About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Senin, 12 Desember 2011

Don't Look Back

Posting di bawah ini berisi tentang kotbah yg dibawakan oleh Pdt. Fuji Harsono, gembala di gerejanya Ani, Gereja Mawar Sharon (GMS) Jakarta, Central Park. Kotbah ini sampe diulangi 2x, di Sabtu sore habis pementasan drama Kota Kusam, en di Minggu paginya saat ibadah pagi (dengan isi & pesan yg lebih intens). Ketika denger pertama kali, di pikiran gue adalah: "Wuih, bagus nih!" tapi ketika denger kedua kali, pikiran gue menjadi: "Yaaah kok diulangin sih, bosen....udah tau..." Secara gue ini kalo denger/baca sesuatu untuk ke-2x udah ga seantusias kaya pas baca pertama hehe. Tapi ternyata. Kotbah itu sangat mengena di hati gue. Gue bahkan yakin there must be a reason why God let me to hear the same topic twice less than 24 hours. 
Tidak ada judul kotbah yg diberikan, tetapi gue pribadi pingin kasih judul "Don't Look Back". Isi kotbah ini adalah dari Pdt. Fuji Harsono, bukan dari gue. So all credits go to the Lord Himself Who has given a revelation to Pdt Fuji, en also to Pdt Fuji yg udah nyampein kotbah. Semua yg gue tulis disini adalah pengulangan dengan gaya bahasa gue hehe. Gue berharap kotbah ini bisa memberkati kalian juga yang membacanya :) 

****
Kotbah diambil dari 2 kisah. Yang pertama dari kisah Yakub & Yusuf di Perjanjian Lama (PL), Kitab Kejadian 37:31-35. Di kitab itu diceritakan tentang persekongkolan kakak2 Yusuf untuk menjebloskan Yusuf ke dalam sumur, menjualnya menjadi budak di Mesir, kemudian berbohong kepada ayah mereka, Yakub, bahwa Yusuf mati karena diterkam binatang buas. Sebagai "bukti", mereka membunuh binatang, dan mencelupkan jubah Yusuf ke dalam darah binatang itu dan memperlihatkannya kepada Yakub. Ketika Yakub melihat jubah itu dan yakin bahwa itu jubah anak yg begitu disayanginya, anak yg paling dikasihi, si anak bontot, anak favorit, ia jadi begitu sedih, down, depresi, en stres beraaaat. (Soal Yusuf ini ada ceritanya sendiri yg menarik yg pingin gue tulis kapan2 hehe.)



(33) Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."
(34) Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
(35) Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.



Perhatikan kata-kata yang saya cetak merah. Kalimat tersebut menggambarkan kepedihan & kedukaan Yakub yg begitu dalam. Saya rasa tidak ada kata lain yg bisa menggambarkan kepedihan itu. Yah, gue pikir, Yakub pasti sedihnya udah pol-polan banget sampe2 dia bisa ngomong, "Gue bakalan nangisin anak gue sampe gue sendiri juga mati." Kesedihan hati Yakub begitu parahnya sampe2 dia ga bisa, bahkan menolak untuk dihiburkan oleh anak2nya yang lain. Padahal dia masih punya 11 anak laki-laki lain selain Yusuf! Kita semua sangat memaklumi seperti apa rasanya kehilangan orang terkasih, apalagi anak. Sekalipun kita punya banyak anak tapi kalo ada 1 yg meninggal, itu tetap terasa menyakitkan. Anak yg lain tidak akan bisa menggantikan anak yg hilang tersebut, karena anak itu begitu unik, spesial, dan istimewa. Tetapi, gue percaya ga baik bila selamanya kita terus berkubang dalam perasaan kecewa, marah, dan berduka terus2an. Life must go on. Ada waktu untuk berduka, ada waktu untuk melepaskan itu. Nah, kalo gue adalah salah satu dari anak2 Yakub yg lain, gue juga berhak untuk marah. Gue marah karena papa gue ga mau bangkit lagi dari kesedihannya. Gue marah dan ikut sedih juga karena papa yg gue kasihi tidak mau, bahkan menolak untuk gue hibur. Gue marah karena papa hanya menganggap si Yusuf bontot inilah yg penting. Gue bahkan bertanya-tanya, seandainya gue ato sodara2 yg lain yang "mati" (karena Yusuf kan belon mati pas itu), apakah Bapak Yakub akan sesedih ini???! Gue juga anaknya. Gue juga berhak mendapat perhatian yg sama. Gue mungkin bahkan telah memberikan cucu2 yg lucu untuk Yakub. 


