About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Kamis, 17 November 2011

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender)

Membaca judul di atas, kayanya bakalan banyak yang buka en baca post ini hehe.


Warning: posting ini, kayanya sangat kontroversial dan juga sensitif deh. Tapi saya sendiri sangat tertarik untuk mengemukakan & menuliskan pendapat saya di sini. Posting ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun. Pendapat di bawah ini murni pendapat saya belaka, dan saya sangat terbuka dengan semua pendapat lain. 


Oh ya, postingan ini juga panjaaang. Jadi kalo mau baca, pastikan Anda punya waktu luang hehe. 


Di jurusan saya, mahasiswa membuat satu acara yang menarik, namanya Socratime. Wohoo...keren kan namanya? ^^ Diambil dari nama seorang filsuf Yunani, Socrates, Socratime itu ajang ngumpul2 anak HI buat bahas isu-isu internasional. Acara ini diadain tiap hari Kamis 2 minggu sekali selama satu jam, biasanya sih dari jam 12-1 siang. Temanya menarik-menarik! Dan tema yang dibahas hari ini adalah tentang LGBT, alias tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender :) 

Semua pendapat dan argumen mulai dilontarkan, mulai bermunculan. Ada yang setuju dan mendukung, ada yang menentang. Kami menilai berbagai fenomena kasus tentang LGBT di negara2 lain, yang tadi diambil adalah di Iran (untuk mewakili negara-negara Islam) dan di Ekuador. Kami juga menilai LGBT ini dari sisi universal alias human rights (HAM), dan juga dari sisi agama. 


Karena acaranya cuma satu jam, tentu saja semua pendapat tidak bisa terakomodasi. Posting ini murni berisi pendapat saya tentang LGBT dari pandangan & kepercayaan saya sebagai orang Kristen yang berdasarkan kepada Tuhan Yesus dan juga dari Alkitab. 


***

Saat ini, berbagai pendapat yang mendukung keberadaan LGBT, juga berbagai undang2, legislasi, dan hukum yang mulai mendukung LGBT (seperti gay marriage, operasi transgender, dll) mulai marak. Muncul pula banyak kampanye untuk mengakui LGBT, bahkan orang juga mulai buka-bukaan. Berbagai aktris-aktor serta penyanyi Hollywood juga mulai berani tampil dan membuka identitas diri mereka bahwa mereka adalah gay atau lesbian. Ada negara yang sangat terbuka, malahan sangat mengakomodasi dengan LGBT, seperti mengizinkan adanya pernikahan sejenis dan operasi ganti kelamin. Malahan cowo-cowo yang transgender itu seringkali lebih cantik daripada cewe asli!


Bahkan, di zaman Yunani dan Romawi kuno dulu, fenomena LGBT adalah hal yang biasa. Kata teman saya, para prajurit Spartan kebanyakan orang2 LGBT, justru mereka "dianjurkan" untuk jadi LGBT agar kesatuan dengan tentaranya tetap terjaga. Haa?? yang bener aja kale.... saya antara percaya gak percaya dengernya hehe. 

Gerakan seperti ini muncul karena mereka berlindung atau bernaung di bawah yang namanya Hak Asasi Manusia (HAM). Apalagi, HAM adalah sesuatu yang sifatnya universal. Semua manusia, ga peduli darimana asalnya, rasnya, etnisnya, bahasa dan budayanya, agama dan kepercayaannya, warna kulitnya, mempunyai HAK ini, hak yang sangat dasar dan sudah ada sejak ia dilahirkan. (Bahkan saat ia masih jabang bayi, ia sudah punya hak untuk hidup!) Para pendukung LGBT dan orang-orang LGBT sendiri merasa bahwa mereka pun punya hak untuk diakui, hak untuk memilih orientasi seksualnya, termasuk hak untuk berkeluarga dan hak untuk menikah dengan orang yang mereka kasihi. Perkawinan adalah persatuan dua insan pria dan wanita. Pernikahan juga bentuk deklarasi cinta mereka di depan publik, yang diakui secara hukum & sah. Bila pria boleh mencintai wanita, mengapa mereka tidak boleh mencintai sesama pria juga? Atau sesama wanita juga? Bukankah unsur dasarnya sama, yaitu LOVE, CINTA? Kenapa jenis kelamin harus dibatasi juga? Toh mereka tidak merugikan orang lain. Mereka juga orang-orang yg berhak untuk hidup normal dan diakui eksistensinya.


Bila HAM adalah sesuatu yang bersifat universal, maka agama, sebaliknya, bersifat parsial. Ajaran agama tertentu bisa berbeda dengan agama lain. Di negara-negara Timur Tengah, orang-orang yang ketahuan melakukan homoseksualitas akan dihukum mati. Entah dengan cara dirajam, dicambuk, atau dikubur hidup-hidup. Banyak orang-orang yang mengecam cara-cara seperti ini, mereka mengatakan lantang bahwa negara tersebut tidak menghargai HAM rakyatnya.


Dari diskusi tadi, kami sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya tidak ada satupun agama di dunia ini yang membolehkan umatnya untuk menjadi atau melakukan, atau menyetujui homoseksual. Mengenai hukuman mati terhadap orang yang LGBT, kami sepakat bahwa itu adalah kewenangan hukum dan yurisdiksi setiap negara. Kalau pendapat saya pribadi sih, saya tidak urusan dengan hukuman mati tersebut. In fact, I kind of agree with it. Biarlah dengan hukuman itu, kebenaran yang sesungguhnya bisa ditegakkan.


