About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 10 Mei 2011

Nehemia: Hati Seorang Pemimpin (part 1)

NEHEMIA: Hati Seorang Pemimpin (part 1)
“Pemimpin yg Punya Visi”

Di post sebelumnya gw udah janji untuk nulis hal2 apa aja yg Tuhan ajarkan ke gw dari sate kemarin. Apa yg Tuhan ajarkan ke kita memang tidak selalu tepat seperti yg kita ingin, seperti yg kita minta. Tapi percayalah itu semua bahan ato hal2 yg bisa membuat kita semakin bertumbuh & mengenal hati-Nya lebih dalam! Apa yg Tuhan ajarkan itu cukup banyak, so post ini akan dibagi dalam bbrp bagian.
 
Kemarin, Tuhan ajarkan gw tentang Nabi Nehemia. Gak banyak kaaan yg ngebahas ttg Nehemia ini hehee.... apa yg Tuhan ajarkan itu ternyata sedikit banyak menjawab kegalauan & kekhawatiran gw ttg masa depan. Untuk soal pergumulan ini, gw share kapan2 hehe.

Nehemia. Ia adalah seorang tokoh pemimpin zaman dulu, tapi sikapnya benar2 masih relevan untuk diteladani hingga zaman sekarang & untuk pemimpin2 mordern! Nehemia memang bukan pemimpin yg mewah & wah untuk bangsa Israel, seperti misalnya Raja Saul, Daud, atau Salomo. Ia Cuma orang yg memimpin bangsa Israel membangun kembali reruntuhan puing2 tembok Yerusalem. Compared to King David or Nathan, the people he lead was much much smaller. But you know what, kategori pemimpin tidak ditentukan dari berapa banyak rakyatnya, pegawainya, para pekerja or bawahannya. Seseorang disebut pemimpin kalau ia mempunyai karakteristik & sifat2 seorang pemimpin. Dan dalam hal ini, Nehemia gak kalah booow sama Raja Daud & Salomo.... Nah, bagaimana kita bisa belajar dari Nehemia?

Pemimpin yg baik adalah pemimpin yg punya VISI

Nah, visi itu tidak perlu sesuatu yg muluk-muluk ato harus woaaa….walaupun itu baik juga tentunya sih hehe. Visi berarti tujuan hidup; apa yg ingin kita capai, apa yg ingin kita kerjakan. Tidak ada visi yang lebih baik daripada visi yg lain, karena semuanya baik di mata Tuhan (kecuali visi seorang penjahat ya hehe :p). Sejak lahir, Tuhan telah tetapkan suatu visi dalam kita masing2, suatu kerinduan untuk mengerjakan atau berbuat sesuatu. Visi ini Tuhan perlengkapi dg berbagai kelebihan, kesukaan, hobi, bakat & minat kita yg akan membantu kita dalam mencapai visi tersebut. Visi yang mungkin termasuk “kecil” pun, seperti misalnya memajukan pendidikan untuk salah satu suku terpencil di Indonesia, atau meningkatkan kualitas kesehatan dg menjadi tenaga kesehatan (mis. Perawat) di desa yg kekurangan perawat pun adalah visi yg baik.

 Orang yg mempunyai visi, akan lebih bergairan dalam menjalani hidup ini. Betul looh.... gw percaya Tuhan menciptakan manusia tidak untuk sekadar lahir, makan, minum, kawin, beranak, dan mati. Itu sih sama saja dengan *maaf* binatang. Tuhan juga tanamkan dalam diri manusia suatu kerinduan untuk berkarya & bekerja. Karena itulah manusia dikaruniai otak & akal budi, beda dg ciptaan lain. keinginan untuk bekerja & berkarya itu tidak hanya untuk cari duit, tetapi jg sbg perwujudan eksistensi diri dari KEUTUHAN manusia. Ada perasaan bangga, senang, puas, dan juga haru ketika seseorang berhasil melakukan, mengerjakan, or menciptakan sesuatu dg baik. Ia memandang hasil karyanya yg dilakukan dg keringat itu dg tatapan bangga, & berkata, “Aaah, sungguh baik!!” 

