stuffs at that moment. How to buy bras, how to deal with my first period, etc. I need someone to whom i can share my thoughts, my fears, when i had a crush on a boy, etc. Someone who is more than just a best friend. And there she comes.... filling the emptiness in my heart. I found myself so attached with Ci Henny, pokoknya gamau pisah. Kalo kita pisah pasti akunya nangis en pingin cepet2 ketemu dia lagi haha. Padahal, kami berbeda 10 tahun. One thing that makes me so easy to get close to her, is that her face is kind of similar with my mom's. For a glance, we also have the similar look hehe :p 



Dulu saya tidak tahu kenapa saya bisa begitu dekat dengan dia dan kenapa begitu sangat membutuhkan dia. Saya sampe parno sendiri, mikir yang enggak2, jangan-jangan saya ini lesbian.... As I grew up, i finally found the answer. It's not because I am a lesbian (ya iyalah!), but that I was so desperately cling on to her and consider her as my own mom. In my mouth, i'd say that she's my sister (and she is, until now). But deep in my heart, I expect her to take the role as a mother to me. I put such a huge expectation on her, which of course she could not fulfill all of it. Many times she failed me, and I got so disappointed at her. There were times when we were in a fight.


Sekarang sih sudah gak lagi. Hubungan kami udah seperti sisters pada umumnya. Kami sudah saling terbuka satu sama lain and saling sharing apa yang ada di hati masing-masing. My sister got married a month ago, on January 7, 2012 :) 



Thank you sis, for having you in my life.... 


9. Siapa tokoh Alkitab favorit selain Yesus, dan kenapa?
    Hmmm. Susah sih buat milihnya hehehe. But then again, I would pick Ruth. Why Ruth? Because she's a woman worth to look upon. Karakter Ruth telah banyak dibahas, yang paling terkenal adalah di buku Lady in Waiting. Pertama kali baca buku itu, saya sangat tercengang dan kaguuuum sekali. Banyak hal-hal dan pandangan baru yang dibukakan di benak saya. Karakter Ruth, sungguh berbeda dengan saya. Ruth adalah orang yang sangat sabar dan taat, sedangkan saya? Well.... sangat tidak sabaran hehe. Dan untuk taat, ya bisa sih, tapi seringkali saya lakukan dengan menggerutu dan bersungut-sungut T.T Karena itulah, saya sangat kagum dengan sosok Ruth ini. 



Salah satu bagian favorit saya dalam cerita Ruth adalah ketika Naomi menyuruhnya untuk duduk menanti dan berdiam diri sajalah, dan Ruth mematuhinya. Saya mencoba membayangkan apabila saya ada di posisi Ruth. Weleh, kok kayaknya susah ya disuruh untuk berdiam diri?? Saya mah pasti akan bergerak ngalor ngidul, melakukan apa yang saya inginkan dengan cara sendiri. Tapi Ruth tidak, ia patuh dengan nasihat ibu mertuanya, dan ketaatannya itu membuahkan hasil yang manis sekali. Ada 2 hal yang membuat saya sungguh kagum dengan Ruth:


a) Ia adalah wanita Moab, bangsa yang beberapa kali perang dg Israel. Meskipun begitu, ia memutuskan untuk mengikuti ibu mertuanya: hidup di tengah2 bangsa Israel, mengikuti adat istiadatnya, bahkan menyembah YAHWEH, Allah Israel. Saya percaya, pasti sungguh tidak mudah bagi Ruth untuk melakukannya. Apa kata ibu Ruth sendiri? Pilihan Ruth ini susah dipahami oleh akal manusia. Ia masih muda, dan seharusnya masih bisa mencari seorang suami lagi baginya, atau tinggal hidup enak-enak di kampung halamannya dan kembali ke orang tuanya. Toh Naomi pun telah memberikan restunya kepda Ruth bukan? Tapi Ruth justru melakukan hal sebaliknya.


b) Ketaatan dan rasa hormat Ruth kepada Naomi sebagai ibu mertuanya. Kali ini yang mengesankan saya bukanlah kata ketaatan, melainkan kata "ibu mertua". Di zaman sekarang, berapa banyak menantu yang masih hormat, apalagi taat, kepada mertuanya??? Menantu wanita dengan ibu mertua... menantu pria dengan ayah mertua.... Di zaman sekarang, mertua ya tidak lebih dari mertua. Ia adalah orangtua dari pasangan kita, tidak lebih. Sungguh jarang ada menantu yang menganggap mertuanya seperti orang tua kandungnya sendiri. Tapi tidak dengan Ruth!! Ruth benar2 seorang wanita yang layak diteladani dalam hidup berkeluarga. 



