About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 17 Mei 2011

Orde Baru lebih enak dari Orde Reformasi???

Berita yang lagi santer sekarang ini, adalah apakah Orde baru (orba) jauh lebih enak daripada orde reformasi (Orsi)?? Pendapat or issu ini bermula dari hasil sebuah survei Indo barometer, yg melakukan survei pada sekian responden (gw lupa berapa jumlah pastinya). Dulunya, gw juga berpikir seperti itu. Soalnya pas gw kecil kan pas zamannya orba tuh. Gw ngrasanya ya adem ayem n tentrem2 aja. Ga banyak rusuh2. Semua rakyat bisa makan...dll. Bahkan kerusuhan Mei 1998 pun gw tidak begitu merasakannya karena gw masih kecil pas itu n tinggal di kota kecil. Memang ada gedung2 yg dibakar, gw takut sedikit sih tapi selebihnya ya udah gitu doank hehe. Nah, sekarang setelah makin gede kok kayanya makin banyak rusuh, banyak demo. Dikit2 masyarakat gampang muarah, anarkhis, dll. Terus kalo liat berita di tv n koran juga kemiskinan kok makin gampang diliat, makin banyak, bukannya makin turun. 

Sepintas, emang orba itu lebih baik & lebih enak daripada Orsi. Bahkan, gw pernah di-tag foto fb oleh temen gw sebuah gambar belakang truk ijo, yg gambarnya Pak Harto sambil tersenyum, dg tulisan "Isih penak jamanku" alias "masih enak jaman (:pemerintahan saya)". Gambaran itu cukup menggelitik gw n membuat gw terbahak untuk bbrp saat :D

But now... after thinking this & that, i have a new opinion about it. [This is just merely my opinion, i have no intention to attack any other party okay okay :) ]
 Setelah 2 hari ini mengikuti berita di metro tv (lewat diskusi2 yg ada), kesimpulan pribadi gw adalah: Orsi tetap lebih baik daripada Orba. Huehehe. Mengapa begitu?

Dari yang gw lihat di metro tv, survei tersebut dilakukan atas orang2 yang termasuk kelas menengah ke bawah (tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka) yang kebanyakan hanya lulusan SD-SMP. Jadi menurut gw, wajar saja mereka merindukan Orba or masanya Pak Harto. Mengapa? karena pas zaman Orba itu ada stabilitas. Keamanan terjamin, ga banyak rusuh2, ga banyak demo2. Selain itu, rakyat bisa makan kenyang. Yah pokoknya gitu deh, ga ada yang namanya kekacauan, keributan, atau tindak anarkhis. Bahkan sebelum konflik meledak pun, itu sudah diberantas n dibasmi lho. Bibit2 perpecahan udah kecium n ketauan dulu sebelum mereka melakukan aksinya. Gw pribadi merasa bahwa kinerja intelijen kita jauh lebih tajem n jitu daripada dulu.

Sedangkan di zaman Orsi ato pasca-Soeharto ini, kok makin banyak kekacauan. N semakin sekarang kok kondisinya bukan makin baik, tapi makin buruk :'( apalagi pada masa SBY ini!! duh, makin banyaaak aja kasus korupsi. Harga2 pangan juga naik mulu. Belum lagi serbuan produk China yg gampang ditemui sampe di pasar sederhana sekalipun. Maka... tak heran jika masyarakat kita begitu merindukan Orba.

Tetapi.... benarkah demikian keadaannya? mari kita analisis lagi secara lebih mendetail ;) Gw mengutip pemikiran Dr. Abdoel Fattah dalam bukunya Demiliterisasi Tentara, bahwa ada 4 keadaan yang mendapat nilai minor di masa Orba, yaitu: [beliau sendiri menulis ada 5 butir, tapi gw hanya mengambil 3, dg urutan yg berbeda]

