About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 08 November 2011

Mari kita kenalan sama Kegagalan

WARNING: cerita pendek di bawah ini murni FIKSI belaka.



Suatu hari, aku sedang duduk di bawah pohon yang rimbun, sambil menikmati pemandangan di sekitarku. Harinya cerah sekali saat itu, rumput yang kududuki rasanya empuk sekali. Di sela-sela rumput itu ada bunga-bunga kecil warna kuning, dan sesekali kupu-kupu putih berterbangan mengitari di atasnya. Tiba-tiba, aku melihat dari kejauhan tampak sesosok pria yang muncul. Ketika dia semakin dekat, aku melihat perawakannya yang tinggi besar, tapi raut wajahnya begitu lemah lembut. Langkah kakinya tegap, dan wajahnya seolah-olah memancarkan aura keemasan yang gimanaaa gitu.
Aku seketika langsung ingin menyambutnya dan mengajaknya duduk bercakap-cakap. Tapi perawakannya yang agung, membuatku merasa segan dan takut untuk mendekatinya. Jadi aku hanya bisa melanjutkan duduk-dudukku sambil terus menikmati pemandangan. 



Eeeh siapa sangka, pria tampan nan gagah itu ternyata melangkah mendekatiku! Untuk sesaat aku takut sekali, pingin kabur. Haha dasar aneh, bukannya senang didekati cowo ganteng malah takut =.= Soalnya gimana yah. Kan ada rasa was-was juga didekati orang asing. Bagaimana kalo dia orang jahat? Bagaimana kalo dia ini seorang penculik, pemerkosa, atau malah mungkin pembunuh berdarah dingin? Apalagi aku sendirian di tengah taman ini! Melihat sikapku yang kaget dan hendak beranjak pergi, pria itu cepat-cepat berkata, "Jangan takut... Jangan pergi. Aku ingin bercakap-cakap denganmu." Katanya sambil tersenyum.



Aku kaget mendengar suaranya. Lembut sekali.... tapi juga dalam dan tegas. Akhirnya aku pun duduk kembali. Hitung-hitung sekalian kenalan sama cowok ini! Hehehe. 



Aku pun memberanikan diri bertanya. "Siapa namamu?"

"Namaku? Kau yakin ingin tahu namaku?" 

"Ya iyalah! Itulah tujuan orang kenalan. Bukannya kamu yang ingin ngobrol2 denganku ya? Kenapa menghindar ketika kutanya namamu?"


Orang itu terdiam sejenak.

"Aaah... bukan begitu. Aku takut justru ketika kamu tahu namaku, kamu justru ngacir pergi dan tidak mau mengobrol lagi denganku."



Aku tertawa. "Bagaimana bisa begitu? Memangnya namamu semenyeramkan apa sih?"



"Hmmm. Aku tidak tahu semenyeramkan apa. Tapi biasanya, begitu mendengar namaku, orang-orang langsung pada kabur. Mereka tidak mau mengenalku, mendengar ceritaku, atau memahamiku lebih dalam."



"Tapi tidak demikian denganku!" aku bersikeras. "Ayolah, sebutkan namamu. Aku janji aku tak akan lari. Aku akan tetap duduk-duduk disini dan ngobrol denganmu." Ketakutan dan kecurigaanku kepada orang asing ini, seketika sudah sirna, digantikan oleh rasa penasaran yang amat kuat ingin mengenalnya.



"Baiklah. Hmmm.... Oke. Janji ya gak kabur?"



"Enggak!"



"Namaku.... namaku adalah kegagalan."



Aku langsung melongo. Nama apaan itu? Masa ada orangtua yang memberi nama anaknya "kegagalan"? orang tua yang kejam....



"Tuh kan, kamu kaget." kata pria itu. "Aneh ya namaku?"



"Bukan aneh lagi!" Semburku. "Nama apaan itu? Kegagalan? Itu sih bukan nama! Itu keadaan! Kegagalan??? yang benar saja deh." =.=



"Tapi itu benar. Aku adalah keadaan itu. Akulah kegagalan itu." tandasnya.