Dalam hal ini, masalah kultur di tiap-tiap negara juga sangat berpengaruh. Saya akan kembali mengutip buku Selimut Debu karangan Agustinus Wibowo yang menceritakan perjalanan dan pengalamannya di Afghanistan. Ia banyak bercerita soal agama, budaya, dan adat istiadat disana, terutama mengenai kehidupan perempuan yang benar2 terkungkung di dalam burqa (jubah panjang yang menutupi seluruh tubuh wanita dari kepala sampai ujung kaki, hanya ada menyisakan jaring-jaring kecil di bagian mata untuk mengintip ke dunia luar). Di negara-negara yang mempunyai konstitusi berdasarkan syariat Islam, keberadaan perempuan memang sangat dibatasi. Mereka tidak boleh keluar rumah, bahkan untuk berbelanja tanpa ditemani oleh mahram (sanak saudara) laki-lakinya. Wanita tidak boleh bekerja. Di kultur yang masih ekstrim, seperti di pemerintahan Taliban, wanita bahkan tidak boleh sekolah. Wanita adalah KEHORMATAN & tanggungan laki-laki. Menyebut nama wanita secara sembarangan adalah hal yang tabu dan tidak boleh. Menatap wanita pun tidak boleh, apalagi bila menatap secara sengaja!! Bahkan dua sahabat karib laki-laki pun tidak boleh menanyakan kabar istri yang lain, kecuali bila lawan bicara yang dahulu memulai percakapan tersebut. Berpacaran jelas-jelas merupakan hal yang tabu. Perempuan adalah sosok yang tidak terlihat (terutama di Afghanistan, tapi tidak semua suku-suku di sana memberlakukan pemakaian Burqa secara ketat). Bila sudah begini keadaannya, bukan hal yang aneh apabila (Agustinus) banyak me/dijumpai fenomena laki-laki yang suka dengan laki-laki. Hubungan ini tidak selalu karena suka sama suka, tapi lebih tepatnya merupakan pelampiasan nafsu. Umumnya terjadi di antara lelaki yang lebih tua dengan lelaki yang lebih muda, tak jarang di remaja atau anak-anak lelaki. Istilahnya adalah playboy, tapi bukan playboy seperti yang kita ketahui. Playboy di Afghanistan berarti play with boy. Fenomena ini sudah menjadi hal yang umum disana. Tapi peran dan posisi kita saat berhubungan pun juga berpengaruh. Pria yang aktif akan dianggap sebagai laki-laki, sedangkan yang pasif tetap akan dianggap sebagai perempuan. Yang aktif berusaha agar dirinya jangan jadi pasif. Mereka menyebut peran mereka sebagai "hanya bermain saja" dan "memberi". Dalam masa penguasaan Taliban, praktik ini dilarang keras dan siapapun pelakunya langsung dirajam mati.



Hanya saja, masalah kultur tadi tidak dibahas di diskusi Socratime. Jadi unsur di atas murni tambahan dan pendapat saya pribadi (soalnya udah baca bukunya Agustinus jadi tahu hal-hal begituan haha!).



Apakah homoseksualitas itu penyakit? Saya rasa bukan. Dari diskusi tadi, juga disimpulkan bahwa keadaan ini lebih merupakan psychological disorder dan bukan penyakit seperti batuk pilek, atau penyakit jantung dan kanker. Sama halnya dengan orang2 psikopat, skizofrenia, pedofilia. 



Ada yang berpendapat, LGBT itu harus didukung. Ada yang berpendapat, LGBT ini harus diberantas (gak ada sih yang ngomong gitu di diskusi tadi hehe). Ada juga yang berpendapat, yang salah itu LGBTnya doank, orang atau pribadinya sendiri tidak bersalah (saya adalah salah satunya). Justru orangnya itu harus didekati, dikasihi. Saya pribadi percaya bahwa mereka ini bisa disembuhkan. 


Penyebab LGBT?? Hmm.... banyak pendapat yang bermacam-macam guys. Ada yang bilang, ini murni penyakit. Ada yang bilang, faktor genetis juga menentukan. Saya sendiri bilang, LGBT itu lebih disebabkan karena luka-luka batin dan trauma masa lalu yang dialami, sehingga seseorang mencari pelampiasan, pencarian jati diri, penerimaan, dan kasih sayang pada orang dan cara yang "salah". Hal ini pun berdampak pada orientasi seksual mereka. 


Nah, kali ini masuk ke pendapat saya pribadi tentang LGBT. Siap-siap banyak buka ayat yaa hahaha. 


Kalau ditanya tentang LGBT, apakah saya setuju atau tidak, saya akan menjawab, saya tidak setuju. Malahan, saya menentang hal tersebut. Tetapi, saya tidak menolak orang atau pribadinya. Saya setuju bahwa orang2 LGBT harus dirangkul dan diterima dalam masyarakat. Saya setuju bahwa mereka, malah kadang2 adalah orang yang sangat baik, secara moralitas lebih baik daripada kita, yang merasa diri ini normal. Saya setuju bahwa mereka berhak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. Saya sangat setuju bahwa mereka pun bisa sukses, beberapa bahkan sangat teramat sukses!! Saya setuju bahwa mereka bisa berpartisipasi dan berkontribusi untuk negara mereka: menjadi politisi, tentara, atau senator. Saya bahkan punya teman yang LGBT dan saya berteman baik dengan mereka. Saya tidak memusuhi mereka, tetapi saya terus berdoa agar dia boleh menerima dan mengalami sendiri Tuhan Yesus dalam hidupnya, dan boleh sembuh dari homoseksualitas yang dialami. 



