About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Rabu, 13 April 2011

Pemerintah Indo vs Perompak Somalia

Baru aja pagi ini gw baca 2 berita di Kompas soal ABK Indonesia yg udah ditahan perompak Somalia sebulan lebih sejak pertengahan Maret kemarin. n baca 2 berita itu, hanya 2 aja, gw udah geraaaaam banget sampe2 berenti baca buat tulis post ini.

Gw benar2 gak habis pikir, kenapa pemerintah kita bisa begitu lembek menghadapi para pembajak2 laut gitu. Hoiiiiy, mari guys kita sama2 pikir. Tugas negara itu apa? melindungi rakyatnya. Memastikan keamanan WNnya dimanapun mereka berada, termasuk kalo mereka di tangan perampok or perompak sekalipun!! Membaca komentar2 para pembaca Kompas dari hari2 kemarin sampe hari ini, ttg kelembekan DPR, yg lebih seneng bangun gedung muewaaaah wah wah buat diri mereka sendiri ketimbang ngurusin rakyat, sudah bukan hal asing bagi kita semua. Gw sudah kenyang banget dg semua itu, sampe2 gw jadi apatis sendiri sama negeri ini.

Oke, balik ke topik perompak. Di kelas Politik Pertahanan Indonesia kemarin, gw n temen2 berdiskusi dg dosen yg mengajar mata kuliah tersebut. Sejauh ini pemerintah punya 2 opsi:
1. Mengajak dialog n negosiasi dg perompak
2. Melakukan opsi militer, yaitu kirim kapal tempur TNI AL ke sana buat nyelamatin mereka.

Nah, sekarang mari kita analisis 2 pilihan tersebut satu persatu!!

1. Dialog n negosiasi adalah cara damai, n menurut gw ini sama sekali BUKAN CARA yg tepat untuk dilakukan sekarang ini. Coba pada pikir, negosiasi=berunding!! n kita semua ngerti lah nature orang Indonesia, kalo berunding itu lamanya setengah muati. jangankan berunding dg para perompak, rapat bulanan di DPR buat membahas RUU aja bisa makan waktu bertahun-tahun. Apalagi baru aja ketangkap salah seorang anggota dewan yg jelas2 nonton video porno pas sidang oleh kamera CCTV. Thanks God beliau masih punya rasa malu, yaitu dg mengundurkan diri dari jabatannya. Coba kalo enggak, masih aja ngotot bercokol duduk jadi dewan, hiiiiih mao ditaroh kemaneee muke bangsa kita ene???!! 

Nah, bayangkan, perompakan para ABK Indonesia ini sudah terjadi sejak tahun 2007. Tapi apakah pemerintah pernah bertindak tegas 1 kaliiiiiiii aja sama mereka? sejauh yg gw ketahui kok enggak. Kalopun bertindak, ya lembek2 aja gitu. Terus perompakan yg baru2 ini terjadi tuh udah hampir sebulan loh. Gile aje, kalo pemerintah masih mau berunding n tawar menawar lagi, harga tebusan yg diminta para perompak itu akan makin naik. Dari berita Kompas hari ini, harga tebusan yg diminta itu 27 miliar Rupiah, turun dari 32 miliar. n itu untuk per orang. padahal pas awal2 perompakan, harga tebusannya "masih" 3000-3500 dollar US, yg berarti sekitar 30 jutaan rupiah. Gila kan udah naik begitu cepat!!! Gw benar2 pingin jedutin kepala ke tembok kalo udah bahas yang beginian tentang DPR. Mbok udah langsung dibayar dari awal aja kenapa sih. Apa susahnya gitu loh. Toh mereka juga rela-rela aja kok hamburin 1 triliun lebih buat bangun gedung DPR yg muewah wah wah itu, padahal gedung lama masih layak pake. n malah ada ruangan2 yg ga pernah dipake!!!

