About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Kamis, 26 Januari 2012

Allah pilih kasih???!

Posting ini terkait dengan pertanyaan Mbak Mega Rambang di diskusi bible study group yang dibikin Ci Shinta. Menarik loh grupnya ^^ Selain jadi tambah banyak dengan kenalan baru, juga makin banyak dapet sodari-sodari dalam Kristus wehehe. Terus, pengetahuan kita tentang Alkitab dan sifat-sifat Allah juga bertambah!! Diskusinya seru banget deh, mulai dari pertanyaan yang berat-bueraaat sampe yang nyleneh semua ada. Tapi justru dari situlah, itu membuat kita utk berpikir, menggali, dan cari tahu lebih dalam lagi soal Alkitab, soal sifat-sifat Allah, dan isi hati-Nya. Buat teman-teman yang penasaran, yuk yuuuk join Bible Study grup ini ^^ Silakan hubungi Kak Shinta by going to her blog. Gak bakal rugi lah.... en tenang, grup ini tidak menyita waktu kok, karena 1 minggu kita hanya dapat 1 pelajaran. Untuk mempelajari setiap lesson plus menjawab pertanyaan2nya, paling-paling cuma butuh waktu 1-2 jam. 


Nah, dua hari ini, sempat ada pertanyaan yang muncul dari pelajaran minggu ke-tiga. Pertanyaannya adalah: kenapa sih Tuhan memilih bangsa Israel? Kenapa bangsa Israel disebut sbg bangsa pilihan? Hal ini jelas terlihat dari Alkitab, terutama di Perjanjian Lama (PL). Allah memang berkali-kali murka dan berduka karena kelakuan umat pilihanNya yang seringkali memberontak. Tapi berkali-kali pula kita membaca bahwa Allah sudah sangat teramat sering mengasihi bangsa pilihan-Nya itu, mulai dari perjanjian kekalNya dg Abraham, Ishak dan Yakub; pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir; memasuki tanah terjanji dan menaklukkan bangsa-bangsa lain, bahkan Yesus Kristus sendiri adalah orang Yahudi. Secara bangsa, ras, dan etnisitas, Allah memilih orang Yahudi/Israel menjadi asal-usul Putra-Nya yang tunggal. Dari sinilah muncul pertanyaan, kenapa yang dipilih itu Israel??? Terus bangsa-bangsa lain gimana? masak ga dikasihi juga? Allah pilih kasih neeeeh.... After i thinking for a quiet some time, I know that that is not the answer.

1. Pertama-tama dan terutama, Allah adalah Allah yang Maha Kuasa, Maha Esa, dan berdaulat atas seluruh ciptaanNya. Ia berhak untuk melakukan & menciptakan apapun, termasuk soal memilih orang, bahkan bangsa, yang berkenan kepadaNya. Jika kita, manusia juga bebas memilih karena kita punya KEHENDAK BEBAS, masak Allah tidak? Siapakah kita sehingga berani mempertanyakan, bahkan menggugat pilihan Allah? Ingat, bahkan yang memberikan kita kehendak bebas untuk memilih pun datang dari Allah. 


Analogi yang paling tepat kayanya datang dari pacaran hehehe. Kalo misalnya Joko suka sama Dina dan Tini cemburu atas pilihan Joko, lantas Tini bisa berbuat apa? marah-marah? ngambek? bahkan kalo Tini mau bunuh diri sekalipun, itu tetap tidak mengubah kenyataan bahwa Joko tetap menyukai Dina dan memilih Dina untuk menjadi istrinya suatu hari kelak. Demikian pun jika, misalnya, suatu saat Joko ternyata ilfil sama Dina en memilih buat cari orang lain. Yah namanya juga kehendak bebas. Kita tidak bisa memaksakan hasrat & kehendak kita kepada orang lain untuk memenuhi apa yang kita inginkan. Bila kita ga bisa memaksa manusia, masakan kita bisa memaksa Allah?


Demikian pula, mengapa Allah memilih bangsa Israel adalah suatu keputusan yg harus kita hormati. Bila menilik dari akar historis, sebenarnya ini bermula dari perjanjian Allah dengan Abram (sebelum namanya berubah menjadi Abraham). Abram sendiri adalah keturunan Nuh dari anaknya yang pertama, yaitu Sem. Sem beranak cucu hingga ke Terah, ayah Abram (baca Kejadian 11: 10-32). Kenapa Allah memilih Abram untuk mengikat perjanjian denganNya, ini juga tidak kita pahami. Tau-tau saja, di Kejadian 12, Allah memanggil Abram dan menyuruhnya pergi. Ini adalah keputusan Allah seperti yang gue jelaskan di atas. Yah suka-suka Tuhan donk mau pilih siapa hehe. Apakah Abram itu orang yang baik dan tidak pernah berbuat jahat? wah kalo itu gue gatau. Soalnya selama ini kan Abram terkenal dengan sebutan Bapa Abraham yang kayaknya tuh penuh welas asih, penyayang, pendoa syafaat (ingat kasus kota Sodom & Gomora), dan penurut. Bahkan dia juga disebut bapa orang percaya!! Imannya itu loh, gede banget.... 


