About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Kamis, 23 Juni 2011

I do

"I do."
"I take thee, Isaac, as my husband...." and "I take thee, Rebecca, as my wife..."
"I promise to faithful with you. In sickness and in health, for richer for poorer. Till death do us apart."
 
Naaaa....dari kalimat2 di atas kita udah pada ngerti kalau itu semua diucapkan saat pemberkatan pernikahan. Janji yang bukan main-main guys! Hohoho. I will not talk about it from Bible's perspective. Not because Bible is not good or i'm bored with it. No no, Bible is the perfect and the utmost source for everything! Tapi kali ini.... gue mau bahas soal pernikahan dari serial film yang lagi getol banget gue tonton: Friends :D
Di post-post sebelumnya, gue pernah nulis hal-hal baik apa saja yang bisa kita pelajari dari serial komedi yang kocak itu, yang bisa ngguncang perut kita sampe terpingkal-pingkal. Memang banyak hal-hal yang ga sesuai FirTu, tapi tadi sehabis gue nonton episode itu, gue belajar lagi satu hal lain, terutama dari pernikahan Monica & Chandler.
 
Monica & Chandler... dua pasangan yang sama-sama tidak sempurna, tapi mereka memilih, dengan kesadaran penuh, untuk tetap saling mencintai & mengasihi. Mereka masing2 mempunyai keburukan & kejelekannya sendiri-sendiri.
Monica, yang gandrung banget sama bersih-bersih, perfeksionis, suka mengatur, en always felt that she's in charge of everything. Everything!! She just wanted everything to be perfect according her way. She's good in giving advices though haha.... Sedikit banyak, gue merasa sifat gue paling mirip dg Monica dibanding dg Rachel & Phoebe :)
 
Sedangkan Chandler, orangnya suka banget bikin jokes. Meskipun kadang jokes itu sama sekali nggak funny, sometimes even totally inappropriate.
 
Siapapun yang mengikuti serial Friends season 7-10, pasti sedikit banyak akan tahu kira-kira seperti apa yah kehidupan mereka berdua.... Soalnya walaupun ini fiksi, tapi kisahnya tu bener2 mirip banget dg kehidupan sehari-hari. So us banget gitu deh hohoho :p Gue juga banyak belajar dari Friends ini kalo misalnya lagi berantem sama temen & gimana cara menyelesaikan masalahnya. So, pembahasan soal marriage ini menurut gue paling cocok pake analogi dari film Friends sebagai contoh yang sangat sangat down to earth & lekat dg kehidupan sehari-hari.
 
Oke oke, back to the topic!! So, melihat karakter mereka berdua yang sangat berbeda, kadang gue bertanya-tanya mengapa pernikahan mereka tetap langgeng. Sekalipun mereka berdua kadang salah paham, digosipin selingkuh satu sama yang lain, sifat Monica yang terlalu suka ngatur, obsesif-kompulsif, Chandler yang lembek, terlalu gampang diatur, dll.... tapi mereka kok bisa survive ya? Kalau dalam kehidupan nyata, pasti bakalan sering berantem tuh....

Ada satu adegan yang membikin gue sangat terharuuuuu liatnya.... en kagum. Itu adegan pas Monica & Chandler mau mengadopsi anak, en ketemu dg the birth mother, Erica. Tampaknya saat mereka bincang2 dg Erica, terjadi kesalahan teknis. Erica salah mengira pekerjaan mereka, Chandler sebagai dokter & Monica sbg pendeta. That's why Erica chose them over the other couple because she thought what could be more perfect than couple whose work as a doctor & a reverend to raise up a child??? Begitu tahu hal ini, mula2 mereka merasa keberatan to tell the truth.... apalagi Monica. They've waited so long to have a baby!! How long should they have to wait any longer to have a woman willing to give away her baby?? 

Nah, dari sinilah gue belajar.... Chandler, sebagai seorang suami, mengambil keputusan dg mengatakan kepada Monica, bahwa mereka harus berbicara jujur kepada Erica. Pekerjaan mereka bukanlah dokter & pendeta, melainkan karyawan di perusahaan periklanan & seorang koki. Dan Monica, bersedia untuk menundukkan diri di bawah pimpinan suaminya, bersedia untuk menaati suaminya. Ia tidak lagi menomorsatukan sifatnya yang suka mengatur orang, sifatnya yang tidak mau mengalah. She knows that her husband spoke the truth!! No matter how bad she wanted a child, still, the birth woman had every right & reason to know to whom she was going to give away her baby. Erica was not going to give the baby to Dr. Chandler and Reverend Monica, but to Chandler, an advertiser and Monica, a chef. 