10. Bagaimana kamu memandang dirimu sekarang dan 10 tahun ke depan?
     Inilah yang saya lihat akan diri saya, dan biasanya apa yang saya lihat ini selalu sama.
     Saya melihat diri saya sebagai orang yang sukses, dan menjadi pemimpin. Sukses di bidang apa, dan menjadi pemimpin apa, saya tidak tahu persis. Yang saya tahu, saya sukses, dan saya berbicara di depan orang banyak. Saya mengadakan seminar-seminar. Saya bersaksi tentang Dia. Saya percaya itu janji yang Tuhan taruh dalam diri saya, dan mungkin lebih besar lagi daripada yang saya bayangkan.


10 tahun ke depan ya? Hmmmm. Saya ingin 10 tahun ke depan, saya sudah melakukan hal untuk kota saya, Purworejo. Saya sudah mulai bergerak untuk mengembangkan & memberdayakan kota itu, terutama melalui bisnis saya. Saya melihat anak-anak dan generasi muda Purworejo diubahkan dan mulai bangkit. Melalui kesaksian saya, keluarga-keluarga yang hancur berantakan akan dipulihkan. Masih banyak loh orang2 di Purworejo yang belum kenal TY :'( Ini adalah hal yang sungguh berbeda dengan apa yg saya lihat di kota-kota besar, seperti di Jakarta, Bandung, Jogja dan Surabaya.


Untuk jangka panjangnya, dari Purworejo, saya melihat bahwa pelayanan saya akan terus berkembang ke daerah-daerah lain, ke seluruh Indonesia. Bahkan mungkin sampe ke bangsa-bangsa! Yes, Amin!! hahaha. Yah tapi itu ke depannya. Sekarang saya masih harus melakukan apa yg bisa saya lakukan dulu, mulai dari hal2 kecil >.< Sadar sadar, mawas diri..... hehehe. 


11. Gimana pengalaman kenal TY secara pribadi?
     Wah, ini panjaaaaang. Bisa dibaca sendiri di laman "How do I know Christ" di atas :) Disitu ada 4 bagian yang saya ceritakan hehehe. 


12. Ayat pegangan favorit??
     Ada banyaaak.... saya tidak bisa jika harus memilih satu atau dua saja. Semua ayat berbicara masing2 secara spesifik ke hati saya, tergantung situasi yang saya alami. Bila saya sedih, saya punya ayat favorit sendiri. Misalnya, Mazmur 23, Ibrani 11:1-15, 1 Petrus 1:6-7, 1 Petrus 3:13-17, 1 Petrus 4:12-19, dan Filipi 4:6, 11, 13,19.


Bila saya khawatir, cemas, dan takut, saya teringat akan Matius 6: 25-33; Filipi 4:6, 11, 13, 19; Lukas 12:22-32, Yoh 14:1, Yes 41: 13 dan 13, Yes 40: 28-31, Yeremia 17: 5-8.


Bila saya merasa sedih sekali karena dimusuhi dunia, saya ingat Yakobus 4:1-10, 1 Yoh 3 (terutama ayat 13!!), 1 Yoh 5:1-5, dan Yoh 16:33. 


Bila saya rasanya sungguh haus, kering, dan rindu akan Allah, saya ingat Mazmur 62 dan 63. 


Masih banyak lagi ayat-ayat yang lain.... misalnya saat saya sedang bergembira dan bersukacit, saya ingat Mazmur 117 dan 118. Saat saya merasa begitu kecil dan tak berarti di hadapan Allah, saya ingat Mazmur 119..