Mulutku jadi makin menganga. Apakah aku bermimpi?? Aku bertemu dengan kegagalan itu sendiri? Aku tertawa antara percaya dan tidak percaya. "Kamu itu berwujud orang ya? Kenapa kamu memilih untuk, hmm... hmmm... menampakkan diri?"



"Karena aku ingin orang-orang mengerti siapa aku sebenarnya," jawab si Kegagalan (bahkan menyebut namanya demikian pun terasa aneh!). 



"Ya sudah, kalo begitu kenapa kamu gak temui orang2 di tempat yang rame? di pasar kek, di sekolah, di jalan raya. Kenapa kamu malah menemuiku di tempat sepi kayak gini?"



"Karena orang-orang menolakku. Tahu namaku saja mereka bisa ngacir. Sedangkan kamu, tampaknya kamu orang yang bisa diajak berbicara serius dari hati ke hati hehe. Makanya aku temuin kamu disini. Aku ingin setelah bercerita denganmu, kamu bisa bercerita ke orang-orang tentang siapa aku sebenarnya. Boleh tidak?"



Aku ragu-ragu sejenak. Memangnya orang ini siapa sih? lagaknya seperti Sang pembawa pesan saja! Tapi, bukankah dia ini memang mau nyampein pesan? "Ya sudah, boleh!" kataku. "Apa yang pingin kamu sampaikan?" 



"Itu tergantung dari pertanyaanmu." Jawabnya sambil senyum-senyum.



"Looh kok?!" Buset nih orang, teka-teki mulu dari tadi jawabannya. "Maksudmu tergantung pertanyaanku itu gimana?"



"Yah, semakin banyak kamu bertanya padaku, semakin kamu akan mengenalku." Jawabnya sambil tersenyum jahil. Dasar orang aneh!! Sungutku. Baiklah, aku akan bertanya.



"Siapa sebenarnya dirimu?"



"Hmmm. pertanyaan bagus!" Jawabnya. "Jawaban untuk pertanyaan ini cukup panjang. Seperti yang kubilang sebelumnya, aku adalah kegagalan. Aku adalah keadaan .Tapi, orang-orang bisa memilih untuk melihatku dengan dua cara. Mereka bisa melihatku sebagai keadaan yang menghancurkan mereka, atau sebagai keadaan yang bisa memecut mereka untuk menjadi lebih baik lagi, berusaha lebih keras lagi."



Aku mengangguk-angguk. "Tapi kenapa sih kamu ada?" 



Dia tertawa sedikit. "Aku ada untuk membuat dunia lebih menarik." :p  "Bayangkan kalau dunia ini hanya dipenuhi oleh Kesuksesan, dan hanya Kesuksesan terus yang bekerja. Kesuksesan memang bisa memberikan kebahagiaan kepada manusia. Tapi tanpa diriku, orang-orang tak akan mengerti yang namanya kegagalan. Orang-orang lama-lama akan menjadi malas. Mereka akan terbiasa melihat apapun pekerjaan mereka, semuanya langsung berhasil. Dan lama-lama, justru si Kesuksesan sendiri yang akan rugi. Lama-lama orang akan meremehkan dia, menganggap dirinya yang paling hebat. Hahaha...."



"Oooh begitu..." kataku. "Tapi yah, siapa sih yang mau gagal? Gagal itu gak enak tahu. Gara-gara kamu, banyak orang yang merasa sedih bahkan depresi gara-gara lamarannya ditolak. Lamaran ke sekolah, ke perusahaan, ke orang yang mereka cintai, dll. Gara-gara kamu, banyak orang bunuh diri.... depresi.... angka kejahatan meningkat. Banyak yang putus asa."



"Aku tahu", jawabnya lagi. "Tapi kamu tahu gak, kalo tanpa aku, dunia ini gak akan ada ciptaan terkenal seperti Microsoft-nya Bill Gates, Apple-nya Steve Job, rumus E=mc2-nya Einstein, vaksin cacarnya Edward Jenner, metode pasteurisasi-nya Louis Pasteur, komposisinya Mozart, Ludwig Van Beethoven, resep ayamnya KFC. Mereka berhasil menemukan ciptaan-ciptaan sedahsyat itu karena ada aku. Atau lebih tepatnya, Tuhan yang mengizinkan aku bekerja dalam kehidupan mereka." Katanya lagi sambil terkekeh.



