About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Kamis, 13 Oktober 2011

Indonesiaku, Indonesiaku

Finally!! Setelah berkutat menyingkirkan kemalasan untuk revisi skripsi, gue baca Kompas malam ini. Dan belum pernah selama gue langganan kompas selama 3 taon, berita-berita yg gue baca di Kompas rasanya bikin hati ini ingin menangis untuk Indonesia.

Kenapa kok beritanya tu bikin hati miris, pingin nangis, dan seperti diiris-iris. Entah itu berita di Kompas, entah itu di Metro TV. Lah masak semua yg gue baca isinya begini:


1. Kondisi masyarakat di perbatasan Indonesia, utamanya di Kalimantan barat yg berbatasan dengan Sabah dan Sarawak, dg mereka yg di Atambua, berbatasan dengan Timor Leste. Kondisi keduanya itu kontras sekali! Malah ada yg bilang, rasanya itu tuh seperti berpindah dari tempat nista ke surga T____T Mungkin papan penunjuk ato patok penanda batas di kedua tempat itu bertuliskan seperti ini: 
                     || 
sengsara <===||===> sejahtera
                     ||
                     ||
                     || 


(the credit goes to Ko Irvan hehe. Komen2nya di fesbuk bikin gue ngrasa miris tapi juga kocak banget). Yaaaah jujur2 aja gue merasa yang namanya Indonesia itu hanya sebatas Jawa dan Bali doank. Buruk2nya neh, ntar Papua merdeka. Terus NTT-NTB juga ilang, mungkin mengalihkan nasionalisme mereka ke Australia ato Timor Leste. Warga di Kalimantan merasa tersisihkan oleh pemerintahnya sendiri dan akhirnya memproklamirkan diri sebagai WN Malaysia. Sulawesi dan Maluku....entah mereka ikut kemana. Filipina mungkin. Terus Sumatera, yaaaa bisa jadi ikut di Semenanjung Malaysia or Thailand. Wilayah yang deket2 dg Singapore mungkin juga bakal hijrah jadi WN Singapore semua. Nah, suatu saat, Bali pun mungkin bisa merdeka juga. Mampuslah sudah Indonesia tinggal Pulau Jawa doank!!! Apakah ini yang namanya ke-Indonesiaan???
  
2. Pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi) Bandung yang membebaskan tiga orang pejabat yg didakwa korupsi. Dan para pejabat yg didakwa korupsi ini sudah ditetapkan tersangka oleh KPK loh. Asumsinya, mereka-mereka yg sudah diperiksa KPK itu punya pembuktian yg lebih kuat dan juga lebih lengkap. Jadi, bener2 kaya gimanaaa gitu mereka divonis bebas. Yah, gimana ya, gue juga ga begitu ngerti seluk beluk proses hukum dan peradilan itu gimana. Para hakim dan jaksa, juga para advokat dan ahli2 hukum, pasti punya kebijakan dan prosedur sendiri dalam memvonis para terdakwa. Tapiiii.... pas gue liat masa hukuman yg diberikan, itu hanya berkisar 18 bulan hingga 12 tahun penjara, bahkan ada yg tidak divonis sama sekali. You can check it hereDan kalo inget cerita2 sebelumnya, ttg ibu-ibu yg divonis 3 bulan (ato berapa ya?? lupaaa) gara2 memungut 3 buah biji kakao, ato maling ayam yg digebukin sampe mati, ato Ibu Prita yg dipenjara cuma gara2 nulis di email soal keluhannya atas pelayanan suatu rumah sakit, itu kerasa gimanaaa gitu. Buat rakyat biasa, hukum bisa bergerak cepat dan tanpa pandang bulu. Tapi buat para pejabat, hukum seolah pilih-pilih bulu. 


3. Hiruk pikuk negara yg lagi mau re-shuffle kabinet. Ada ahli yg bilang, reshuffle-reshuffle'an ini gak ada apa2nya, cuma buang2 energi dan waktu doank. Mau direshuffle sepuluh kalipun, kalo ga ada kesadaran dari dalam ya kerjanya gitu-gitu aja. Jadinya ya jabatan menteri ini kaya giliran doank, tahun ini si A yang menjabat, (beberapa) tahun berikutnya si B. Setidaknya saya sudah merasakan enaknya menjabat jadi menteri. Gaji selama beberapa bulan (atau tahun), cukuplah untuk simpanan beberapa tahun ke depan. Saya sudah pernah merasakan nikmatnya duduk di kursi menteri, nikmatnya memegang dan mendapat uang proyek, nikmatnya disorot televisi dan media, dll.


