About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Rabu, 14 Desember 2011

dilema seorang mahasiswa

Tulisan ini ditulis dalam keadaan sangat sedih, galau, sebal, kecewa, dll. Beberapa dari kalian mungkin tahu kondisi yang gue alami, sedang nunggu-nunggu acc skripsi. Skripsi gue sudah selesai pertengahan November yang lalu, bahkan sebelum UAS Prakdip. Tapi hingga kini, gue juga belum di-acc.... 
Sebagai mahasiswa, problem ini lumayan berat. Beberapa minggu ini pikiran gue khawatiiir mulu, meskipun ada 360 ayat yang berbunyi "jangan khawatir" di Alkitab (itu kata pendeta gue, gue sendiri gak ngitung heheh), dan meskipun gue baru saja ngepost tulisan berjudul Don't Look Back di blog kemarin. 


Gue khawatir dan kalut bukan main karena skripsi gue belum juga di-acc sampai detik ini. Padahal deadline pengumpulan dan daftar sidang adalah tanggal 3 Januari. Kalo ngumpulinnya tanggal 3-13 Januari, kudu bayar duit registrasi sebesar Rp 650.000. Kalo lewat tanggal 13 Jan, kudu bayar biaya pengembangan and registrasi sebesar 3 juta lebih 70 ribu, plus 6 SKS skripsi!! Yang bener aja kaleee. Gue udah ga enak sama papa. Gue begitu terintimidasi melihat teman-teman lain yang berjalan mulus-mulus saja bahkan ada yang sudah acc dan siap cetak!! Weeew. Bisa aja sih gue nekat langsung ngeprint, tapi itu namanya lancang, kurang ajar, en gak menghormati otoritas.


Dosen pembimbing gue adalah dosen yang sangat sibuk. Beliau bukan dosen unpar, tapi dari jakarta & juga mengajar di universitas2 lain, seperti di UI, Unpad, en President University. Beliau juga sering diminta Kemlu & Kemhan buat kasih kuliah or seminar, terus sering diundang buat pergi-pergi, entah dalam negeri ato luar negeri. Bulan November kemarin aja dia pergi ke USA selama 1 bulan. Praktislah semua perkuliahan dia ditiadakan or diganti oleh dosen lain, termasuk juga anak-anak bimbingannya (semester ini yang bimbingan dengan dia baru gue seorang!). Selain itu... beliau ngajarnya juga cuma weekend doank alias hari Sabtu. Jadilah setiap kali mau bimbingan, selain lewat email, gue kejar-kejar beliau di kampus hari Sabtu haha. 


Saking sibuknya, beliau ga punya cukup waktu buat baca skripsi saya mulai dari bab 1 sampai selesai. Punya sih, tapi kan pasti terbagi-bagi dg kegiatannya yang lain. Makanya revisi skripsi gue butuh waktu yang lamaaa. Lama bukan karena gue yang males, tapi karena dosennya belum baca-baca :p Bahkan beliau beberapa kali sudah bilang ke gue, "Louisa, jangan sungkan-sungkan yah buat sms buat ngingetin saya baca skripsimu." Hehe karena sudah "dapat restu" seperti itu, ya gue tenang2 saja tiap kali ngingetin beliau. Tapi itu sudah berlangsung sejak awal penulisan.... dan sekarang deadline pengumpulan skripsi jadi semakin dekat. Justru gue sendiri yang jadi sungkan & segan untuk sms beliau tiap hari. Kesannya desperate banget! Soale pembimbing gue ini baik dan sabarnya juga luar biasa, gue jadi rikuh sendiri kalo maksa-maksa dia buat cepet-cepet acc. Justru temen2 gue yang semangatin gue, kalo gue PASTI BISA. Bahkan banyak di antara mereka yang skripsi belon kelar, tapi juga ngejar lulus Februari. Misalnya, baru mulai bikin bab 4, malah ada yang baru mulai bab 3. Tapi ya tetep aja lah gue khawatir! 