"Tapi kadang kamu keterlaluan banget. Berapa kali orang harus mengalami kamu dulu agar bisa berhasil seperti itu hah? Satu atau dua kali sih oke. Tapi kalo harus mengalami kamu 10x, 100x, bahkan lebih, itu sih lebay. Kamu tega banget sih."



Dia tersenyum lagi. Senyumnya manis banget.... "Kamu tahu gak justru kalo di masa-masa seperti itu, aku juga berbuat hal lain yang gak kamu sangka?"



"Apaaaa??" tantangku.



"Aku berusaha mendekatkan manusia ke Tuhan." Jawabnya. "Tanpa diriku, mungkin manusia tak akan mungkin sadar sepenuhnya bahwa mereka itu, bagaimanapun hebatnya, masihlah seorang manusia. Manusia yang bisa gagal. Tanpa diriku, manusia bisa-bisa menyombongkan dirinya bahkan menganggap dirinya omnipotent, serba bisa. Sekali lagi, manusia selalu punya dua pilihan bagaimana seharusnya bersikap dalam melihat diriku: menerimaku dengan penuh syukur, atau memusuhiku dan mengutukiku. Menerimaku dengan penuh syukur memang tidak akan mudah pada awalnya, tapi kemudian itu justru akan memberikan mereka masa-masa yang lebih mudah untuk bangkit kembali dan melanjutkan hidup mereka. Sebaliknya, orang-orang yang tidak berani menghadapiku, justru akan stress sendiri."



Aku menjawab skeptis. "Yaaah, kalo yang begituan sih aku udah tahu!! Tapi kenapa masih ada orang-orang yang gagal sampai bunuh diri? Orang yang gagal walaupun sudah mencoba lebih dari 100x?" 



"Seperti kataku tadi, orang selalu mempunyai pilihan dalam menghadapiku. Kalau mereka terlalu tenggelam dalam kesedihan, yah mereka ujung-ujungnya bisa game over. Ngomong-ngomong soal orang yang gagal terus. Itu bisa berarti, Tuhan berusaha menunjukkan kepada mereka bukan ini yang seharusnya mereka lakukan. Bukan jalan ini yang seharusnya mereka ambil. Ada hal-hal atau urusan tertentu yang hanya Tuhan yang tahu."



"Kenapa?? Kenapa hanya Tuhan yang boleh tahu?" tuntutku gak puas.



"Loooh ya karena Dia Tuhan gitu loh. Sudah pernah baca Ayub kan?"



Aku mengangguk.



"Nah. Di akhir cerita, apakah kamu bisa menjelaskan kenapa Tuhan mengizinkan Ayub dicobai sedemikian rupa oleh Iblis? Alasannya kenapa coba?"



Aku berpikir sejenak, tapi kemudian menggeleng. Jujur saja aku tak bisa menemukan alasan yang benar2 menjawab, kenapa Ayub dicobai. Padahal kan Ayub orang saleh.... Saat aku membaca kitab Ayub, aku suka heran sendiri. Sudah baca berkali-kali pun tetap merasa, kenapa Ayub dicobai seperti itu? Aku merasa Tuhan tidak adil. "Aku tak tahu," jawabku terus terang sama orang yg bernama Kegagalan ini =.=



"Nah. Tapi tahukah kamu, di akhir kitab itu, Tuhan banyak bicara sama Ayub soal kebesaran diri-Nya. Dia menggambarkan diri-Nya sebagai Allah yang agung dan besar, pencipta alam semesta. Dia yang bisa membuat langit, laut, bumi, bintang-bintang, dan milyaran galaksi lain. Allah membuat berbagai macam makhluk hidup, termasuk cara hidupnya, makanannya, dll. Dimana Ayub saat Allah menjadikan semuanya itu? Sekalipun Ayub merasa dirinya tidak salah, yaa itu wajar-wajar saja sih hehe. Tapi apakah kesalehan orang seperti Ayub pun, membuatnya mampu mengerti jalan pikiran Allah? Tidak kan? Ayub akhirnya hanya bisa pasrah, bahwa apa yang dia alami itu, di bawah kekuasaan Tuhan. Tuhan tetaplah Tuhan yang berkuasa dan mengontrol semuanya. Kadangkala aku merasa geli sendiri dengan manusia. Manusia suka memakai alasan, 'kami hanya manusia yang tak luput dari kesalahan' bila mereka salah atau gagal. Tapi kalau mereka berhasil, wuah sombongnya langsung selangit. Langsung berani menantang Tuhan, bilang Tuhan tidak adil, mempertanyakan Tuhan, dll. Manusia terlalu ingin tahu hal-hal yang di luar kekuasaannya. Kalau manusia memang merasa lebih hebat, coba buktikan, kasih satu solusi saja untuk mengatasi masalah di dunia ini. Satuuuu saja."



