About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Senin, 08 Agustus 2011

Menantikan Dia

Hari-hari ini, saya lagi banyak didera kekhawatiran dan rasa takut yang sebenernya tidak perlu. Saya mikirin masa depan yang masih terlihat suram dan gak jelas, keuangan yang mepet (udah ngerasa saru en ga enak minta sama orang tua lagi), dll. Terkadang itu semua semakin diintimidasi kalo liat postingan or update status orang-orang di fb yang kebanyakan isinya mengeluh, mengumpat, or mesra-mesraan di wall (hah emang kaga ada tempat lain ya -.-"). Seolah-olah wall fb itu seperti diary online-nya mereka aja!
 
Beberapa hari ini, saya tiba-tiba juga sering merasa khawatir sendiri soal jenjang karier dan pasangan hidup. Melihat atau mendengar kabar teman-teman yang diterima disini, disitu, pergi kesini, kesana, sudah dapat gebetan baru, mau nikah, dll, membuat semua hal-hal itu tampaknya semakin menghimpit saya.

Saya ingat nasihat dunia yang berkata seperti ini: "Dunia ini penuh persaingan dan kompetisi yang ketat. Karena itu, kalian harus berusaha keras!! Lakukan yang terbaik kalian bisa! Jangan sia-siakan kesempatan, karena kesempatan enggak datang dua kali! Kalau kalian ketinggalan, kalian akan terlindas, ga akan survive!" Well, sebenarnya nasihat itu ada baiknya; ia menasihati kita untuk bekerja keras en ga bermalas-malasan. Lah kalo orang males, kaga mungkin kekayaan dan posisi itu datang menghampirinya dari langit! Tapi nasihat itu masih kalah tok cer dengan apa yang Tuhan dan Alkitab katakan. Ada unsur yang ga kalah pentingnya, bahkan menurut saya jauh lebih penting daripada sekadar kerja keras mati-matian. Apa itu?

Jawabannya adalah DUDUK DIAM MENANTIKAN TUHAN.

Haaa.... kerasa absurd ya? hahaha. Kerasa ga masuk akal. Bagi dunia, duduk diam menantikan Tuhan seperti pepesan kosong doank. Dan jujur saja, terkadang saya juga merasakan seperti itu. Duduk diam? menantikan Tuhan? What the h*ll does it mean??! Tapi, ternyata petuah/nasihat itu sungguh terbukti kebenarannya.
Saya sudah pernah ngrasain kesesakan dan kekhawatiran yang amat sangat. Dan sekarang ini sebenarnya lagi ngrasain juga. Yah, serasa hilang arah deh pokoknya. Dan mungkin saja kekhawatiran yang lebih hebat akan datang melanda. Guys, yang namanya hidup, ga akan pernah lepas dari rasa kuatir. Semua orang so pasti lah ngadepin rasa kuatir en rasa takut. Masalahnya adalah, kemana kita akan berlari dari rasa kekhawatiran itu? Dunia menawarkan bahwa solusinya adalah berusaha lebih keras lagi, bekerja lebih keras lagi, cari uang lebih banyak lagi, kalo perlu pake shortcut ato jalan pintas. Tapi guys.... saya tidak menemukan solusi-solusi itu menjawab ataupun menenangkan kekhawatiran saya. Sama sekali tidak! Kenapa saya bisa bilang seperti itu? karena saya sudah pernah mencoba semuanya. Hasilnya? Saya malahan tambah khawatir!!

Saya ga bilang bahwa kalo kita khawatir, kita lantas duduk diam en ga berbuat apa-apa. Tentu donk kita kudu bangkit en berusaha lagi. Yang saya maksudkan adalah, tidaklah baik untuk tenggelam dalam jawaban atau cara-cara yang dunia tawarkan. Hati-hati, saran dunia untuk terus berusaha & bekerja, untuk menjadi yang terbaik, itu adalah saran yang baik. Tapi kita harus jeli!! Saran itu, secara ga langsung juga mengajarkan agar kita menggantungkan hidup pada materi, pada benda-benda, dan pada uang. Bukan pada TUHAN!