Ketika sabtu pagi kemarin gue memberanikan diri buat telepon beliau, beliau bilang, "Oke Louisa. Saya usahakan sampai sebelum natal revisimu bisa selesai." Pokoknya denger jawabannya tuh gue tenaaaang banget en plong se-plong2nya. Terus siangnya gue ke Jakarta, ketemu Ani sampe Minggu sore. Tapi Selasa sore kemarin pas gue telpon lagi tanyain revisi, jawaban beliau bikin gue dooowwwn banget T.T Beliau sakit!! Yah you know what i mean.... itu berarti beliau juga gak fit buat baca, priksa, en revisi skripsi gue. Habis revisi akan kirim ke email gue, gue baca, gue revisi, kirim balik lagi ke beliau, nunggu dibaca en dipriksa lagi udah bener belon, dsb. Waktu akan semakin molor.... Padahal deadline-nya man!!! Tanggal 3 Januari T.T   Secara dunia, adalah hal yang sangat konyol bila penundaan kelulusan gue itu diakibatkan bukan karena kemalasan gue tapi karena dosen yang lama tidak acc -.-"



I know and I am totally aware, kalo kelulusan gue ditunda jadi bulan Juli, Tuhan pasti akan berbuat sesuatu dalam hidup gue. Dia punya rencana. Gue percaya, Dia ga akan main-main sama hidup gue. Masa sih hidup gue buat mainan. Karena hidup gue kan berharga! He clearly said that in Isaiah 43:4. Tapi yah, kalo gue bisa lulus 3,5 taun, why not?? Hmmph gimana ya jelasinnya. Gue akan berusaha sebaik yang gue bisa untuk kejar kelulusan bulan Februari. Perkara lulus kapan, itu urusan belakangan. Yang penting, i've done the very best that I can. Dan memang gue sudah try as hard as possible to do my best! 



But today.... semua ketidakpastian ini begitu menekan gue. Gue kecewa juga sih sama pembimbing, kenapa ga dari kemarin2 dibaca en di-accnya??! Gue berusaha untuk mengerti, skripsi gue bukan satu2nya kerjaan dia. Dia kan juga punya jadwal & kegiatan2 lain.... but the fact that I have asked about this almost more than one month ago really disappointed me. Ketika beliau berkata dengan yakin bahwa revisinya akan sudah selesai sebelum natal, i was so relieved to hear that. But suddenly, he fell ill... Everybody said that i should pray for him, which is of course I've done it immediately the moment i heard the news. Tapi gimana yah, gue ngrasa doa gue gak tulus gitu loh. Soale selain pingin beliau sembuh, gue juga pingin beliau cepet2 bisa acc skripsi gue.


I cried bitterly this morning in the library. Bukan masalah lulus 3,5 taun.... Nope. It's not as simply as that. Tapi gue juga sudah punya rencana sendiri. Gue punya planning buat S2, buat kerja, en juga buat wirausaha. Bila kelulusan di bulan Februari tertunda, what am i gonna do then?? Bisa dibilang sehabis prakdip kemarin itu gue secara teknis udah jadi pengangguran. Selain revisi skripsi, di bandung cuma habis2in uang papa. Papa gue juga berharap agar gue bisa lulus Februari nanti... uang yang dikeluarkan untuk Unpar itu tidak sedikit coy.



Ketika gue bertemu dengan seorang teman di lorong, dia berkata sesuatu yang kinda slapped me in my heart: "Aren't you a strong believer in Jesus? Just believe! Come on Loui, you can do it! You can make it till February!" Dan gue terhenyak.... Selama ini, kekhawatiran & kekalutan akan skripsi begitu menguasai pikiran gue. Gue ga bisa saat teduh dengan tenang karena pasti kepikiran ini. Sate gue bolong-bolong. Gue bilang gue percaya, tapi kelakuan gue sama sekali tidak menunjukkan hal itu.


And then on lunch time, I shared it again with my other friend. She said, "Nik, kamu harus percaya. Percaya ya percaya wae. Orang nek percaya mbe orang lain kan ya langsung percaya tanpa ba bi bu. Ga ada tapi-tapian. Percaya Nik, percaya!" Again, i feel so strengthened.... Gue benar-benar merasa dalam keadaan susah untuk percaya :'( Keadaan gue benar-benar seperti seorang ayah yang berkata, "Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" 



Ada cerita di Alkitab yang sangat pas dengan keadaan gue, di Markus 5:21-43. Tentang Yairus, kepala rumah ibadat yang dengan sangat memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sakit keras & hampir mati.... Ia bahkan tersungkur di kaki Yesus (rasanya gue juga udah tersungkur di kaki Yesus sekarang T.T). Bagian favorit gue adalah ayat 35 & 36. Ketika itu, orang2 berkata pada Yairus, "Anakmu sudah mati!! Apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru??" 

