About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Sabtu, 16 April 2011

Ministry In Secular World: Bagaimana Biar Kita tetap Kudus & Tidak Terjebak dalam Legalism???

Gue lagi buka-buka arsip tulisan diary gue yang lama, n gw tertarik untuk membagikan tulisan yg gw tulis dulu ini (hampir satu tahun lalu) ke dalam blog. Latar belakang gue menulis tulisan ini, adalah gue kecewaaaaa berat, benar2 kecewa super duper berat sama seorang teman dekat gue. Dari luar, dia kelihatan rohani en luar biasa sekali. Setiap kali kita ngobrol, selalu aja ujung-ujungnya ngomongin Tuhan, terus kesaksian tentang campur tangan Tuhan dalam hidup kami masing2: gimana kami lahir baru, mujizat2 yg Dia buat dalam hidup kami, dan lain-lain. Pelayanan teman gue itu itu juga luar biasa. Pengetahuan Alkitabnya juga oke banget, secara jasmani juga so wow. Pokoknya ideal banget deh.... 

Tapi ada satu peristiwa yang bikin gue kaget setengah mati en kecewa beraaaat sama dia. 
Yaitu saat gue memergoki dia merokok, padahal saat itu dia yang rajin ngobrol betapa tubuh kita ini adalah Bait Allah yang berharga blablabla. Gue cukup terpukul ketika memergoki dia merokok, n gue menceritakan hal ini ke cici rohani gue. Gue tiba-tiba ingat juga soal pelayanan Sun Hoo, istrinya Pastor Kong Hee di City Harvest Church Singapore, yang banyak pelayanan di bidang sekuler. Gue jadi tertarik untuk tahu lebih dalam tentang pelayanan di bidang sekuler ini, n gimana caranya agar kita tetap kudus.

Cici rohani gue langsung kasih gue alamat blog Ps. Kong Hee tentang sang istri, yg langsung gue pelajari & lalap habis. Di blog itu, Ps. Kong menulis dg hikmatnya yg luar biasa, yg bisa menjelaskan persoalan kontroversial mengenai istrinya yg bagi beberapa orang dinilai seronok dan agak vulgar, ga pantes buat istri pendeta. Gue kagum banget dg tulisan Pastor Kong, yg ga bisa ditulis disini karena sangat panjang. Gue juga ga bisa ngungkapin dg kata2…. Itu bisa kalian baca di blognya, n gue sangat2 merekomendasikan kalian baca itu untuk lebih ngerti di SINI.

Yang penting adalah pemahaman apa yg gue dapatkan setelah baca tulisan Ps. Kong tersebut. Gue sampe pada kesimpulan bahwa Teman gue itu terlalu menelan bulat-bulat & mentah2 pelayanan di bidang sekuler tanpa mencerna artinya lebih lanjut. Sekali lagi gue tegaskan bahwa gue sangat2 mendukung pelayanan di bidang sekuler. Terjun & bergaul dg orang2 dunia itu perlu, karena bgmnpun kita kan masih hidup di dunia?! Banyak ayat2 yg meneguhkan hal ini, misalnya kita harus cerdik seperti ular, tapi tulus seperti merpati. Kita harus bisa jadi “domba berbulu serigala”, begitu istilahnya hehehe. Hal ini ternyata susah juga loh. Perbedaannya tipiiis sekali: antara kita ingin membawa ke jalan yg benar dg mendebat/ menjatuhkan seseorang pake ayat2 Alkitab. Jangan sampai gara-gara hal ini, kita jatuh dalam apa yang namanya LEGALISM.

