About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Sabtu, 05 November 2011

di Masa dan di Meriba

Guys guys guuuuyyyss kotbah malam ini yang disampein di menara doa (menado) bagus banget. Saking bagusnya sampe gue pingin share di blog. Gue berdoa agar apa yg gue tulis, boleh memberkati siapapun yang baca :)
Well, harus gue akui bahwa saat gue berangkat ke menado ini pun “perjuangannya” gak gampang weheheh. Menado di gereja gue itu diadakan sebulan sekali tiap jumat minggu pertama, semacam empowerment gitu buat para servant leader (SL, para pelayan dan pemurid gereja, tingkatnya lebih tinggi dari sekadar jemaat). Kenapa? Soalnya jumat kemarin gue udah janjian buat acara makan-makan sama temen2 yang IMUN kemarin…. En acara makan2 ini udah ditunggu lama. Kita bakalan nostalgia bareng2 selama IMUN di UI jakarta kemarin. Buat yang belon tahu IMUN itu apa, silakan klik DISINI.


Rencana buat makan2 hari jumat itu juga udah ditetapin beberapa hari sebelumnya, en gue udah excited banget pingin ikut. Pokoknya udah dibooking lah hari Jumat jam setengah 7 malem waktunya hedoon bareng temen2. Eeeeeh suddenly…. Jam 3 sore hari itu, pemurid (=cici rohani, kakak PA) gue sms ngingetin kalo malam ini ada menado. Gue langsung DROP en kaget banget. Goossshh!!! Gue sama sekali lupaaaa kalo hari itu juga ada menado. En gue langsung ga semangat. Langsung bimbang. Di satu sisi gue pingin bangeeeet ikutan makan2 sama temen, di sisi lain gue juga pingin menado. Gue gamau ketinggalan lagi menado bulan ini (bulan lalu gue ga ikut karena lomba IMUN).


Terus gue kesel :(


….......


Gue kesel kenapa harus diingetin ada menado sih?!?! Gue bahkan sempat marah en jengkel sama pemurid gue karena dia mengingatkan gue soal menado ini!! Ngapain harus diingetin segala sih? Mendingan gak usah sekalian aja…. Biarin dah gue lupa hari ini ada mezbah doa yg penting gue mau senang2 sama temen2 gue! Gue bahkan ngedumel, “Aduh Tuhan kenapa sih Engkau merusak kesenangan Nonik??”


…......


Tapi gue sadaaar. Gue ingat. Hati nurani gue….ya otomatis pingin dateng ke menado ini lah. Apalagi diingetin soal kotbah minggu lalu tentang pentingnya bergereja & berkomunitas. Akhirnya setelah pergumulan yg berat (masalah ini simpel tapi berat-berat juga sih), gue putuskan untuk pergi ke menado. En asli ini gak gampang guys. Apalagi setelah beberapa orang teman membujuk gue buat datang. Katanya, kalo gak ada gue gak rame hohoho :p


I decided to go…. Because I want to show God that I love Him.

I decided to go…. Because I want to put my Lord above everything else.

I decided to go…. Because I want to choose Him over than anything, including my friends and this “looks-so-important-appointment”.


Sekali lagi, gue memutuskan untuk pergi ini juga melewati proses ngedumel en bersungut-sungut yg lumayan lama en pastinya, menjengkelkan hati Tuhan :p Gue sempet loh mbatin gini, “Tuhan, kenapa sih Engkau beri manusia free will?? Coba kalo misalnya ada hukuman: kalo kamu gak dateng ibadah, gak datang menado, kamu akan masuk neraka!! Nah kan pasti lebih gampang buat manusia mematuhinya. Termasuk buat gue dateng ke menado!” tapi…. Langsung gue tersadar. Weiiits. Gak bisa gini. Aturan mainnya bukan gini. Tuhan beri manusia kehendak bebas supaya kita bisa mencintai Dia dengan sepenuh hati & dg kerelaan hati kita, bukan karena paksaan. Bukan karena hukuman. Bukan juga karena terpaksa. Ato karena takut. Tapi kita mencintai Dia karena kita memang memilih dengan sadar untuk mencintai Dia. buat lebih gampang memahaminya, coba deh terapin situasinya ke hubungan kita dengan pacar :P mana yg lebih kita sukai, pacar kita sayang sama kita karena memang dia sayang, ato karena kita ancam? Wekekekek. Gue bayangin gitu deh kita pacar kita sayaaaang banget sama kita tapi di balik punggungnya tangan kita nodongin piso ke dia hoho.