Orang tahu visinya itu bisa dg berbagai muacam cara. Bisa tanya langsung sama Tuhan, n dijawab dlm waktu yg cukup cepat. Bisa menilik dirinya sendiri & mengorek-orek apa saja kesukaannya, apa cita2nya, n he do the thing he dreams of. ada orang yg ikut berbagai macam psikotes & potensi diri dulu, kemudian tahu apa yg dia ingin kerjakan/capai di hidup ini. Ada juga orang yg gatau visi spesifiknya itu apa, tapi dia kok merasa senang melakukan pekerjaannya sekarang... n dilakoni terus, sampe akhirnya dia sendiri jadi makin berkembang & pekerjaannya bisa membawa dampak positif bagi orang2 lain. yah, macam2 lah hehe. Kalao pemimpin ga punya visi, ia tidak akan tahu apa yg harus dikerjakannya. Tujuannya jadi gak jelas, mau kemana? Berbuat apa? Habis ini ngapain? dsb.

Nah, bagaimana Nehemia mengetahui visi hidupnya? He knew it by asking!! Asking? Yep, asking people. bertanya. En mungkin ini bisa juga disebut “kebetulan”, tapi gw percaya sih di dalam Tuhan tidak ada yg namanya kebetulan. Everything is in His control.

“aku MENANYAKAN MEREKA tentang orang2 Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan & tentang Yerusalem.”
(Neh 1:2)

Di zaman Nehemia saat itu, orang2 Israel, akibat ketidaktaatannya pada Tuhan, menjadi bangsa yg tercerai berai. Diangkut & ditawan di sana-sini oleh bangsa2 lain, bait Allahnya dihancurkan & dirubuhkan, dll. Coba deh baca kitab Ezra sebelum Nehemia. Disitu isinya tentang penawanan & pembuangan orang2 Israel semua. Nah, Nehemia dari orang2 Yehuda mengetahui, bahwa:

“orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar & keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar & pintu2 gerbangnya telah terbakar. Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis & berkabung selama beberapa hari.”
(Neh 1:3-4a)

Jawaban dari orang2 Yehuda yg ditanyai Nehemia itu ternyata bisa menggerakkan hatinya untuk berbuat sesuatu bagi bangsa Israel (so, ada juga orang2 yg baru mengerti apa visi hidupnya setelah dia melihat suatu peristiwa tertentu, atau tanya dg orang2 lain & hal itu bisa menggetarkan & menggerakkan hatinya untuk berbuat sesuatu). Hal itulah yg membuat Nehemia tergerak, bahwa dia hendak membangun kembali Tembok Yerusalem. Lalu, apakah Nehemia langsung bergerak begitu saja? ternyata tidak. Nehemia berdoa dulu & meminta petunjuk Allah! Orang yg sudah dg jelas mengetahui apa visi hidupnya, yah menurut gw bisa saja sih langsung bergerak, langsung kerja. Tapi orang yg berdoa & meminta petunjuk Tuhan terlebih dahulu akan lebih mendapat rasa aman & tenang, en terlebih ia akan diberkati *ini menurut gw yah hehe…* Mulai dari ayat 4b-11, menceritakan bagaimana Nehemia berpuasa, berseru-seru & berdoa kepada Allah. Ia menceritakan segala keluh kesah dan isi hatinya, kesedihan hatinya karena keadaan bangsa Israel saat itu.

Setelah itu, apa yg dilakukan Nehemia? Ia langsung bergerak & bertindak. Nehemia tidak menunda-nunda loh... Nehemia meminta izin kepada Raja Arahsasta, atasannya ato bosnya kepada siapa ia bekerja. Nehemia dg jujur mengatakan apa yg menjadi isi hati & kerinduannya, dan bahkan dalam mengutarakan isi hatinya pun Nehemia berdoa dulu sebelum langsung ngomong blak-blakkan sama Raja hehe (Neh 2:4).

Nah, dalam hal ini gw juga belajar sesuatu yg baru. Setidaknya ada 3 hal yg gw dapet: 
 
Pertama, setelah mengetahui visi & berdoa, kita sendiri jg perlu bergerak. Bertindak. Move on! Make a step of faith.  
 