Ps. Kong mengutip Roma 14: 13-15, 19-23 yg judulnya Jangan memberi batu sandungan. Ps.Kong mengakui bahwa peran istrinya itu memang kontroversial, tapi perlu diingat bahwa Sun Hoo berperan dalam kapasitasnya sebagai aktris, she is an entertainer, bukan sbg pendeta atopun istri pendeta. Aduuh, ini mah baca sendiri di blognya pastor Kong yah hehehe. Yg ngena banget di hati gue adalah: apa yg dilakukan Sun Hoo, bagaimanapun, tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, dalam hal ini orang2 Kristen yg sudah lahir baru, di kalangan youth gereja, atopun sesama pastor karena Sun Hoo memang melayani di bidang sekuler, sama orang2 yg belum kenal Tuhan. Peran Sun Hoo justru menjadi terang & garam bagi sesamanya & dia sempet dinobatin jadi youth yg paling berpengaruh n inovatif ato apa gitu, gue agak lupa. Pendeta & orang2 Kristen boleh mencela dia, tapi perlu diingat bahwa apa yg dilakukan Sun Hoo itu membawa dampak baik bagi orang2 yg belum kenal Tuhan. Yg paling penting: Sun Hoo sendiri, berhubung ia juga udah kenal Kristus, (apalagi istrinya pendeta top di Asia!), tidak ikut2an melakukan hal yg buruk atopun terpengaruh dg standar dunia. Gue memang gatau persis sih, tapi kok gue yakin Sun Hoo itu ga ikut2an ngrokok, free sex, ato apapun yg dilakukan dunia. Semua itu dilakukan Sun Hoo dalam kapasitasnya sebagai artis!!! Sun Hoo juga tetap berpegang pada prinsip2 Alkitabiah & Firman Tuhan. Kalo dia harus memerankan tarian vulgar n sensual dg lawan jenis, berpakaian yg terbuka, itu juga dilakukan ketika dia lagi pentas, lagi manggung, n gue kok juga yakin itu ga dilakukan ketika dia sedang gak berperan jadi aktris ato pas manggung. Toh kalo dia udah mulai keluar jalur, kan ada suaminya yg ngingetin??! Sun Hoo sendiri juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan dia memang bisa jadi terang buat orang2 dunia. 

Sekali lagi, “Cultural Mandate” yang menjadi visi & misi City Harvest Church itu gak salah…. Gue setuju2 saja, tiap gereja kan diberi visi-misinya sendiri2. Bagaimanapun, kita adalah anggota dari tubuh Kristus yg masing2 punya tugas, peran, n fungsi beda2. Kalo semua sama kan berabe hehehe. Masa semua jadi mata, ato jadi hidung, jadi telinga, jadi kaki, jadi tangan, jadi jantung, jadi kulit…. Wah dunia akan tampak suram & sama. Allah kita sangat unik yah…. Aduh Dia tuh kreatif buanget deeh. Kalo gue jadi allah, gue pasti akan kepikiran ngapain nyiptain pohon macem2, hewan macem2, rupa & karakter orang macem2….udah biar gampang mah ciptain aja semua sama, tinggal copy paste hahaha ^o^ tapi Allah itu sangat menghargai keberagaman & perbedaan rupanya….n semua begitu so perfectly beautiful.

Nah, gue rasa inilah yang terlalu ditangkap mentah2 sama teman gue itu…. Gue mendukung 100% totalitas teman gue itu, tapi bagi gue, ada prinsip2 yg ga bisa dikompromikan. Menurut gue, teman gue ini sudah menjadi batu sandungan buat teman2 lainnya yang merokok kalau dia juga merokok di depan mereka.

Di Galatia 2:11-14, diceritakan bahwa Paulus sangat bertentangan dg Petrus. Ini masalah culture dalam pelayanan juga. Gue agak bingung bagaimana menjelaskannya, gue ngerti tapi kurang bisa ngungkapin dg kata2. Tapi kira2 begini lah, Petrus yg orang Yahudi & sudah tahu kebenaran, hidup secara kafir (=seperti orang2 yg belum kenal Tuhan) di depan orang2 yg juga kafir. Hal ini menjadi pembenaran bagi mereka, mungkin kira2 gini, “Kalo Petrus yg udah rohaninya gede aja masih hidup kafir, apalagi gw donk yg level rohaninya belum apa2?” hal ini jelas menjadi batu sandungan buat mereka. Paulus bahkan terang2an mengatakan Petrus berlaku munafik di ayat 13, “Dan orang2 Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.” Lebih lanjut, di ayat 14, dikatakan Paulus bahwa perbuatan itu tidak sesuai dg kebenaran Injil dan bagaimana mungkin Petrus dapat memaksa saudara2 yg tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi? (Gal 2: 14). 