Kali ini aku tertunduk malu. Tapi jadi makin mengerti juga. Bahwa di dunia ini... memang ada urusan yang hanya Tuhan yang tahu. Otak manusia jelas tak akan mengerti cara kerja Tuhan. Wooow. Amazing. Kadang-kadang Kegagalan ini memang menyadarkan manusia untuk selalu eling dan down to earth juga.



"Eh mau tahu gak peranku yang lain?" Dia nyletuk lagi.



"Ya deh ya deh. Apa apa?" Sambutku.



"Aku bisa menguji manusia apakah dia benar-benar mencintai dan mempercayai Tuhan," katanya sambil mesam mesem. 



"Maksudmu?"



"Begini. Gampang buat orang percaya Tuhan kalo semua keadaan berjalan enak di sekelilingnya. Nah, saat dia mengalamiku, masih maukah dia mempercayai Tuhan? Masihkah dia setia menanti janji Tuhan? Atau.... lebih tokcer-nya, apakah dia sebenarnya berfokus pada Tuhan, atau pada janji Tuhan itu? Bila manusia pintar 'memanfaatkan' diriku, dia akan benar-benar introspeksi, melihat ke dalam dirinya.... dan mengizinkan Tuhan untuk menguji hatinya, kemudian memoles dan memprosesnya lebih indah lagi."



Aku sekarang terhenyak. Benar apa yang dikatakannya. Selama ini, aku lebih fokus ke Tuhan atau ke janji-janjiNya yah?



Dia menambahkan lagi. "Orang bisa saja berkata, kalo dia sukses, itu karena Tuhan. Nama Tuhanlah yang dimuliakan. Itu sih sah-sah saja, dan memang seharusnya orang bersyukur and give all the credit to the Lord Himself. Tapi apakah itu berarti, kalau orang gagal, nama Tuhan tidak dimuliakan? Apakah Tuhan itu hanya bekerja kalau orang sukses saja? Hey hey, lewat aku, Tuhan juga bekerja loh. Entah bekerja untuk kebaikan orang itu, entah untuk kebaikan orang lain. Tapi yang jelas, Tuhan tetap bekerja. Bisa jadi saat mengalamiku, Tuhan ingin menunjukkan bukan dalam bidang ini nama-Nya dimuliakan, tapi di bidang lain."



"Waaah...." kataku sambil geleng-geleng kepala. "Thanks buat penjelasanmu. Aku jadi semakin memahamimu!" "Eh, tapi kalau kamu menghampiri orang....tolong jangan lama-lama donk?" timpalku lagi.



"Wohooo, tidak. Kerjaanku juga ada expiry date-nya kok :p  Aku gak akan terlalu lama menggelayuti pundak manusia. Aku akan pergi begitu Tuhan mengatakan bahwa ini waktunya aku pergi. Saat itulah, tangan Tuhan sendiri yang bekerja. Jadi waktu Tuhan itu selalu tepat. Tak pernah terlambat, tapi juga ngga pernah terlalu cepat. Saat Tuhan ijinkan aku datang dalam kehidupan manusia, sebenarnya Dia sedang menunggu-nunggu waktu yang tepat buat bertindak. Penundaan tidak selamanya buruk. Penundaan berarti menunggu waktu Tuhan yang indah, yang baik. Terkadang aku disuruh Tuhan datang menghampiri manusia sebagai wujud penundaan, tapi kadang-kadang manusia juga ga disuruh ngapa-ngapain selain duduk diam dan menanti. Gitchu lhooo..."