And… I want to love God not because I’m afraid…. But because I purposely choose to do it. En berhubung manusia roh kita itu butuh yang namanya DIDISIPLINKAN, (en ga ada sesuatu pun yg terasa enak kalo berbicara soal kedisiplinan), maka gue memutuskan buat datang ke menado.


Dan you know what guys…. Apa yg gue dapat di menado tadi, benar2 ga ada apa2nya dibandingin makan2 biasa sama temen2. Rhema dalam kotbah tadi, benar2 luar biasa en menusuk ke hati gue sampe ke dalam2nya….


Kotbahnya diambil dari Keluaran 17:1-7, yg bercerita soal kejadian di Masa & di Meriba.


Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?" Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?" (Kel 17: 1-7).


Ada satu bagian yg menarik dari perikop di atas. Di tempat dimana bangsa Israel berada, disana dikatakan bahwa TIDAK ADA AIR. Nah, yang menarik, coba baca ayat satu.


“Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.”

Ada kata-kata sesuai dengan titah TUHAN. SESUAI-DENGAN-TITAH-TUHAN. Tapi…. Kenapa Tuhan membawa mereka ke tempat yang tidak ada air untuk diminum?? Tentunya Tuhan tahu donk kalo di tempat itu gak ada air?? Tapi kenapa bangsa Israel dibawa juga kesana??


Hal itu akhirnya membuat orang Israel sampe bertanya-tanya, “Sebenernya ada Tuhan gak sih di tengah-tengah kita?? Tuhan bawa kita kesini tu Cuma mau buat kita mati ya, hah?!?!”


Pertanyaan kedua guys: sebenarnya, orang Israel tahu gak Tuhan ada bersama mereka??? Well, gue rasa seharusnya mereka tahu!! They knew it! Mereka sudah berjalan sekian lama di padang gurun bersama Yahweh gitu loh. Kalo kita membaca pasal-pasal sebelumnya, baca kisah keluaran ini seru banget. Rasanya kaya liat film sekuel sendiri gitu hehe. Bangsa Israel, telah menyaksikan sendiri bagaimana mereka lari dari kejaran Firaun dengan menyeberang Laut Merah. Menyeberangi laut!!! Dan mereka selamat semua, tapi semua prajurit Firaun mati. Woow. Itu siapa yang bisa bikin perkara itu kalo bukan dari Tuhan?? Terus, selama berjalan, mereka juga dituntun oleh tiang awan pada siang hari & tiang api pada malam hari. Mereka baru bergerak, kalo tiang awan dan tiang api itu bergerak. Please deh, pas itu belon ada GPS gitu. Musa sendiri juga gatau harus nuntun mereka ke arah mana. Bangsa Israel juga mendapat makan manna bahkan daging burung puyuh. Itu semua siapa yang kasih? Tuhan! Bukan Musa! Jadi guys, kalo liat semua tanda-tanda tersebut, bangsa Israel sebenarnya tahu tidak Tuhan ada bersama mereka? Tahu! Tapi, kenapa mereka masih juga bersungut-sungut dengan bertanya, “Adakah Tuhan ada di tengah-tengah kita?”


Guys, kita mungkin udah sering denger, kenapa Tuhan bawa bangsa Israel berputar-putar di padang gurun sampe 40 tahun. Buat mengubah karakter mereka! Karena karakter Israel itu mental budaknya masih kuat banget. Dan mental budak itu misalnya: menyembah berhala, cabul, rakus, dan yang satu ini…. Bersungut-sungut.