SUDAH MATI....
GONE.
DEAD.
Kalo gue Yairus, gue pasti sudah tersungkur dan menangis meraung-raung. How come, Jesus did not heal my daughter??! My beloved one?? How come, oh how come?? Tapi apa kata Yesus? Ia berkata, "Jangan takut, percaya saja!" Yesus bahkan TIDAK MENGHIRAUKAN perkataan mereka.... en you know the end of the story, Yairus' daughter was healed, she was raised to death by Jesus.


Apa yang dialami Yairus, jelas juauh lebih berat daripada skripsi gue haha. Ya iyalah -.- Dalam kondisi Yairus, anak perempuannya sudah mati... mustahil untuk berharap. Di kondisi gue, sampe sekarang dosen belum acc-acc dan tanggal deadline semakin dekat. Tapi, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ga peduli suasana mau sesuram & seburuk apa, Allah sanggup, dan Allah bisa. Asal kita PERCAYA. 


***



Sore hari. Gue duduk diam dan berdoa... sambil denger lagu2 rohani. Gue udah bener2 ga bisa ngapa2in, rasanya tangan Tuhan itu sangat menekan gue. Gue sudah dibawa ke titik serendah mungkin sehingga gue tidak bisa merasakan lagi yang namanya sakit karena jatuh dari tempat tinggi. You know what i mean, right? Gue sudah tersungkur, terpuruk. Dan tiba-tiba gue dapet rhema gini: "Nonik, kelulusanmu sama sekali bukanlah karena kepintaranmu atau usahamu. Tapi semata-mata karena kasih karunia-KU." DOEEERRR. GLEGAAAR. Just so you know, selama ini gue selalu membayangkan & berandai-andai bahwa gue akan memuliakan nama Tuhan di kampus. Nah, gimana kalau ini adalah suatu "kesempatan" to glorify Him in my campus?? Asliii gue gak brani bayanginnya. Terasa sereeem -.-" 


Gue smsan sama Mbak Dhieta & Mbak Mega.... the two of them really strengthened & consoled me :') Thank you, oooh really thank you, both of you!! T.T Mbak Mega sampai kirim sms yang bunyinya gini: "percaya.percaya.percaya.percaya.percaya.percaya.percaya.
percaya.percaya.percaya...." diulang-ulang haha. Gue sampe ketawa geli :D Mbak Dhieta said, entah mau lulus Februari, entah mau lulus Juli, rencana Tuhan baik. Dia pasti yang dimuliakan. I really have done my part... the best that I can do. Sekarang benar-benar terserah Tuhan gue mau diapakan.... Cici PA gue juga bilang gitu.


Again, di masa-masa tadi, gue bergumul hebat. Gue tahu gue tidak harus tahu atau mengerti segala sesuatu, bagian gue hanyalah PERCAYA. Tetapi gue mempertanyakan dengan sangat keras, "Tuhan, mengapa aku tidak boleh mengerti perbuatan-Mu, pekerjaan tangan-Mu di balik semua penundaan ini??! Mengapa aku tak boleh tahu SEKARANG, kalo Engkau bermaksud membuatku lulus di bulan Juli?? Why??! I know You know the best for me, but I claim my right to know it also right away, Lord!!"


God just kept silent.


Then.... the song of "Dia Mengerti" by Maria Shandi came along. Di akhir reffrein, dinyanyikan, "Namun satu yang Dia minta... agar kita percaya. Sampai mujizat menjadi nyata...." And again, it slapped me in my heart. Pertanyaanku terjawab. Bila aku orang yang mengetahui segala sesuatu, masih mungkinkah aku mempercayai-Nya? Bukankah itu esensi dari percaya??


Silent....


Gue jadi inget film Titanic pas Rose & Jack mau siap-siap loncat dari kapal. Jack said to Rose, "Trust me!!" And Rose said firmly, "I trust you!" Hahaha... 