Kalo kita pelayanan, sebisa mungkin kita harus menyesuaikan diri & beradptasi dg lingkungan tempat kita melayani. Gue juga belajar banyak dari sini. Dulunya gue eksklusif buanget, ga mau gaul sama temen2 yg belum lahir baru. Tapi sekarang gue belajar, gimana bisa ngenalin Tuhan & jadi terang buat mereka kalo gue gamau gaul??? Apa gunanya terang ngumpul sama terang, garam ngumpul sama garam??? Akhirnya gue pun mulai buka diri: gue belajar apa sih fashion & style mereka, cara dandannya gimana, kalo di kelas tu jangan sok pinter or sering nanya, ya pokoke pinter2 bawa diri gitu deh…. Gue mengombinasikan hal ini dg talenta yg gue punya dari Tuhan: kepintaran gue, kerajinan, ketekunan, dll. Gue ajarin mereka cara belajar yg bener, gue luangin waktu buat pergi main, ngobrol & nongkrong sama mereka, belajar & diskusi bareng, dll. Puji Tuhan banget, hasilnya kelihatan. Gue boleh berbangga dg mengatakan gue lebih exist di kampus hehehe…. Gue banyak temen2 baru, wawasan & pengalaman baru, cara pandang & berpikir baru, kenal watak2 n karakter baru, woooow…. Banyak! itu semua karena hikmat Tuhan, bukan karena kehebatan gue. Tuhanlah yg berikan hikmat & rhema akan hal ini, peran gue hanya sebatas gue mau untuk berubah, itu aja. Titik. Selebihnya Tuhan yg akan bergerak & kerjakan bagianNya. Hehehehe….;P

Contoh lainnya, gw kenal pasangan suami istri yg pendeta, en dulu pelayanan di Thailand selatan yg mayoritas beragama lain. Dan dalam pandangan gue, kayanya susaaaaah banget kita melayani di komunitas yg berbeda dg kita (dan kayanya sih emang banyak tantangan hehehe). Tapi mereka survive, mereka berhasil. Mereka mau membaur dg komunitas, mereka sampe berpakaian dengan gaya penduduk setempat. Tapi, dan ini tapi yang penting, mereka tetap pegang kebenaran Firman Tuhan. Mereka tetap hidup sesuai Injil, tetap menyembah Yesus yg benar. Masalah cara makan, cara berpakaian, bahkan mereka sampe ngebela2in belajar bahasa Thai yg susahnya minta ampun (lebih susah dari Mandarin, karena bahasa thai ada 5 nada yg beda2 & hurufnya tuh kaya aksara Hanacaraka di jawa! Hahaha….), itu hanyalah masalah culture, bagiamana agar bisa membaur dg komunitas, n tetep bisa jadi terang & garam. Ini ada ayatnya yg meneguhkan banget, bahkan Paulus pun melakukan hal tsb!

1 Korintus 9: 19-23:
“Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang2 Yahudi. Bagi orang2 yg hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang2 yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang2 yang lemah aku menjadi seperti orang2 yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya.”

Jadi, tujuan kita menjadi “seperti dunia” tak lain dan tak bukan adalah untuk menjala jiwa & membawa mereka kepada Tuhan! Namun Perlu gue tekankan bahwa ayat ini, seperti halnya Cultural Mandate Ps. Kong Hee, berbahaya jika ditelan mentah-mentah. Sekali lagi, bukan gue nyombong…tapi gue melihat hal ini terjadi pada teman gue itu. Jangan lantas karena kita mau menyelamatkan mereka yg ngrokok, kita ikut2an ngrokok, ikut2an dugem, free sex ato apapun. Kita menjadi seperti mereka, bukan sama  dengan mereka! Ada prinsip2 anak2 Allah yang tidak bisa dikompromikan. Rasul Paulus sangat menekankan hal ini agar sesuai dengan kebenaran Injil saat menegur Petrus di Galatia tadi, terus surat2nya di Efesus juga sangat2 menekankan pentingnya hidup sebagai manusia baru & anak2 Terang yg sudah kenal Yesus (Efesus 4: 17 s/d Efesus 5:21). Lebih lanjut, dikatakan di 2 Timotius 3: 14: “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima & engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” Naaah looo….. engkau disini itu ditujukan sama Timotius, anak2 muda loh!!! Timotius tu orang muda!! Remaja, dewasa muda kayak kite-kite ini hehehe…. Kita melayani ya hanya untuk Tuhan, bukan untuk dunia or orang lain…. Jadilah cerdik seperti ular & tulus seperti merpati, yg artinya jangan bego2 amat (jujur gue kadang masih bego & gampang dikibulin orang ;P) tapi juga jangan ikut2an terperosok gaya hidup yg ga bener, jangan kembali ke gaya hidup lamaaa. 

