About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Minggu, 08 Januari 2012

Sikap Hati yang Dikenan Tuhan

Kotbah hari ini bicara tentang sikap hati yang dikenan Tuhan. Sesuai dengan visi GBI tahun 2012, kita akan mengalami tahun multiplikasi & promosi dengan perkenanan Tuhan. Beberapa mengatakan/ada yang menulis karena Tuhan berkenan. Well, intinya ya sama hehe. Kalo Tuhan udah berkenan, siapa bisa melawan? Siapa bisa menahan? Visi meneguhkan bahwa anak2 Tuhan akan mengalami kemenangan lagi, dan bukan hanya sekadar menang2an tetapi menang karena Tuhan memang yang ingin kita menang. 


Tetapi.... Perlu diperhatikan bahwa kita akan mengalami itu jika dan hanya jika Tuhan memang berkenan atas kita. Jangan sampai Dia mendapati kita tidak berkenan di mataNya. Nah, gimana sih sikap hati biar bisa diperkenan oleh Dia?? 


Bacaan diambil dari Lukas 19:1-10 tentang kisah Yesus & Zakheus. Sikap hati yang harus kita miliki & kembangkan adalah:


1. Terbuka di hadapan Allah.
Lukas 19: 2 berkata, disitu ada seorang bernama Zakheus, seorang pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.


Penekanan diberikan kepada profesi Mbah Zaki ini, seorang pemungut cukai yang kaya, suatu profesi yang sama sekali tidak membanggakan karena zaman dulu para penagih pajak itu dibenci orang2 Israel karena korupsi dan bekerja untuk orang2 yg menjajah mereka. Kekayaan mereka didapat secara tidak halal. Namun walaupun begitu ia tetap mau berusaha untuk mengenal Yesus. Ia tidak malu dengan profesinya. Ia terbuka dengan dirinya dan tidak menutup-nutupi. 


Agar Tuhan bisa berkenan, kita harus intim dengan Dia. Dan agar bisa intim, kita harus terbuka dg Dia. Contohnya Daud. Ia dikenan Tuhan karena ia terbuka. Padahal, kalo kita liat kisah Daud dari awal sampe akhir, apakah perbuatan-perbuatannya selalu menyenangkan hati Tuhan? Tidak juga. Salah satu skandal terbesarnya yang masih ramai diperbincangkan hingga detik ini adalah perselingkuhannya dengan Betsyeba dan persekongkolannya untuk membunuh Uria, suami Betsyeba. Tapi mengapa ia terus mendapat predikat sebagai orang yang dikenan bagi Tuhan? Salah satu jawabannya adalah karena ia terbuka. Maksudnya terbuka disini adalah ia mau mengoreksi diri kalo ada kesalahan, ia mau mengaku kalo dirinya salah. Hal ini terlihat ketika Daud ditegur oleh Nabi Nathan dan ia mau mengakuinya, bukannya berdalih ato menutup-nutupi kesalahannya. Sikap terbuka Daud juga bisa dilihat dari mazmur2 buatannya: ada yang sedih ada yang riang gembira. Kalo ia sedih, tulisannya sedih. Kalo ia bersorak-sorai memuji Allah, mazmurnya pun bernada gembira. Kalo ia takjub & kagum atas ciptaan Allah, demikian pun suasanan mazmurnya. Bila ia takut, ia mengakuinya.


Terbuka berarti kita sering ngobrol, sering curhat sama Tuhan hehe. Pepatah bilang, keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Saya rasa itu benar, karena gimana orang bisa ditolong dari masalahnya kalo ia ga mau cerita or gamau terbuka sama orang lain? Misalnya kita lagi ada masalah berat, ato terluka, kecewa, or kepahitan. Akui itu di hadapanNya. Kalo kita ga pernah terbuka sama Tuhan ya.... gimana bisa berharap Dia pulihkan kita? Tuhan tidak pernah memperkosa kehendak bebas kita. Dia tahu apa yg kita rasakan & alami, karena Dia Maha Tahu. Tapi Dia juga ingin kita mempunyai sikap hati yang terbuka di hadapanNya.
Saya kenal orang yang tertutup, dalam artian ia selalu memendam masalahnya sendiri di dalam hati, dibiarkan terus-menerus sampai bertumpuk-tumpuk dan menjadi busuk. Sungguh menyedihkan karena itu lalu terpancar hingga raut mukanya.