a. Pendekatan Keamanan yang Represif & Dominan
    Masa Orba memang lebih aman, lebih stabil. Tetapi kestabilan itu adalah stabil yang yang dipaksakan, yang penuh ketakutan & keterpaksaan. Itu bukan kestabilan yg dinamis, tetapi yang statis. Konsep aman & damai di mata pemerintah adalah selama NKRI tetap tegak berdiri. Tidak boleh ada satu gangguan sedikitpun, baik dari dalam maupun luar negeri. Tidak boleh ada golongan, kelompok, maupun pemikiran2 yg bisa merongrong kesatuan negara, ataupun ideologi Pancasila. Jadi, kalo ada orang2 yg berkumpul untuk saling tukar pikiran/pendapat, untuk berdiskusi, udah pasti dilarang. Karena dalam kumpul2 itulah orang bisa punya gagasan apa yg salah dari pemerintah, bagaimana cara memperbaikinya, dll. Well, itu semua tentu baik. Tapi pemerintah kan ga mau. Setiap kali ada kritikan dikiiit aja, pasti orangnya ditangkep or menghilang secara misterius. Tau2 aja pas ketemu sudah tinggal raga. 

Mengapa begitu? Mengapa Orba begitu takut akan kritik? Hal ini karena Orba mulai memerintah saat negara dalam kondisi yg tidak kondusif, habis serangan G30S/PKI thn 1966. ingat? hehe. Pemerintah jelas tidak ingin komunis atau ideologi apapun (seperti misalnya konsep negara islam) menggoyang Pancasila. Saat itu kan Bung Karno, dengan konsep Nasakom-nya, merangkul PKI & tentara (TNI). Maksudnya tuh biar ada perimbangan kekuatan di antara keduanya. Eeh salah2 PKI malah memanfaatkan hal itu untuk mengkomuniskan Indo. Untuk lebih jelasnya, silakan baca lagi buku sejarah Indo atau bukunya Dr. Abdoel Fattah hehe. Menarik kok baca sejarah kita ;)

Itulah mengapa pemerintah Orba memegang kontrol yg sangat dominan atas kehidupan rakyat. Pak Harto, dg dukungan ABRI (saat itu namanya masih ABRI, gabungan dari AD, AL, AU, dan POLRI), menginginkan adanya pembangunan nasional (PN) Indonesia yg masih porak poranda setelah perang kemerdekaan & ribut2 politik internal (dulu kan banyak pemberontakan daerah karena ga puas dg pemerintah pusat). Nah, PN itu hanya bisa berjalan jika kondisi dalam negeri stabil & kondusif. Ga ada ribut2, ga ada demo2. Dan itu meman benar terlihat, di masa pemerintahan Pak Harto pembangunan ekonomi kita maju puesat. Kita bahkan cukup disegani oleh negara2 lain! Pak Harto mah berani, kalo ada yg berani ngaco, sikat bleh.... 

Tetapi, itu semua ya didasarkan atas dasar ketakutan itu tadi. Suara rakyat dibungkam. Pers dibredel. Maukah kita hidup dalam ketakutan seperti itu? Kemana-mana ga bebas karena intel juga selalu berkeliaran dimana-mana. Gw sendiri heran dulu tuh kerjanya intel gimana yah @.@
b. Banyak pelanggaran HAM 
    Contoh yg paling nyata adalah kasus pelanggaran HAM di Tim2. Itu tuh yg paling banyak dibahas, n buku2 tentang itu cukup banyak juga.

Tetapi selain itu, hak untuk berpendapat, berkumpul, dan mengemukakan pendapat itu juga termasuk HAM loh... tepatnya hak untuk berpolitik. Dan hak2 tersebut sudah diakomodasi & diakui oleh PBB, melalui The International Covenant on Civil & Political Rigths (ICCPR). Bahkan hak tsb merupakan kewajiban negara untuk melindungi & menjamin WN-nya untuk bisa mendapatkan & menjalankan hak itu dg baik. Itu diatur di undang2 kita pasal 28. Dulu, sebelum diamandemen, UU pasal 28 hanya mengatur hak untuk berpendapat, berserikat & mengeluarkan pendapat saja. tapi setelah diamandemen, pasal 28 itu perkembangannya jadi banyak & luas sekali. Sampe ada pasal 28A sampai 28J, en itu udah ngatur ttg hak2 hidup seperti hak untuk berkeluarga, bekerja, mendapat pendidikan & layanan kesehatan, dll.