13. Pengalaman yang paling berkesan selama ikut Tuhan Yesus?
      Wah, kalo tulis pengalamannya bisa panjaaang hehe. Butuh post tersendiri :) Tapi yang saya telah alami berkali-kali, bahwa Tuhan itu:


a. SETIA & Panjang sabar
b. Begitu baik, baik, baik........
c. He's my Provider. Saya sudah merasakan sendiri ketika keuangan mepet dan kiriman ortu belum dateng, tapi tanganNya selalu memelihara saya. Sampe sekarang saya ga pernah kekurangan makan, minum, dan pakaian. Saya tetap bisa tinggal di kos saya yang sekarang. Memang sih, krisis finansial yang saya alami tidak parah, papa saya gak sampe bangkrut ato gimana. Tapi tetep terasa kalo keuangan lagi seret hehe. Karena itulah, ketika papa saya cerita kalo toko lagi sepi dll, saya ga lagi sekhawatir dulu. Yah tetep kepikiran sih, tapi saya tahu, bahwa Tuhan adalah jaminan saya. Soalnya Dia sudah buktikan ini berkali-kali. Pokoknya yang saya tahu, saya dan keluarga saya pasti ga akan kelaparan hehe. Apalagi sekarang, ketika saya sudah lulus, dan ada tuntutan untuk mencari pekerjaan. Saya belum dapet kerjaan tetap (lha wong masih kembangin ide bisnis sendiri), tapi toh hidup saya dipelihara. Ada-ada saja berkat yang Tuhan kasih. 


Warning: Tuhan memang pelihara, tapi bukan berarti kita anak-anakNya malas bekerja & tidak melakukan apa-apa!


14. Kejadian apa yang membuatmu bertobat, atau yang sangat mempengaruhi hidupku dan membuatku makin rindu & mengasihi Dia?
     Pertanyaan ini jawabannya sama dengan nomor 11 hehe. Bisa dilihat di laman "How do i know Christ" :)  kalo diringkas buanget, pengalamannya yaitu: pacaran gak bener, amburadul, putus, en tiba-tiba kenal Tuhan! Hehehe.



15. Kalo bisa, ada gak kejadian yang ingin dihapus dari hidupmu? Ato ingin terjadi lagi gitu?
      Ada. Tentu saja ada :) Kejadian yang ini saya hapus.... adalah perceraian orang tua saya. Kejadian itu begitu mengoyakkan hidup saya, dan dampaknya ya tetap ada hingga sekarang, meskipun saya sudah pemulihan luka batin (PLB) dan melepaskan pengampunan ke orang tua saya. Maksudnya berdampak hingga sekarang itu bukan berarti saya masih nyimpan dendam ke ortu saya loh yah. Nope. Hanya saja, I wish i could have a complete family, and my parents, someday, will turn to God.


Bila saya sudah pisah dari mama sejak umur 7 tahun, adik saya malah sejak umur 2 tahun sudah ga bareng mama lagi. Dan selama beberapa waktu yang lalu saya merasakan bertanggung jawab to be a mom for my brother, which of course i can't do. Terkadang bila saya ingat dan tertekan hal ini saya bisa nangis sendiri. Sekarang saya dan mama masih berhubungan, tapi hubungan itu tidak bisa dibilang sedekat hubungan ibu-anak pada umumnya, karena bagaimanapun masih ada jarak di antara kami. Plus, mama saya sedang bergumul akan sesuatu hal yang berat dalam hidupnya, yang menyangkut hubungan Dia dengan Tuhan Yesus juga. Memikirkan semua itu bisa membuat saya teriak ke Tuhan dan mempertanyakan janji-Nya, mengapa ini harus terjadi.


Tapi, yang saya syukuri, dulu saya menganggap peristiwa ini kutukan. Saya mengutuk mengapa saya harus tinggal di keluarga broken home seperti ini, dan masih banyak masalah di keluarga besar lainnya. Tapi, sekarang saya justru melihat campur tangan Tuhan dalam hal ini. Benar sekali perkataan Roma 8:28, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Apakah perceraian ini rencanaNya? Jelas bukan. Tapi nyatanya, saya sekarang bisa memandang ini sbg sesuatu yang baik dan melihat pekerjaan tanganNya. Saya bahkan bisa berkata, semua baik, sungguh teramat baik, apa yang tlah Kau perbuat dalam hidupku. Ekstrimnya, kalo perceraian ini tidak terjadi, mungkin saya tidak bisa menjadi pribadi seperti sekarang ini.