Ada argumen lain yg gak kalah kuatnya, malah mungkin lebih kuat kenapa opsi negosiasi ini. Ini diambil dari Kompas juga, gw tulisin lagi lah in case some of you haven't noticed it. Negosiasi hanya akan menunjukkan posisi pemerintah RI yang lebih lemah, n mau tunduk sama perompak. Naaah lo!!! Gini loh, kalo negosiasi itu, harusnya kedudukan kedua belah pihak setara. biasanya ini terjadi dalam tingkat kepala negara or kepala pemerintahan, ato diwakili oleh menteri luar negerinya, ato menteri2 lain. Lah ini, bayangin, pemerintah kita mau2nya menundukkan diri "sejajar" dengan perompak. Mereka itu perompak man, PEROMPAK. mereka hanyalah segerombolan pengacau, mereka bukan negara yg punya kedaulatan (for your information, Somalia itu masuk negara gagal dimana pemerintahannya belum berfungsi dg baik, malah dikendalikan oleh para perompak2 ini). Dalam berbagai organisasi internasional (OI), yg punya status or kedudukan adalah NEGARA. Kalo kaum belligerensi/pemberontak, terorisme, itu juga termasuk subyek hukum internasional, hanya saja terbatas, tidak mempunyai hak & kewajiban yg penuh seperti negara. 

Terus ne yaa....argumen lain. Pemerintah tidak seharusnya mau begitu aja buat disuruh bayar uang tebusan ke mereka. Karena uang itu hanya akan dipake buat membiayai pembajakan laut yg lain!!

Dg cara ini, kalo pemerintah RI cuma berwacana terus di tv-tv n berdebat soal perlu negosiasi ato gak, masalahnya gak akan selesai2!!! perompak akan makin senang n tertawa terbahak-bahak, harga tebusan akan makin naik. Yah emang itu yg diingini mereka kan?? Tapi yah jangankan perompak.....lha wong TKW kita yg mau dihukum mati di Arab aja pemerintah masih terkesan bimbang n ragu2 buat bebasin mereka n bayar uang tebusannya. Astaziiim.....

2. Opsi militer. Menurut gw, ini opsi yg paling tepat, mengingat situasinya udah suangat mendesak n genting, darurat kaya gini. Gw mengerti ketakutan n kepanikan keluarga korban yg takut kalo suami2 mereka justru terancam nyawanya kalo pemerintah pake opsi militer. Tapi man tapiiii.....opsi militer ini justru menunjukkan bahwa RI punya kedaulatan. Bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa dianggap remeh, ga main2 dalam rangka upaya penyelamatan warga negaranya. Aduh, takut apa seh?? mereka itu perompak, n TNI AL kita adalah angkatan perang yg sudah terlatih!! Surely they had been trained how to deal with the pirates, right??? Mereka juga ga akan gegabah menyerang karena nyawa WNI yg dipertaruhkan. 

oke, misalnya, kemungkinan terburuk, dalam pertempuran itu, ABK Indonesia tewas. Ini MISALNYA loh (in the name God, i pray it won't happen.....) Tapi itu menunjukkan kepada para pembajak Somalia bahwa pemerintah RI mempunyai kredibilitas yg tinggi dalam melindungi segenap WNnya. sehingga apabila di kemudian hari kapal2 RI berlayar melalui perairan Somalia, mereka akan berpikir dua -tiga-seribu kali buat membajak lagi, karena mereka tahu bahwa pemerintah RI tidak akan segan2 menurunkan kapal perangnya untuk membebaskan mereka.

Kalo teringat fakta bahwa AD kita lebih kuat daripada AL, kadang miris juga. Kita ini negara kepulauan, wilayah laut jauh lebih luas daripada wilayah darat. Kenapa ga perkuat AL saja?? kenapa justru AD yg dapat anggaran paling besar n paling punya power & influence di pemerintah??? Lihatlah AL kita lemah begini, ga heran banyak pulau2 n hasil kekayaan laut yg pada ditangkapi orang asing. 

Oke, otak orang pertahanan beda sama otak orang ekonomi. Gini nih. Kalo kita mau perkuat angkatan laut, musti kudu kasih anggaran yg besar buat mereka. Kudu beli senjata, perbaru amunisi2nya, perbaiki kesejahteraannya, dll. Buat para ekonom, ini mungkin beraaaat banget, ngapain getooo habisin duit buat beli senjata. Kalo para ekonom kan maunya beli sesuatu yg manfaatnya terlihat saat itu juga. Misal: perbaiki jalan, jembatan, gedung sekolah, RS, dll. Tapi guys, otak orang pertahanan itu, mereka mau menghamburkan uang untuk manfaat yg sifatnya INTANGIBLE. alias tidak kelihatan. Contohnya dalam hal pembelian senjata untuk memperkuat AL kita. Awal2nya memang akan kerasa muahaaaal, tapi kalo AL kita kuat......coba pertimbangkan manfaat2 berikut:

a. Kedaulatan & kesatuan wilayah RI akan terjaga
b. Kekayaan laut kita akan terjaga. ga ada lagi berita ikan kita dicuri orang, pulau kita dicuri orang, dll. 
c. Pemerintah bisa punya AL yg kuat, n ini bisa jadi sumber devisa negara loh. Indonesia itu yah, punya 3 ALKI (alur laut komunikasi (atau kepulauan yah? lupa gw hehehe) indonesia): di selat Sunda, Selat Malaka, & Selat Lombok. perkuatlah AL kita disitu!! n 3 ALKI itu punya nilai strategis luarrrrr biasa karena hampir setiap hari pada dilalui kapal2 internasional buat dagang. Nah, tariklah biaya dari situ: ini kan wilayah gw, kalo lu mau lewat kudu bayar donk.... Gw malah punya ide, kalo kapal2 asing yg lewat pada gamau bayar, ya sebodo amat. Toh kita juga ga rugi, merekalah yg rugi karena kudu berlayar dg rute yg lebih juauuuuuh. Kalo mereka nekat melanggar, ya siagakanlah kapal perang disitu! Itu sbg bentuk usaha deterrence/penggentar. Masalahnya AL kita ini lagi pada melempem sekarang T___T

Duh duh duh.....kita ini negara besaaar. N karena posisinya yg super duper strategis, ga ada satupun negara tetangga yg pingin kita kuat. Betul kan??? logikanya gitu kan??? Negara manapun akan merasa terancam apabila negara tetangganya pada kuat. Nah masalahnya AL kita ini gak kuat jadinya kita gampang dibodo2in sama negara tetangga.... Liat tuh Singapore & Malaysia & Brunei. Mereka jauh lebih kueciiiiil, halah paling cuma sauprit dari Indo. Tapi mereka sadar man.....SADAR, mereka kudu punya AL n militer yg kuat. Ga tanggung2, Singapore sampe punya Joint Defence Army sama AS, Aussie, n New Zealand. Malaysia juga. Lah kalo kita mo tempur sama mereka, siap gak tuh lawan serdadu2 AS & Aussie?? 

Yang gw ga habis pikir tuh, pernah ada ide dari ahli strategis kita untuk beli alat pertahanan yg canggih, gw lupa namanya, itu semacam detektor gitu, tapi dari Israel. itu alat oke punya banget lah buat sistim pertahanan kita. Nah, ketika ini diajukan ke DPR, as you guys know, ditolaklah langsung. Mo tau alasannya? hahahahaa. ga logis banget. Alasannya, Karena senjata itu dari Israel. Buatan Israel. n kita ga punya hub diplomatik sama Israel. Astaziiiim!!! Aduh, seberapa pentingkah sentimen dg orang Yahudi seh??? apakah ketahanan n pertahanan kita ditentukan oleh hal2 kaya gitu?? 

Hal lucunya lagi, kita ga punya perjanjian ekstradisi dg Singapore buat nangkep balik para koruptor. Soalnya gini, Singapore itu pinter. Dia mau2 aja balikin koruptor itu ke kita, tapi sbg imbalannya, dia minta punya pangkalan angkatan perang di wilayah Indo (gw lupa di wilayah mana). Naaah kita gamau. Alasannya?? karena takut Singapore bisa merongrong kedaulatan kita n mencaplok wilayah kita -.- duuuh. ya kalian pikir sendiri lah itu masuk akal ato gak. Kalo menurut gw pribadi sih no problemo punya perjanjian gituan dg Singapore. Lha wong dg gitu, negara kita bakal lebih kuat. Singapore punya Defence Agreement dg AS. Kalo kita gabung dg aliansi Singapore, yaaa otomatis kita bakal punya hub juga yg lebih dekat dg militer AS. Ya itu sih analisis gw hehehe. Pertimbangan2 lain dari Menhan n Menlu kenapa kita menolak itu, gw belum tahu. tapi bayangin kalo kita punya perjanjian ekstradisi dg Singapore!!! Wow, berapa banyak triliun US$ yg bisa ditarik kembali untuk membangun Indonesia guys??