Saudara, mungkin saat itu, anak2 Yakub yg lain sepakat untuk mengadakan pesta secara bergantian untuk menghiburkan hati papanya. Dimulai dari Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, dst sampai Benyamin dan Dina. Untuk sesaat, mungkin Yakub bisa bersenang-senang & melupakan kesedihannya. Dia bisa tertawa bersama anak2, bermain bersama cucu2nya. Tetapi begitu dia pulang dan masuk kamarnya, dan melihat kembali jubah Yusuf yg terkoyak dan berlumuran darah (binatang), seketika sukacitanya lenyap. Habis. Hilang. Seolah ditarik ke dalam black hole dg daya gravitasi yg luar biasa kuat. Yakub kembali tenggelam dalam kesedihannya, dalam kedukaannya. Ia kembali meratapi Yusuf. Ia menangisi diri lagi. Ia memukul-mukul diri dan meratap, "Ah, andai aku tak mengizinkan Yusuf pergi keluar!!" dll.


Bahkan, bahkan, ketika kelaparan huebat terjadi atas Israel dan kakak2 Yusuf pulang dari Mesir sambil mengabarkan bahwa Yusuf masih hidup, Yakub sudah gak bisa percaya lagi saking hatinya udah begitu pahit & pedih.  
Mereka menceritakan kepadanya: "Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka. (Kej 45: 26)


Itu, adalah kisah pertama.


Kisah kedua, diambil dari kisah penyangkalan Petrus terhadap Yesus dari Matius 26. Kita semua sudah tahu cerita ini. Ketika Yesus berkata kepada murid2Nya, bahwa malam itu iman mereka semua akan tergoncang, Petrus dg gagah berani mengatakan, "Iman mereka semua boleh terguncang, tetapi aku sekali-kali tidak!" Petrus bahkan bilang kalo dia berani mati bareng Yesus. Dan Yesus menjawab, "Petrus, sebelum ayam berkokok pagi ini, engkau akan telah menyangkal aku 3x." Singkat cerita, hal itu benar terjadi. Petrus menyangkal Yesus 3x. 


Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. (Kej 26: 75)



Saudara, mungkin bagi kita, kokok ayam itu terdengar lucu (soalnya  di bagian ini, Pastor Fuji pake alat peraga ayam2an yg ditaroh di atas tiang. Tiap kali Pastor Fuji tunjuk ke ayam itu, ayamnya bunyi "kukuruyuuuuuuk". Sound systemnya keren uy haha). Cerita ini juga cerita yg biasa2 saja bagi kita. Kita udah hapal di luar kepala!! Tapi buat Petrus saat itu, kokok ayam tersebut sama sekali TIDAK MENYENANGKAN. Kokok ayam mengingatkan betapa hinanya Petrus, betapa bodoh dan gobloknya dia karena telah menyangkal Tuhannya. Bagaimana mungkin dia lakukan itu??! Dia telah mengikuti Yesus selama 3 tahun!! Dia telah menyaksikan dg mata kepala sendiri mujizat2 yg dilakukan oleh Gurunya, dari yg nyembuhin ibu mertuanya dari sakit demam sampe bangkitin orang mati. How could he denied Him??? Dan Petrus menyesal begitu dalam.



Saudara, kokok ayam itu sama sekali bukan hal yg menyenangkan bagi Petrus. Kokok ayam itu bagaikan alarm mengerikan yg terus berbunyi di kepala Petrus, "Lu bersalah. Lu udah khianatin guru lu. Murid macam apa loooeee. Katanya sampe mati pun elo ga bakal nyangkal Yesus. Nyata2nya loe nyangkal Dia sampe 3x!!! 3x bow!! Dasar murid sampah!! Gak guna loeeee." Buat Petrus, kokok ayam bukanlah sekadar pertanda bergantinya hari, tetapi juga alarm rusak yg mengingatkan betapa hina dan jijiknya dia. Betapa kotor & tak layaknya dia!! Dan Petrus terus hidup dalam rasa berkubang itu selama beberapa waktu.