2. Jangan biarkan keadaan kita hari ini menghalangi untuk mengenal Tuhan secara pribadi. 
Lukas 19:3 ---> Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Zakheus badannya pendek, dalam bahasa inggris dikatakan he was short in stature but he struggled to see who is Jesus. 

Ada banyak orang yang dalam masalah hidupnya jarang/tidak mengalami pertolongan Tuhan, bukan karena Tuhan ga mau nolong, tetapi karena: satu, ia tidak terbuka; dan dua, ia lebih memilih untuk membiarkan permasalahan hidupnya untuk kenal Tuhan secara pribadi. Hosea 4:6 berkata, bahwa umat Tuhan binasa karena TIDAK MENGENAL ALLAH, dan karena mereka menolak pengenalan itu. Pendeta saya pagi ini memberikan contoh, ada orang yang begitu tenggelam dalam masalahnya sampe2 diajak ke gereja pun ia gak mau. Ya akhirnya ia tidak menemuikan jalan keluar dari permasalahannya itu. Kita memang tidak bebas dari masalah. Jangan lari dari masalah, tapi jadikan masalah itu justru sebagai sarana untuk mengenal Dia secara lebih dekat, lebih intim, dan lebih personal lagi :) Justru dalam masalah itu, kita bisa mengalami sendiri demonstrasi kuasaNya. 



3. Sikap hati yang ketiga adalah, punya KEINGINAN YANG KUAT untuk bersekutu dengan Dia setiap saat.
Lukas 19:4 berkata, "Maka berlarilah ia (Zakheus) mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ."
Saya rasa bukan usaha yang mudah bagi orang cebol seperti Zakheus (saya bayangin dia kaya pelawak Daud Mini hehehe) untuk berlari-lari mendapatkan Yesus. Pertama-tama, karena dia ada di tengah2 orang banyak. Dia harus mendesak-ndesak (bahasa jawanya: ndesel-ndesel ato ngesuk-suk) orang banyak itu agar bisa sampe lebih dekat ke Yesus. Saya rasa itu bukan hal yang gampang karena badannya kalah besar. Hiii saya jadi keinget kalo orang desak2an di tv cuma buat dapet sembako, pasti ada aja yang mati lemes karena keinjak-injak. Mungkin zaman itu, Yesus sepopuler kaya sembako ya haha.

Kedua, dia itu harus manjat pohon. Saya ga tahu pohonnya setinggi apa, tapi yang jelas dengan kondisi tubuh yang pendek akan lebih menyulitkan dia daripada kondisi tubuh orang normal. Tapi usahanya menunjukkan bahwa dia mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk menjumpai Yesus!


Hal menarik lainnya dari Zakheus adalah, ia sebenarnya bisa saja menyuruh orang untuk memanggil Yesus datang ke rumahnya. Ingat, ia itu orang yang KAYA lo. Kuayaaaa. Bisa aja kan dia ngupah orang, "Woi Kang, tolong gih panggilan Jesus, ane pingin Dia mampir ke rumah gue. Cepet ya, pokoknya ane gak mo tahu yang penting Jesus malam ini kudu dinner bareng ma gue." Tapi tidak demikian halnya! Zakheus berlari-lari sendiri menemui Yesus, bukan dengan nyuruh orang. 


Nah, apakah setiap harinya kita juga rindu bersekutu dg Dia? bersekutu yang bukan karena rutinitas ato jadwal semata, tapi benar2 ada kerinduan yang sungguh menyala-nyala.....


4. Tidak menjadikan kekayaan sebagai fokus hidup kita.

Lukas 19:8---> Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."