"Oh.... ya ya. Aku mengerti sekarang. Betewe, aku jadi penasaran nih. Apakah Kesuksesan itu ada juga? Maksudku, berwujud orang seperti kamu?"



"Yup, ada. Dia cantik sekali. Kehadirannya sulit ditolak orang. She's too hard to resist. Haiiissh =.= Makanya orang-orang lebih gampang menerima dia dan lebih sulit menerimaku hehe. Tapi bukan berarti kami bermusuhan. Kami selalu bekerja sama. Justru setelah mengalamiku berkali-kali, orang-orang jadi lebih menghargai dan menikmati momen setiap saat dengan Kesuksesan. Betul tidak?" katanya sambil nyengir. 



"Hahaha. Betuuul!" Aku tertawa mendengarnya. "Dengan siapa lagi kamu bekerja?"



"Ada satu lagi sobat karibku. Meskipun dia lebih jarang muncul dalam kehidupan manusia, tapi justru nama dan kuasa Tuhan dinyatakan lebih hebat lagi melalui dirinya. Nama sobatku itu Kemustahilan. Wehehe." 



"Aaaah Kemustahilan itu! Wah, dia sih pasti lebih dijauhi orang-orang yah."



"Yah, begitulah.... Tapi kadang kalau bebalnya orang sudah kelewatan, Tuhan akan izinkan Kemustahilan bekerja, biar lewat peristiwa itu Tuhan bisa bekerja juga. Tuhan ambil semua-semua yg dipunyai orang itu: kepintarannya, kekayaannya, jabatannya, koneksinya, bahkan mungkin kesehatannya pun bisa diambil. Tujuannya cuma satu. Tuhan ingin agar orang itu berbalik padaNya. Lebih baik sengsara sebentar tapi jiwanya selamat, daripada hidup enak terus tapi jiwanya masuk ke siksaan kekal. Hiii." 



"Ooooh.... begitu ya." Sekarang kerjaanku hanya terpana mendengar penjelasannya.



"Iya. Kadang sedih juga loh, orang-orang sering menyalahkan diriku en menjadikanku kambing hitam buat semuanya. Atau kalau enggak, orang-orang jadi nyalahin Tuhan. Karena aku, orang2 teriak 'Tuhan gak adil!' atau 'Tuhan gak ada!' Duuh nyesek banget gak seeh. Yah begitulah, kalian manusia selalu punya pilihan. Pilihan yang memang gak mudah, tapi bila kalian memilih yang benar, percaya deh kalian akan 'tumbuh' pesat" :D 



Kami terdiam sejenak. Perkataannya cess pleeeng bener masuk ke hatiku. "Sudah? Itu aja? Ada lagi gak yang laen?" tanyaku.



"Rasanya sudah cukup. Semua yang penting-penting yg ingin kusampaikan, sudah kusampaikan ke kamu. Aku berharap, orang-orang bisa memiliki perspektif yang berbeda saat melihatku sekarang. Memang sih saat aku datang, itu rasanya gak enak en menyakitkan. Tapi percayalah tujuanku itu baik, untuk semakin memurnikan kalian. Gini-gini aku juga dateng atas sepengetahuan Yang Maha Kuasa, jadi tenang aja deh peranku tak akan melebihi kekuatan kalian hehe. Tolong sebarin yah Non..." 



"Okay deh. Sekarang kamu mau kemana?"



"Aku mau pulang. Mau laporan sama Boss yang sudah mengutusku hehe. Dadaaaaah!"



"Eeeh tunggu tunggu....! Aku masih mau tanya..."



Tapi terlambat. Dia sudah pergi. Meninggalkanku sendiri, di tengah taman yang sepi.... tapi penuh bunga berwarna-warni. Hanya saja, kini aku lebih mengerti, soal esensi kehidupan ini. 



***

Special thanks buat Febe, Mbak Dhieta, Mbak Mega en Penjual Warung Bakmi hehe. Kalian sudah nguatin saya banget saat saya bertemu dengan yg namanya Penolakan & Kegagalan =.= Bila butuh bacaan lebih lanjut, sangat direkomendasikan untuk membaca HELLSeandainya Saya Superman, atau langsung pergi sendiri ke Warung Bakmi untuk memilih menu bakmi yang mau "dimakan" hahaha. Lumayanlah "makan bakmi" hangat-hangat di malam yang dingin kaya gini. 