Mungkin Anda tidak mengerti, bagaimana mungkin saya bisa berkata Allah baik??! Well, saya juga tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi tiap kali saya menengok ke belakang, nyata sekali bahwa Allah selalu menjagai saya. Coba pikirkan ini, saya seharusnya tidak berhasil. Saya seharusnya sudah terjebak dalam narkoba dan seks bebas, atau mungkin tumbuh menjadi seorang wanita yang mengasihani diri, dengan gambar diri yang rusak. Tapi, saya berprestasi. Saya mendapat beasiswa. Saya bisa melayani di gereja, mengenal dan bertumbuh bersama saudara-saudari rohani. Gambar diri saya dipulihkan, dan saya melihat diri saya sebagai wanita yang berharga di mata Allah. Saya tahu saya punya banyak potensi wahahaha ^^



Hal yang ingin saya ulangi?? Hmmmm.......rasanya tidak ada. Hehehe.


16. If you have the chance to live as one of the people in the bible but Jesus, who would you be, and why?
      I'd say that i want to be a Mary Magdalene :)
Kenapa? Karena kisahnya itu sama dengan kisah saya dulu sebelum kenal Tuhan. Ga beda-beda jauhlah, 11-12... Dia berprofesi sebagai pelacur dan ketangkap basah berzinah, sedangkan saya kecanduan pornografi dan desperately looking for a boyfriend. Tapi lalu dia bertemu Yesus, dan diampuni! Dan dia setia mengikut Yesus sejak saat itu, melayani Yesus dengan harta kekayaan yang dia punya. Kalian yang pernah melihat film Passion of the Christ pasti tau adegannya ketika dia merangkak di kaki Yesus dan menjulurkan tangannya. Menurut saya, Maria Magdalena itu begitu cantik.... Sebelum kenal Yesus, dia hanya punya kecantikan jasmani. Tapi sesudah kenal Yesus, dia tahu bahwa kecantikan dari dalam dirinya lebih berharga. Dia tidak lagi mengejar-ngejar pria, tetapi mengikuti Tuhannya. Dia tahu bahwa Yesus jauh lebih berharga daripada 10 pria terbaik di negerinya! Yesus memberikan keselamatan dan hidup kekal, sedangkan pria-pria itu hanya mampu memberikan kekayaan sementara yang akan habis dimakan ngengat. Maria bahkan wanita pertama yang berlari-lari menuju kubur Yesus, dan wanita pertama yang dijumpai Yesus saat Ia bangkit dari kubur. 



Perasaan berharga Maria yang dipulihkan setelah bertemu Yesus, seperti itulah perasaan saya ketika "ketemu" Yesus dari pacaran yang salah hahaha. Saya tahu saya cantik, tapi rasa tahu ini didapat bukan dari pengakuan pria-pria, bukan juga karena saya laku & punya cowo, tapi karena Allah sendiri yang mengatakannya bahwa saya cantik ^^ 


****


Hoaaaah, akhirnya selesai juga hehehe. Semoga dengan ini, you will know more about me. Kalau masih ada yang mau tanya-tanya, boleh kok hehehe :) Silakan tulis di kotak comments, but no SARA yaaa.


Hope this post can bless you!

5 komentar:

  1. Nonik, aku bersyukur kamu ada sebagaimana ada kamu sekarang, kamu wanita yang luar biasa, yang sangat dikasihi TUHAN. Aku diberkati mengenalmu lewat-lewat tulisanmu dan obrolan kita, ke depannya pasti kamu makin luar biasa di tanganNya. Terus bertumbuh dalam iman, kasih dan pengharapan ya.....Love you sis....!! Muachhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Mbak!!! Aku juga bersyukur bisa kenal Mbak Mega yg ramai & asyik banget wahahaaha ^^ thx u juga buat doanya... :')

      Hapus
  2. Balasan
    1. thx a lot Kes :D sabtu kita ketemu!!! YEaaaaay ^^

      Hapus
  3. Terharu dan diberkati dengna tulisannya,

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^