About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Rabu, 14 September 2011

Fairy Tale in Reality: Is it Possible??

Semalem, gue abis nonton Miss Universe di Indosiar. As usual, gue melihat siaran itu dengan mata yang membelalak kagum dan hati yang mendesah penuh dengan keingian-keinginan ini dan itu.
Dalam hati gue berkata, "Aaaah..." atau "ooooh...." andaikan gue bisa blablablabla. Lidah gue terus berdecak kagum.

Kontes Miss Universe (MU, bukan Manchester United loh yah!) dg segala gemerlapnya memang patut membuat kita, terutama yg cewe-cewe jadi ngiler en ngences-ngences kepingin :p Jadi tertarik buat bahas keindahan dan kegemerlapan MU neh hehe.

Pertama, cewe-cewe yg berhasil ikut dalam MU aja udah sangat beruntung sekali. Mereka berhasil lolos dari sekian tahap seleksi dari kontes kecantikan di negara asalnya, hingga sampai di MU. This surely one of unforgettable moments in a lifetime!! Pasti dapat banyak teman-teman dari mancanegara... bisa jalan-jalan ke luar negeri, dapet perawatan kulit, beauty treatment, spa, shopping-shopping, sesi pemotretan, ketemu dengan tokoh en orang-orang terkenal. Itu belum memperhitungkan makanan yang super duper enak 3x setiap hari, tinggal di hotel at least bintang 4, pake gaun-gaun buatan perancang terkenal, dll. Well, just mention anything you can imagine and you can get it in the MU contest! Asli gue mau banget bow ikutan kaya gitu hehe. Tapi berhubung body dan berat badan gue tidak mendukung (--.--'), jadi itu hanya terjadi di impian gue saja. Ahahaha.

Yang kedua, terpilih di ajang MU secara tidak langsung Anda turut berpartisipasi dalam mempromosikan negara Anda, ga peduli apakah sebenarnya Anda mencintai negara Anda atau tidak. Soalnya kan pernah kejadian wakil Indonesia tampil rada malu-maluin di MU, dia bilang "Indonesia is my city" dan "I am respected by Mother Theresa". Padahal maksudnya mo bilang "I respect Mother Theresa" gitu hehe. Jujur sih gue sebagai orang Indo malu denger jawaban kaya gitu. Berpartisipasi di ajang MU berarti Anda akan ditanyai banyak orang, at least dari teman-teman pesaing Anda, mengenai segala informasi tentang negara Anda.
"What is your country like?"
"What is the famous food/cuisine from your country?"
"What language do you speak? Could you please speak in your native to me? I really want to hear it!!" (kalo ini pertanyaannya gue banget ahahaha).
"Your country is famous for its.... (political/economy's situation, cultural's uniqueness, its kind people, beautiful scenery, etc). Please tell us a bit about it."
"What is the thing you love most from your country?"
dan seribu pertanyaan lainnya. 

Ajang MU merupakan kesempatan emas yang baiiik sekali untuk promosi negara kita. Plus, di hari H nanti kita kan bakal pakai kostum nasional negara kita tuh. Aje gile itu yang paling gue senengin dari MU, lebih suka liat itu daripada pake gaun malam or swim suit. Lah gaun malam or baju renang kan ya gitu-gitu doank. Tapi kalo national costume, it's very unique gitu loh hehe. En tiap tahun national costume dari masing-masing negara bisa beda-beda. Misalnya, Jepang bisa pake kimono, bisa pake baju samurai (en dia pernah masuk 5 besar plus jadi best of national costume gara2 samurai itu). Indonesia, di tahun ini bisa pake baju Srikandi, di tahun berikutnya bisa pakai pakaian adat Minangkabau. Dan itu menarik banget liat kostum-kostum tersebut, soalnya kebanyakan kan pada mewah-mewah kostumnya, hiasannya boleh dibilang lebay. Lebay, tapi bagus. Gue paling suka liat national costume dari daerah Amerika Latin dan Kepulauan Karibia, seperti dari Panama, Costa Rica, Puerto Rico, Brazil, Argentina, Venezuela, Colombia, dll. Dan pakainya itu loh, wuiiii pasti berat banget -.-" gue mikir gimana dandannya yah? terus cara jalannya gimana? ribet gak? kesandung gak? Karena gue ga pintar (bahkan kurang suka) dandan en pake high heels gituan, plus ga terlalu peduli soal trend ini-itu, adalah alasan kedua kenapa gue bukan tipe cewe yg berambisi untuk ikut kontes MU :p mengagumi dari kejauhan saja tampaknya sudah cukup ehehe.

