About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Kamis, 08 September 2011

Kalau saya menjadi Presiden RI.

Akhir-akhir ini, kecintaan saya terhadap Indonesia rasanya semakin tumbuh dan bertambah. Gatau kenapa yah, tapi rasanya jadi semakin ingin melakukan sesuatu untuk negeri ini. Sekalipun mungkin pelayanannya masih dalam bentuk/level terrendah, tapi rasanya saya ingin berbuat sesuatu untuk negeri ini, sekecil dan seremeh apapun itu.

Oke, meloncat sedikit yuk hehe :p I wanna write, being a leader is truly not a simple thing to do. Particularly being a President. Tugas dan tanggung jawabnya seabrek-abrek. Saya bertanya-tanya apakah Pak SBY bisa tidur nyenyak setiap malamnya, karena harus mikirin kondisi dan sejuta persoalan yang dialami negeri ini yang bagai benang kusut. Karena itu, berdoa syafaat bagi pemimpin bangsa ini perlu dan penting sekali, teman-teman. 


Nah.... kemarin-kemarin ini pas masa libur lebaran, saya tiba-tiba berandai-andai dan membayangkan, apa yang akan saya lakukan bila saya jadi presiden RI hehe :p Jangan salah, saya tidak berambisi jadi presiden. Bila dikaitkan dengan prolog di atas, keinginan saya untuk melakukan sesuatu tidak harus langsung loncat dg jadi Presiden. No no no... sebelum sampai ke situ, saya harus belajar dari hal2 yg kecil dulu bukan? Saya hanya membayangkan apa yg akan saya lakukan & prioritaskan bila jadi presiden Indo. Syukur kalo jadi presiden, kalo enggak, ya enggak apa-apa hehe.


Saya membayangkan ketika mencalonkan diri jadi presiden, ada satu soal esai yang harus dijawab. Soal itu adalah: 
Hal apa yang hendak Anda prioritaskan sebagai program kerja awal Anda bila terpilih menjadi Presiden RI?

Hmm. itu pertanyaan yang sungguh2 teramat sangat SULIT!!! Saya selama liburan kemarin mikir-mikir, And my answer would be as below:

Jika saya terpilih sebagai Presiden RI, maka sektor yang akan sangat prioritaskan untuk dikerjakan adalah sektor perhubungan dan transportasi di Indonesia bagian timur. Hal ini berarti meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, dan Papua beserta pulau-pulau lain di sekitarnya. Kita tahu bahwa wilayah tersebut adalah wilayah yang kaya akan SDA, tetapi sungguh sayang seribu sayang kekayaan itu tidak didukung dengan fasilitas perhubungan yang memadai, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara. Akibatnya, harga produksi dan distribusi barang menjadi amat mahal. Berikutnya, harga barang yang amat mahal ini akan dibebankan kepada konsumen atau masyarakat, yang sebagian besar tidak mampu. 

Belum lagi, fasilitas jalan yang rusak, becek, berlumpur, mengakibatkan distribusi barang menjadi sangat lama, apalagi untuk masyarakat di pedesaan dan daerah-daerah terpencil yang sulit terjangkau. Karenanya, masyarakat harus menunggu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk mengkonsumsi barang tersebut. Misalnya, susu bubuk/susu kaleng, beras, gula, sayur-sayuran, BBM, minyak goreng, dan berbagai bumbu dapur/rempah-rempah lainnya. Akibatnya, ketika barang sudah tersedia, harga menjadi sangat mahal, dan sangat mencekik leher. Tak heran bila angka pendidikan di bagian timur negara kita begitu rendah dibandingkan dengan bagian barat!! Betapa tidak, uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk menyekolahkan anak-anak habis terpakai untuk urusan perut sehari-hari yang harganya bisa belasan kali lebih tinggi.

Saya sungguh ngenes melihat hal ini terjadi sudah puluhan tahun, mengapa masyarakat tidak bisa menikmati hasil-hasil alam yang melimpah dengan mudah dan murah? Saya yakin saudara-saudara, bila hal ini segera dibenahi dan diselesaikan, dan bila kita semua sama-sama bekerja keras dan berkomitmen untuk mewujudkannya, maka hal itu tidak mustahil terjadi. 