Sembuh?? Memangnya LGBT bisa sembuh? Ya! Saya pribadi yakin dan percaya, mereka bisa disembuhkan. 


Beberapa waktu yang lalu, saya membaca buku berjudul Bebas dari Dosa Sodom, karangan Bob Davies dan Lela Gilbert, terbitan Penerbit Andi, Yogyakarta. Tahun terbit 2002.




Buku tersebut berisi puluhan kisah orang2 di Amerika yang lepas, benar2 sepenuhnya lepas dari homoseksual. Dari semua kisah yang saya baca, hampir semuanya, sekitar 90-95%, orang2 LGBT mempunyai trauma atau masa lalu yang kelam dalam keluarganya. Jikapun keluarga mereka tampak seperti keluarga yang baik-baik saja, tetapi nyata bahwa mereka pernah mengalami perlakuan buruk atau pelecehan buruk dari ayah, ibu, atau orang2 terdekat mereka. Hal ini menimbulkan disfungsi orientasi seksual pada mereka, karena cenderung membenci figur ibu atau ayah mereka, dan mereka mencari cinta kepada lawan jenis yang satunya lagi. Tapi, isi dari buku itu juga sama: mereka BISA DISEMBUHKAN! Jadi, memang saya belum pernah mengalami secara langsung dengan mata kepala sendiri, melihat ada orang homoseksual yang bisa sembuh. Tapi bila di dunia sana ada orang2 yang sembuh (dan kebenarannya bisa dibuktikan), kenapa yang belum sembuh pun tidak bisa sembuh?



Saya tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa LGBT disebabkan karena genetis. Saya sendiri mengakui bahwa ada beberapa kelainan genetis karena sindrom kromosom X atau Y yang berlebihan. Kelebihan kromosom X pada laki-laki menyebabkan ia berkromosom XXY dari yang harusnya XY, dan ini disebut Sindrom Klinefelter (hayooo inget pelajaran biologi SMA kelas 3!!). Hal ini menyebabkan laki-laki mempunyai ciri-ciri fisik yang mirip perempuan, seperti payudara yang besar atau penis yang kecil. Bahkan mungkin bisa terjadi pula infertilitas dan keterbelakangan mental. Sedangkan Sindrom Turner adalah keabnormalan kromosom pada perempuan, akibatnya ia tidak memiliki salah satu kromosom: entah itu kehilangan kromosom Y sehingga jadi kromosom X saja, atau malah kelebihan kromosom Y sehingga menjadi kromosom XYY. Ciri-cirinya ya persis kaya laki-laki: dada bidang, suara berat, mungkin tidak menstruasi, klitoris besar, dll. Yaah dibuka-buka lagi deh buku biologinya hehe, dan baca kelainan2 kromosom disitu :)


Sekarang, bila kita menyalahkan homoseksualitas pada genetis, saya rasa itu sama halnya dengan blaming God. Well, saya lebih dari percaya bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang tak pernah salah. Lalu kenapa kelainan genetis itu terjadi? Saya tidak tahu. Saya kan manusia biasa :p  Yang jelas, saya percaya Tuhan tidak pernah menciptakan manusia dengan kromosom yang nyleneh. Dari semula, Tuhan tetapkan bahwa kromosom wanita adalah XX, dan kromosom pria adalah XY. Bila ada mutasi genetis, lebih mungkin itu karena faktor manusia atau lingkungan: ibu tidak hati-hati dalam makan, merokok, minum minuman keras, terpapar radiasi, keracunan makanan/virus/bakteri, dll. Atau bisa juga ibu tinggal di lingkungan yang tidak ramah, yang udaranya membawa unsur2 radioaktif yang berbahaya. Ingat kasus ledakan Chernobyl dimana semua desa dikarantina??! Yang jelas, Tuhan menciptakan pada mulanya itu laki-laki dan perempuan.


"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." (Kejadian 1: 27). 


Jelas2 disebutin, Tuhan ga nyiptain transgender kan?? gak nyiptain banci or homo, atau hermaphrodit. Kemudian,



"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging". (Kejadian 2: 24) 


Disebutkan bahwa laki-laki itu bersatu dengan perempuan (hubungan pernikahan & seks), bukan laki2 bersatu dengan laki2 atau perempuan dengan perempuan!! Saya tahu, 2 ayat di atas mungkin sudah terlalu sering dikutip, dan Anda sungguh bosan membacanya. Tapi bila kita mau perhatikan, KESELURUHAN isi Alkitab itu KONSISTEN. Mungkin ada yang bilang, "gak kok, ada ayat2 yg isinya bertentangan!" Well, pendapat saya tetap sama. God does not contradict Himself. Tuhan itu tetap sama, dari dahulu, sekarang, dan selamanya. Hmmm, kalo bicara ini bisa jadi puanjang buanget en meleter kemana-mana, jadi mari kita kembali ke topik semula :)


Bila Kejadian tidak cukup, monggo meluncur ke kitab Imamat dan buka pasal 19 mengenai Kudusnya Perkawinan. Disitu, jelas-jelas dikatakan bahwa hubungan seksual dengan sesama jenis, dengan keluarga (incest), dengan binatang, DILARANG. See? Tuhan sangat peduli dengan yang namanya institusi perkawinan karena perkawinan adalah lambang persatuan Allah dengan umatNya. Hingga di Perjanjian Baru pun, homoseksualitas jelas-jelas dilarang. 


"Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (1 Kor 6:9-10).


Guys, dulu saya tidak tahu artinya pemburit itu apa. Bahkan waktu saya diberitahu pemburit itu artinya orang homo, saya masih gak percaya. Aaaah masa seh, bagi saya, kata itu tuh asing banget. Pemburit?? Hadeeuh apaan tuh ya. Sampe saya baca sendiri di Alkitab yg bahasa inggris, disitu dikatakan di bagian pemburit, bahwa pemburit itu artinya those who participate in homosexuality... WILL NOT inherit or have any share in the Kingdom of God. 


Selain itu, di PB juga banyak diomongin tentang kekudusan pernikahan (Ibrani 13:4), peran suami dan istri, dll. Keseluruhan isi Alkitab itu KONSISTEN. Dari awal sampe akhir, dari depan-belakang, dari Kejadian sampe Wahyu, Alkitab tetap mengatakan bahwa homoseksualitas adalah salah, sesuatu yang tidak berkenan di mata Allah.


Jadi, saya berpendapat bahwa segala usaha untuk melegalkan ini, termasuk atas nama human right, yaaah itu tak lain adalah cara manusia yang punya nature memberontak, tidak mau taat dalam hukum Allah. Kenapa? Karena kita hidup dalam daging, dan sifat daging adalah berbenturan dengan hukum Allah (roh). Baca lagi Roma 8: 1-17. Manusia mempunyai sifat untuk membenarkan segala sesuatu. Untuk memahami sifat-sifat manusia yang suka memberontak, sangat disarankan untuk pergi ke "Warung Bakmi" dan membaca Kenapa Tuhan Ijinkan Penderitaan? dan Kenapa Kita Mempercayai Alien (Lebih daripada percaya Tuhan)Dua post tsb memang tidak membahas tentang homoseksualitas, tetapi lebih menjelaskan nature manusia yang memang suka memberontak. Kalo ga dapat jawaban akan sesuatu, atau misalnya tanyaaaa mulu kenapa yah penderitaan dan kemiskinan itu selalu ada.... bukannya mendekatkan diri pada Tuhan tapi langsung menganggap, "Aaaaah Tuhan itu gak ada! Tuhan adalah akal2an atau buatan manusia yang tidak menjelaskan segala sesuatu."



Masih kurang puas? 


Baiklah saya akan mencobaaa menjelaskan satu kisah yang pastinya sudah kita ketahui dengan baik, yaitu kisah tentang Sodom & Gomora. Langsung saja melompat ke intinya: Kenapa Tuhan memusnahkan Sodom & Gomora?? katanya karena homoseksual. Nah, dimana oh dimana ayat di Kejadian 19: 1-29 yang ada kata2 "homo"??? Saya juga terus bertanya-tanya tentang hal ini. Percayalah!! Saya juga sering berada dalam fase yang mempertanyakan Tuhan & bahkan isi ayatnya. 


Kemudian, setelah tanya dg beberapa orang dan membaca lagi dengan saksama, saya menemukan ayat ini, ketika 2 orang malaikat yang menyamar menjadi manusia, menjadi tamu Lot. Dan pas itu, rumah Lot digedor-gedor oleh orang-orang LELAKI dari kota Sodom itu, DARI YANG MUDA SAMPAI YANG TUA, BAHKAN SELURUH KOTA, TIDAK ADA YANG TERKECUALI, datang mengepung rumah itu. 



MAAAN!!!! Tidakkah itu sudah2 kelihatan banget?? Alkitab biasanya spesifik dalam menyebut gender: entah itu untuk laki-laki saja, perempuan saja, ataukah seluruhnya. Di Kejadian 19:4 jelas2 disebutin kalo semuuua laki-laki itu menyerbu rumah Lot. Dan yang membuat gue tersentak adalah ayat 5:


"Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka." (Kej 19:5)


Wow wow wow. Saya mencoba liat ke translasi bahasa Inggrisnya, termasuk Alkitab versi Amplified Bible. Dan itu bikin saya kaget. 



"And they called to Lot and said, Where are the men who came to you tonight? Bring them out to us, that we may know (be intimate with) them."


Masih gak percaya, saya sampe buka kamus bahasa Inggris Oxford edisi ke-7 tentang kata "intimate". Dan dan dan....arti yang gue liat adalah, kebanyakan itu berhubungan secara seksual.


Walaupun demikian, perlu digarisbawahi bahwa "intimate" tidak selalu berkonotasi negatif. Allah sendiri ingin mempunyai hubungan yg intim dengan kita. Dan intim disini artinya benar2 mengenal Dia, luar dan dalam. Semakin hari pengenalan akan kita semakin bertambah. Kita setiap hari selalu HAUS & RINDU untuk mengenal Dia, bercakap-cakap dengan Dia. 