Berikut adalah kata2 Chandler saat dia mengaku kepada Erica, yang bikin gue terharuuuuuu T.T

"My wife is an incredible woman." (Oh my, he stood up for his wife!! Ga peduli mungkin udah diomelin Monica berapa kali soal kebersihan & kerapian rumah, piring2 dan gelas2 yang harus serasi, betapa seringkali Monica ga menghormati keputusannya sebagai kepala rumah tangga, dll, tapi Chandler memilih untuk membela istrinya & mengusahakan yang terbaik yang dia bisa untuk berbicara dg Erica demi memperoleh bayi yang hendak mereka adopsi.... meskipun Chandler juga bisa memilih untuk masa bodo or biarin aja deh...)

"She is devoted, and longing, and caring.... I love my wife more than anything in this world. And it..., it kills me that I can't give her a baby. I really want a kid. And when that day finally comes, I'll learn how to be a good dad. But my wife? She's already there. She's a mother, without a baby...."
 
Haahah lumer gue nontonnya.... *speechless dah*

And you know the end of the story, Erica finally chose them to be the parents of her babies (bayinya ternyata kembar, cowo cewe pula haha).

So, what did I learn from Chandler & Monica?

Mereka, seperti kita dan pasangan lain di dunia nyata (bukan di telenovela yah hehe), adalah manusia biasa.... Manusia dg sekian banyak cacat cela & kekurangannya. Tapi, Chandler & Monica memilih, lagi-lagi, memilih, untuk tetap mengasihi & menghormati pasangannya. Mereka memilih untuk tetap setia. Aplikasi praktisnya:
  • Tidak selingkuh sekalipun kesempatan itu ada, bahkan ditawarkan langsung di depan mata!! Liat deh episode Chandler saat dia kerja di Tulsa, Oklahoma pas malam Natal. Kan ada sekretarisnya yang jelas2 godain Chandler buat making love with her.... tapi Chandler jelas2 menolaknya. He said, "I am happily married." Wow '0'
  • Tidak menjelek-jelekkan pasangannya di depan orang lain, atau di belakang mereka.
  • Saling terbuka untuk berkomunikasi setiap kali ada masalah atau ganjalan di antara mereka. Sekalipun gosip atau masalah itu datang dari teman2 yang lain karena salah sangka, mereka tetap mau untuk membicarakannya. Misalnya, pas Rachel & Phoebe membuntuti Chandler dg Nancy, broker mereka buat beli rumah baru untuk membesarkan anak-anak nanti.
  • Saling mendukung satu sama lain, terutama ketika Chandler dipecat dari kerjanya. Padahal pekerjaan Chandler itu buagus lho....
  • Put the spouses over the other things!! Hal ini jelas2 banget dilakukan Chandler. Chandler tau, tidak baik bagi dirinya untuk bekerja beda negara bagian di Tulsa, sementara istrinya ada di New York. Chandler tahu bahwa sebagai pria dirinya rentan akan godaan, terutama godaan seksual untuk main dg perempuan lain. Dan pas kerja lembur di malam Natal, setelah berhasil menolak godaan si sekretaris itu, Chandler mundur alias keluar dari kantornya.... and he went home to New York. It was really a big surprise for Monica ^^ Gue salut buanget.... Karakter Chandler benar2 menunjukkan bahwa dia adalah seorang suami yang sungguh2 mengasihi istrinya seperti yang diinginkan, bahkan diperintahkan Tuhan.
  • Saling menerima pasangan apa adanya. Chandler tahu bahwa Monica itu sifatnya suka mengatur, perfeksionis abiiiss, ga mau ngalah, dll. But still he really meant it when he said "I do" in the aisle.
  • Tidak saling menyalahkan atau menjatuhkan satu sama lain. Tentu sajaaaa perasaan jengkel & marah sama yang lain pasti ada. Keinginan untuk bilang, "Ini salahmuuuuu!!!" tentu ada. Tapi mereka memilih untuk instrospeski dan mengakui kesalahannya serta meminta maaf, tak peduli siapa yang salah.
  • Prinsip "If it makes you happy, then I'll be happy." Ini keliatan banget dari episode pas Monica tanding bola ping-pong sama Mike, cowonya Phoebe di Barbados. Monica jelas gak mau kalah, tapi ternyata Mike lawan yang huebat! Game serasa ga pernah berakhir.... en you know what?? 
    • Chandler & Phoebe terus menemani mereka berdua main, sekalipun mereka udah bosen banget.
    • Saat tangan Monica kepentok meja ping-pong & keseleo, Chandler menggantikan Monica main ping-pong. He said, "If it means so much to you to win this game, then I'll do it for you." Oooh my.....T____T and you know what?? Chandler menaaaaaangg!!! 
Dari uraian di atas, gue menyimpulkan (this is only my personal opinion, tough) bahwa kesediaan salah satu pasangan, yaitu Chandler, untuk merendahkan dirinya & melakukan tindakan kasih jelas2 terlihat. Hal itulah, yang menjaga & menyelamatkan pernikahan mereka tetap awet!! En gue terharu banget nulis ini! haha.... :p
 
