About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Minggu, 18 September 2011

How Deep is Thy Love

First of all, thank you buat Mbak Dhieta melalui tulisannya While I'm Waiting dan Viryani lewat tulisannya Let Go and Let God. Your writings really really strengthen me to learn how to trust God in all my problems. Buat teman2 yg penasaran, silakan langsung meluncur ke blog mereka!! ^^

Minggu-minggu ini saya baru menyelesaikan baca kitab Yesaya, dan sekarang lagi masuk ke Yeremia. Pertamanya sih ngrasa boring banget neh baca ni kitab... Jujur deh ya isi pasalnya tu puanjang-puanjang... kadang sambil terkantuk-kantuk juga bacanya. Jadi biasanya saya targetin sih, sehari baca 2-4 pasal. En saya lebih sering bacanya tuh asal baca daripada diresapin dalam-dalam hehe :p Tapi... baru-baru ini saya belajar sesuatu yg luar biasa dari 2 kitab ini, terutama dari Yeremia.

I think it is worth to mention why I am currently devoted my self to read those two kitabs (apa sih bahasa inggrisnya kitab?). Alasannya itu, karena kitab Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel alias kitab 3-Y (wah pas ya nama nabi-nabinya berawalan huruf Y semua, dan berurutan lagi. Yah diselingi kitab Ratapan doank antara Yeremia & Yehezkiel) adalah kitab yg cukup jarang dibaca dan dibahas orang. Kebanyakan orang kan baca dari perjanjian baru, kalo dari perjanjian lama (PL) seringnya dari Kejadian, Keluaran, Mazmur, Amsal, dan 1-2 Raja-raja. Makanya saya jadi tertarik buat baca kitab para nabi-nabi. Saya yakin ceritanya juga seru dan pasti ga kalah menarik kok :) En ternyata, benerrrr. Walopun jujur sih awal-awal baca rasanya udah ogah en keder coz ayatnya tuh panjang2 banget.... kadang saya ngrasa ini ayat kok bertele-tele banget ya, gak to the point gitu loh. Buat temen2, saya sarankan ada baiknya kalo kita baca dari Alkitab terjemahan lain, misalnya pke yg Bahasa Indonesia sehari-hari atau NIV atau KJV. Nah biasanya itu lebih mudah dimengerti bahasanya. 


Oke then.... Nah, apa yg saya pelajari dari 2 kitab (dan nantinya kitab Yehezkiel) itu?? Saya belajar untuk mengenal 
KASIH TUHAN

Mungkin kita sudah terbiasa sekali dg sifat Tuhan yg satu ini: Tuhan itu baik, penuh kasih, penyayang, murah hati, pemaaf, penuh cinta.... Saya juga udah hapal banget. Bahkan orang-orang yg belum kenal Tuhan Yesus juga tahu kalau Nabi Isa Almasih itu orang yg baik. Tapi seberapa dalamkah kita benar-benar tahu sifatNya tersebut? 

Saya belajar kenal kasihNya dalam 2 hal. Yang pertama semenjak saya lahir baru, saya juga seringkali berbuat salah, jatuh dalam dosa, pendeknya berbuat hal2 yg lebih sering menyenangkan daging daripada menyenangkan Dia. Tapi Tuhan tetap setia, dan kasih-Nya yg memampukan saya untuk bangkit lagi dan tetap percaya. Yang kedua, saya kenal kasih-Nya dari kitab yg saya baca ini.

Kitab 3-Y 90% menceritakan betapa dalamnya kasih Tuhan untuk bangsa Israel. Bangsa pilihan Allah, bangsa yg disayangi-Nya, tapi terus-terusan murtad dan berbalik untuk menyembah allah-allah lain. Bangsa yang sudah sekian ratus -- atau mungkin ribu -- kali penyertaan & mujizat Tuhan, tapi yah masih saja menyembah berhala dan membuat patung-patung emas. Di zaman sekarang, jarang-jarang kan kita liat mujizat skala gede kaya yg diliat bangsa Israel doeloe... Kelakuan mereka sangat memedihkan hati Tuhan, bahkan melalui 3 nabi Y (Yesaya, Yeremia, Yehezkiel) ini mereka juga masih tegar tengkuk dan belum bertobat. Jumlah orang yg percaya kepada Yahweh tampaknya jauh lebih sedikit daripada para penyembah berhala! 