Ketiga, selain dapet pengalaman tak terlupakan seumur hidup, kalau Anda menang jadi MU, itu berarti karir Anda juga terjamin, setidaknya untuk 5-10 tahun ke depan. Aduuh, siapa seh yg kagak ngiler heh?! Hadiahnya aja udah berjibun banyaknya bow.... Ini untuk ngelist beberapa aja: 
1. Anda akan mengenakan tiara yg katanya legendaris itu. TIARAAAAAAA!!! en Tiaranya pake berlian asli bow.

2. Anda akan berjalan di sepanjang panggung dengan gaun malam membawa karangan bunga, mengenakan tiara, dan membawa karangan bunga. Enjoy that moment which only happens twice in your life!! (pas kepilih jadi MU, en pas mau pensiun haha).

3. Anda akan banyak terlibat dalam banyak perjalanan ke luar negeri yang semuanya dibiayai. Kalopun ga dibiayai, ya pasti gaji Anda cukup lah. Yang jelas kaga mungkin kekurangan sampe ga bisa ke luar negeri :p  

4. Anda akan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti the promotion of primary education, HIV/AIDS's awareness, combating and reducing poverty, meeting children around the globe, shaking hands with many influential presidents/heads of countries, etc. Aduh aduh aduh yang ini gue mau mau mauuuu banget >.< That's what i've been studying for for 3 years!! Menjadi MU, berarti Anda akan punya citra dan sosok yang so glamorous. Anda akan jadi orang yang berpengaruh. Setiap perkataan yang keluar dari mulut Anda akan banyak jadi sorotan banyak orang dan diperhatikan. Negeri yang menerima kunjungan Anda akan merasa begitu terhormatnya sampai-sampai ia harus mempersiapkan segala yang terbaik, meskipun Anda hanyalah seorang putri pemenang kontes kecantikan sedunia, dan Anda hampir dipastikan belum pernah melakukan sesuatu yg berguna untuk perdamaian dunia seperti Einstein, Michael Angelo, Da Vinci, atau Louis Pasteur. 

Seakan itu belum cukup, setelah lepas dari MU, Anda tetap akan mudah menemukan berbagai pekerjaan dimana saja Anda melamar: di bidang sosial kemanusiaan kek, bidang bisnis, desain grafis, fotografi, fashion, huaaaaa. (kecuali bidang hukum dan politik kali ya, kan rada kurang nyambung hihi). Kenapa? Karena itu tadi, Anda sudah mendapat cap/label sbg orang terkenal, putri kecantikan sejagat. Dan tentunya wawasan dan pengalaman Anda akan sangat luas, sehingga siapapun yang menerima Anda bekerja sebagai karyawatinya akan merasa begitu bangga. Produk-produk buatannya akan laris manis karena pernah mendapat sentuhan tangan Anda, atau malah mungkin bekas dipakai oleh Anda. Pun jika Anda hendak berbisnis sendiri, jadi wirausaha. Banyak orang yang ingin bekerja dengan Anda, mengabdi pada Anda. Kesejahteraan so pasti terjamin, en siapa yg ga mau punya bos cantik sih??? Jadi, kemanapun Anda melangkah, kesuksesan sudah di bawah kaki Anda. Tak perlu takut, tak perlu ragu, tak perlu cemas dan tak perlu khawatir.

Naaah. Itu adalah keuntungan2 dan kenikmatan2 yang bisa Anda miliki bila Anda ikut MU, apalagi kalo Anda menang. Itu belum ditambah poin ke-5 ini:

5. Anda akan punya cerita bagaikan dongeng yang bisa diwariskan turun temurun ke anak cucu Anda. Piala dan piagam berhargaan Anda akan terpampang di dinding rumah, bahkan di etalase majalah fashion dunia. Apalagi foto-foto Anda!! Anak-anak Anda akan bangga pernah memiliki ibu atau nenek yang bekas MU. Itu adalah hadiah terbesar berupa status sosial yang bisa Anda berikan ke anak cucu! Dan anak cucu Anda, juga akan dihormati dan dikagumi oleh orang-orang lain. I can hear some people say, "Isn't she the daughter of Miss Universe 2011?" "Hey, your mother was MU 2015, right? Oh gosh, I wish I could be like you!" etc.

