About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 10 Mei 2011

Nehemia: Hati Seorang Pemimpin (part 3)

Nehemia: hati seorang pemimpin (part 3)
“Pemimpin yang Takut akan Tuhan”


So, di posting sebelumnya, kita mungkin bertanya-tanya kok bisa yah Nehemia punya mental baja. Dia tetep wae maju meskipun usahanya itu banyak dihalang2i. Bahkan musuh2nya pun sudah kirim bala pasukan & bala tentara untuk menghancurkan tembok itu lagi. Tapi, kenapa Nehemia bisa terus maju?

 
Buktinya, tembok Yerusalem tetap berdiri tegak tuh... (setidaknya sampai di kitab Nehemia selesai hehee.
Rahasianya adalah: ada PENYERTAAN TUHAN ATAS NEHEMIA. Oooh jadi itu toh.... Nah, kok bisa Nehemia disertai Tuhan? Jawabannya adalah.... Karena Nehemia itu seorang yg takut akan Tuhan. Kok tau darimana? Hohoho. Ya baca donk :p dari pasal 1 sampai akhir, Nehemia selalu mengikutsertakan Tuhan dalam visinya. Mulai dari awal proses sampai akhir, Nehemia selalu melibatkan Tuhan. Ia tidak melupakan Tuhan sedikitpun, apalagi lupa sama Tuhannya! Nehemia mempercayakan dirinya, juga proses pembangunan yg sedang ia kerjakan itu kepada Tuhan :) bahkan saat hendak diserang pun, ia tetap percaya kepada Tuhan! Ia percaya bahwa tangan Tuhan yg perkasa menyertainya.

Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hambaNya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!”
(Neh 2:20)

Ketika Nehemia diejek & dicemooh habis2an, ia berseru & berpaling kepada Allah, bukan pada manusia. Semuuua keluh kesahnya ia sampaikan kepada Tuhan.

Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina...
(Neh 4:4-5)

Yang lebih keren lagi, ketakutan Nehemia terhadap Allahnya ini bisa dia impartasikan kepada semua para bawahannya, para pekerjanya, dan jg pada semua orang yg mendukung pembangunan tembok itu. Ia berani bersaksi kepada mereka, ia menguatkan & menghibur hati para bawahannya untuk terus bekerja tapi juga mengandalkan harapannya pada Allah.

Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka & para penguasa & kepada orang2 lain: “Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar & dahsyat & berperanglah untuk saudara2mu, untuk anak2mu lelaki dan anak2 perempuanmu, untuk istrimu & rumahmu.”
(Neh 4:14)

Tadi, sebagai bawahan kita belajar untuk menghormati atasan kita. Nah, sekarang kalau kita sedang memimpin, kita juga harus belajar untuk mengimpartasikan hal2 yg baik ke anak buah kita. Impartasikanlah kasih & sukacita! Jangan menindas bawahan... kalau menghadapi kesulitan, biarpun kita juga keder, tetap perlihatkan bahwa kita mampu (lah kalau pemimpinnya keder anak buahnya apalagi donk hehe). Mengakui kalau kita takut, kita gatau, kita cemas itu boleh dan sah2 saja. tapi jangan lantas terpuruk pada ketakutan itu. Ingat, kita masih punya Tuhan Yesus kok J nah dengan demikian, kita bisa menjadi saksi Kristus juga untuk teman2 or orang2 yg kita pimpin, bahwa kita ini milik Kristus. Kita beda dari pemimpin2 or orang2 dunia ini! ^^ Teladan kita ga juga lewat perkataan, tapi juga lewat perbuatan & sikap kita saat menghadapi kesulitan: kita memilih untuk tinggal tenang & percaya, mau menanti waktu Tuhan :) Selain ayat untuk para hamba, ada juga loh ayat untuk para tuan [pemimpin]:

Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka & JAUHKANLAH ANCAMAN. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di Sorga dan IA TIDAK MEMANDANG MUKA.
(Efesus 6:9).

Woooowwwww!!! Jaminannya ga tanggung2... Tuhan sendiri yg bilang bahwa Ia tidak memandang muka. Jabatan kita di bumi ini boleh sebagai dosen, dekan, rektor, kepsek, bos, mandor, direktur, bahkan CEO sekalipun. Tapi kita juga harus berlaku hormat & mengasihi para pegawai kita, karena Tuhan kita juga Tuhan mereka!!! Tuhan tahu loh apa yg kita kerjakan, bahkan segala niat pertimbangan & hati kita pun Dia tahu... Hai tuan-tuan, jangan memeras. Jangan merampas hak pegawai atau pekerja atau buruhmu. Berikan apa yg sepatutnya mereka dapatkan. Jangan kurangi hak mereka... Dan segudang nasihat lainnya akan hal itu ada kok Alkitab, baik di PL maupun PB hehe.
 
Masih ada hal-hal lain yg bisa kita pelajari dari Nehemia. Tapi hari ini, sampai disini dulu yah. Capek gue hehe :p

0 komentar:

Posting Komentar

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^