Di kitab 3Y, Allah menaruhkan firmanNya kepada mereka apa saja yg harus disampaikan kepada bangsa Israel. Dari yg saya baca, kebanyakan yg disampaikan adalah ratapan, keluh kesah, dan kepedihan hati Allah (sampai2 ada kitab sendiri yg namanya Ratapan. Oo ooo 'O') Tapi banyak juga loh janji-janji setia Tuhan bahwa Ia akan terus mengasihi dan memulihkan Israel, bila mereka mau kembali kepada-Nya dan mengakui kesalahan. Membaca itu, saya merasa Allah itu seperti curhat dengan para nabi-Nya. Allah sedang sedih dan berkeluh kesah. Itu terlihat buanyaaak sekali di pasal-pasalnya, terlalu panjang bila saya kutip semua disini. 

Di kitab2 tersebut, saya membaca banyak sekali pengulangan bahwa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Bangsa yg urat malunya mungkin udah keputus, ga sadar-sadar. Dan di kitab 3 Y itulah saya menemukan banyak sekali pengungkapan kata yg EKSPLISIT akan kekecewaan & kepedihan hati Allah di judul pasal-pasalnya. Misalnya: Allah di atas semua allah (Yes 40:12-31), TUHAN menantang berhala-berhala (Yes 41:21-29), Kegagalan dan kebutaan Israel (Yes 42:18-25), Kebodohan pemuja patung (Yes 44:9-20), Para dewa Babel tidak berdaya, Keruntuhan Babel (Yes 46 & 47), Israel murtad kepada TUHAN (Yer 2), Allah yang hidup dan berhala-berhala (Yer 10), Perjanjian Allah diingkari (Yer 11:1-17), Hukuman Allah atas bangsa itu (Yer 16), dsb. Itu hanya sebagian keciiiil saja. Membaca semua itu, pertamanya sih saya biasa saja. Tapi lama-lama saya jadi ikut geregetan juga, en jadi sedih. dalam hati saya bilang, "Iiiih ini bangsa Israel kok tegar tengkuk amat seeeh. Rasanya sudah berabad-abad kok ga percaya2 juga sama Allahnya."

Tuhan bahkan menggambarkan/mengumpamakan Israel seperti seorang istri yang lari dari suaminya, seorang perempuan yg senang berzinah & bersundal dg pria-pria lain. Suami yg setia begitu tersakiti, tapi ia juga begitu mencintai istrinya sehingga ia mau untuk mengampuni kesalahan istrinya, dan berusaha dg segala cara agar istrinya mau kembali. 
TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: "Sudahkah engkau melihat apa yg dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana? ...
Tetapi sesungguhnya, seperti seorang istri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN. (Yer 3:6, 20).

Tapi selain itu, banyak juga judul pasal yg menghibur, menguatkan, dan berisi janji-janji Tuhan. Di pasal-pasal itu saya belajar untuk kenal hati Allah, bahwa Dia itu sangat sangat rindu untuk menarik kembali Israel, bangsa & anak2 pilihanNya. Tapi Israel ga mau-mau juga.... Misalnya: Berita kelepasan (Yes 40:1-11), TUHAN membangkitkan seorang pembebas (Yes 41:1-7), Allah adalah satu-satunya penebus (Yes 43:1-7), Dosa Israel diampuni (Yes 43:22-28), TUHAN menciptakan masa depan yang baru & TUHAN menebus Israel (Yes 48), Sion dipulihkan (Yes 49-50:3), Kata-kata penghibur untuk Sion dan TUHAN menyelamatkan Sion (Yes 51 & 52), Israel dan Yehuda diajak kembali kepada TUHAN (Yer 3:6-13), dsb. 

Pergilah menyerukan perkatan2 ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. MukaKu tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang2 asing di bawah setiap pohon yg rimbun, dan tidak mendengarkan suaraKU, demikianlah firman TUHAN.
....
"Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepadaKu; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapanKU!"
(Yer 3: 12-13, 4:1).


Dan masih banyak pasal-pasal lainnya yang menceritakan kerinduan Allah agar orang Israel mau balik pada-Nya. Tapi orang-orang Israel tidak mau... semua utusan Allah dibunuh. Nabi-nabi, rasul-rasul, dibunuh, ditolak, dilempari, dikejar-kejar. Sampai zaman Yesus pun, Ia masih berduka! 

"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau." (Mat 23:37).
 
Bahkan Allah pun tidak hanya menyerukan pertobatan & keselamatan untuk Israel, tapi juga untuk bangsa-bangsa lain (Yes 55-56). Dan lagi, Allah juga mengatakan bahwa Dia adalah Allah yg adil, yg akan menghukum bangsa2 yg tidak taat, bangsa2 yg memberontak dan membelakangi Dia (Yes 13-23, bagian hukuman terhadap bangsa-bangsa). 