13 komentar:

  1. huaaaaa.....bagus banget ni Non d^^b great job Non. Idenya asik tuh, kegagalan berwujud fisik, mantabbbb

    BalasHapus
  2. hahaha sama-sama Mbak. itu sebagian idenya ada yg dari tulisan Mbak Mega loooh....aku bisa bikin kaya gini soale lagi nganggur sih. En lagi rada penat habis kerjain skripsi *alasan!!!*

    BalasHapus
  3. Haissssss,pergi kau SI ALASAN!!! Tempatmu bukan disini. Disini ada SI NIAT!! Kau dan SI NIAT tidak bisa berada di tempat yang sama :p

    Hahahaha, smangaaatttttt!!!

    BalasHapus
  4. Iyaaa, bagus bangeeettt... Palagi yang bagian, "Selama ini aku fokus ke Tuhan atau ke janji-janjiNya yah?" Hiks, aku TERTAMPAR!!! T.T Thanks, Nik, aku share k fb yaa :)

    BalasHapus
  5. AIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHHH INII SUPERB LOO... baguuuuuuuuuuuus bangeeeeeeed niiikkk...

    Tuhan berusaha menunjukkan kepada mereka bukan ini yang seharusnya mereka lakukan. Bukan jalan ini yang seharusnya mereka ambil. Ada hal-hal atau urusan tertentu yang hanya Tuhan yang tahu."

    aku suka ituuuu.. terkadang kita ini suka sok tauu, pdhal pikiran dan rencana Tuhan tak terselami oleh pikiran kita.. aaaaaaaaaaa nik mantaaaaaaaappp.. salut samaa kamuuu..

    BalasHapus
  6. @Mbak Mega: asik ya kemarin kita chattingan semalam hohoho ^^ akhirnya aku tetap bisa kerjain skripsi kok Mbak. Tenang aja semalem tamuku tuh Si Niat, bukan Si Alasan kikiki :D

    @Mbak Dhieta: matur nuwun sanget loh Mbak. hahaha ketampar lagi ya? :p asik ya main "tampar-tamparan" lewat tulisan?

    BalasHapus
  7. @Kezia: makasiiiiih Kesya imut >o< hehehehe. Yah gue bisa nulis gitu setelah ngalamin sendiri Kes. En asli gak enak kalo didatangi tamu sama yang namanya Kegagalan ato Penolakan itu T____T tapi justru dari situ gue belajar sesuatu banget. Seperti yg dibilang Kegagalan, manusia selalu punya 2 pilihan dalam menghadapi dirinya: sebagai pecut yg mencambuknya untuk jadi lebih baik, ato mau terus2an terpuruk sampe game over wahahaha :p

    en gue bisa nulis itu gara2 baca tulisannya Mbak Dhieta, Mbak Mega, sama Febe :)

    BalasHapus
  8. Niiiik, ini kereeeen banged :) Kita selalu bersyukur karena keberhasilan kita tapi sebagian besar pertumbuhan rohani terjadi karena kegagalan yang kita alami

    BalasHapus
  9. nonik.. izin ngeshare yaaahhhhh... bgs banget tulisannya.. >.<

    BalasHapus
  10. @Ani, Kak Welly, & Nike: aaah terima kasih semua. thank you thank you thank you :) boleh boleh, silakan di-share asal nama penulis aslinya tetap disebut ya hehe.

    Emang sih kalo kita ngalamin or kedatangan tamu kegagalan tu rasanya sedih banget T___T tapi kalo kita mau bekerja sama dengan kegagalan, dia akan bantu kita dapetin hasil yg indah juga :)

    BalasHapus
  11. personifikasi yang unik dan keren :) nice post!

    BalasHapus
  12. @Ci Grace Oey: makasih cici hehe. kayanya lebih seru en asik dibikin jadi orang, makanya aku ciptain tokoh fiksi bernama Kegagalan ini hueheheh.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^