About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 12 April 2011

Kenapa Jerman Kalah dalam PD 2

Sekalipun Jerman memiliki tujuan politik yang jelas, sumber daya militer yang canggih, dan prajurit yang terampil, tetapi Jerman tetap kalah. Mengapa? 

Hal ini karena Jerman melupakan dua hal yang tampaknya remeh, namun ternyata sangat penting dalam perang, yaitu soal inteligen dan logistik. Dua hal terpenting tersebut berperan vital dalam kekalahan Jerman saat melawan Rusia tahun 1941 (Jerman sebetulnya menang, tapi itu hanya berupa kemenangan yang amat tipis). Inteligen Jerman tidak memiliki informasi yang cukup atau memadai mengenai keadaan Rusia, bagian atau daerah mana yang termasuk vital untuk diserang. Pasukan Jerman sebetulnya tahu bahwa Rusia bisa dengan mudah dikalahkan dalam sekali serang. Masalahnya adalah, diserang lewat bagian mana? Dan butuh berapa lama untuk menaklukkannya? Pasukan Jerman terbagi menjadi 3 bagian saat itu: Pasukan Utara di daerah Baltik melalui Leningrad; Pasukan Tengah menuju Moskow, yang bergerak melalui Minsk; dan Pasukan Selatan yang ditempatkan di Ukraine. Dari ketiganya, Jerman tidak tahu mana yang harus menjadi prioritas utama.

Selain itu, inteligen Jerman juga salah memperkirakan kapasitas dan kapabilitas milter Rusia, sedikitnya perkiraan mereka mengenai jumlah divisi lawan meleset hingga 50 unit.
Kegagalan untuk mengantisipasi cuaca di musim dingin yang ekstrim juga termasuk kegagalan inteligen Jerman, dimana suhu saat itu mencapai minus 25 derajat Fahrenheit. Akibatnya pasukan Jerman menderita kekalahan besar saat itu. Andaikata hal-hal di atas diantisipasi dengan baik sebelumnya, pastilah Jerman bisa “bertanding” dengan baik, setidaknya kekalahannya bisa diminimalisir.

Kesalahan lain yang dilakukan Jerman, khususnya bagi pemimpinnya, Hitler, adalah bahwa ia terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Pada tahun 1942, Hitler dengan gegabah mendeklarasikan bahwa Jerman dalam keadaan berperang dengan AS. Hal ini dipicu oleh sekutunya, Jepang, yang berhasil mengebom Pearl Harbor di Hawaii dan menguasai Filipina. Jerman merasa terbantu dengan kekuatan maritim yang dimiliki Jepang sebagai sekutunya, terutama di daerah Asia Pasifik. Apa yang tidak diantisipasi Jerman dengan baik saat itu adalah bahwa AS telah membuat kesepakatan dengan Inggris saat itu untuk menyerang Jerman habis-habisan seandainya Jerman “berulah macam-macam’, dan bahwa AS pada tahun 1942 memiliki seluruh kekuatan dan kapabilitas yang diperlukannya untuk bertempur di Eropa seperti halnya di Pasifik. Tanpa Inggris, tentara AS tidak bisa meraih kediaman Hitler. Teritori atau wilayah Inggris adalah hal yang krusial bagi AS untuk meraih Jerman.

Faktor lain yang turut berkontribusi dalam kekalahan Jerman adalah tidak adanya fokus apa yang hendak dicapai dalam perang. Hal ini terlihat jelas dalam, lagi-lagi, peperangan di Rusia. Di satu sisi, Jerman ingin mengalahkan Rusia dengan menggempur Moskow habis-habisan. Di sisi lain, Jerman juga berkepentingan akan sumber minyak di Grozny dan di Baku, Laut Kaspia, juga ingin menguasai jalur komunikasi. Menurut para ahli militer Jerman (dan juga analis perang berikutnya, seperti Murray & Millett)  saat itu, tidak mungkin bagi Jerman untuk mencapai semuanya secara serampangan dan gegabah. Jerman harus memilih dan memfokuskan energinya untuk mencapai tujuan itu. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan Jerman, terutama karena Hitler sangatlah ambisius untuk mencapai banyak hal sekaligus dan ia mengerahkan kekuatan militernya begitu saja secara sembrono. Dengan demikian, tahun 1942 ibarat mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan Jerman tahun 1941. 

Kecerobohan lain yang dilakukan Jerman, adalah ia tiba-tiba menggempur wilayah Afrika Utara – Tunisia lebih tepatnya – meskipun kepentingan Jerman di wilayah tersebut sangatlah minimal dibanding Eropa. Afrika Utara, yang berbatasan laut dengan Eropa, tentulah memerlukan armada laut yang kuat untuk bisa memasuki dan menggempurnya. Sayang sekali angkatan laut Jerman tidaklah kuat, sehingga ia bisa dengan mudah dikalahkan oleh Sekutu, terutama oleh Inggris dan AS.

Hal-hal di ataslah yang menyebabkan kekalahan Jerman dalam perang dunia II.

0 komentar:

Posting Komentar

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^