Teman-teman, saya sering gagal. Gagal masuk ini, gagal masuk itu. Gagal dapet ini, gagal dapet itu. Gagal pergi kesini, gagal pergi kesitu. Dan saya bukannya ga pernah mencoba. Aduh, saya mencoba banyak sekali yah.... Saya daftar sini, daftar sana, buat resume ini, resume itu, esai ini, esai itu, dll. Tapi semuanya ga ketrima. Nah, apakah orang yang rajin dan telah berusaha keras seperti itu bisa dikatakan sebagai orang yang malas berusaha?? saya rasa tidak. Saya juga sering kali menangis pedih mengapa saya gagal. Saya berteriak dan mengacungkan kepalan tinju saya ke arah Surga, protes dan bertanya, "Mengapa Tuhan?! Mengapa aku gagal lagi?? Aku sudah berusaha keras!!" Saya sudah mencoba sebaik dan semampu yang saya bisa, kecuali satu. Berserah. Duduk diam, menantikan Tuhan.

Pagi ini, Tuhan ingatkan saya ayat emas di Mazmur 121 dan Mazmur 130.

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datangnya pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah. Penjagamu tak akan terlelap.
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur, Penjaga Israel.
TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu, di sebelah tangan kananmu.
Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.
(Mazmur 121)

Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firmanNya.
(Mazmur 130:5)

Emang apa yang kita dapatkan bila kita duduk diam di hadapan Tuhan?? Duduk diam bukan bengong. Duduk diam bukanlah ongkang-ongkang kaki tanda frustrasi atau depresi.... Duduk diam di hadapan Tuhan berarti kita mau menantikan jalanNya atas kita, mau mencari Dia lebih lagi, mau tahu isi hatiNya dan jalanNya. Yesaya 40:31 menjanjikan ini:

"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Teman-teman, berusaha itu baik. Bahkan perlu!! Tapi kalau kita berusaha melulu, dan melupakan unsur doa/berserah diri, lama-lama kita akan jatuh. Berusaha juga punya andil besar dalam memperoleh apa yang kita inginkan. Tapi kalo kita ga berpegang sama Tuhan, ada 2 bahayanya:
1. Kalo kita gagal terus, pelarian kita adalah ke arah "kerja kerja kerja". Bukannya cari Tuhan :)
2. Kalo kita sering sukses/berhasil, kita bisa menyombongkan diri and say, "Yah ini kan hasil kerja gue." Suatu saat, kalau keberhasilan ini pergi dari kita, kita bisa jatuh, bisa rubuh!! Bangunan kesuksesan yang kita bangun haruslah berdasarkan pada unsur yang tepat, yaitu pengandalan pada kasih & anugrah Tuhan semata.

En God said to me.... "Ada bagusnya Aku belum mengizinkanmu dapet apa yang kamu inginkan Nik. Itu mengajarkanmu untuk terus menggantungkan diri terhadap-Ku, dan hanya pada-Ku semata. Biarkan Aku yang membentukmu dalam proses penantian ini. Okay?" :)

Okaiii Lord.... (and believe me, this is much easier said than done! Haha...) Tapi bila waktunya tiba, itu akan terasa begitu indah & sempurna.

2 komentar:

  1. sa gila ah loe sekali update blog langsung 4biji cuy wakakakaka.. gile.. jarang2 update lgsg banyak updatenya haha.. kadang gw jg gtu sih haha. ada banyak ide tulisan tapi males bgt. sok gaya sibuk wkwkwk..

    BalasHapus
  2. hahahaa iya nih Vir... soale pas itu ide2 lagi deras mengalir so ya wis tancap gas wae sekalian haha. Biasanya kalo gue lagi ga nulis blog itu entah karena lagi ga ada ide buat nulis, ato karena ada ide tapi lagi sibuk banget (banyak kegiatan ngeles, skripsi, dll).

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^