Perdebatan tentang kisah Sodom & Gomora itu cukup seru. Tidak semua orang percaya bahwa Allah menghukum kota ini hanya gara2 homoseksual. Malah ada yang bilang mereka dihukum karena tidak ramah (inhospitable) terhadap tamu!! Untuk liat perdebatan tentang hal ini, silakan buka link What Was the Sin of Sodom and Gomorah? Saya rasa link tersebut memberikan penjelasan yang sangat lengkap tentang kejadian di Sodom & Gomora :) 



Tapi saya akan coba uraikan disini, berdasarkan apa yg saya baca dari link tersebut. Mengapa kita boleh/bisa yakin bahwa Sodom & Gomora itu melakukan dosa seksual?


1. Pertama, ayat lanjutan dari kisah tersebut, yaitu Kej 19:6-7
Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat...."


Terjemahan inggrisnya: I beg of you, my brothers, do not behave so wickedly. Kalo di-indonesiakan lagi *ampun neh bolak-balik* jadi, "janganlah berbuat sedemikian jahat...." Lah, memangnya orang2 itu mau ngapain tamu-tamu Lot (yg notabene malaikat)??? Bukankah mereka bilang ingin mengenal (to know) mereka saja? Tapi andaikan Lot tahu bahwa maksud mereka adalah baik, yaitu ingin kenalan, tentulah Lot tidak akan bilang seperti itu. Lot itu sudah tinggal di Sodom lama sekali, sampe2 ia tersiksa dengan kelakuan orang2 Sodom (disebut lagi loh ini di 2 Petrus 2: 7-10. Jadi, Alkitab itu konsisten kaaaaannn??). Lot tahu, dan ia benar-benar TAHU, bahwa dua orang tamunya itu mau diapa-apakan oleh orang2 tersebut, mungkin mau diajak pesta seks. 



2. Kedua, Lot berusaha untuk melindungi 2 tamu tersebut, ia bahkan sampe rela untuk menyerahkan kedua anak perempuannya sendiri untuk "dipakai" orang2 Sodom!! Padahal, kedua anak perempuannya itu sudah bertunangan....


"Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku." (Kej 19: 8)


Lot jelas-jelas memberi izin kepada orang2 itu untuk mengapa-apakan kedua putrinya SEPERTI YANG MEREKA PANDANG BAIK, asalkan mereka tidak mengapa-apakan tamunya. Wah gile, seumur-umur saya belon pernah baca bapak yang tega mengorbankan anaknya demi tamunya =.= oooo .....


3. Ketiga, Allah sendiri jelas-jelas berduka hati dan mengatakan kepada Abraham,


"Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya." (Kejadian 18:20).


Terjemahan Inggrisnya bilang: Because the shriek [of the sins] of Sodom and Gomorrah is great and their sin is exceedingly grievous. Grievous artinya begitu memedihkan, menyedihkan, memilukan, sampe mendukakan hati Allah. Saking gitunya sampe Allah gak tahan lagi dan ingin menghancurkan, memusnahkan kota Sodom. Sodom & Gomora dimusnahkan, karena toh tidak ditemukan 10 orang benar pun di kota itu!! Ingat doa syafaat Abraham untuk Sodom?? Tidak? Ayo baca lagi di Kejadian 18:16-33 :) Hehehe. Allah berjanji, bahkan kalo ada 10 orang aja yang benar kelakuannya, Sodom tidak akan ditunggangbalikkan. Tapi nyatanya Sodom ditunggangbalikkan dengan hujan belerang!! Yang selamat cuma Lot dan kedua putrinya (sayang istrinya jadi tiang garam....)!! Itu berarti tidak ada 10 orang benar kan di Sodom??? Ingat, sifat Allah: tidak pernah ingkar janji. Kalau Allah janji ke Abraham Ia tidak akan memusnahkan Sodom karena ke-10 orang benar itu, Ia pasti melakukannya.


Lah ya kalo gitu, Sodom sudah sebejat apa coba. Jangan lupa, bahkan di 2 Petrus 2: 7-10, dosa-dosa Sodom disebut lagi untuk mengingatkan kita agar tidak berbuat sama seperti mereka. Dan penulisan kitab 2 Petrus itu entah sudah berapa ratus ato ribu tahun sejak zamannya Lot & Abraham!!! 



Tentu guys, dosa Sodom & Gomora tidak hanya homoseksualitas. Ada dosa2 lain. Tapi yang mau saya tekankan disini adalah bahwa kejadian di depan rumah Lot itu menunjukkan kebejatan orang2 Sodom yang pingin "gitu-gitu" sama 2 tamu Lot, dan ingat, semuanya laki-laki. 


***
Loh, jadi kalo gitu, LGBT itu dosa? Kalo ditanya seperti itu.... sebenernya saya sendiri gak tega bilang, "He'eh, dosa banget!!" Tapi yah memang kebenarannya seperti itu. Mungkin lebih halusnya, LGBT itu perbuatan yang tidak berkenan di mata Allah. Dan apa seh istilah lainnya "perbuatan yang tidak berkenan di mata Allah" selain dosa?? 1 Korintus 6:9 bahkan jelas2 bilang, orang2 homoseksual tidak akan mendapat di Kerajaan Allah. Lah kalo homoseks bisa ditolerir, ya gapapa. Lha ini ga bisa je... terus gimana? :( 


Jalan satu2nya gimana? Ya bertobat. Berbalik. Temukan jati diri di dalam Tuhan Yesus. Saya percaya, homoseksual, itu bukan karena diciptakan Allah. Itu pasti ada akarnya. Ada sumbernya. Biasanya sih luka hati, kepahitan, or whatever. Dan luka itu harus dicari akarnya. Kok bisa gitu kenapa. Kalopun secara medis, ya pastilah bisa diobati. At least, diusahakan. Sekali lagi, Allah tidak pernah sembarangan menciptakan orang. Allah menciptakan kita, lelaki & perempuan, sesuai gambarNya. Dia punya destiny sendiri-sendiri atas setiap kita. Dia tidak main-main saat menciptakan kita booo...



Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Semua masalah dan luka batin, kepahitan, bisa disembuhkan asal kita mau terbuka & menerima uluran tanganNya. Pornografi, orang gila, kerasukan setan, sekutu dg roh-roh jahat, narkoba, keluarga yg berantakan, itu bisa disembuhkan. Saya tidak bilang mudah, tapi itu BISA. Memang prosesnya butuh waktu lama, butuh tumpahan air mata. Tapi bersama Tuhan Yesus, kita bisa!!


Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Karena itu, butuh keterbukaan dari orang2 yang LGBT. Saya tahu, itu super super tidak mudah. Makanya saya bilang, saya tidak memusuhi atau menolak orang-orang yg demikian. Saya malah bersimpati dg mereka. Saya mengasihi mereka, dan ingin membantu mereka.... Saya ingin mereka tahu, bahwa di mata Allah, mereka itu sempurna dan sungguh cantik apa adanya. Orang2 LGBT harus kita terima, bukan kita musuhi. Mereka harus kita kasihi dan terus didoakan agar Tuhan ubahkan hati mereka yg keras jadi lembut, untuk mau terima Dia :) 


Jadi.... itulah pendapat saya tentang LGBT hehe. Pandangan itu saya dasarkan dari firman Tuhan dan kuasa-Nya yang saya percayai sebagai kebenaran. Terima kasih bagi yang sudah mau baca sampai akhir ^^ Oh ya, sekali lagi saya menegaskan, bahwa itu di atas adalah pendapat saya, tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun. Saya terbuka dengan semua pendapat dan masukan yang ada :)

God bless...




17 komentar:

  1. aku kurang setuju lou dlm beberapa hal.. soal gay n lesbian, mungkin itu emang ada yg disebabkan sama trauma masa lalu n maybe, bisa disembuhin.

    tp kalo soal transgender, aku dukung orang2 yg memang pindah gender karena memang merasa ga nyaman dengan identitas kelamin dia (bukan karena ikut2an ato untuk cari kerjaan). maksudnya, untk orang2 yg merasa dirinya wanita tetapi berada di tubuh pria (jg sebaliknya) dan memutuskan untk ganti kelamin n kemudian merasa nyaman dan bisa menerima dirinya.
    dalam hal lain, ada loh orang yg merasa dia ga punya betis kanan pdhl dia punya. hal itu bikin dia ga nyaman sampe stress, n akhirnya dia memutuskan untk amputasi kakinya sendiri trus dia merasa damai.
    aneh kn? mungkin lewat itu justru Tuhan mau mengungkapkan sesuatu lewat dirinya yang 'unik' itu.

    kadang rencana Tuhan ga selalu berjalan lewat 'cara' pada umumnya. ada juga bayi yang lahir cacat fisik atau mental pdhl ibunya slalu jaga makanan n kesehatan. kalo ada bayi lahir dengan kondisi seperti itu ga berarti rupa Tuhan juga seperti itu kan? pasti ada rencana TUhan di baliknya, tp ga berarti rencana itu selalu terjadi lewat cara umum, bisa aja Tuhan pilih cara yg terjal.. jd intinya yaa sekali2 coba mengerti orang dari posisi orang itu n jgn terlalu subyektif.

    thx :)

    BalasHapus
  2. This is COOL^^ Setuju banget, Nik... #Ngga tau mesti komen apa :p#

    BalasHapus
  3. Noniiiiiiik, setuju banged sama tulisanmu..Lengkap banged nih penjelasannya..

    Betul, menurut Alkitab LGBT itu dosa, tapi kita tetap harus ingat, Tuhan Yesus datang bukan utk orang benar tp utk orang berdosa..Mereka juga harus dikasihi..

    Tengkyuuu NIk :)

    BalasHapus
  4. Nice banget...Ngebuka pengetahuan dan perenungan. Harusnya banyak yang baca neh..Saya share ya.. :D

    BalasHapus
  5. @Mbak Dhieta, Kak Welly, dan Kak Lasma: terima kasih buat commentnya :) Yap, Tuhan Yesus tetap mengasihi mereka juga kok. Dan kita juga seharusnya extend His love to them.

    @Anonim: WOOOIII INI SIAPA YAA??? PLEASE TULIS NAMAMU DONK!!! *hal yg paling sebel kalo dicomment anonim.

    Anyway, i really appreciate your comment :) tak apa berbeda pendapat hehe. Thx u looh. Well, soal orang yg merasa lebih nyaman untuk berada di jenis kelamin yg sebaliknya, saya tidak tahu banyak. Mungkin karena saya sendiri tidak mengalami itu kali ya :( jadi gatau gimana rasanya T.T Tapi maaf, saya tidak setuju sih hehe. Ini sama halnya dg mengatakan/beranggapan, di dalam kandungan ibu sampe lahir, dia berjenis kelamin A. Tapi pas dia besar, dia pingin ganti kelamin B. Apakah itu berarti: Tuhan mendesain dia lahir sebagai A tapi kemudian ditentukan untuk menjadi B pas besarnya? saya rasa tidak seperti itu. Kalo gitu, wah kesannya kok Tuhan main2 banget seh ama hidup kita. Kok Dia tega liatin kita menderita en bingung cari jati diri, saya ini sebenernya cewe ato cowo. Saya rasa, yaa teteplah ada akar masalahnya, apapun bentuknya.