Meloncat sedikit, sebenarnya yang dinilai di MU Contest tidak hanya kecantikan atau bentuk tubuh belaka, tetapi juga kecerdasan Anda dalam menjawab pertanyaan para juri dan cara Anda membawa diri. Jika Anda tidak pe-de, itu bakal kelihatan. Nah tiap kali liat MU ini gue paling demen liat sesi tanya jawabnya dengan para juri hehe. Di MU 2011 ini, gue paling suka banget nget denger jawabannya Miss Philippine, Shamcey Supsup. Jadi gini, jurinya tanya, "Bila Anda ingin menikah dg orang yg sangat Anda cintai, tapi berbeda agama dengan Anda, apa yang Anda lakukan? Akankah ANda menikahinya atau tidak? Dan mengapa?" Asli gue deg-degan loh nunggu jawabannya dia. Philippine menjawab, "Bila itu kasusnya, maka saya tidak akan menikah dengannya. Karena cinta pertama saya adalah kepada Tuhan, yang telah menciptakan saya. Dan orang yang mencintai saya, harus mencintai Tuhan saya juga."
....
gue ternganga. KAGUM!!! HEBAT!! BRAVOOOOO. Aiiih.. Yah sekarang kan dah banyak lah kita liat orang yang ninggalin Tuhan Yesus demi mengikutin pacarnya, atau demi uang en jabatan. Tapi jawaban Miss Philippine ini begitu bagus sekali... Dia tidak ragu membela Tuhannya di depan jutaan hadirin yang hadir dan para pemirsa di rumah. Wooo. 

Gue kurang suka dengan jawaban Miss China, Luo Zilin. Juri tanya: "Sekarang ini pemandangan orang telanjang (nudis) di pantai dan tempat-tempat umum adalah hal yang sangat umum. Apa pendapat Anda tentang hal itu? Bolehkah itu dilakukan atau tidak, dan mengapa?" Dia jawab dengan agak terbata-bata, "Menurut saya setiap negara mempunyai hukum dan aturannya sendiri-sendiri. Jadi kita harus menghormati apa yang berlaku di tempat tersebut."
--.--"
Hiaaah. kok jawabannya begitu sih. Tapi ya sudah, who am i to judge the others? 

Pemenang MU 2011 adalah Angola. En gue hepi-hepi aja soalnya jarang-jarang kan Afrika menang. Paling sering tuh dari Amerika Latin. En Miss Angola kemarin juga cantik, en rendah hati (cantik yang sombong en cantik yang rendah hati itu kelihatan loh guys!!). Gue seneng Afrika menang ^^ setidaknya, selain membawa kebanggaan bagi negaranya, dia juga membawa keharuman tersendiri bagi Benua Afrika. 

***

Yuk diam sebentar.
.....
.....

Setelah baca tulisan di atas.... hayoooh pada kepingin gak dapet semua itu???! Pasti pada kepingin. Ga mungkin ga kepingin....orang gue aja jadi makin kepingin kok T.T 

MU Contest is like a fairy tale indeed. Is that possible happening in my life?? Well, the answer is: off course it is NOT impossible. Everything is possible as long as you want to achieve it, and you are willing to make a lot of effort. Tapi kan tidak semua orang bisa ikut ajang MU. Persaingannya juga gila-gilaan. Yaaah, ada beberapa hal sebenarnya yg gue tidak setuju/kurang gue sukai dari MU. Misalnya:

1. Proporsi tubuh yang harus "sempurna". Tinggi badan harus sempurna, berat badan juga harus sempurna. Langsing singset, kalo bisa seperti jam pasir. Tanpa sadar ini mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kecantikan berarti memiliki tubuh yang tinggi dan langsing, malah mungkin kurus. Kalau kamu tidak tinggi atau sedikit gemuk (asal bukan obesitas ya), berarti kamu tidak cantik. Kamu tidak populer, tidak diinginkan. Bukan sekali dua kali gue terintimidasi oleh "pesan" yang secara tidak langsung disampaikan tersebut. Bukan sekali dua kali gue merasa minder karena tinggi gue tidak sampai 1,7 m dan berat badan gue kurang proporsional. Gue yakin, banyak cewe-cewe lain pun yang merasa demikian juga.