Kadang kala, orang2 itu ingin yang terlalu “rohani”,terlalu "ngeroh", dg dalih “Aaah gw bergeraknya nanti saja... Tuhan belum berbicara. Tuhan belum kasih tanda. Tuhan belum bergerak.” Lah kalo kaya gitu kapan mau geraknya?? Ada bagian Tuhan, dan ada juga bagian kita. Ingat, iman tanpa perbuatan adalah mati! Rasul Yakobus dg jelas sekali menjelaskan hal tsb di suratnya. Sikap demikian sebenarnya mrpk “topeng or kedok halus” atas sikap kita yg suka menunda-nunda. Nanti kalo waktu sudah berlalu, kita menyesal. Mau berbuat juga alesannya udah telat, udah tua, udah dimakan usia, udah kadung married, udah repot ngurus anak,dll jadi ga punya waktu. Yah segudang alasan. Ga jarang pula orang yg menyalahkan Tuhan karena Dia tidak memberi tanda apa2.
 
Dulu gw juga begitu loh... menunggu-nunggu Tuhan tanda kasih tanda yg pasti banget, kalo bisa yg spektakuler & kasat mata. Tapi kok tanda2 itu ga dikasih juga yaaa :( baru setelah gw belajar lagi soal iman & perbuatan, gw diingetin lagi, ada yg namanya bagian Tuhan, ada yg namanya bagian kita. Gw belajar bahwa kerinduan untuk berbuat sesuatu pun adalah tanda yg telah Tuhan taruh di hati gw.

“Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yg akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku.”
(Neh 2:12a).

Apakah Tuhan berbicara/bersabda kepada Nehemia seperti halnya Ia berbicara dg jelas kepada Yesaya, Yeremia, Yosua & Yeheskiel?? Tidak!! Apakah Allah menampakkan diri ato memberi tanda2 yg jelas spti halnya kepada Nuh, Musa, dan Abraham? Tidak!!! Tuhan hanya memberikan suatu kerinduan yg kuat di dalam hati Nehemia. Dan Nehemia mau turut, mau belajar untuk peka, dan belajar taat pada apa yg Allah maui dari dirinya. 
 
Dalam bukunya Bo Sanchez. How to Find Your One True Love, gw membaca bahwa kehendak Allah dalam diri kita sesungguhnya adalah keinginan terdalam kita sendiri!! Wooow.... Ya iyalah, lha wong Tuhan menciptakan kita dg desain masingg... setiap dari kita itu unik, diciptakan dg suatu tujuan khusus yg sudah Allah taruh di hati kita. Gampangnya gini. Misalnya nih kita sudah tahu visi kita. Terus doakanlah!! Kalau serasa ga ada jawaban, ayo terus melangkah. Lakukan apa yg kita bisa untuk mewujudkan visi itu. Tapi jangan lupa doa yah ^^ Percayaaa guys, kalao itu bukan jalan Tuhan, or bukan yg Tuhan mau, pasti jalan2 akan ditutup :p tapi kalau itu oke-oke aja, ya jalan terus!! Pintu2 akan terus terbuka. mungkin akan ada hambatan, tapi kalau dari Tuhan, pasti Ia beri jalan keluar hehe.

Hal kedua yg gw pelajari: Nehemia begitu menghormati otoritasnya tempat ia bekerja. Ini ditunjukkan dg minta izin dulu kepada Raja Arthasastra sebelum ia berangkat ke Yerusalem. Nehemia 2:2-8 berisi percakapan antara Raja & Nehemia mengenai keinginan hati Nehemia itu. Waw….kenapa yah Nehemia ga langsung berangkat aja… nehemia pun saat minta izin, dilakukan dg sikap yg penuh hormat. Kata2nya tidak ada yg bernada kasar, kurang ajar, memerintah, apalagi melawan dan memberontak.

Guys, dalam dunia yg sudah tercemari oleh gaya hidup memberontak, membangkang, rebellion, ayo kita kembangkan sikap hidup yg mau taat sama otoritas kita. Entah itu dosen kita, bos kita, papa mama, cici-koko rohani, pastor, ibu gembala, dll. Jangan mengutuki otoritas kita!! Karena berkat Tuhan itu datangnya juga dari saluran otoritas yg ada di atas kita. Jangan mengumpat-ngumpat or berbicara hal2 buruk tentang dosen atau bos atau manajer atau direktur di belakang mereka. Berkati mereka, doakan mereka... Jangan mengutuki...
 
di kampus gw, yang namanya nggosipin dosen or ngata2in mereka dg berbagai julukan itu bukan hal aneh lagi. Dulu gw juga suka ikut2an, tapi setelah gw betul belajar Firman Tuhan, bahwa mulutmu harimaumu, & betapa sia2nya kata-kata yg diucapkan dg sembarangan & sama sekali tidak membangun, gw pun berhenti untuk mulai menggunjingkan dosen gw dan orang lain.