Sudah banyak yg bilang, pemerintah kita itu peragu. Itu emang ada benarnya. Dg konsep politik luar negeri (PLN)nya yang "One thousand friends Zero Enemy" itu, secara ga langsung militer kita dilumpuhkan. Naaah buat apa punya militer n tentara kalo kita pingin merangkul n bersahabat dg semua negara di dunia? Itu emang impian n tujuan yg bagus, tapi kita harus realistis juga. Teman suatu saat bisa jadi lawan *gini nih kalo udah bicara soal politik n HI-HI'an hehehe*. Siapa yg bakal ngejamin loe kalo teman itu tiba2 menikam kita dari belakang?? Di politik, ga ada yg namanya kawan sejati or musuh abadi. Yg ada hanyalah KEPENTINGAN NASIONAL. Berteman dg 192 negara sih boleh2 aja....tapi jangan lantas fungsi militer kita, apalagi AL, dilupain donk. Itu sih sama aja dg memberikan diri or menjual diri untuk dimanfaatin oleh mereka yg ngakunya "konco" itu.

Salah seorang dosen gw bilang, pas zaman Pak Harto dulu, masyarakat n WN cuma tahu beres. tahu jadi. Operasi boleh semua bersifat rahasia2an, laaah tapi kan emang itu fungsinya intelijen?? mereka ga banyak cingcong, langsung kerjakan!! Masyrakat cuma tahu hasil akhirnya. Isu2 keamanan ga terlalu banyak dibahas, kaloupun dibahas, itu sudah selesai, sudah kelar, sudah beres res res. Memang ada kekurangannya, seperti press dibungkam n banyak Petrus (penembak misterius). Tapi, keamanan kita lebih terjamin. Ga ada negara yg berani banyak cingcong sama Indonesia.

So bisa diliat, bahwa bicara mengenai masalah pertahanan pun juga menyangkut harkat & martabat hidup orang banyak....sampe ke rakyat kecil, bukan di tingkat tinggi aja. Harga awal yg harus dibayar emang mahal, tapi untuk jangka panjanganya, 10-15 taun ke depan baru terasa. Kita akan mempunyai rasa nasionalisme dg negeri ini, bukan lagi rasa benci or mengutuki Indonesia sepeti yg terjadi sekarang!! dimana pemerintah baru ribut n kocar-kacir, kebakaran jenggot pas kedaulatan nasional udah terancam, ketika kehilangan pulau, dll.

Jadi....soal perompak Somalia....kita mau nunggu ampe berapa lama neh? Well, nobody knows. Mungkin tunggu aja sampe mereka meninggal, kemudian masalah akan hilang.

4 komentar:

  1. Wah..thx bgt sa.. Gw itu orangnya kurang update berita2 di indonesia.. Jd begitu baca blog u, bener2 jd tau semua scr rinci. Berita soal perompak ini aja, br gw tau kmr mlm pas kebetulan tv nya di setel tg berita... Padahal kejadiannya udh bbrp bulan yg lalu... JIaahh..cape deh -.-! tp bukan berarti gw gak peduli, cm keseringan gk update, hehehe...
    Emg miris bgt yah dengernya pemerintah kita sampe skr blm lakukan hal2 yg tegas.. Ckckckck... Berdoa supaya kuasa Tuhan turun atas Indonesia

    BalasHapus
  2. @Ci Fajar: hehehe sama2 juga Ci :) iya emang kalo liat berita di koran2 n tv2 sekarang emang kecenderungannya pada menjelekkan Indonesia....tapi ya sudahlah, mari kita juga berdoa buat bangsa ini. Aku percaya Tuhan juga mencintai Indonesia kok, sama seperti Dia mengasihi orang2 Niniwe :)

    BalasHapus
  3. hahahaha nice post nice post. hem emank menurut gue pemerintah Indo itu suka lamban. alon alon asal kelakon masalah dunia sudah berubah cepatt!!

    kamu daftar jadi calon DPR aja nik, pasti tak kudung hahahaa :P

    BalasHapus
  4. @ci grace: hahahaa thank you deh C ^^ tapi jadi anggota DPR itu susah2 gampang C....kampanye-nya itu loh. harus punya banyak duit, galang dukungan sana sini. Aku ga suka gituan...repot juga sih. Mending daripada gituan langsung kerja aja hehe.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^