Rasul Paulus jelaskan ini juga dalam Yakobus 4:4. Persahabatan dg dunia ini adalah permusuhan dg Allah…. Kayanya ga mungkin orang yang nyoba2 merokok, minum, dugem, pacaran ga kudus atau apapun yang lain2, entah dg dalih & alasan apapun, bisa bersekutu dg Allah. Gelap tidak bisa bersatu dg terang dan sebaliknya. Mengikut Kristus harus total setotal-totalnya dengan seluruh hati, jiwa, akal budi, kekuatan, dan pikiran kita. Janganlah kita ikut Tuhan tapi hanya seperempat, setengah2, tiga perempat, atau bahkan tujuh perdelapan. Tuhan menginginkan yg total dari kita, karena Dia pun sudah memberikan yg total untuk kita. Lagi-lagi perlu diingat, menjadi Kristen bukan berarti kita jadi freak, orang yg kerjaannya doaaa mulu, atau ga mau gaul. Yah pakai hikmat lah dalam memahami firman Tuhan! Kita perlu bergaul, bahkan harus bergaul, tapi identitas kita adalah sebagai anak-anak Allah dan bukan orang-orang dunia. Kepikiran untuk kompromi pun jangan! Ini, gampaaang banget dikatakan, tapi susahnya ampun2an untuk dilakukan. Gue pun bukan orang sempurna, sering banget jatuh, tapi yang penting adalah kita mau terus belajar untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Merokok, tidak pernah disebutkan secara eksplisit di Alkitab. Tapi kan ada ayat yg bilang bahwa tubuh kita adalah bait Allah, bait Roh Kudus. Tubuh kita bukan milik kita sendiri, sebab kita telah dibeli & harganya telah lunas dibayar. Karena itu kita WAJIB untuk memuliakan Allah dg tubuh kita!! (1 Korintus 6: 19-20). Ayat ini ga hanya berbicara tentang percabulan, tapi juga hal2 yg kita lakukan ke tubuh kita seperti ngrokok, tatoo, cara berpakaian (disesuaikan dg kultur setempat, tapi tetap sopan!!), perhiasan, dll dll…. Kalo gak gitu, selain mencemarkan bait Allah, perilaku kita juga bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain.

So, be wise guys…. Always follow and listen to Holy Spirit!!!

 semoga artikel ini bisa memberkati....

9 komentar:

  1. aaaaaaaaaaaaaaaaaaa baguuuZ niiiikk :]

    BalasHapus
  2. hahahaha. makasih ya Kes ^^ yah gue dapetin pengertian dari ayat itu ga gampang. Pelajaran yg gue dapet cukup keras hoho....

    BalasHapus
  3. Apa ga terlalu menjudge ya namanya kalo baru sekali lihat dia merokok, tanpa ba bi bu tanpa usaha utk bicara 4 mata sama dia, tanpa tau alasan dia, dsb, lalu kamu bilang bhw dia terlalu menelan mentah2 pelayanan di bidang sekular. Lalu apa dasarnya kamu percaya begitu aja bahwa sun hoo benar2 melakukan itu semua dlm kapasitas dia sbg artis? yakin bahwa dia ga menikmati itu semua?

    -Henny-

    BalasHapus
  4. @ci Henny: no. i did talk to him, and he explained everything. Baru saat itu aku belajar dari sudut pandangnya. Soal Sun Hoo, itu hanya karena aku penasaran dari semua hal yg diceritain sang temen. Begitu loh.