Dari kisah Nehemia, Raja Arthasasta pun mengabulkan permintaannya. Praise the Lord!! ^^ tapi somehow I believe, even tough the King did not grant him his permission, Nehemia akan tetap menurutinya. Gw sanksi apakah Raja adalah orang yg sudah percaya atau belum. Apakah dia juga beribadah kepada Allah, atau kepada dewa2 lain?? tapi dari Nehemia gue belajar, bahwa ketundukan dan ketaatan kepada otoritas itu tidak hanya buat para pemimpin yg sudah percaya Tuhan... yg sudah lahir baru. Tapi juga kepada mereka yg belum. Kalo dosen ato bos belon lair baru, tidak ada alasan untuk tidak menghormati mereka!! Kalo papa mama juga belum lahir baru, juga enggak ada alasan utk bersikap membangkang atau melawan mereka!

"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yg di dunia dg TAKUT & GENTAR, dan dengan TULUS HATI, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sbg hamba2 Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayannanya seperti orang2 yg melayani Tuhan dan bukan manusia."
(Efesus 6:5-7)

Taati otoritas kita, bukan untuk menjilat ato agar kita dipuji orang. Juga bukan kita naik pangkat or naik gaji (itu semua penting, tapi hanyalah PENAMBAHAN!!). Tapi lakukan karena kita memang mengasihi Allah dg menaati perintah2nya, dan dengan demikian kita bisa mengasihi manusia juga hohoho. Percaya deh, kelakuan kita akan tampil beda dari orang2 pada umumnya ^^

Hal ketiga yg gw pelajari. Nehemia mau melepaskan zona nyamannya untuk memenuhi panggilan visi itu. Zona nyaman Nehemia adalah hidup enak di istana raja. Mau tahu apa pekerjaan dia saat itu? Nehemia bekerja sebagai juru minuman raja.

“Ketika itu aku ini juru minuman raja.”
(Neh 1:11)

Wow. Juru minuman raja! Gw membayangkan hidupnya pasti enak. Gimana enggak? Hidup juga di istana. En pekerjaannya itu tergolong prestisius, ia bertugas untuk mengatur hidangan untuk sang raja! Bahkan mungkin itu mengharuskan dia untuk bertatap muka dg raja. Tidakkah kita bangga sekali kalo mempunyai pekerjaan seperti itu? Misalnya, sopir pribadi presiden huehehe. Ato sekretaris presiden :p jangankan sopir pribadi, koki pribadi, atopun sekretaris. Gw rasa kalo ada orang yg bekerja jadi tukang kebon Istana Negara pun akan cukup bangga. Lah wong dia juga digaji (mestinya sih di atas UMR ya hehehe). Terus makan minum juga terjamin. Bahkan mungkin kehidupan anak istrinya juga terjamin. Kalo bisa mah kerja aja di istana terus…ngapain cari kerja lagi? Ngapain bekerja untuk sesuatu yg belum pasti hasilnya? Yg risikonya besar?

Tetap Nehemia tidak demikian!! Ia rela untuk melepaskan jabatannya sbg juru minum raja, untuk kemudian menghadap raja, meminta izin darinya, dan pergi ke Yerusalem untuk membangun kembali temboknya yg runtuh. Nehemia mempunya hati yg rindu akan bangsanya sendiri, bangsa Israel yg tertindas... hal itulah yg membuat gw sangat terkagum-kagum akan sikapnya. Nehemia mau melepaskan zona nyamannya... ia mau dan rela turun di tengah2 rakyat jelata, susah payah bangun kembali tembok Yerusalem yg runtuh. Itulah sikap seorang pemimpin seharusnya! (Gue dengar orang yg gamau keluar meninggalkan zona nyamannya ya ga akan berkembang, gitu2 aja. Sejauh ini saya menemukan perkataan itu benar hehe).
 
to be continued.... 

0 komentar:

Posting Komentar

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^