About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Sabtu, 07 Januari 2012

Sidang Skripsi and a yudisium

Pada hari Kamis, 5 Januari 2012 kemarin, saya secara resmi dinyatakan lulus oleh fakultas, tepatnya oleh para dosen penguji sidang. Beberapa dari kalian ada yang telah ngerti ceritanya secara lumayan detail - thanks to BBM; yup, i'm using BB now!! hahaha ^o^ - but i think it's worth it to write about it in detail, juga buat jurnal yang bisa dibaca ulang.
Saya lulus skripsi dengan KASIH KARUNIA dengan nilai A dan nilai sebesar 81,5. Bagi mahasiswa jurusan HI di univ saya, mendapatkan nilai A itu termasuk susah-susah gampang. Susah, karena ya memang susah :p sedangkan gampang, karena walaupun susah, tapi tetap lebih banyak yang dapat nilai A daripada B hehe. *Lho jadi gimana ya itu? ya gitu deh :p* Poin untuk dapat A adalah mulai dari 80-100. Kebanyakan ya tentu berada di range 80-90, selama ini saya belum tahu siapa yah kakak kelas yang nilainya di atas 90. Jadi poin saya yang sebenarnya 81,5 itu sebenernya termasuk kecil loh, karena banyak teman2 saya yang nilainya 82-86. Tapi bagi saya..... dapat nilai A itu adalah benar2 anugrah Tuhan semata. Kenapa bisa begitu? here the story goes:



Pertama-tama, dari tulisan saya sebelumnya, ego saya sudah dihancurkan habis2an oleh Tuhan Yesus. He took all my pride and ego, and He's doing it until now. Ini terasa buanget terutama dalam proses minta acc dosen pembimbing hehe. Well, you know the story :) Saat saya sedang berdiam diri dan berdoa, Roh Kudus bilang, "Kamu acc, kamu lulus itu karena kasih karuniaKU, bukan karena usahamu." Dan itu benar, bukan hanya karena Dia bilang seperti itu tapi karena saya memang merasakannya sendiri. 


Dua malam sebelum sidang, I felt so terribly afraid. I felt a huge fear and was so so so nervous. But then quietly, saya teringat sepotong ayat di Yesaya 41: 10 dan 13 yang berbunyi:
"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" dan "Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." 2 ayat itu ngerhema banget buat saya, God Himself said that He will help me. 


Saya melakukan terbaik yang saya bisa sebelum sidang, even tough i have to admit that the illness of laziness came upon me so many times =.=" dan karena saya tahu betul kepintaran maupun kepiawaian saya berbicara bukanlah satu2nya faktor penentu, saya berserah. Berserah sepenuhnya. I put on HOPE, and not EXPECTATION, since the two things are very different. Penjelasan soal itu bisa dibaca di fbnya Bang Morris di Sini. Pokoknya saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat sidang, tapi saya tahu Jesus will be in the same room with me.


Kedua, selama disidang itu i have to say that my answers were not good enough. Saya sendiri merasa jawaban saya kok gitu-gitu aja ya? Gak memuaskan dosen penguji huaaa T.T Skripsi saya itu berjudul "Persepsi AS terhadap Kebijakan Energi China di Laut China Selatan". Untuk menjelaskan itu, saya pake 2 teori: teori kepentingan nasionalnya Hans Morgenthau & teori Persepsinya Robert Jervis.


Nah, ada 3 orang penguji, salah satunya terkenal killer banget hehe. Bukan berarti dalam artian galak, tapi pernyataannya itu begitu mematikan dan bisa menciutkan nyali mahasiswa. Beliau itu terkenal suka membantai habis bab 1, terutama penggunaan teori dan konsep. I experienced the same thing. Selama saya sidang, beliau terus mencecar teori persepsi yang saya gunakan. Lebaynya, saya dicecar abis sampe rasanya tu kaya mau bentur batu cadas :p jadi beliau tipe orang yg tanyanya pelan2 en lembut banget, dari permukaan, tapi dikorek dan dikorek teruuuus, teruuuus, teruuus sampe ke bagian tanah yang paling dalam en udah mentok. Thanks God, selama dicecar itu, saya berhasil menjawabnya dengan yakin,  pede, en sama senyum terus. Thanks God pula untuk teori kepentingan nasional (KN), relatif tidak ada masalah. En selama ini saya sidang dengan rekor terlama *haha bangga* selama hampir 2 jam!! en i spent for about 40-50 minutes hanya untuk ditanya-tanyai dosen yang "killer" itu. Biasanya anak-anak yg sidang itu hanya 1 jam, malah ada lumayan yg kurang dari 1 jam udah keluar. (presentasi ga boleh lebih dari 15 menit). Just to memorize the conversation, it went on more or less like this:


Dosen (D): "Louisa, kamu tahu apa yang namanya persepsi?"
Saya (N): "Ya Bang." (di HI itu semua dosen dipanggil dengan sebutan 'mas' ato 'bang').
D: Katakanlah begini.... Bagiamana caranya agar saya bisa mempunyai persepsi yang benar terhadap kamu?
N: Well, tentunya Abang harus sering berinteraksi dengan saya dan harus mengenal saya dengan baik. Dengan demikian, Abang akan mempunyai persepsi yang BENAR tentang saya.
D: Ya, itu benar. 
     Tetapi katakanlah saya mempunyai akses yang terbatas utk berinteraksi dengan Anda. Saya hanya mengetahui Anda, katakanlah, dari omongan teman2 Anda, dari tulisan2 Anda. Saya tidak mengetahui Anda langsung. Lantas bagaimana? 


(Gilaaak saya berusaha mengerti bener ini arah pertanyaannya kemana ya?? I was trying so hard to not look panic.)


S: Itu juga bisa Bang. Tetapi Anda pun mau tidak mau harus berinteraksi dengan saya langsung. 
D: Ya ya ya, saya tahu. Tapi masalahnya, akses saya ke Anda itu terbatas. Lantas saya harus bagaimana?



.............. (diam sejenak)
D: dengan kata lain, begini Louisa. Darimana Anda tahu AS mempunyai persepsi yang demikian terhadap China?
S: tentu saja dari pernyataan2 para pejabatnya Bang. Dan juga dari lembaga2 think tank di AS yang menganalisis soal China.
D: Hmmm. Yaa. Tetapi saya rasa itu tidak cukup. Adakah dalam penelitian Anda ini, pernyataan2 langsung dan resmi dari Obama atau Clinton mengenai persepsi mereka, sebagai AS, terhadap China?


(mati gueeee. Kagak ada sama sekaleee T_____T)
S: Tidak ada Bang. Semua pernyataan itu saya kutip dari ucapan wakil Menteri Pertahanan AS, dan juga pejabat-pejabat penting lainnya.


D: (diam sejenak) Ya Louisa, sayangnya mereka hanyalah pejabat di lapis kedua alias the second layer. mereka kurang mewakili AS. Akan lebih valid bila ada pernyataan2 langsung dari Obama atau setidaknya dari Menlu Clinton. 

S: Ya Bang, tetapi sayangnya saya tidak menemukan pernyataan tersebut.
D: Ada Louisa, adaaaaa. Ada kok. Saya sendiri liat itu pernyataan Obama mengenai Asia dan tentang China. (Gue sendiri bahkan tidak sepenuhnya yakin bila beliau membaca pernyataan Obama! but yah, who knows? heheh). Saya khawatir, apa yang Anda tulis ini bukanlah persepsi AS, melainkan persepsi Anda sendiri tentang AS terhadap China.
S: Tidak Bang. Saya yakin sepenuhnya itulah persepsi AS. Saya bisa memahami concern Anda mengenai pentingnya pernyataan pejabat tingkat satu seperti Obama dan Clinton, tetapi apakah pernyataan2 yang saya kutip itu tidak cukup membuktikan persepsi AS terkait tindak-tanduk China di Laut China Selatan? Saya menuliskan itu banyak sekali, kutipan yang saya kutip cukup banyak, dan itu ada di bab 3 dan 4.

D: Oh ya? Mana? Coba berikan satu contoh, saya ingin melihatnya.
S: Baik Bang. Coba buka halaman X (lupa gue halaman berapa!!). Disitu saya mengutip pernyataan Michael Schiffer bahwa blablablabla........ kemudian di halaman berikutnya, saya mengutip pernyataan Robert Scher bahwa blablablabla.....


blablablablabla...... 