Nah, semasa Orba... itu semua tidak terjadi. Pemerintah memang niatnya untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni & konsekuen, tetapi itu semua dilaksanakan atas dasar paksaan & tekanan. Rakyat didoktrin untuk melakukan ini & itu, semua menurut versi pemerintah, harus begini & begitu. Kalo ada yg melenceng sedikit saja, waah... En itu kita diajarkan sejak SD! Jangan salah paham juga... Sebenarnya niat pemerintah tu baik. Soalnya pancasila itu memang yg terbaik untuk bangsa kita, sbg unsur pemersatu bangsa. Tapi implementasinya yg salah, en ga sesuai dg konsep dasar pancasila itu sendiri. Baca2 lagi deh buku sejarahnya hehe.

Selain hak-hak itu... pemerintah, melalui aparatnya (baca: intelijen) tidak segan-segan untuk menghilangkan mereka yang dianggap sbg "musuh negara", termasuk individu sekalipun atas dasar keamanan negara. Apakah itu yg namanya menjalankan hak asasi, terlebih hak untuk hidup???

c. Sentralisasi kekuasaan di tangan ABRI & Golkar & Demokrasi yang Semu
    Pemerintah mengaku menjalankan demokrasi Pancasila. Tapi seperti yg sudah kita ketahui, demokrasi itu hanya demokrasi yg di permukaan saja. Tidak ada unsur pemilu yg luber jurdil (terutama unsur bebasnya itu lhoo)... karena masyarakat yg ikut pemilu memilih dg perasaan terpaksa & ketakutan juga. Sudah pasti deh Golkar yg menang. Soeharto sendiri kan menjabat selama hampir 32 tahun, yaaa kira2 5 periode lah hehe. 

Untuk mendukung beliau, militer diperbolehkan untuk duduk di MPR-DPR (---> tercantum dalam kalimat di UUD yg mengatakan fraksi-fraksi dan utusan daerah, gw lupa pasal berapa. Nah, militer itu termasuk golongan dan utusan daerah). Selain itu pasti ga asing juga di telinga kita yg namanya dwifungsi ABRI, dimana tentara tuh tidak hanya berfungsi sbg alat penjaga pertahanan & keamanan (Hankam) negara saja, tapi juga dalam aspek sosial politik (Sospol). Banyaak militer yg jadi gubernur, bupati, bahkan jadi menteri n duta besar. Wooow 'o' Militer jg banyak yg punya/buka bisnis. Pendek kata, militer ada dimana-mana lah hehe. Militer bukan lagi dwifungsi, tapi sudah multifungsi!

Kemudian 2 poin berikutnya, adalah poin dari gw sendiri:
d. Masa Orba itu banyaaak sekali KKN.
    Yang namanya pejabat hampir pasti dah kebal hukum. I don't know for sure apakah Indo diranking oleh institusi internasional soal peringkat korupsinya, tetapi kalopun iya, yah kayanya dibiarin aja sama mereka karena mereka segan dg sosok Soeharto hehe. 

e. Masa Orba tidak banyak kebebasan
    Hal ini terkait erat dg poin b di atas. Bayangin....kalo Orba ini masih berlangsung sampe sekarang, ga akan ada tivi2 or koran2 yg kritis akan pemerintah. Ga akan ada narasumber2 yg diwawancarai di tv & menjelaskan analisis mereka kpd publik. Kita tidak akan bebas berekspresi. Ga akan ada pemilu yg luber jurdil. Kita akan was-was kalo kumpul2 lebih dari 10 orang, karena jangan2 ada intel yg menguping. Bahkan mungkin gw ga akan bisa tulis di blog lagi soal beginian hohoho :p

dg semua hal2 di atas, gw yakin tidak akan ada seorangpun di antara kita yg sudi berbalik ke masa pemerintahan Orba dulu.
****
Ketika reformasi meletus, itu adalah puncak kekesalan dan kejenuhan rakyat setelah ditindas bertahun-tahun. Akhirnya Soeharto turun, dan dimulailah Orde Reformasi ato Orsi =p yg paling jelas kelihatan adalah penanggalan konsep dwifungsi ABRI. nama ABRI pun diubah menjadi TNI, TNI juga dipisahkan dg POLRI (ga tergabung lagi jadi satu). Fungsi tentara ya hanya untuk melindungi bangsa ini dari bahaya/ancaman/serangan luar, ga usah ikut2 politik (pas masa Orba, begitu banyak kebijakan politik yg sangat pro-militer & Soeharto).