    BalasHapus
  5. Maksudmu belajar dr sudut pandangnya? Maksudnya kamu menyimpulkan itu stl kamu berbicara dg dia? Tapi kadang aku berpikir, soal merokok itu... sebenarnya suatu penilaian yg sangat subyektif. Kayak misalnya, sesorang yg pakai rok pendek, ato celana pendek yg 30 cm dibawah perut misalnya.... Kalo si penilai emang biasa memakai rok pendek or semua yg serba pendek2 maka dia akan bilang, it's ok pake kaya gt. Tapi kl si penilai selalu memakai pakaian yg sll menutupi aura, maka dia akan bilang itu ga sopan.... So, begitu juga utk org merokok. Mudeng ga yoch maksudku?!
    Trus kalo masalah Sun Hoo hanya berdasarkan cerita org, ga bisa jadi pembanding dunk ya.... soalnya kan ga pasti....dan hanya berdasar atas rasa penasaran yg ga jelas.

    -Henny-

    BalasHapus
  6. Aku juga setuju nih sama Henny. Menurut aku apa yang kamu tulis di sini adalah legalism. Memang betul merokok itu gak baik, tapi apa kamu sebagai anak Tuhan punya hak untuk mengecam dan menghakimi dia di blog seperti ini? Apakah gak lebih baik kalau kamu mendoakan dia dan mendorong dia untuk bertumbuh lagi di dalam Kristus?

    Ada banyak anak - anak Tuhan yang sulit untuk lepas dari keterikatan - keterikatan seperti merokok, free sex, dll. Dan memang hal ini semuanya menjadi batu sandungan bagi orang lain, tapi itu gak berarti kamu punya hak menjadi seperti orang Farisi yang menghakimi panjang lebar. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih. Tuhan yang datang ke dunia ini untuk orang berdosa. Waktu wanita yang tertangkap selingkuh itu dibawa ke hadapan Tuhan Yesus, apakah Tuhan Yesus berdiri di depan dia sambil menceramahi? Tidak! Padahal TUhan Yesus punya hak untuk itu karena Dia adalah Tuhan. Apa yang Tuhan lakukan? Dia justru berkata "siapa yang tidak pernah berdosa, biarlah dia yang melempar batu pertama". Pelayanan Tuhan Yesus adalah pelayanan kasih. Kita yang percaya Tuhan Yesus dipanggil dalam pelayanan yang sama. Dia tidak ingin kita menjadi sama seperti dunia ini, tapi dia juga tidak ingin kita menghakimi. Dia ingin kita mengulurkan tangan kasih dan berusaha menjadi lebih manusiawi dan mengerti bahwa "roh itu penurut, tapi daging lemah". Mendoakan, mengasihi dan mendorong, bukan menghakimi.

    BalasHapus
  7. Bukan mau ngejudge nih yach...baca tentang Sun Hoo koq jadi inget postingannya Lia yang "The Hidden Woman"..hehehe..Juga jadi inget ayat di Amsal 31 "her husband is respected at the city gate". Dan ayat di 1 Korintus that "a woman is a man's glory". I think, it is a wife's duty to honor her husband in everything that she does, whether dalam kapasitas personal maupun profesional. Just what I think.

    BalasHapus
  8. @ci Henny: iya C, i agree with you.mudeng kok maksudmu.

    @anonym: hellooo...ini siapa yah? kalo mau comment, ntar di bagian comment pilih aja di bagian "nama/url". URLnya ga usah diisi.

    @all: i am not judging. aku menulis ini sama sekali ga bermaksud untuk menghakimi....huaaah susah jelasinnya. no i am not! dulu aku memang sempat nge-judge dia macem2. tapi akhirnya aku sadar juga itu gak benaaaarrr....apa yg aku tulis ini hanya sbg refleksi doank n hal2 yg kudapet. gituuuu loh....

    aku jg mendoakan teman yg masih terikat dg hal2 begituan....n tetap berteman dg mereka, ga menjauhi. sama teman yg kuceritakan di atas pun hubungan kami masih tetap deket.

    BalasHapus
  9. @ci shinta: betoool! aku jg setuju. seorang istri harusnya emang bisa mendukung suaminya....a woman is a man's glory. Yang kutulis itu hanyalah persepsi dari apa yg ditulis di blog Pastor Kong, n itu bisa salah.

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^