Saudara, ketika Petrus disuruh ke kuburan pada hari ke-3 karena mayat Yesus hilang, Petrus segera lari ke kuburan. Dia bertemu dg malaikat yg mengatakan bahwa Yesus telah bangkit, dan dia melonjak kegirangan. Tapi mungkin ketika dia hendak mengepalkan tinju ke udara untuk bersorak "Haleluya!!!" tiba2 terdengarlah kokok ayam, dan seketika itu juga Petrus kembali terpuruk. Dia diingatkan atas pengkhianatannya terhadap Yesus. sukacitanya hilang. Petrus baru bisa bangkit di hari Pentakosta dan para murid dipenuhi Roh Kudus. 


Saudara, betapa banyak dari kita yg hidup dalam rasa bersalah terus-menerus seperti itu??? 2 kisah di atas mengisahkan: yang satu adalah korban, yang satu adalah pelaku. Entah kita adalah korban atau pelaku, sampai kapan kita mau hidup dalam pelukan rasa bersalah & masa lalu yg kelam??? Puji Tuhan Yakub akhirnya percaya bahwa Yusuf masih hidup dan mau menemui dia di Mesir. Yakub masih hidup sampe hari tuanya untuk memberkati Yusuf dan anak2nya yg lain. Petrus akhirnya menjadi salah satu rasul ternama dalam sejarah yg radikal dalam mewartakan Injil. Bagaimana dengan kita?? Sudahkah kita bebas dari rasa bersalah dan mengutuki diri?? 


Saudara, mungkin di antara kita yg ada disini (or yg baca ini) pernah mengalami masa lalu yg buruk. Yg kelam. Yang menyakitkan.


Anda mungkin pernah melakukan aborsi.
Anda mungkin pernah diperkosa atau kehilangan keperawanan/keperjakaan.
Anda mungkin seorang single parent dan berjuang membesarkan anak.
Anda mungkin anak yang pernah tidak diinginkan oleh orangtua anda.
Anda mungkin pernah dilukai seseorang begitu dalam di gereja. Figur yg anda idolakan mengecewakan & menyakiti anda begitu dalam.
Anda mungkin pernah terjebak dalam narkoba atau membunuh orang.
Anda mungkin pernah nilep duit milyaran rupiah.
Apapun yg anda lakukan, selalu saja ada alarm berupa "jubah" atau "kokok ayam" yang mengingatkan anda bahwa anda itu jelek, busuk, hina, kotor, dsb yang tidak layak. Lama-lama, anda jadi kebal dan mati rasa. Anda berpikir, "Ya udahlah, gue juga udah kotor gini emangnya gue bisa bersih lagi?? Emangya Tuhan masih mau sama gue? Mending gue kotorin aja sekalian."


Saudara.... Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni. Yesus sudah mati bagi kita. Darahnya sudah menebus dosa kita, seburuk apapun itu!! Your past is not your future. Tahukah Saudara, iblis itu pingin agar Saudara fokus kepada kesalahan saudara??!! Iblis tidak ingin anda maju dan bertumbuh dalam Tuhan. Iblis tidak ingin anda dekat dengan Tuhan. Salah satu cara ampuh Iblis menjauhkan anda dari Tuhan adalah dengan selalu mengingatkan dosa2 masa lalu anda.


Saudara! Jangan takut. Anda bisa untuk mengambil alih otoritas atas dosa dan masa lalu yang buruk.... Roh yg ada di dalam kita, itu jauh lebih besar daripada roh-roh di dalam dunia ini. Seperti penduduk di kota kusam yang tidak mau menerima sabun untuk membersihkan tubuh mereka, padahal sabun itu diberikan gratis, mereka akan tetap kotor. Sebaliknya, mereka yg mau menerima sabun, akan menjadi bersih. Bila anda mau menerima & mengizinkan Yesus masuk dalam hidup saudara, Ia akan mengampuni & menyucikan anda. Dosa yang merah, akan putih seperti salju (pake ilustrasi jubah merah & putih hehe). Jangan mau untuk hidup dalam kungkungan rasa bersalah!! Jangan mau anda ditipu iblis. Jangan mau anda terus hidup dalam dosa, hidup yg kotor, kusam, dekil dan bau seperti penduduk kota kusam itu! Mereka sudah terlalu nyaman hidup dalam kekusaman & kedekilannya sampe2 mereka tidak mau menerima sabun buat mandi. Jangan biarkan kesalahan masa lalu mengakar di hati Saudara, sampe2 hatimu sudah beku dan busuk, en ga bisa menerima kabar yang baik sekalipun!