Di pikiran saya terbayang jelas kondisi jalan-jalan, pelabuhan, bandara, dan jembatan yang sampai ke seluruh pelosok desa di tanah air. Bila ini terjadi, maka distribusi barang akan sangat mulus dan lancar. Harga-harga barang akan menjadi jauh lebih murah, setidaknya rasional dan terjangkau, bagi masyarakat. Mereka tidak lagi harus menanti-nanti datangnya barang dengan jadwal kedatangan yang tidak pasti. 

Itulah visi saya, saudara-saudara. Setiap keluarga akan mempunyai anggaran biaya yang cukup untuk menyekolahkan putra-putrinya. Tidak ada lagi yang namanya ketimpangan pangan atau kasus gizi buruk seperti di NTT. Tidak ada lagi yang namanya anak putus sekolah gara-gara sibuk membantu orang tuanya bekerja di ladang dan di sawah.

Itu, adalah prioritas pertama saya.


Prioritas kedua, dan masih berhubungan dengan transportasi, adalah saya memimpikan adanya angkutan massal yang ramah lingkungan dan murah bagi masyarakat di kota-kota besar, terutama ketika mudik. (Pengalaman liat kaya gini seh tiap taon wahaha. Puji Syukur karena saya mampu membeli tiket KA eksekutif setiap kali pulang kampung. Lah liat tuh masyarakat yang pada desel2an kaya ikan sarden di gerbong ekonomi...udah sumpek, pengap, bau rokok, kadang harus duduk deket WC pula. En banyak yang bawa ternak, kaya ayam dan itik.) Untuk itu, saya ingin membangun sebuah transportasi massal, seperti shinkansen di Jepang atau MRT di Singapore. Saya akan mengeluarkan kebijakan untuk tidak menjual mobil dan sepeda motor lagi, yah minimal mengurangi jumlah penjualan kendaraan pribadi. Mereka yang membeli kendaraan pribadi akan dikenai pajak sangat mahal. Saya sendiri tidak tahu bagaimana persisnya, tapi intinya saya ingin sekali memberikan insentif dan motivasi kuat bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi massal. Dalam hal ini, keberadaan Trans Jakarta dan Trans Jogja akan saya pertahankan, hanya perlu ditingkatkan saja kualitas pelayanannya.


Transportasi massal yang akan saya bangun, tentu saja akan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan, dan mampu mengangkut ribuan penumpang. Jumlahnya juga akan saya perbanyak. Dalam hal ini, studi banding ke China, Jepang, dan Singapore tentu penting sekali. Atau kalau perlu, saya panggil sekalian para ahli transportasi dari 3 negara tersebut untuk kerja di Indonesia. Saya percaya, masyarakat kita mau kok membayar sedikit mahal untuk bisa berkendaraan dengan aman dan nyaman. Mereka hanya rinduuuu sekali untuk bisa mudik dan bepergian dengan leluasa. Fenomena kemacetan luar biasa yang kita temui setiap hari, tidak bisa disalahkan kepada masyarakat sepenuhnya. Mereka semata-mata hanya ingin bekerja mencari nafkah bagi keluarga, dan mereka mencari transportasi yang cepat dan murah. Apalagi kalau bukan sepeda motor? Sayangnya, kendaraan ini, selain harus diisi BBM setidaknya seminggu 2-3x, juga mengeluarkan polusi dan membikin macet kota. Tak heran, para pengemudi lain menjadi terganggu dan gampang marah-marah di jalan. Suara klakson dibunyikan dimana-mana, suasana jadi bising, dan angka orang yang stress pun semakin naik tiap tahunnya. Saya memimpikan adanya kereta cepat dan ekonomis, tapi juga nyaman, yang akan menghantarkan orang-orang untuk mudik dari Jakarta ke kota-kota di Jawa. Nanti kalau ini sudah berjalan baik, akan ditingkatkan jalurnya hingga ke Bali, Sumatra, dan Indonesia bagian timur (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, Papua).


Saya tahu, untuk mewujudkan hal itu sama sekali tidak mudah. Urusan pertama dan terutama adalah soal dana, soal duit. Bagaimana bisa saya membangun fasilitas perhubungan yang begitu baik di sekian banyak wilayah di Indonesia? Nah, untuk itu, saya harus menjadi pemimpin yang super duper berani dan tegas, karena langkah2 yang akan saya ambil ini akan sangat tidak disukai oleh banyak pihak. Karena itulah, menjadi pemimpin harus memiliki kehidupan rohani yang kuat dan hubungan yang intim dengan Penciptanya. Pemimpin yang baik harus bisa memutuskan dan tidak boleh takut dengan suara-suara yang bisa membuat hatinya ciut dan keder (asli guys saya lagi belajar ini nih, susah banget T___T).