Bukan berarti Monica tidak melakukan apa2. Monica sebagai seorang istri juga melakukan terbaik yang dia bisa. Dia melayani suaminya (dalam urusan seksual), dia tidak malu berpenampilan sexy menggoda untuk menyambut suaminya pulang sehabis kerja, dia mendukung saat suaminya dipecat, dia ga selingkuh, dan dia mau belajar untuk menaati suaminya ketika hendak mengadopsi anak itu. 
 
Well, tentu saja mereka bukanlah pasangan yang sempurna. Mereka juga punya banyaaak sekali kelemahan & kekurangan.... tapi kesediaan kedua belah pihak itulah yang membuat mereka bisa menerima satu sama lain. They don't love each other because, but they love each other even tough.

Dalam film itu, apakah mereka berdua termasuk orang yang sudah percaya Kristus? gue rasa belum. Yah, itu gayanya kan Amerika banget wehehe. Tapi gue melihat, bahwa orang2 yg belum percaya sekalipun, tapi mereka melakukan apa yang Tuhan ajarkan, Tuhan pun akan mencurahkan berkat2Nya atas diri mereka: finansial, kesehatan, pernikahan, dll. That's why, I think, ada orang2 yg belum percaya tapi pernikahannya tetap langgeng. Yaaaa ini bukan berarti I say, it's definitely okay to mate with non-believers loh... 

Intinya, i learn something precious bahkan dari komedi serial Friends. Marriage is a VERB, not a NOUN!! Pernikahan itu suatu kata kerja, yang butuh usaha & kerja keras terus-menerus dari kedua belah pihak. Kalau kita menikah, bukan berarti kehidupan kita langsung jadi enak, bebas masalah, dll. Guyonannya sih, justru masalah tambah banyak :p Dan menurut gue, sebagai single, ini adalah salah satu pelajaran yang gue dapatkan & gue pelajari dari pasangan2 lain yg sudah menikah.... :)

Naaah tapi untuk soal ini nantikan saja di edisi Majalah Pearl berikutnya yaaaa hohohoho ^^


6 komentar:

  1. Wuaahh..daku penasaran, ugh..
    Pemotongan nya pas bgt, lagi serius2 baca, eh... malah berakhir, hehhehe...Gw emg gk pnh ntn serial friends sih, tp dr blog u ini, sekilas jadi mengerti...thx nik ^^

    BalasHapus
  2. @Ci Fajar: hahaha makasih deh Ci ^^ iya ya pas lagi asyik2 baca malah dipotong wkwkwkwk.... liat nanti deh Ciii....kan biar surprise hihihi :D

    BalasHapus
  3. nonton friends dmanaa sehh?? jadii pengen nonton.hahaha.

    BalasHapus
  4. bagus nonikk haha.. memilih dengan kesadaran penuhh.. gw belon perna nonton friends loh. cm se x ato 2x aja haha.. bukannya itu film lucu2 gt ya?

    BalasHapus
  5. Nonik: Samaaaaa....aku juga suka banget nonton Friends! Gak bosan dah ditonton berkali-kali, konyon abis, trus terharu juga kadang ngeliat kelakuan mereka berenam. Suka ngeliat Monica sama Joey, hehehehe.

    Kezia: aku punya lengkap looo dari season 1-10, gkgkgkgkgk

    BalasHapus
  6. @Kesya: Itu film komedi lama Kez. kalo ga salah dulu tayang di RCTI jam setengah 11 malem gitu. lucu2 buanget deh!! coba aja pinjem rentalan dvd/vcdnya di penyewaan vcd hehe... ga bosen2 nonton itu :p

    @MBak Mega: iyaaaa nonton Friends emang ga ada bosennya. kalo sama Joey itu lucunya lucu nyebelin... kadang geregetan sendiri liatnya.

    @Ani: iya itu film lucu2 berseri gitu. season 1-10 hehehe.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^