****

Guys.... kotbah di atas ngena buanget ama gue, plus gue juga nonton drama Kota Kusamnya juga hehe. Kotbah ditutup dengan undangan orang2 untuk maju ke depan untuk didoakan agar bisa lepas dari masa lalu yg terus menghantui mereka. 


Dari gue pribadi, kalo boleh sih gue pingin nambahin dikit hehe. Iblis tidak hanya berusaha jauhin kita lewat dosa masa lalu, tapi juga lewat kekhawatiran & intimidasi akan masa depan. Soalnya gue lagi ngalamin ini banget nih. Pas denger kotbah itu, I checked on myself, gue masih punya kepahitan gak yah sama orang... gue ada dendam gak yah.... rasa2nya gak ada deh. Gue udah pelepasan jg kok. Tapi di travel pulang tadi, gue menemukan bahwa gak hanya luka2 masa lalu yg menghantui gue, tapi juga kekhawatiran akan masa depan yg tak pasti. Yah 11-12 sama kotbah di atas. 


Let take me as a concrete example.


Gue mau lulus. Tapi sampe sekarang skripsi gue belon di-acc. (ini adalah salah satu alasan kenapa gue jarang nge-blog akhir2 ini hehehe. Malas, ga ada energi, en rasanya gimanaa gitu). I don't know whether i can graduate on February or not. Kalo kelulusan gue ditunda, buyarlah semua rencana: untuk S2, untuk kerja, untuk buka usaha sendiri. Yah walopun gue tahu sih kalo kelulusan gue ditunda, God tetap akan bekerja dalam hidup gue. Gue percaya kalo hidup gue ini sepenuhnya berharga & ga mungkin dijadiin mainan. Masa seeeeh Tuhan main2 sama idup kita. Ya gak ya gak. Tapi ini cerita lain yah hehe. 


Tapi di lain pihak, kalo gue lulus, ya masa depan gue gak cerah2 amat. Rasanya malah surem en burem gitu. Gaktau mo ngapain. Lamar kerja sih so pasti. Tapi kerja apaan? Gue memandang iri dengan teman2 yg punya bakat en minat jelas, misalnya desain, art & craft, buka bengkel, bisnis, buka resto, dll. Sedangkan gue, yg dipelajarin juga abstrak: politik & sosial man!! I really dunno what to do with my passions. What kind of R-E-A-L job i can do??! Gue tahu pasti kok ada pekerjaan yg sesuai dg minat gue, tapi sekarang tuh rasanya lagi ngambang & ga jelas. Yah ini ditulis kapan2 ya dalam tulisan terpisah soal minat & bakat gue haha.



Kemudian. About relationship. Everytime i hear a news about my other friends who already got a boy/girlfriend, i feel happy for them, yet my heart aches. Kapan giliran gue neeeh. Again, semua teoriiii en konsep soal relationship gue udah tau. No need to preach me about how important it is to keep close & rely on God. Gue langsung berpikir, "is there something wrong with me, God?" and i just keep silent and shed the tears.


Sedangkan untuk masa lalu, gue seringkali diingetin dengan si Mr. X yang udah "menabur" di hati gue, terus tiba-tiba ngilang. En then i suddenly become very sad en pity myself. Gue kembali mengulang-ngulang pertanyaan why-God-why. Gue kembali mengingat setiap detail yang dilakukan Mr. X terhadap gue. Gue membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Dan gue jadi galau lagi deh! En gue terus jadi sebel, kesel, pingin ninju mukanya Mr. X. Kenapa elu udah buat hati gue kaya gini. Kalo elu ga serius ya udah ga usah sok mulai. Dan gue berusaha lagi untuk lepasin pengampunan ke dia.