2. Kamu harus punya rupa yang cantik untuk ikut ajang kecantikan seperti itu, mulai dari tingkat daerahmu, nasional, regional, sampai ke internasional. Jadi kecantikan yang ditekankan disini adalah kecantikan wajah, bukan kecantikan dari dalam, yaitu kecantikan hati. Dan untuk mendapatkan wajah yang cantik, kita harus mau mengeluarkan uang yang sangat tidak sedikit untuk mempermak rambut, kulit, bulu mata, dan bagian2 tubuh lain dari kita. Mungkin termasuk operasi plastik juga. 

3. Masuk dalam ajang MU sedikit banyak kita harus melakukan kompromi dengan dunia ini. Yah, tahu maksud gue kan? Kalo untuk obrolan soal politik en sosial kemanusiaan sih, gue demen-demen aja en ga keberatan dg itu hehe. Kan para peserta juga didorong untuk tahu isu-isu internasional terkini, selain juga harus menguasai isu domestik negaranya. Masa cantik dan sexy tapi otaknya kosong?? Ntar ga nyambung donk pas diajak ngomong :p Maksud gue dengan kompromi disini adalah, mungkin ada masa dimana kita harus ikutan gosip or terdorong untuk shopping hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan. Misalnya: catok rambut biar lurus, or keritingin rambut biar keriting hihi. Semua itu hanya biar kita bisa "nyambung" en diterima oleh para peserta yg lain. Ga banget donk kalo kita mojok or nyepi sendiri di sudut ruangan geto... haha. 

Naah guys, kalo harga bayarnya adalah semua itu, kita mau gak? Ga ada salahnya kita bilang mau, tapi buat gue pribadi, itu semua ga membawa kedamaian di hati. Ceileeeh bahasanya!! hahah. Lah ya iya to. Selain gue ga cocok ikut begituan, gue sendiri pasti akan merasa serba ga tenang. Itu kan suasananya selain penuh hepi-hepi juga sarat kompetisi, kudu bersaing dengan sekian puluh negara lain. Berbagai perasaan tidak tenang, takut, dan khawatir pasti bermunculan di hati.
"Gimana kalo gue gak menang?" "Gimana kalo pas jalan nanti gue kesandung?" "Gimana kalo gaun malam gue kalah bagus dari si A?" "Gimana kalo body gue ga seseksi si B, atau ga sekurus si C?" dan lain sebagainya. Sangat mungkin pula ada perasaan tidak puas atau iri hati dengan orang lain. Misal, cewe dari negara A punya hidung yang lebih mancung. Cewe dari negara B punya kulit yang lebih terang. Cewe dari negara C punya rambut yang lebih blonde atau lebih hitam, lebih lurus, lebih berombak. Cewe dari negara D kok lebih tinggi. Waaaa macem-macem deh!! >.< jadi ya gak heran semua cara berusaha dilakukan (kadang dengan mati-matian) agar bisa menjadi yang ter-ini atau ter-itu. Dan segala cara yg kita lakukan, tampaknya masih kalah oke dengan caranya orang lain. Itu loh yang gue maksud dengan gak ada kedamaian hati :)


Bayangin semua itu aja, gue udah stress guys. STRESS!!! Lebih baik gue menjalanin hidup yang biasa-biasa saja di rumah daripada ikut kontes begituan tapi serba stress, dan stressnya itu bukan karena kejar deadline or bikin target tapi supaya bisa tampak lebih cantik or lebih hebat dari yang lain. Padahal menurut saya semua cewe tuh cantik, apalagi yg ikutan kontes MU.
 