Luar biasa memang yang terjadi pada diri Zakheus setelah ketemu Yesus. Bisa-bisanya dia memberikan setengah dari hartanya! Dan mengembalikan 4x lipat dari yang dia peras dari orang lain! Saya sendiri ogah lah balikin 4x lipat ke orang lain =.= Jangankan 4 kali lipat, balikin 2x lipat aja susah. Yang normal itu ya balikin 1x lipat alias saya pinjam berapa, itu ntar saya kembalikan juga sebanyak jumlah yang saya pinjam. Tapi Zakheus tidak! Kok bisa2nya ya dia rela mengembalikan uang-uang itu, padahal ngumpulinnya juga ga gampang2 amat. Saya berpikir, andaikata para koruptor di Indonesia ketemu Yesus en mengembalikan curian mereka kepada negara, waaaah Indonesia dalam 5 tahun aja pasti udah maju pesat melebihi --- ato setidaknya seimbang dengan --- Malaysia ato Singapore!! 


Saya rasa itu terjadi karena Zakheus finally found out that Jesus is his everything. Accepting Jesus in his life is much more important than having unlimited money. Demikian juga bagi kita, bila Tuhan yang menjadi fokus dalam hidup kita, maka tidak akan ada tempat bagi kekayaan untuk menggeser & menggantikan Dia dalam hidup kita. Amsal berkata bahwa susah payah tidak menjadikan kita kaya, melainkan berkat Tuhan. Susah payah tidak menambahinya, karena Tuhan memberkati mereka yang dicintaiNya pada waktu tidur. Pada waktu tidur man, kita diberkati!! 


Jangan salah sangka juga sih. Tidak ada yang salah dg menjadi kaya. Tuhan juga ingin kita kaya. Kalo gak kaya, gimana bisa memberkati orang lain?? Tapi Tuhan ga pengin kekayaan yg jadi FOKUS hidup kita. 1 Timotius 6: 10 bilang bahwa akar dari segala kejahatan adalah "cinta uang" dan bukan uangnya doank. Tuhan ingin kita menguasai uang, bukan uang yang menguasai kita :) Kalo kita kaya karena Tuhan, sama sekali tidak ada alasan bagi kita untuk bermegah atau menyombongkan diri. Karena kita tahu, itu semua dari Tuhan asalnya. Bukan hasil kekuatan, kepintaran, koneksi, atau perbuatan kita. Jadi kalo kekayaan itu diminta balik ya, kita rela-rela aja. Toh itu juga punya Tuhan kok. Kekayaan itu akan terus kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan & memperluas Kerajaan Allah. Orang yang hidupnya cuma buat duit-duit-duit, alamaaaak saya rasa ga akan tenang deh. Alkitab juga banyak wanti-wanti soal ini, termasuk omongan Yesus yang bilang bahwa kita tidak bisa menyembah Allah dan uang secara bersamaan. 


1 Tawarikh 29: 11-12 dan 16 bercerita tentang Raja Daud yang mengakui bahwa semua kepunyaannya adalah dari Tuhan, oleh Tuhan, dan dipersembahkan lagi kepda Tuhan untuk pembangunan Bait Suci. 
"Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.... Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya." 


Daud berkata seperti itu dalam posisi dia sebagai RAJA, bukan sebagai anak ingusan, penggembala domba, ato buronan. Dia sudah sangat berkelimpahan & bergelimpangan harta, tapi masih bisa2nya dia ngomong kalo semua itu milik Tuhan. Nah, kalo kita udah kaya nanti, bisa gak kita ngomong gitu?? Hehehe. Kita harus eling kalo semua yg kita dapat itu asalnya dari Dia. Jadi kalo Tuhan minta balik kekayaan itu, kita bisa punya sikap hati yang RELA. 



Semoga postingan ini bisa memicu kita untuk bisa punya sikap hati yang berkenan kepada Dia, biar bisa mengalami tahun multiplikasi & promosi lebih hebat lagi ^^


Minggu, 8 Januari 2012.
GBI Purworejo, dengan sedikit tambahan di sana-sini :p



1 komentar:

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^