Tapi di sisi lain, kita harus jeli juga. Ada sifat-sifat Abram yang, menurut gue, tidak terpuji. Yaitu dia menyuruh istrinya bohong dengan mengatakan bahwa dia adalah adik Abram, dan bukan istrinya. Hmmm, ya sebenernya gak 100% bohong juga, karena Sarai itu selain istri juga adalah adik Abram, hanya saja berbeda ibu. Dan bohongnya ini bukan hanya 1x, tapi 2x!! Menurut gue menyuruh orang lain untuk berkata dusta bukanlah hal yang disukai Allah. Iya nggak? Nah, kalo begitu, kenapa Allah tetap memilih Abram? Again, we don't know for sure. Mungkin karena sifat-sifat baik Abram tadi. Yang jelas.... Allah memilihnya bukan karena sifat2 baik Abram doank. Itu adalah pilihan-Nya yg harus kita hormati.


2. Allah tidak mengasihi bangsa Israel saja, tetapi Ia juga sangat mengasihi bangsa-bangsa lain. Mungkin Israel memang dikatakan sbg bangsa pilihan, tetapi itu tidak mengubah kenyataan sifat Allah yang adalah Kasih. 


Gue mendapat rhema baru soal ini ketika gue membaca ulang kitab Yunus. Tau kan? Nabi Yunus yang diutus pergi ke Niniwe agar mereka bertobat. Banyak hal di kitab tersebut yang menunjukkan betapa Allah sangat mengasihi bangsa Niniwe, misalnya:
a. ketika Yunus memilih untuk tidak taat dan mau kabur, Allah marah. Ia tidak senang atas sikap ketidaktaatan. Karena itu kapal tempat Yunus menumpang dilanda angin ribut dan hampir oleng, sampai akhirnya Yunus mengaku (kepada kapten dan kru kapal) bahwa ia memang lari dari panggilan Allah.


b. perkataan terakhir Allah sendiri mengenai bangsa itu. "Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" (Yunus 4: 11). Yang unik, disini Allah membandingkan kemarahanNya sendiri dg kemarahan Yunus.


Yunus marah karena pohon jarak yang menaunginya semalem mati dan layu. Ia merasa berhak marah atas hal itu. Mungkin karena kalo pohon itu mati dia kepanasan kali yeee hahaha :p dan ketika ditanya Allah, "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Ia menjawab, "Selayaknyalah aku marah sampai mati." (Yunus 4:9). Gileee! Kita tidak tahu Yunus sekesal dan sejengkel apa. Tapi dia merasa muaraaaah sekali, sampe2 pingin mati. Terjemahan inggrisnya versi The Message mungkin bisa memberikan gambaran yang lebih jelas. 



Jonah was furious. He lost his temper. He yelled at God, "God! I knew it --- when I was back home, I knew this was going to happen! That's why I ran off to Tarnish! I knew You were sheer grace and mercy, not easily angered, rich in love, and ready at the drop of a hat to turn your plans of punishment into a program of forgiveness! So, God, if You won't kill them, kill me!! I'm better off dead!" (Jonah 4: 1-3). 


tanggapan gue: woa woa woaaa....santai man!! Kalem kalem!! Gile.... marah-marah segitunya. Gue pribadi bisa sangat memaklumi Yunus saat itu... gue sendiri merasa berhak marah kepada Tuhan, mengapa orang jahat hidupnya enak2 aja sedangkan banyak orang baik yang jatuh miskin & sengsara. Kenapa Tuhan??! kenapa Kau nggak menghukum mereka??! KENAPAAAAA.



Jawaban Tuhan sangat kalem....


God said, "What do you have to be angry about?" 


Kemudian, Tuhan tumbuhkan pohon jarak untuk melindungi Yunus yang mati dalam waktu semalem. Hebat ya, pohon tu biasanya butuh waktu puluhan tahun buat jadi pohon yang besar, rindang, dan kokoh. Coba pikir. Pohon itu melindungi Yunus dari sinar terik panas matahari, so pasti pohon besar donk. Ga mungkin pohon kecil yang ecek-ecek. Pasti butuh tumbuh dalam waktu lama kan? Tapi Tuhan menumbuhkannya dalam waktu SEMALAM SAJA, dan Ia bisa mematikannya dalam hari berikutnya. Aaaah.... dahsyat Tuhan itu. 



Dari kisah Yunus, kita belajar bahwa Allah memang begitu mengasihi bangsa Niniwe. Ia lebih memilih untuk mengampuni bangsa itu dari menghukum & membinasakannya. Allah kita itu Allah yang sabar dan mau memberi kesempatan untuk bertobat. 