Sepanjang sidang itu, saya terus mati-matian mempertahankan argumen saya. Saya ingat betul, adalah tabu bagi seorang mahasiswa untuk mengaku salah saat disidang, misalnya dengan bilang, "Iya Pak, saya salah disitu Pak...." Woaaaah. Di fakultas saya itu berarti langsung nilai B. Seorang dosen pernah kasih tips, kalo kamu diserang, keep defense your argument. But in a good and structured manner. Lha wong itu kan hasil kerja kita, kita yang harus tahu. Yah pokoknya pede ajalah. Pede pede PEDE, that's the key ;D Salah seorang dosen saya bahkan terkenal bisa mencium aroma ketakutan mahasiswa. Begitu dia tahu mahasiswanya itu takut, langsung dibantai en dibabat abiiiis =.= tadinya saya mau dapet dosen itu loh hahaha. Ada perasaan takut, tetapi juga excited. I feel so challenged, yet so honor, to have an examiner like him. Dan 2  penguji saya yang lain itu juga sama-sama ngeri. Yang satu adalah yang tadi itu yang teoritis banget. Bab 1 kita harus totally immaculate, kalo bisa flawless. Tapi saya ngrasa justru dapet dosen2 penguji yang tripple combo kaya gitu adalah kesempatan terbesar saya. Sidang kaya gitu cuma sekali seumur idup. And yeah, that would be the time when I would clinging on God most. Sayangnya ga jadi karena saat saya sidang, beliau belum balik ke Bandung, jadi dia digantikan oleh dosen yang lain. 

I don't think I deserve to get an A. Saya memang bertahan mati-matian, dan saya berhasil bertahan. Tapi jawaban atas pertanyaan dosen di atas, yang ngotot harus ada pernyataan resmi dari Obama or Menlu Clinton, itulah yang jadi cacat 'fatal' dalam skripsi saya. Jadi untuk revisi nanti, I still have to find his real and official statement about it. Fiuuu -.- 


Saya rasa saya dapat A karena saya bertahan mati-matian. Dosen2 di jurusan saya itu tipikal mereka yang senang dengan mahasiswa yang berani adu argumen, dan bukan yang lembek-lembek or nurut2 aja kalo digertak dikit. Tidak sia-sia "pembantaian" selama 1 jam 45-50 menit di ruang penyiksaan itu wakakaa. Akhir2nya jadi malah ke arah diskusi dan bukannya tanya jawab. 


Saya pasrah booow pas keluar ruang sidang. Pikir saya, kayanya bakal susah dapat A. Udah siapin mental lahir dan batin banget kalo2 saya dapat B. Makanya, pas dipanggil masuk lagi en diberitahu nilai saya, saya bersorak-sorai..... there is unspeakable joyfulness and gratitude in my heart. I really don't deserve that. I don't even give myself an A! It's all because of His Grace, and His Grace is more than sufficient. Sekarang saya tinggal menunggu perayaan wisuda yang diperkirakan di akhir bulan Februari.


***


I would like to give the biggest credit to the Lord. Kelulusan ini untuk Dia, oleh Dia, dan karena Dia ^^ Kelulusan 3,5 tahun ini sama sekali ga berarti apa-apa jika bukan karena campur tanganNya.



Terima kasih yang tak terucapkan juga buat temen2 blogger yang dukungan doanya aje gile buat saya wahaha. Mbak Dita, Mbak Mega, Kak Welly, Kezia, Viryani, en juga Bang Morris. Terus juga buat tim redaksi majalah Pearl en teman2 seangkatan 2008 lainnya yg sama-sama berjuang mempertahankan our thesis wakakak. So many supports and encouragements were given and they are truly priceless, more beyond words can describe. 


Buat yang mau maju tempur, SEMANGAAAAAAT YAAA!! YOU CAN DO IT GUYS!! 



5 komentar:

  1. selamaaaatttttt!!!!!! congraaattttzzzzzzz!!!!!! gw masih semester depan nih.. T___T

    BalasHapus
  2. *hugs* Selamat ya Non! Sudah menyaksikan kebaikanNya d^^b TUHAN yang berperang buatmu, dia yang beri segala yang kamu perlukan kemaren, kekuatan, keberanian, kata-kata untuk diucapkan, semua dari Dia. Luar biasa ya....Merasakan bergantung dan berharap hanya pada Dia, bukan pada kepandaian kita. Dia gak mengecewakan kan? Kan? ^^

    aku dulu ma sidang skripsi bentar, kata temank gak ada sejam coba, hahahaha, kacau.....^^

    BalasHapus
  3. @Mbak Mega: wakakakaa gapapa mbak kalo kurang dari sejam, ya berarti itu bagus to, thes thes thes jawab pertanyaane wakakak.

    @Eunike: ayoo ayo ayoooo semangat ya!! Udah tau topik yang mau dibikin? apa judulnya? nanti kamu akan merasakan pertolongan Dia juga yg begitu indah :D

    BalasHapus
  4. congratulation nonik..

    jadi inget jaman aku sidang dulu. bener2 karena kasih karunia n anugrah Tuhan banget bisa lulus..

    cia you nik, jalanmu masih panjang. pastinya Dia udah disana duluan.. Gbu ^^

    BalasHapus
  5. thank you yaah Ci Ivonne!! iya Tuhan Yesus udah ada di masa depanku lebih dulu hehehe.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^