Menurut gw itu semua bukanlah hal yg mudah untuk melakukan perombakan total terhadap negara yg sudah 3 dekade dikuasai & dikendalikan oleh sistim otoritarian. Kita emang jauh lebih bebas daripada dulu, tapi belum terkontrol. 

Ketidakpuasan rakyat terhadap Pak SBY khususnya di bidang hukum & ekonomi, but hey....that's not an easy thing to do. Gw sendiri percaya Pak SBY sudah bekerja & berusaha sekeras mungkin untuk memperbaiki negeri ini. Di bidang hukum, sekarang pejabat2 bisa diadili, bisa dipenjara, hal yg ga mungkin terjadi di masa Orba. Terus Pak BY membentuk KPK juga. Rasanya tiap hari kok adaaa aja pejabat yg kesandung kasus hukum T___T Memang masih banyak pejabat yg berhasil kabur ke LN, bahkan selama di penjara bisa jalan2. Kalo liat itu semua, yah hati ini memang miris. But at least, it shows us how big is our government's willing to eradicate those corruptors. Pak BY sendiri berkali-kali bilang, soal hukum ga boleh tebang pilih, termasuk dari partainya sendiri, Partai Demokrat.

Yah berbicara hal ini mah banyak sekali aspeknya. Rasanya ga cukup untuk menulis seberapapun banyaknya hanya dalam 1 posting blog hehe. Gw sendiri mengakui, di Orsi ini kekurangan2 en kelemahan2 pemerintah tetap ada. Tapi gw rasa, usaha pemerintah untuk memperbaiki bangsa & negara ini juga susah.... karena semuanya sudah begitu ruwet, kaya benang jindet. Mengutip pernyataan Pak Kwik Kian Gie, pasti nanti kalo SBY lengser en diganti presiden lain, kita bakal merindukan sosok SBY, sama kaya kita kangen Pak Harto sekarang! hehehe. Pak Kwik juga berkata, andaikata SBY hidup di masa Soeharto, mungkin beliau akan melakukan hal yg sama. Dan andaikata Pak Harto yg memerintah di zaman reformasi ini dan bukan Pak BY, kemungkinan besar rakyat juga akan melontarkan keluhan yg sama! Pak BY pasti akan terus diingat sbg presiden yg baik di era reformasi.

Kemajuan yg cukup signifikan di Orsi ini misalnya, adanya kebebasan pers, banyaknya lembaga2 kritis yg bisa mengkritisi pemerintah (kritik yg membangun tentunya), usaha pemberantasan korupsi, anggaran pendidikan yg mencapai 20% dari APBN (itu buesaaarrr banget bow... di benak kita, persenan itu mungkin kecil. Tapi pd kenyataannya itu angka yg besar! bahkan penurunan ekonomi sebesar 1% saja itu sudah dianggap membahayakan perekonomian negara), dll. Gunung masalah yg dihadapi pemerintah memang masih banyak sekali, tapi menurut gw apa yg dilakukan pemerintah ini is a good start.

Angket yg dilakukan oleh Indo Barometer tadi cukup baik untuk memberikan gambaran ttg keadaan sekarang. Tapi tentunya masih banyak kelemahan di sana-sini. Seperti misalnya tingkat pendidikan rakyat yg di survei, ukuran apa yg dipakai, dll. Biar kita bener2 bisa mengetahui apa yg sebenarnya terjadi, akan lebih baik kalo kita ngerti n liat juga pendapat2 dari pemerintah n ahli2 lain. Kan banyak tuh sekarang diskusi2 di metro tv, seperti Economic Challenges, Today's Dialogue, Metro Hari Ini, dll. Gw ga promosi program tv loh ya hehe. Cuma metro tv adalah channel favorit gw karena diskusinya tu loh, dalem2.... en tokoh2 yg diundang pada jago2 :p