    Mengenai orang yg lahir cacat, seperti Nick Vujivic, saya sudah pernah tulis tentang hal ini. Coba liat di post saya yang berjudul "Orang-orang Cacat" di arsip bulan September (ato Oktober ya??!) lupa wehehe.

    BalasHapus
  6. bagus nonik, aku sepandangan dan sependapat denganmu,..

    and soal arti "pemburit" aku baru tau loh maksudnya itu

    Thank you for share

    BalasHapus
  7. @Still to Anonim: saya sendiri percaya kok orang2 yg lahir cacat pun, dipake Tuhan untuk menunjukkan kebaikan :) Tapi inget, rancangan Tuhan itu yg menunjukkan kebaikan, dan TIDAK PERNAH BERTENTANGAN DG SIFAT2 DIRINYA.

    Lah, sekarang coba bandingkan dg orang yg operasi kelamin. Apakah ini sesuai dengan blue print Allah mengenai pria & wanita? kalo gitu, ya udah deh kalo misalnya kita ngrasa lebih nyaman jadi pria/wanita, ganti kelamin aja. Toh ini dibolehkan oleh Allah. Tapi saya yakin tidak demikian. Operasi ini bukannya membawa kebaikan/berkat bagi sesama, tapi justru menimbulkan kebingungan & perdebatan.

    Mau contoh? Di tayangan Oprah Winfrey show dulu, saya banyak liat contoh keluarga2 yg jadi berantakan gara2 salah 1 pasangannya ganti kelamin. Ayah tiba2 menjadi wanita, sehingga ada 2 "ibu" dalam satu keluarga, ato sebaliknya. Lah terus anak2 mereka gimana??! Pasti bingung donk. Mereka tumbuh tanpa figur ayah & ibu, dan ini tidak sehat. Walaupun tampaknya keluarga itu baik2 saja, ato bahkan MENGAKU "kami lebih baik dg keadaan sekarang", saya yakin sebenarnya tidak demikian. They still prefer to have a mom & a dad, not two "moms" or two "dads". The spouse still wishes to have his/her spouse as he/she used to be, bukan menjadi pribadi baru yg udah berganti kelamin.

    Inikah yg dikatakan "rencana Tuhan"??? Saya tetap yakin kok, Tuhan bekerja dg sejuta cara, tidak selalu lewat cara2 yg umum. tapi ingat bahwa cara kerjaNya itu selalu mendatangkan kebaikan & damai sejahtera, bukan kekacauan, kebingungan, atau rasa sedih dan putus asa.

    That's my opinion anyway :) Terima kasih ya untuk commentnya hehe. Lain kali, TOLONG TULIS NAMA!! *galak* oke oke hehe.

    BalasHapus
  8. @Felisia: Thank you juga Felis :) aku juga baru tahu arti kata "pemburit" lamaaaaa buanget hahaha.

    BalasHapus
  9. panjang banget,, tapi sangat-sangat jelas nik...
    setuju, orang orang kayak gitu emang harus dirangkul bukan malah dijauhin n perlu diperkenalkan dengan pribadi Yesus.

    BalasHapus
  10. Nonikkkk....ini bagus banget, jelas dan terinci banget kamu memaparkannya d^^b Great job Non...!
    Kita harus mengasihi mereka dan berdoa bagi mereka, supaya mereka mengenal Yesus dan kasihNya yang mampu mengubahkan kita. Dia sanggup. KasihNya mengubahkan.

    BalasHapus
  11. Nik, I agree with a lot of what you wrote here. True, with the love of Christ kita harus merangkul mereka2, bukan malah mendorong mereka makin jauh dari kasih Tuhan.

    Tapi apa yg kamu bilang ttg hukuman mati gw gak setuju banget:
    "In fact, I kind of agree with it. Biarlah dengan hukuman itu, kebenaran yang sesungguhnya bisa ditegakkan."

    Kalimat itu seolah2 mengatakan kalo segitu besarnya dosa mereka sampe mereka boleh dihukum mati, and it is NOT biblical. Semua dosa sama besarnya. Gak ada dosa yg lebih besar dari dosa yg lain. Kalo mereka boleh dihukum mati karena udah melanggar FirTu ttg kehidupan sex yg melenceng, berarti kita juga boleh dihukum mati karena berbohong, atau berpikir yg jorok2. I don't agree with hukuman mati in general, baik utk a psychopath killer maupun utk LGBT. Why do we have to kill just to tell others that killing is wrong?? Do not murder, the Bible says, as simple as that.

    Oh yach, ttg kalo LGBT itu bisa berubah, I totally agree. I have a few friends yg dulunya hidup seperti itu ... and waktu mereka terima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, mereka dirubah oleh Tuhan. Disadarkan kalo kehidupan seperti itu tuh dosa and salah di mata Tuhan. Emang gak gampang, kata mereka, but God's grace is always sufficient.