Jadi yah, kita kudu punya iman dan karakter yg kuat en udah tertanam dalam Kristus dalam ikut hal-hal beginian, biar ga terseret arus. Jadi, bukan berarti ikutan ajang MU or beauty pageant lainnya itu salah loo. No no no. Semua boleh, malah siapa tahu kita bisa memuliakan nama Tuhan seperti Miss Philippine kemarin? Ga ada yang mustahil buat Tuhan. Tuhan bisa kok pakai anak-anakNya yang cantik untuk menang di kontes begituan :) Gue yakin, MU sekarang ini yang dari Angola pasti bisa bekerja dg baik. Jawaban dia di sesi pertanyaan juga oke. Pertanyaannya: Bila kamu punya kesempatan untuk mengubah bagian-bagian tubuhmu, mana yg ingin kamu ubah? dan mengapa? Dia jawab, "Saya mencintai tubuh saya sebagaimana adanya. Tuhan telah menciptakan saya seperti ini, dan tidak ada satupun yang ingin saya ubah. Tapi bila saya boleh memberikan saran kepada Anda (=juri)....." Sayang sekali waktunya udah habis, coz setiap kalimat itu diterjemahkan dulu oleh interpreternya.

***

Guys, kita jadi mikir. Ada gak sih sebenarnya kehidupan yg indah bagai dongeng?? Pepatah bilang, mati itu gampang. Hiduplah yang sulit. En itu beneeeerr hehe. Miss Universe dg segala gemerlapnya memang menawarkan kenikmatan more than a woman can ever imagine, tapi dengan harga bayar yg sedemikian mahal. Nah terus gimana bisa kita ngalamin kehidupan indah bak dongeng?? Itu kan impian setiap cewek.

Mau tahu?? mau? mau? mau?? Jawabannya adalah....
Nantikan PEARL edisi berikutnya!! Hehehe. Sekalian promosi nih ^^ Di edisi nanti, tema Pearl adalah Fairy Tale in Reality. Mungkin gak sih setiap kita mengalami kehidupan yg indah bak dongeng?? Sekali lagi, jawabannya adalah MUNGKIN!! bahkan bukan hanya mungkin, tapi juga MUNGKIN BANGET. Malah Tuhan ingin anak-anakNya punya kehidupan seperti itu di dalam Dia. En tentunya, kehidupan itu akan diesertai dengan KEDAMAIAN. KETENANGAN. KETENTRAMAN. Bukan lagi hidup yang serba glamour tapi sarat dg nuansa persaingan en serba ga aman. Kehidupan yg kita alami, tentu juga tidak akan semewah yang ditawarkan Miss Universe :p TAPI... akhirnya kekal bow. Apa gunanya kita setahun dua tahun hidup glamour tapi hati kita kosong en ga kenal Tuhan, en ujung-ujungnya maut? 

Wah banyak deh perbedaan antara fairy tale-nya MU dengan fairy tale yang ditawarkan Tuhan :) Di fairy tale-nya Yesus, kita memang ga dapet jaminan kaya raya, jaminan sukses dan populer, jaminan terus dapat duit en pekerjaan, jaminan jalan-jalan ke luar negeri. Tapi kita dapet 2 jaminan yg pasti. Yaitu: Penyertaan Tuhan dan Akhir yang kekal. Tuhan bahkan berjanji dan menjamin bahwa Dialah yang akan jadi Penolong kita, Sahabat yang Baik, Penghibur (melalui Roh Kudus), Bapa, Penyedia/Provider, dll. Tuhan adalah PEGANGAN kita!! Kalo di MU, mungkin semua kemewahan kita dapet tapi ga ada jaminan penolong :p Siapa yang bisa kita andalkan coba? Jabatan? Koneksi? Uang? Status? Well, itu semua fana, dan bisa hancur. Siapa yg mengerti hari esok selain Tuhan? Lah wong tanggal 10 September 2001 aja Amerika masih negara dg keamanan super ketat sedunia, eeeh besoknya tanggal 11 gedung WTC dan Pentagon dibom. Blaaam. 

En btw kok bisa pas banget ya gue nulis ini sehari setelah nonton Miss Universe hehe. Jadi dapet ilustrasi yang pas deh buat nulis teaser Fairy Tale in Reality :p

  Nanti tim redaksi majalah Pearl akan membahas Fairy Tale in Reality ini dari banyak segi hihihi. Ada aspek single life, marriage, parenting, fashion, dll. Asyiiik yeaa ^^ So, nantikan terus edisi Pearl yaaah!!

Salam dalam Kristus,
Louisa :)

4 komentar:

  1. bagus bngt Ci.. thanks for writing this.. jadix sy diingatkan lagi.. Gbu =)

    BalasHapus
  2. @Foni: Haiii Foni :) Makasih ya, thx God kalo bisa memberkati hehe. Btw kok panggil aku pake Ci? emang kamu masih sekolah ya? Skul dimana nih? heheh.