Dan masih banyak hal-hal lain yg mengharukan soal Indonesia. Gak heran kalo nasionalisme negara ini makin lama makin tipis. Negara ini tidak bisa berbuat banyak (untuk tidak mengatakan "tidak bisa berbuat apa-apa") untuk rakyatnya!! Konstitusi sudah penuh pelanggaran. Mental pejabat maunya duit dan harta semua. Rakyat jelata hanyalah konstituen belaka. Dan mereka bisa berpindah-pindah partai seenaknya. Para ilmuwan, budayawan, dan cendekiawan dipandang sebelah mata. Sehingga tidak heran bila mereka berpindah ke negeri tetangga. Pelanggaran HAM masih terjadi dimana-mana, dan kasusnya dibiarkan terkatung-katung begitu saja. Rakyat miskin dilarang sakit. Sebab kalo sakit, kamu tak bisa sekolah. Tak bisa ke rumah sakit kalo sakit. Jadi ya lebih baik enggak usah ada aja sekalian. 


Apakah Indonesia ini seperti yang digambarkan di atas?? Gue yakin enggak. Aslinya emang gak begitu. Kita punya kok pemimpin2 dan pemikir2 yg hebat seperti Bung Karno, Bung Hatta, Emil Salim, Chairil Anwar, dll. Dulu kita disegani, sekarang kok enggak lagi. 


Memang sih, kalo ada bagian dari wilayah kita yang diklaim atau dicaplok negara lain, ya sudah biarkan saja. Toh semua bumi dan tanah ini adalah empunya sang Pencipta. Pendapat itu, di satu pihak ada benarnya. Tapi di pihak lain ya gue sedih soalnya itu menunjukkan kok pemerintah kita kaya ga becus gitu menjaga tanahnya, apalagi halaman depan rumahnya. Terus apa sih maksud berbangsa dan bernegara ini. Apa gunanya kita mendirikan negara Indonesia? Apa gunanya kita memerdekakan diri dan mempertahankannya dengan susah payah? Gimana kalo kita menyerahkan saja semua jengkal tanah ini ke Amerika, atau Inggris, biar diurusin mereka? 


Benar-benar negeri ini membutuhkan doa dan kerja yang nyata. Doa, untuk para pemimpinnya.... agar mereka punya hati yang takut akan Tuhan. Agar boleh bangkit suatu generasi yang bisa memimpin negeri ini dengan takut akan Tuhan. Doakan juga biar generasi dan anak-anak muda negeri ini, tidak lagi terjerumus ke dalam narkoba, seks bebas, pornografi, tawuran, dll. Hrrrh. Setan bener2 bekerja luar biasa untuk menarik jiwa-jiwa itu jatuh dan terhilang. Kalo begitu keadaannya, mau dibawa kemana negeri ini? Kemana kemana kemanaaa. Kaya lagunya Ayu Tingting dan Mbah Surip ahahaha. 


Dan apapun peran dan pekerjaan kita: mahasiswa, guru, dosen, PNS, dosen, pilot, pebisnis, arsitek, artist, penyanyi, bahkan ibu rumah tangga sekalipun, mari kita lakukan yang terbaik seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 

Gue bangga dengan band rohani True Worshippers yang sudah go international. Gue bangga tiap kali baca berita, ada saja adik-adik kita yang menang olimpiade nasional, bahkan internasional, dan mempersembahkan medali perunggu, perak, dan emas untuk Indonesia. Gue bangga dengan atlit-atlit kita yang bertarung mati-matian untuk nama baik bangsa, meskipun dengan peralatan yang seadanya. Gue terharu kalo baca orang-orang yg berkecimpung di bidang kemanusiaan dan social science lainnya, semata-mata untuk melayani masyarakat, dan mereka memilih untuk stay di Indonesia, meskipun tawaran di luar sana sungguh menggoda. Gue juga bangga bow sama Agnes Monica yang sudah go international sama lagu-lagunya. Salah satu lagu yg gue demen banget dengerin itu "PARALYZED" hahahaha. Tiap kali denger itu pasti bawaannya pingin goyang ;) Weiiits, gini-gini gue suka hip hop juga loh :p En bangga juga bahwa Agnes diajak duet bareng dengan Michael Bolton di lagunya I Said I Love You But I Lied. Gue bangga dengan para aktor, aktris, dan produsen film Indonesia yg bisa menghasilkan film2 bagus, seperti Tanda Tanya, Laskar Pelangi,Soe Hok Gie, dan film-film dokumenter lain seperti Garamku tak Asin Lagi, Negeri Abu-abu, dll. Jadi, Indonesia ga cuma bikin sinetron or horor-horor berisi porno doank kok, tapi sebenernya kalo kita bener2 mau itu kita pasti bisa dan mampu.