Be ware of this attitude: bersungut-sungut. Karena bersungut-sungut, ada sekian ribu orang Israel yang tidak bisa masuk tanah terjanji. Karena bersungut-sungut, Musa jadi ikutan marah sama bangsa Israel sehingga akhirnya dia memukul batu untuk mengeluarkan air, padahal yang seharusnya dilakukan Musa hanya berkata kepada batu itu untuk mengeluarkan air. Akibatnya, Musa jadi ga masuk tanah terjanji juga deh. Ini ada di bagian akhir Keluaran, tapi gue lupa pasal berapa. Yang jelas karena hal ini, Tuhan juga marah kepada Musa dan melarang Musa untuk ikut masuk ke tanah terjanji. Musa hanya diizinkan untuk memandangnya saja. 


Kejadian di Masa dan Meriba mau mengatakan kepada kita, bahwa bangsa Israel itu bangsa yang sudah dalam rencana Allah. Telah berada dalam kehendak Allah. Kehadiran mereka di Rafidim itu memang dituntun Allah. Tapi, sikap mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mempercai Allah. Mereka tidak mempercayakan hidup mereka kepada Allah. Mereka tidak cukup percaya bahwa Allah sanggup memelihara hidup mereka, dalam hal ini memberi mereka air yang mereka butuhkan. Mereka tidak cukup percaya bahwa Allah yang sama, yang sudah menuntun mereka keluar dari Laut Merah, menjadi tiang awan & tiang api bagi mereka, sehingga mereka tidak kepanasan & kedinginan, dan juga yang menyediakan mereka makan manna & daging burung puyuh, mampu memberi air bagi mereka.


Guys…. Mungkin kita juga mengalami seperti yang dialami orang Israel saat itu. Kita mungkin mengikuti Allah. Kita berada dalam rencana Allah. Tapi, apakah kita sudah mempercayakan seluruh kehidupan kita kepada-Nya? Seluruh aspek kehidupan kita: pekerjaan, studi, rumah tangga, keuangan, dan pasangan hidup!!

Masa-masa di Masa dan Meriba adalah masa yang kritis buat kita. Masa-masa itu adalah masa dimana Tuhan menuntun dan membawa kita ke masa yang penuh suasana sulit, ketika kita terjepit, dan serasa tak ada jalan keluar. Semua orang pasti mengalami masa ini. Beneran loh guys, kan hidup ini sulit. Betul gak? Betul. Lebih gampang mati daripada hidup :p Orang akan bergumul tentang banyak hal. Yang mau lulus kuliah tapi belon tau mau ngapain selanjutnya, apakah mo studi lagi or kerja, bergumul. S2 mau dimana? Kerja dimana? Kerja apa? Itu butuh bergumul. Yang dipecat, bergumul. Mo cari kerja apalagi neh? Harus kreatif. Cari duit buat hidupin anak istri, sekolahin anak, kalo anak sakit, bergumul. Semua butuh duit, duit, duit. Bergumul, bergumul, bergumul. Nah, pada masa inilah, orang jatuh ke dalam masa Masa dan Meriba! Pada masa inilah, orang bertanya-tanya dan (mungkin) bersungut-sungut, “Tuhan ada ato tidak?”


Kita mungkin tidak ekplisit ngomong, “Tuhan ada gak seh?!?” tapi, sikap dan tindakan kita, menunjukkan bahwa kita tidak lagi mempercayai Tuhan. Sikap dan tindakan kita, menunjukkan bahwa kita pelan-pelan mulai berpaling dari-Nya dan mengandalkan kekuatan sendiri. Padahal, kita sudah banyak menyaksikan tiang awan dan tiang api-Nya yang menjagai kita selama ini.


Guys, tempat teraman di dunia adalah berada di dalam kehendak Allah. Sesungguhnya, bangsa Israel SUDAH berada di dalam tempat teraman itu. Mereka sedang berjalan bersama Allah menuju tanah terjanji. Mereka ADA DI DALAM rencana Allah. Tapi mereka protes dan berontak saat mereka haus, mereka tidak sabar. Sampai-sampai Alkitab sendiri mencatat, mereka itu mencobai Allah dengan mengatakan, “Apakah Allah ada di tengah-tengah kami atau tidak?” padahal sebenarnya mereka tahu Allah ada!