    BalasHapus
  3. Nadine Alexandra itu sangat potensial untuk memenangkan ajang Miss Universe. Namun sayang sekali, ia kurang percaya diri yang menurunkan kualitas penampilannya ketika pre-eliminary.

    Untuk jawaban-jawaban para wakil negara di lima besar, ini menurut pendapat saya berdasarkan analisa sendiri. Beserta dengan alasan mengapa mereka layak mendapat posisi mereka saat itu:

    1. Miss China (Luo Zilin)
    Kalau saya bilang jawabannya cukup bagus dan cukup diplomatis untuk perwakilan China. Hanya saja, saya bilang sayang sekali karena ternyata jawabannya itu kurang sesuai dengan apa yang dipertanyakan. Dari situ saya bisa tahu mengapa kamu kurang menyukai jawaban nona Zilin hanya gara-gara ketidaksesuaiannya dengan pertanyaan dan misintepretasi nona Zilin terhadap pertanyaan yang diberikan.

    2.Miss Philipphines (Shamcey SupSup)
    Ya saya memang setuju dengan jawabannya yang mengatakan bahwa memang kita semua tidak bisa meninggalkan kepercayaan kita masing-masing yang sudah dianut sejak dini. Namun kalau saya mau katakan, maaf saja saya kurang begitu suka dengan bagaimana cara ia menyampaikan pesan tersebut.Dia agak mementingkan diri sendiri dari kalimatnya yang berbunyi: "Dan orang mencintai saya, harus mencintai saya."

    3. Miss Brazil (Priscila Machado)
    Saya suka dengan jawabannya yang mengenai kemanusiaan ketika ditanyai mengenai apa syarat utama bagi seorang manusia. Dia menjawab dengan baik, dia mengatakan bahwa setiap manusia harus memiliki rasa kemanusiaan.Dia memang benar, manusia seharusnya memiliki rasa kemanusiaan agar manusia dapat menghargai satu sama lain. Tapi, kelemahan dari jawaban nona Pricila adalah sat-saat terakhir ia agak terbata-bata yang mulai menunjukkan bahwa ia agak gugup saat itu.

    2.Miss Ukraine (Olesya Stefanko)
    Mengenai jawaban nona Olesya tentang jika kau ingin menukar tubuhmu dengan seseorang/tokoh, siapakah yang engkau pilih. Ya saya katakan pertama-pertama saat ia mulai menjawab pertanyaan tersebut, ia cukup luwes dengan mengatakan ia tidak mau menjadi siapa-siapa. Tetapi saya ada melihat kelemahan dari jawabannya, yaitu ketika ia mengatakan bahwa ketika terpaksa ia ingin menjadi Ratu Cleopatra. Kalau dia lebih konsisten, pasti bisa menang.

    Miss Angola (Leila Lopez):
    Saya suka sekali dengan jawaban nona Leila yang mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi siapa-siapa dan ia masih meneguhkan inner beauty, dari pertanyaan yang diberikan. Ya memang, dari jawabannya saya bisa melihat konsisten, kepercayaan diri, kerendahan hati, dan kesungguhan hati yang tergambar dari nona Leila dengan senangnya menjawab. Saya benar-benar menghargai seorang wanita yang benar-benar menghargai dirinya sendiri tidak hanya orang lain,serta wanita yang benar-benar menenkankan inner beauty dari dalam kecantikannya sendiri, tanpa harus bersikap angkuh dan tinggi hati. Saya setuju jika kamu mengatakan dia adalah wanita cantik yang rendah hati.Itulah kualitas yang terbaik dari Leila Lopez, benar-benar patut dikaumi dan patut dijadikan teladan bagi wanita lain di luar sana begitu pula kita semua juga di dunia ini. Dialah pemenang sejati Miss Universe 2011, dia layak mendapatkannya, selamat baginya. Semoga ia bisa melakukan semua yang terbaik selama ia menjadi Miss Universe, dan bisa menjadi kebanggaan negaranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaah analisa yang detail sekali hehe. penggemar Miss Universe juga yah? :)

      Betewe ini siapa yah? kok Anonim?

      Hapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^