Go go go Indonesia!! 

4 komentar:

  1. ASLI, aku iri dengan nasionalismemu yang kuat banget Non, ngebaca postinganmu kali ini bikin semangat berkobar-kobar buat berdoa untuk Indonesia. Coz, seringkali baca n ngeliat berita tentang negara kita aku rada apatis akhir-akhir ini, Ngeri ya??? Oh, betapa aku rindu punya hati yang gak apatis buat negeri ini :( Hati yang menangis buat bangsa ini. Sudah lama aku gak berdoa dan menangisi bangsa kita Non, doa sih doa, tapi gak berasa apa-apa. Huaaaa...Sedihhh :'(

    BalasHapus
  2. Mbak Megaaaaaaaa ^^ hehehe seneng deh baca komennya :)

    Mbak, itu tuh wajarrrr. Dulu aku benci sekali dg yg namanya Indonesia. there was a moment when i felt a deep resentment toward this country. Dulu, aku pingin banget keluar dari Indo en jadi WN lain. udh benciii banget sama indonesia!!

    Gatau kenapa en kapan yah tiba2 Tuhan tuh ubahkan hatiku buat mencintai bangsa dan negeri ini....aku yakin mbak mega juga bisa kok punya nasionalisme yg kuat :) caranya biar bisa cinta Indo? Tinggal minta ke Tuhan hehe.

    Mungkin karena aku sering liat berita juga ya Mbak... jadi kan lumayan mengendap tuh di otak en rasanya udah miris liat sampe kapaaan kita mau begini terus. Lagian Mbak Mega juga kerja sbg PNS kan?? Itu hebat looo. Aku mau en pingin banget Mbak kalo kerja nanti ditempatin di Indonesia bagian timur :D

    BalasHapus
  3. Dulu motivasiku jadi PNS coz pengen buat perubahan, pengen jadi dampak buat negeri ini kayak Daniel, Ester, Yusuf, dkk. Pengen buat perubahan, sekecil apapun. Dan pas mulai kerja, aku rasakan, itu gak gampang non. Beneran aja.

    Apalagi banyaklah, hal-hal yang bikin shock di awal-awal kerja, nangis...nangis dahhhh.... Seringkali bingung juga mau ngapain. Gimana bisa menyenangkan Tuhan kalo aku juga berbuat dosa, fiuhhh.....Sempat di kantor aku jadi orang yang gak pedulian, gak mau tau urusan, yang penting ngerjain tugasku. Tapi TUHAN gak biarin aku gini lama-lama sih, sekarang aku hanya lakukan yang terbaik, gak peduli hasilnya piye. Perubahan apapun itu ntar, kalo itu ada, itu bukan kerjaanku dah pokoknya, itu kerjaanNya BABE aja lah....

    Alih-alih berdoa buat Indonesia, sekarang aku lebih mendoakan orang-orang aja. Indonesia kayaknya can not be helped dah, jahat banget kan aku mikir gitu? Hiks. Postinganmu ingatin aku, penting berdoa buat bangsa ini terus-menerus, gak anget2 t** ayam doang, tapi bner2 PRAY UNTIL SOMETHING HAPPEN.

    BalasHapus
  4. iya Mbak, aku ngerti banget. Pasti sungguh dilema ya hehe. Kadang kalo liat situasi sekarang juga kita semua bertanya-tanya bisakah Indonesia berubah? Memang betul perubahan harus dimulai dari diri kita... tapi satu orang aja ga cukup. Butuh perubahan mindset dan cara pikir kira-kira sebanyak satu generasi.

    Aku sendiri yg suka bicara en belajar soal politik kayanya ga akan mau masuk ke politik deh...takut ikut2an kotor :( Jadi dilema yg Mbak Mega rasain itu ya aku ngerti banget. Susah memang untuk melakukan apa yg benar dan berdiri melawan arus.

    Langkah Mbak Mega itu juga udah bener kok, berdoa untuk orang2nya :) dengan berdoa, sesuatu pasti terjadi. Ingat bahwa doa orang benar itu kan sangat besar kuasanya :)

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^