Rakyat tentu pinginnya kestabilan & keamanan seperti di masa Orba, dengan kebebasan seperti sekarang. Well...itu sulit. Butuh waktu cukup lama. Kalo kita melihat ke negara maju seperti USA yg mengagung-agungkan demokrasi, mereka butuh waktu ratusan tahun loh... Mereka aja bikin negara tahun 1776... en pembelajaran untuk menjadi negara yg cukup beradab seperti sekarang itu cukup lama. 

Gw kasian sih kalo liat SBY.... kantong matanya itu loh, udah sampe ke pipi! Beliau benar2 memikirkan kondisi bangsa ini yg sangat perlu untuk dibenahi di sana-sini. Gw pernah ya untuk sesaat saja membayangkan jadi SBY. Duuuh, 5 menit mikirin, beneran loh udah stress!! T___T Kalo orang2 pengkritik presiden, yah mereka sih gencar mengkritik & menganggap dirinya paling sanggup mengatasi masalah2 bangsa ini. Programku pasti lebih baik! Begitu pikirnya. Idealismenya masih menggebu-gebu, harusnya begini dan begitu, baiknya pasti gini dan gitu. Gw nih juga sering banget begitu hehehe.... Membayangkan kalo gw jadi presiden, gw pasti akan pro-rakyat :p akan ada perbaikan di sana-sini.... dsb dsb. Waaah luas banget. Tapi ternyata itu semua gak gampang man!!  Susaaaah sekali. Duh. mungkin dalam 7 hari seminggu, gw hanya akan tidur nyenyak 1 hari saja :'(  soalnya masalah bangsa ini banyaaak sekali. En ga mungkin memuaskan seluruh pihak yg berkepentingan. Kalo kita mau berbuat gini, pasti ada yg ga suka/menentang. Kalo mau berbuat begitu, ada juga yg ga suka or menentang. That's why to be a leader really needs a GOOD CHARACTER. Idealisme, kepintaran, kekayaan & koneksi saja tidak cukup!!

Kalo soal kesemrawutan politik, gw rasa ini adalah pertarungan para bawahannya beliau saja. Ini memang masalah moral & mental mereka yg memimpin & memegang jabatan publik. Dalam hal ini tentu Pak BY harus tegas; kesetiaannya tidak boleh kepada koalisi parpol ataupun para pemangku kepentingan lainnya, tapi harus kepada konstitusi dan rakyat semata.
Pendek kata, semua negara memiliki sistim politik & pemerintahan yg beda2. Itu semua disesuaikan dg kondisi alam, rakyat, & kulturnya. China & Singapore misalnya, secara ekonomi maju. Tetapi rakyatnya tidak seleluasa kita untuk berpendapat n mengkritik pemerintah. Gw sendiri percaya, Pancasila dg semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah yg terbaik yg bisa dipikirkan & diberikan oleh para founding fathers kita. Soal mengapa Pancasila, isu2 perekrutan orang untuk gabung dg NII, well, that will be in another post :)

Nah, sekarang bagian kita2.... Sbg WN yg baik, do what we can to our country :) Love our leader, respcet our leader ^^Kita semua sama2 pingin negara ini jadi lebih baik, lebih maju. Ya ayo sama2 bergerak, jangan cuma nuntut pemerintah harus ini harus itu, tapi kitanya cuma diam doank. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dalam bidang yg kita mampu. 

Akhir kata.... tulisan ini murni pendapat gw belaka. Kalaupun ada orang yg tetap beranggapan Orba lebih baik daripada zaman sekarang, ya itu sah2 aja hehe :D

****

Sumber:

1. Dr. Abdoel Fattah, 2006. Demiliterisasi Tentara: Pasang Surut Politik Militer 1945-2004. Yogyakarta: LKis.


2. Berbagai berita & program diskusi di metro tv: Today's Dialogue, Economic Challenges, Sentilan-Sentilun, Top Nine News.

0 komentar:

Posting Komentar

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^