***


Gue ga bermaksud lebay dengan permasalahan yang gue hadapi. Setiap orang memiliki kadar permasalahannya sendiri2. Dibanding permasalahan yang dihadapi orang lain, masalah gue ini hanyalah sebesar kacang :p Tapi dalam posisi & kapasitas gue sebagai seorang mahasiswa, ini bukan masalah yang mudah. Bagi Allah, ini porsi besar yang harus gue lalui. Kenapa? Karena Allah tahu, Nonik adalah orang yang sangat susah diajar untuk berdiam diri. Nonik orang yang sangat tidak sabaran. Nonik orang yang maunya serba instan -.-" Mengutip kata-kata Mbak Dhieta, "beri aku perang, maka aku akan maju pedang seperti Debora.... Atau aku akan maju menghadap raja tanpa dipanggil terlebih dahulu seperti Ester. Tapi duduk diam dan menanti seperti Ruth? Bukan perkara yang mudah bagiku."  (lupa itu di posting yang mana ya haha). I feel exactly the same like that sentence!! Belajar untuk duduk diam & menanti dengan sabar itu termasuk susah untuk gue. Maukah gue belajar untuk terus percaya sekalipun keadaan sungguh tidak memungkinkan lagi untuk bisa percaya?? 


God only gives me this guarantee:
that no man who believes in Him, relies on Him, and trust Him, will ever be put to shame or disappointed (Rome 10:11). 

Gue sampai berkelakar gini sama Tuhan, "Oke deh Tuhan apapun hasilnya pokoknya Nonik percaya, itu BAIK! Mau Nonik lulus Februari, lulus Juli, Nonik percaya Engkau Baik! Pokoknya kalo sampe Nonik malu, Engkau yang tanggung ya Lord..." hahaha cape deh. Believe me, it was not easy that God is good when everything surrounds us ain't good AT ALL. Lah misalnya situasi gue yang begini. Gue sangat-sangat tergoda untuk bilang, Tuhan jahat!! Kalau gue ga lulus seperti yang gue harapkan T.T 



Soal keuangan, gue percaya, kalo sampe gue harus bayar 1 semester penuh lagi karena gue ga lulus, Tuhan yang akan sediakan. Gatau gimana pokoknya Tuhan yang cukupkaaaaan!!! Bagian yang gue lakukan di finansial adalah: apply beasiswa dari fakultas gue in case i have to extend my study in Unpar. Gue minta dibebasin dari kewajiban bayar uang pembangunan & registrasi. Pas wawancara beasiswa kemarin....kemungkinan dapetnya juga kecil sih :( Dosen2 malah pada kasih semangat biar gue lulus Februari, en dukung gue untuk mendesak sang dosen pembimbing untuk secepatnya meng-acc skripsi gue! Haha. Again, i've done everything they said. Gimana hasilnya, bener2 terserah Tuhaaaan....



Berani taruhan, pasti Tuhan akan kerjakan sesuatu yang besar di skripsi gue. Gue gak minta jadi the Best Delegate di IMUN. Tapi dikasih! Gue juga gak minta jadi Outstanding Delegate di UAS Prakdip. Tapi dikasih juga. Masa perkara kelulusan & pekerjaan yang jauh lebih penting, Tuhan ga bisa kasih?? Oh, I know He is more than able. 


Tuhan, tolonglah aku yang tidak percaya ini...
Amin.



3 komentar:

  1. TUHAN dimuliakan gak cuma waktu kita menang, berhasil ato pas kita sukses Non. Bahkan dalam segala sesuatu yang terjadi kita tetap dapat memuliakan Dia.

    Oh, betapa Dia juga akan dimuliakan saat kamu tetap mengucap syukur dan memujiNya saat kamu mengalami kesusahan ini, bahkan menguatkan kepercayanmu padaNya Non ^^V

    Tetap semangat ya Non. Jangan bimbang. Jangan sedih. Jangan meragukan kebaikanNya. Semangaattttt...!!! \(",)/

    BalasHapus
  2. waaaaaaaa noniiiiiikkk.. kamu lagi sedih tohh yaa?? :( dahh lama skali kita tidak berbincang2..hoho.. iyaaa nik skripsi ini juga selain melatih otak kita juga melatih kepercayaan kita sama Tuhan, membentuk karakter (krna gue berkelompok) hehehe.. noniiikk tetap berharap sama Tuhan yaaa.. Dia layak untuk dipercayai.. He is AWESOME God.. =) hug nonik

    BalasHapus
  3. @Mbak Mega: makasih banget mbak!! hehe jadi diingetin lagi, TUhan dimuliakan ga hanya pas waktu kita menang/berhasil, tapi juga ketika kita kalah.

    @kezia: iya Kez.... thank you banget buat dukungannya hehe. Ya ya ya AMEN Dia itu LAYAK DIPERCAYA. Pokoknya orang yg percaya padanya ga akan dikecewakan. Wah wah skripsi lu kelompok ya?? haha pasti ada cerita menarik dari situ!! ditunggu ceritanya :)

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^