Kita tahu bahwa sebagian dana kita dikorupsi oleh para koruptor. Untuk itu, saya memerintahkan agar para koruptor itu dibuang ke pulau2 terpencil di Indonesia (ingat kita masih punya 6000 lebih pulau yg belum dihuni!!) untuk membangun dan memajukan pulau tersebut (hehe). Kemudian harta dan uang hasil korupsinya akan saya pakai untuk membangun infrastruktur tersebut. SEbenarnya saya sih ingin menghukum mati para koruptor tersebut. Mungkin ada yang bilang, itu melanggar HAM. Well, respon saya adalah, ketika mereka korupsi, apakah mereka memperhatikan hak-hak rakyat kecil yang uangnya dicuri mereka? Mereka tidak tahu bahwa uang yang mereka korupsi itu bisa digunakan untuk mengobati ibu atau anak2 yang sakit. Karena pemerintah tidak juga mengucurkan uang untuk subsidi kesehatan orang-orang miskin, beberapa nyawa yang sebetulnya bisa diselamatkan pun menjadi terbuang sia-sia. Jadi, saya dengan berani mengatakan, bahwa koruptor secara tidak langsung pun ikut ambil bagian dalam penghilangan nyawa orang lain, meskipun prosesnya panjang dan berantai. 

Bila saya menjadi Presiden, saya memimpikan suasana kerja yang kondusif, dimana para menteri sebagai pembantu saya adalah orang-orang yang TAKUT AKAN TUHAN. Untuk itu, saya dengan senang hati merekrut orang-orang pandai dan punya hati untuk Indonesia untuk menjadi menteri, sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Saya tidak suka bila semuanya harus berurusan dengan partai politik. Kalau perlu, parpol yang ada dikurangi saja, yang penting kita satu hati dan satu suara membangun untuk rakyat. Bukan berarti saya ingin menjadikan Indonesia negara otoriter, saya tentu akan membiarkan kita menganut paham demokrasi. Tapi demokrasi yang terarah dan tunduk pada hukum! Karena sekarang ini, politik tidak takut pada hukum, justru hukumlah yang tersandera oleh politik. Dan jujur saja, saudara-saudara, mental rakyat kita ini masih mental rakyat yang harus disuruh-suruh, harus diperintah. Mental rakyat kita belum bisa mandiri. Untuk itulah sedikit sifat otoriter diperlukan, untuk terlebih dahulu memajukan dan memberdayakan masyarakat. Perlahan-lahan, bila rakyat telah matang dan urusan perut terpenuhi, mereka akan memiliki kesadaran politik. Berbicara mengenai hal ini akan sangat panjang, tidak cukup bila harus ditulis dalam soal ini. Akan saya bahas di kesempatan lain waktu.

Saya memvisikan Indonesia bukan hanya negara yang beragama, tapi juga negara yang takut akan TUHANnya. Saya tahu ini susahnya ampun-ampunan. Orang bilang, saiki kui jaman edan. Nek ora edan ora kumanan (sekarang ini zaman gila, kalau ga ikutan gila ga kebagian). Benar-benar susah untuk melawan arus dunia yang kenceng banget. Tulisan saya di atas tadi, tentu harus dibatasi dengan penegakan hukum yang kuat. Tuhan sendiri pun mencintai hukum, karena tanpa hukum menjadi kacau balau-lah rakyat. 


Rasanya itu jawaban saya, mengenai prioritas yang akan saya kerjakan bila saya menjadi Presiden Republik Indonesia tercinta. Berbicara mengenai hal-hal lain tentu akan menjadi sangat panjang, karena seperti yang saya katakan tadi, bangsa ini memiliki segudang persoalan yang ribet dan njlimet, bagai benang jundet (=kusut). 


*** 


Hahaha itu deh jawaban gue :p Sekali lagi....gue ga ngotot harus jadi Presiden. Apapun pekerjaan gue nanti, gue ingiiin sekali melakukannya dg hati. Hati yang bersuka cita, hati yang bekerja untuk Tuhan dan rakyat Indonesia (atau orang2 yang gue layani).