But i have to confess, justru di saat2 itulah gue merasakan Tuhan begitu dekat, and how He wept with me. Tuhan juga ngizinin kita nangis en berduka kok :) Bedakan disini antara berduka yang normal, dengan terus2an meratap. Alkitab sendiri mengatakan bahwa ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari (di kitab pengkotbah). When we are able to let go off the past, we will still remember it, but we will no longer feel the pain. We wont stumble anymore in the same hole of problem, coz God has taken care of it.


****
Saat mengalami hal-hal itulah, kotbah tersebut menyentak gue.


True that I should not live in my past, but I should not live in my worry also. The choice is in my hand. Iblis selalu berusaha ngingetin kita buat balik ke masa lalu. Tapi iblis juga berusaha buat ngingetin kita akan ke masa depan yg ga pasti. Iblis selalu berusaha buat kita FOKUS ke masalah2 kita, baik yg di masa lalu maupun masa depan. Dalam kasus gue, yang jadi "alarm" adalah setiap kali liat skripsi temen2 yang sudah di-acc en tinggal nge-print hard copy doank. Setiap kali denger berita si A sudah diterima kerja disini en disitu. Setiap kali denger berita si B sudah jadian sama si anu en si C sama si itu. Itu adalah "alarm-alarm" yang mengingatkan gue untuk berfokus pada kekhawatiran. "Mana Nik katanya Tuhan mo kasih lu kerjaan. Kok masa depan lu masih surem2 gini. Katanya Tuhan mo kasih lu PH. Mana mana manaaaaa." dan beribu suara jahat lainnya.


But yeah, I have the power & authority to not let myself be drown in worry & confusion. Buset lah gue denger kotbahnya sampe 2x loh. Emang Tuhan itu yang paling tahu apa yang kita butuhkan, termasuk rohani kita itu butuh denger "asupan gizi" (baca: kotbah) yang macam apa. Tuhan tahu kalo gue rentan banget jatuh dalam kekhawatiran, sampe2 Dia kasih gue denger tu kotbah 2x haha. Porsi ekstra bow :p Bahkan lagu pujian penyembahannya itu God is Able yang dinyanyiin Hillsong. Baguuuus banget. Kalo mau denger, klik di sini yah :) 


Btw, udah tahu belon kekhawatiran itu dosa? Gue baca ini di bukunya Craig Groeschel, judulnya What is God Really Like? dan Christian Atheist. Bagus banget deh. Gue dapet buku ini dibeliin Ani juga pas ada pameran Benaiah Books. Kekhawatiran itu dosa karena:
1. Menjauhkan kita dari Tuhan dengan membuat kita fokus pada masalah, bukan sama Tuhan.

2. Membuat kita tenggelam dalam kekhawatiran kita sampe2 mikir ga ada sesuatu yg bisa membantu kita, termasuk Tuhan sekalipun. 


Yah review soal buku ini kapan2 deh ya hehe. 


Jadi, apakah anda sering diserang oleh dosa masa lalu ataupun kekhawatiran masa depan, ayoooo kita rame2 tinggalkan itu. Pake otoritas yang Tuhan beri lewat Roh Kudus buat tinggalkan semua itu! :) 


Be blessed,


Nonik.



3 komentar:

  1. Keren ya Non, khotbahnya....aku suka waktu kamu bilang your past is not your future, can not more agree deh ^^

    Dan, menurutku sih emang kamu gak perlu kuatir about ur future, kamu pasti dapat pekerjaan yang luar biasa, kamu cerdas, gampang bergaul, baek hati tidak sombong, dan eh, rajin menabung gak? hahahahaha. Yang terpenting sih, kamu punya Tuhan yang besar, yang sanggup, yang berkuasa mengadakan dan meniadakan segala perkara. Perkara kecil bagi Tuhan untuk memberikan masa depan yang gilang-gemilang buatmu. Percaya aje Non ^^

    BalasHapus
  2. Makasih Mbak Mega, bener2 nguatin bangeeets :) Amen amen ameeeennn!!!

    hmm aku rajin menabung tapi begitu liat pingin barang2 yg pengin dibeli tabunganku jadi bocor gede banget wakakakak :p

    BalasHapus
  3. Huahahahahaha, itu brarti rajin menabung dan rajin ngabisin, gkgkgkgkgkgk.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^