Kitab 3Y juga bercerita bagaimana Allah begitu tersakiti hatiNya (Yer 7:19) dan begitu cemburu melihat kelakuan Israel yg menyembah berhala-berhala. Oh ya, cemburu Tuhan beda banget dg cemburu manusia loh yah hehe. 

pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya, meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umatKU menukarkan Kemuliaannya, dengan apa yang tidak berguna. (Yer 2:11)

Banyak dari kitab 3Y dimana Allah menantang para dewa-dewa dan berhala2 yg disembah orang Israel. Tuhan begitu pedih melihat diriNya tergantikan oleh patung-patung dari kayu, batu, emas dan perak!! 

Sebab yang disegani bangsa2 adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang2an di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat. .... Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka -----. 
....
Tetapi TUHAN adalah Allah yg benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murkaNya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geramnya.
...
TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatanNya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaanNya, dan yang membentangkan langit dengan akal budiNya. Apabila Ia memperdengarkan suaraNya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaanNya. Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya., semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum.
(Yer 10:2-4, 8, 12-15).

Saya rasa sepanjang baca Alkitab, belum pernah saya membaca dimana Allah sebegitu blak-blakan seperti yang ditulis di kitab 3Y tersebut. Saya pikir bahasa di Alkitab itu pake perumpamaan semuaaa en ga bisa dipahami. Tapi ternyata tidak juga. Di pasal-pasal tersebut, Allah benar-benar menyatakan siapa diriNya. Mungkin tidak berlebihan bila saya menyebut, Allah membanggakan dan membandingkan diri-Nya dengan para berhala. Dan saya rasa itu sudah sepantasnya bagi Allah untuk bermegah, karena Dia memang segala Pencipta yg ada. Penolong, Penebus, Penyelamat. 

Dan malam ini ketika membaca Yeremia, saya jadi bisa merasakan sedikit (sedikiiiit loh) kesedihan hati Allah. Yah iyalah, masa Allah di-compare sama patung --.-- ibaratnya kaya mau membandingkan seorang professor doktor dg bayi yg belum bisa jalan en ngomong. Bila Anda mau untuk membaca Yesaya 40, saya yakin Anda akan lebih takjum dan lebih terkagum-kagum lagi akan kedahsyatan Allah kita :) 

Yah, darisitulah saya tertegun dan belajar, betapa dalamnya kasih Tuhan kita itu. KasihNya tidak berubah, sejak ribuan tahun sebelum Yesus lahir hingga sekarang. 
Bangsa Israel menolak Allah, dan kasih Allah ternyata sampai juga ke bangsa2 lain. Ketegaran bangsa Israel, ternyata juga seringkali kita alami dan lakukan. Saya juga termasuk. Seberapa sering kita mendukakan hati-Nya? Cuma bedanya, kita kan udah kenal Tuhan Yesus ya.... Yesus sudah mati untuk kita, dan hubungan kita sudah didamaikan dg Bapa (asal kita tidak seenaknya/memandang remeh berkat keselamatan itu guys). Dan untuk orang2 yg belum terima Tuhan, saya juga jadi belajar untuk ngrasain kerinduan Tuhan agar mereka boleh mengenal-Nya. That's why praying for them is really really important. 

Memang tidak ada di dunia ini yg bisa menyamai kasih-Nya.

5 komentar:

  1. *terharu* Kasih-Nya besar banget ya Non...Bahkan ketidaksetiaan kita gak membatalkan kasih setia-Nya. Betapa Tuhan kita luar biasa, aku berdosa karena aku sering memilih mendukakan-Nya :'(

    BalasHapus
  2. bener Mbak. iya kalo kita baca kitab 3Y itu yah, jadi bener2 ngrasain kasih Tuhan. Siapa bilang perjanjian lama itu udah ga relevan lagi? ternyata justru masih sangat relevan...dan banyak hal yg kita pelajari dari situ. Aku jg lebih sering berbuat hal2 yg ga disukai Tuhan nih :c kita harus sama2 belajar yah. Dan kalopun kita berbuat sesuatu yg baik, itu Roh Allah yg bekerja dalam diri kita :) karena kecenderungan daging kita kan sangat kuat...

    BalasHapus
  3. wah jadi ga sabar pengen segera ke bagian itu hehehe tp masih jauh perjalananku sepertinya :D

    anyway aku udh add fb kmu lho!

    BalasHapus
  4. @halo tiara!! ayo ayo semangat!! Emang kamu udah sampe bagian mana? btw, nama fb-mu apa yah?? hehe. Aduh aduh maaf yah aku lupa udah aku confirm belum yah...kalo belum biar aku yg add lagi deh...soale belakangan ini banyak yg add dari orang2 tak dikenal sih :p

    BalasHapus
  5. aku baru smp tawarikh lg ikut programnya ci steph :D
    I've just sent a msg for you yaaaa di FB tolong di cek.. thx

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^