Masalah hausnya orang Israel, itu me-reveal karakter mereka yang sebenarnya. Kita juga akan mengalami masa-masa itu. Tidak mungkin kita hanya akan mengalami saat-saat enak. Kalo semua berjalan mulus terus, maka karakter kita yang DI DALAM, yang sesungguhnya, tidak akan pernah keluar. Kita tidak akan pernah tahu siapa diri kita sebenarnya. Salah satu hal yang paling sulit dilakukan orang Kristen adalah mempercayakan hidupnya kepada Allah. Mudah untuk berkata, “Ya! Aku mau ikut Tuhan! aku serahkan hidupku ke Tuhan! aku mau ikut rencana-Nya!” tapi ternyata tidak mudah untuk akhirnya mempercayai Dia
sepenuhnya, apalagi kalo kita lagi mengalami masa-masa sulit.


Guys, Tuhan tidak pernah berjanji kalo ikut Dia, semua akan enak. Setiap orang pasti ada dan mengalami masa Masa dan Meriba-nya sendiri-sendiri. Hanya, apakah di masa-masa tsb kita masih bisa mempercayai Allah? Atau malah meragukan Dia seperti orang Israel? Yah memang gak gampang hehe.


Coba kita refleksikan ini.


 Orang israel berjalan berapa lama di padang gurun? 40 tahun.


Mereka kelaparan gak? Enggak. Kok enggak? Soalnya dikasih makan roti dari Sorga. Padahal pas itu gak ada toko roti. Gak ada bakery. Gak ada pasar. Siapa yg mo jualan coba? Siapa mau nanam padi en gandum? Orang tanahnya gersang begono.


Mereka bisa makan daging gak? Bisa. Kenapa? Soalnya Tuhan beri mereka burung puyuh buanyaaaak sekali dan mereka makin daging itu, sampe2 mereka sudah eneg buat liat daging. Tuh kan, perkara gampang buat Tuhan ngabulin keinginannya orang Israel.


Mereka kepanasan gak? Enggak. Kenapa? Karena Tuhan yang menjadi tiang awan yg menaungi mereka dari terik matahari. Mereka nggak gosong kepanasan loh.


Mereka kedinginan gak? Enggak. Kenapa? Karena Tuhan yang menjadi tiang api untuk menerangi & menghangatkan mereka di malam hari. Aje gile malam hari di padang gurun suhunya kaya apa guys. Drop banget.


Apakah pakaian mereka menjadi aus di tubuh mereka? Lagi-lagi tidak!! Padahal di padang gurun kan ga ada toko baju. Gak ada tukang jahit…. Gak ada yang nanam kapas or pelihara ulat sutra :p


Nah, mereka sudah dipelihara sedemikian rupa di padang gurun. Jadi sebenernya mereka itu ada di padang gurun bukan sih?? 40 tahun noh!! 40 tahun itu mereka ada di padang gurun ato di hotel bintang lima?? Kok hidup mereka bisa baik-baik saja? Jangankan 40 tahun. 1 hari di padang gurun aja orang biasa mungkin ga bisa bertahan hidup. Ga ada air en panas terik begitu. Nah, itu membuktikan apa guys? Bahwa selama di padang gurun pun, Tuhan tetap memelihara mereka.


Jadi kalau soal makan dan pakaian aja dipenuhi, apakah bangsa Israel yang haus itu tidak bisa dicukupkan oleh Tuhan?? mereka sampai bertanya-tanya, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” Tuhan bahkan sanggup membuat air memancar dari batu! Bangsa Israel banyak yang mati bergelimpangan di padang gurun, bukan karena kelaparan. Bukan karena kehausan. Bukan karena kedinginan atau terpanggang matahari. Tapi karena kutuk! Kutuk karena mereka berbuat cabul, karena menyembah berhala, karena nafsu rakus, dll.