3. Masih dalam PL, kita belajar bahwa Allah tidak pilih kasih. Ia tetap mengasihi bangsa2 lain sama besarnya, walaupun, again, He chose the Israelites to be His dear one. Tetapi.... ketika bangsa Israel memberontak & mulai menyembah bangsa2 lain, Allah pun tak segan2 menghukum. Kasih Allah tidak menjadikan Dia sebagai Allah yang lembek. Sifat kasihNya berdampingan dengan sifat adil-Nya. Allah tidak buta. Ia mengetahui segenap tindak-tanduk Israel yang telah berjuta kali mendukakan hatiNya, bahkan sampe jaman Yesus! Ketika Israel tidak taat dan mulai menyembah berhala serta berpaling dari-Nya, Allah pun tidak segan-segan mengizinkan Israel mengalami kekalahan juga banyak kali. Ia membiarkan bangsa-bangsa lain menindas Israel, mulai dari bangsa Kanaan, Persia, hingga ke Orang Romawi di zaman Yesus. Padahal Israel adalah bangsa yang lebih dari 10x menyaksikan campur tangan Allah langsung, mulai dari ke-10 tulah di Mesir, menyeberangi laut merah, merobohkan tembok Yerikho, mengalahkan bangsa2 Moab, Amon, Yebus, Hewi, Het, dll. 



Allah pun tidak buta melihat ketaatan dan kerendahhatian bangsa lain. Hal ini, menurut gue, paling gamblang dicontohkan oleh Rut, seorang perempuan Moab. Sikapnya yang rendah hati dan mau taat sama ibu mertuanya, termasuk dengan meninggalkan bangsanya sendiri sampai ke mengakui dan menyembah Allah Israel, membuat Allah berkenan kepadanya dan menjadikan Rut sebagai nenek buyut Daud. Dari garis Rutlah, Tuhan Yesus Kristus lahir. 


4. Again, balik ke kisah Abraham (cikal-bakal keluarnya bangsa Israel dan disebutnya nama "Israel" dari Yakub). Bila Allah memilih Ishak untuk menjadikannya sbg bangsa yang besar (alias bangsa Israel tadi), apakah Ia lantas melupakan Ismael? Gue yakin tidak. Memang benar bahwa campur tangan manusia, dalam hal ini Sara, untuk "menolong" Allah menggenapi janjiNya, justru lebih banyak mendatangkan kerepotan seperti yang bisa kita lihat sekarang ini (karena itu kalo Tuhan udah berjanji, percaya aja deh, gak usah sok ikut-ikut nolongin hehehe). Tapi Allah pun tahu bahwa Ismael juga anak Abraham. Hal ini terlihat ketika Sara menyuruh Abraham membuang Hagar dan Ismael agar tidak bercampur dengan Ishak. Alkitab terjemahan bahasa indonesia sehari-hari mencatat bahwa:

Abraham sama sekali tidak senang dengan usul itu, karena Ismael adalah anaknya juga. (kejadian 21: 11).



Tapi Tuhan pun berjanji, bahwa Ia akan menjadikan Ismael suatu bangsa yang besar juga.
" Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." (Kejadian 21: 13).


dan ketika Hagar kehabisan bekal air minumnya di padang gurun dan ia meninggalkan Ismael karena tidak tega melihat anak itu mati, Allah menguatkan hatinya. Kata-Nya:

Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Kejadian 21: 17-18.



Dua kali Allah menyatakan bahwa Ismael akan menjadi bangsa yang besar melalui orang tuanya: Abraham & Hagar. Dan janji itu ditepati sampai sekarang. 



***


Mudah-mudahan tulisan di atas menjawab, apakah Allah pilih kasih? Mengapa Yesus dilahirkan di bangsa Yahudi dan bukan di bangsa lain? Untuk pertanyaan soal kenapa Yesus dilahirkan sbg bangsa Yahudi, jawabannya adalah karena Allah adalah Allah yang menepati janji. Ia berjanji kepada Abraham ratusan, bahkan mungkin ribuan tahun sebelumnya, bahwa dari garis keturunannya akan lahir suatu Raja, Juru selamat, yah apapun sebutannya hehe. Dari Abraham, lahirlah Ishak, Yakub, Yehuda, hingga ke Daud, dan kemudian ke Tuhan Yesus. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang tak pernah ingkar dan tak pernah lupa. Ia selalu setia kepada janjiNya. 


Buat temen2 yang ingin ikutan Bible Group, join yaaah ^^ Mari kita sama-sama bertumbuh dalam Kristus lebih dalam lagi.



3 komentar:

  1. Nik, udah gak bisa ikutan Bible groupnya hahaha udah penuh and kita udah minggu ke 3 :D

    BalasHapus
  2. Emang Allah ga pernah pilih kasih, Dia mengasihi semua orang ^^

    BalasHapus
  3. @mbak Mega: iya betul. And God never ever contradicts Himself!

    @Ci Shinta: ooooh gitu ya Ci? kupikir masih terima lowongan lagi hahaha. oke deh ^^ btw, thanks for your note Ci!! really explains a lot :)

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^