    BalasHapus
  12. @Uly & Mbak Mega: thank youu :)

    @Ci Shinta: hehe. iya yah Ci, kesannya jadi aku malah kontradiksi sendiri dg mengatakan "setuju dg hukuman mati".

    Well...sebenernya aku ga bermaksud buat fokus ke hukuman matinya. Aku lebih ke arah itu urusan tiap2 negara dalam menegakkan hukum, jadi kaya ga pingin ikut campur gitu lo Ci. terlalu rumit untuk jelasin hukum & yurisdiksi tiap2 negara disini. Tapi pas nulis ini sih, sejujurnya aku ada rasa setuju dg MAKSUDnya pemerintah yg pingin nunjukkin ke warganya kalo homoseksual tu salah. Jadi biar mereka sadar. Cuma setelah aku pikir2 lagi, hmm kan masih banyak pemerintah di negara2 yg belum kenal TY. Jadi mereka masih stick to the rule or the Torah which said, homoseksual harus dihukum mati. Nah ngomongin ini pasti jadi debat yg panjang lebaaar. Jadi aku cuma sebutin sekilas aja sih hehe. Aaah susah jelasinnya... ya gitu deh.

    Tapi baca komen cc di atas, aku jadi sadar en diingetin kalo memang sih, death penalty itu bertentangan dg The Words of God. Harusnya pemerintah melakukan kebijakan yg merangkul mereka yah, dukung usaha utk pemulihan mereka, bukannya keluarin UU yang melegalkan pernikahan sejenis, operasi ganti kelamin, dll.

    En setuju LGBT bisa sembuh :) ayo donk Ci kapan2 tulis ttg ini juga...

    BalasHapus
  13. Gilaa, post yg menggebu-gebu & jujur, hehe..
    Aku suka bgt gimana kamu menjabarkan ttg Sodom & Gomora, honestly, I didn't know many of those things before, thank you for sharing!
    Sama kyk Felisia, baru tau jg maksud dr "pemburit" tu apa!! Hahahaha..

    BalasHapus
  14. wuahh... bagus banget tulisannya, ini ngebukain gw banget tentang LGBT ini, I have friends who is struggling with this, sebagai orang yang percaya Tuhan, I know this is wrong, mau ngomong jg susah secara I'm not in their position..
    setuju banget kalo orang2 ini harus didoakan, dibantu dalam Yesus, dipulihkan bukan malah dijudge; terkadang malah society pressure itu yang membuat mereka tetep mau berada dalam 'situasi'nya itu..
    thanks for the share nonik.. ^^ God bless.. :)

    BalasHapus
  15. @Sylvia & Nike: terima kasih yaaa hehehe. untuk yg punya temen2 yg lagi struggle dg masalah itu, mari kita doakan & dorong bersama-sama biar kenal TY, en bahwa dia itu bisa sembuh!!

    BalasHapus
  16. I totally get what you mean that hukum2 tiap negara itu complicated and kita gak bisa ikut campur tangan ... but that's not my point. I disagree with your point of view that kamu setuju kalo ada negara yg menghukum mati warganya yg homo/lesbi, dll karena "pingin nunjukkin ke warganya kalo homoseksual tu salah. Jadi biar mereka sadar". I personally think that as Christians who have been forgiven much, yg udah mendapat hadiah kasih karunia yg terbesar dari Tuhan, we should be able untuk juga memberi kasih karunia itu ke orang lain, salah satunya dengan tidak mendukung/menyetujui tindakan pemerintah yg menghukum mati warganya (apapun alasannya).

    We ALL deserved to die, but God came and died on our behalf so we may live. WHO ARE WE to judge others (by allowing/agreeing with death penalty for them because of their sins)? Jesus says "Don't judge, lest you be judged". Dengan measurement kita yg menghakimi orang2 yg jatuh dalam dosa, dengan measurement itu juga kita akan dihakimi. Mereka2 yg LGBT commit sexual sins, yes ... I agree, but that doesn't make us better than them. Are really that much better than them? Kita masturbasi .. pikir pikiran jorok, nonton bokep, dll dll. These are also sexual sins yg SAMA beratnya dengan sexual sins para LGBT itu. If they deserved to be punished by law because of their sins, so do we! Justru as Christians yg tinggal di negara yg gak kenal Tuhan Yesus, kita harus bisa berbeda. Maybe we can't change the laws, but we can be different in the ways we view the laws. Just my two cents. hehe .. Feel free to disagree =D

    BalasHapus
  17. i don't disagree with you, Ci Shinta. all of your points are true.

    Hwaaah jadi merasa "keliru" sudah menulis hal tersebut hahaha. Pas diskusi itu aku pikirnya, hukum itu diperlukan buat menertibkan masyarakat. dan sbg sesuatu yg secara normatif salah, hukuman mati untuk LGBT tentu 7annya ya buat nunjukkin ke masyarakat kalo itu tu salah. Cuma masalahnya hukuman di negara2 itu sama sekali ga bisa bikin orang bertobat. Mereka mungkin jadi "normal" tapi bukan karena kesadaran sendiri or pertobatan yg sejati, melainkan karena takut, terpaksa, & terintimidasi.

    Aku setuju kalo sbg WN yg baik, apalagi sudah terima TY sbg Tuhan & Juruselamat, kita justru harus dukung pemerintah untuk merangkul LGBT. Malahan kalo perlu terjun ke politik, ato do something (programs, projects, etc) in the society untuk membantu pemulihan orang2 LGBT itu.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^