Mungkin kita lagi mengalami apa yang dialami Israel di Masa dan Meriba. Kita lagi menginginkan sesuatu dengan sangat. Kita begitu hausnya akan sesuatu itu sampai mungkin, secara tidak sadar, kita juga meragukan Tuhan. kita lupa…. Bahwa Tuhanlah yang memelihara & menjaga kita. Dalam segala kemustahilan, Tuhan mampu bertindak. Ingat, Tuhan mampu membuat air keluar dari batu. Terjemahannya, dalam kondisi situasi sesulit apapun, Tuhan mampu berbuat sesuatu yang dibutuhkan bagi kita. Batu berbicara tentang kemustahilan. Air berbicara mengenai sesuatu yang sangaaaat dibutuhkan (atau sangat diinginkan oleh kita). Hanya saja, ikuti waktu Tuhan, bukan waktu kita. Ingat, gara-gara bersungut-sungut en ga sabar, ada ribuan orang Israel yang ga bisa masuk tanah terjanji. Tuhan bilang, kita harus sabar. Sabar. Sabar tunggu waktuNya Dia. Tuhan tidak akan mencelakakan kita! Saat kita merasa seperti di Masa dan di Meriba, berdoalah. Tetaplah berdoa. Tetaplah setia. Don’t let go off His hand on us.


Guys, we live by faith, not by sight. We live by faith, not by feeling. Kita ini hidup oleh iman, bukan berdasarkan apa yang kita lihat atau apa yang kita rasakan. Dan iman itu bekerja atas hal-hal yang tidak kita ketahui, yang tidak kita lihat (Ibrani 1:11). Kemustahilan diperlukan agar kuasa Tuhan bisa bekerja. Atau dengan kata lain, dalam kemustahilan, kuasa Tuhan bekerja. Lucunya orang Kristen itu, sering pingin dapat mujizat tapi tidak mau mengalami situasi yang diperlukan agar mujizat terjadi :p kita ingin mengalami sendiri demonstrasi kuasa Allah yang hebat tapi gak mau mengalami masa-masa di Masa dan Meriba.


…..


Ya, isinya kotbah kurang lebih seperti di atas hehe. En itu menyentak en menampar-nampar gue banget. Yah, sudah berapa kali gue, secara tidak sadar, meragukan Tuhan? banyak…. Wah, gue ini sudah jutaan kali bersungut-sungut dan tidak bersyukur, seperti sebelum gue berangkat ke menado hari ini. Benar-benar luar biasa kasih pengampunan Tuhan kalo gue boleh tetap hidup sampai detik ini….


Gue senang gue memutuskan untuk datang ke menado. Gue tidak menyesal datang.  Apa yang gue dapat itu luar biasa, menguatkan iman banget. Itu semua melebihi dari sekadar gue makan-makan sama temen2.


Hope this note can strengthen and bless you :)


Nonik. 

8 komentar:

  1. muantaaabbbb Non...Gak boleh bersungut2 lagi nih aku,hehehehehe....

    BalasHapus
  2. Sekarang giliranku yg d obrak-abrik :D How wonderful our Lord ya, Nik... :")

    BalasHapus
  3. @Mbak Mega: he'eh gak boleh bersungut-sungut!! tapi manusia tanpa disadari sering berbuat begini to mbak. menyedihkan ya :'(

    @Mbak Dhieta: hehehe baguslah kita saling mengobrak-abrik. Lhoo??! hahaha. kan diobrak-abriknya untuk kebaikan Mbak :p

    BalasHapus
  4. aaaaaaaaaaaaa baguuuuussss.. bersungut2 itu seperti kita meragukan kemampuan Tuhan yaaa..

    BalasHapus
  5. betul Kes... bersungut-sungut juga menandakan kita ini ga punya attitude yg bersyukur. Gue baca dari blognya Kak Julita Manik, katanya di kitab Keluaran itu hanya ada SATU kata praise (bersyukur), sisanya complaining alias bersungut2 semua. Ooooo '0'

    BalasHapus
  6. huaaaaa....
    berderai-derai airmata aku baca ini...
    smw yg dikau tuliss ini "guehh banggett":D
    thx 4 sharing sist.. so encourage me..*maapkluinggrisnyablepotan..haha

    BalasHapus
  7. @Desi: hahaha lucu amat sampe berderai-derai :) thank you yah. btw Des kamu punya blog gak? kalo punya mau donk berkunjung hehehe.

    BalasHapus
  8. @nonik: hahaha... tp daku seriusann lohh smpee nangiss;).. punya..punyaa..punyaa... tp masih keliatan bgt amatirannya sayy... heehee.. armi3deccy.blogspot.com
    selamat membaca, ojo isin utk komentar yahh, nik^o^

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^