Gue sangat terbuka untuk kritik dan saran. Lain kali... gue ingin membahas soal masalah brain drain yang dihadapi bangsa ini :)
Stay tune.... :)

7 komentar:

  1. I vote u for president Non...^^V

    BalasHapus
  2. wooow, kampanye yang sangat menarik, nonik... seneng lihat generasi muda yg ga apatis dengan negara ini :) btw, nonik anak HI kan? yuk, ntar gabung aku aja di Kemlu wakakak... promosi :D Aku jg punya pendapat yg kurang lebih sama, Indonesia ini punya masalah dengan pemerataan pembangunan, dan otonomi daerah selama ini belum jadi jawaban karena perbedaan kapasitas tiap daerah. Orang2 larinya ke Jakarta, tambah sumpek deh... Kalo aku bilang sih, transportasi Jakarta ruwet karena salah satunya emang Jakarta udah overloaded with people, dan sistem yang emang udah salah kaprah... so yang dibutuhkan maybe ga cuma perubahan, tapi perombakan! Iya, mari berdoa buat negara ini, transformasi pasti terjadi...

    BalasHapus
  3. @Mbak Mega: hahaa makasih ya Mbak!! tapi itu sama sekali bukan urusan mudah jadi presiden Mbak. tanggung jawabe besaaar banget...aku jd kasihan sama SBY sekarang ini. Dan jalur untuk jadi presiden kan sangat panjang & berliku, so far yg aku tau sih harus lewat parpol...sedangkan parpol kita kan sudah tersandera & terkorup begitu parah :'( makanya bener2 butuh karakter yg kuat untuk bisa jadi pemimpin.

    @dhieta: thank youuu deh Dit!! ;) emang kamu anak HI juga ya? kamu mau kerja di Kemlu pa? apa kamu udah kerja di Kemlu sekarang?? kalo iya, waaa mau infonya donk :D hehe. Iya emang jakarta tu kotanya udah sumpek buanget. bener2 over capacity... harusnya daerah2 lain juga bisa menikmati kue pembangunan dg porsi yg besar juga.

    BalasHapus
  4. Hehehe, I'm junior diplomat gtu deh, nik, walopun bukan anak HI (ak ambil komunikasi)... Makany ak mikir bisa tembus Kemlu itu anugrah banget :D Sekarang udah tahun kedua d kemlu, tapi tahun pertamany pendidikan dulu. Masih kinyis2 hahah...Oke, oke, info tentang apa nih? Kalo soal rekrutmen, sekarang kan lagi moratorium, jd mungkin tahun ini blm ada wkwkwk,,,

    BalasHapus
  5. @dhieta: waaah hebat lah kamu bisa tembus Kemlu...itu kan susah banget. Nanti deh kita message2an haha :D thank you loh infonya :)

    BalasHapus
  6. nice posting.. ^^
    tambahin buat yg transport itu boleh kan? hehe..
    krn saya sendiri asalny dari indo timur (makassar)
    pemerintah itu kurang proaktif untuk memanjukan sumber daya yang ada, dan karena itu, pihak swasta melihat kesempatan yang begitu besar masih terbuka, langsung ambil kesempatan itu, mereka bermain dgn pemerintah, membuat deal yang sekilas menguntungkan pemerintah, namun actually merugikan byk pihak termasuk negara sendiri, (pemerintah kita kurang pintar.. zzz)
    Ga heran kita melihat, hutan2 di kalimantan itu byk diurus sm pihak swasta, ga pernah direboisasi lagi,
    ga heran kita melihat gunung2 tambang di sulawesi, papua itu gundul karena pasir/ timah/ emas diambil smua.. tp ga disubsitusi..
    ga heran kita melihat kondisi mengenaskan lumpur lapindo..

    Di satu sisi, ada orang2 yang berusaha memperbaiki situasi ini, namun di sisi yang lain, byk pula yang tetap mau mempertahankan kondisi tidak baik ini demi keegoisan dan keserakahan pribadi.. ckckck..

    BalasHapus
  7. wah setujuu,,semoga terlaksanaa aamiin :D

    mohon kunjungan ke blog ku dan komennya yaa.. http://adf.ly/UOSFf

    makasih ^^

    ~semangat!

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^