About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Selasa, 05 April 2011

cerai (from a child's perspective) & hawa nafsu

Malam ini, gw ngliat di salah satu program tv soal berita perceraian Anang-Krisdayanti (KD) n ttg pernikahannya KD dg Raul Lemos. Di antara semua2 kasus perceraian artis2, gw paling sedih soal berita perceraian mereka!! Kenapa? soalnya gw dari kecil selalu ngikutin kisah n lagu2nya mereka, mulai dari mereka pacaran, married, lahir anak pertama, kedua, n sampe sekarang ini. Lagu2 jadul buatan mereka seperti "Timang-timang", "Cinta", "Miliki Diriku", dll pada gw sukaaa semua. Buat gw, mereka dulu itu role model. Tapi sekarang, gw ikutan sedih saat KD cerai n nikah lagi sama si Raul Lemos..... Gw kepikiran gimana perasaan anak2 Anang & KD. gw bahkan ikut sedih buat Anang....duh, pasti berat buanget buat dateng ke resepsi pernikahannya KD n Lemos (benar2 pria yg berhati besar!!).

Post ini bukan buat ngegosipin infotainment soal Anang-KD, tapi to talk about divorce. Perceraian, yang coba gw bahas dari sudut pandang anak-anak. Karena gw sendiri dari keluarga yg broken home, i think it's worth to post this writing. If it's happen for you to read this post, n you are already married n di ambang or di ujung tanduk perceraian, coba pikirkan kembali.....bayangkan anak kalian yg menulis ini scream to you from the deepest of their heart. Tapi sebelum baca post ini, i think lebih baik buat baca tulisannya Ci Shinta ttg perceraian di SINI. Tulisan gw ini hanyalah dampak lebih lanjut ttg perceraian, ttg konsekuensi yg harus ditanggung oleh pasangan kalo ga taat, n yg juga ngasih dampak buruk buat anak-anak mereka (in case they already have kids)

dampak perceraian terhadap anak-anak:
1. merasa semua itu salah mereka.
   we know how often it is that parents tell the kids that it's not their fault. However, we, as kids, do feel that it is our fault to cause our parents to get divorce.

2. tercabik antara membela ayah atau ibunya, apalagi saat kedua ortu saling menjelekkan masing2.
    Saat dua orang menikah, mereka menjadi satu daging. Dan ketika mereka berpisah, of course hati mereka terasa tersobek n tercabik-cabik. gambarannya kaya ngiris2 daging steak pake piso tumpul. Kalo daging itu bisa ngomong, mungkin udah jerit2 kesakitan kali ya hehe. Bila pernikahan itu sudah dikaruniai anak, yang sakit bukan hanya pasangan, but their kids as well. Karena anak adalah buah cinta dari pernikahan mereka. Ketika papa dan mama saling menjelekkan yang lain di depan sang anak, anak menjadi ikut terluka n teriris-iris hatinya. They really don't know the reason why they should hate their mommy or daddy, because they love them both.

3. sakit hati, luka batin, kepahitan, bisa jadi dendam
   Ini dampak yang akan terjadi beberapa lama kemudian. Dimulai dari saling lempar2an 
piring, saling menjelekkan2, dll, itu sudah menabur bibit n benih-benih luka batin di hati anak. Jangankan saling triak, kalo ortunya saling diem2an aja anak udah bisa kerasa there is something wrong with them. Gw pernah mengalami ini sekian tahun sebelum akhirnya dipulihkan Tuhan, n i also know not a few friends who's been going through on a same thing. Ada yg sudah pulih, ada yg belum n masih membawa luka2 itu sampai sekarang.

4. berbagai gangguan lain, entah itu psikis, mental, atau kejiwaan. bisa pelarian ke hal2 buruk: narkoba, free sex, pergaulan yg salah, kelainan seksual, n pola itu bisa terulang lagi saat dia sudah berkeluarga. children look up to their parents as a role model for their own marriage.
    Yah, so sad untuk yg beginian.....but it does happen =( I know some people yang kaya gini....

5. untuk yg masih kecil ---> ga bertumbuh kembang dg maksimal, karena diasuh oleh satu pihak saja: ayah/ibu. kalopun diasuh oleh anggota keluarga lain/orang lain ttp ga bisa maksimal spti halnya pengasuhan oleh ortu kandung.
   Let's take me as an example. Dari kecil gw ikut papa gw n diasuh oleh keluarga papa. But without mom by myside, gw tumbuh jadi anak yg cenderung tomboy n did not act as an ordinary girl. Gw gatau baju2 apa yg modis, bagaimana cara berdandan, cara makan yang sopan, dll. Basically, i didn't know how to act like a lady. Gw terus mencari-cari figur seorang ibu. Figur bapa & ibu itu penting loh, because parents resemble the image of God. kalau itu semua rusak n hancur karena perceraian, yaah...biasanya orang menjadi kepahitan dg Tuhan juga. ato gimana deh, ya gitu pokoke (gatau bahasanya gimana). Gw sudah beberapa kali ikut sesi penyembuhan luka batin, n melihat orang2 yg teriak2 saat dijamah karena mereka kesulitan untuk mengampuni ayah & ibunya di masa lalu.

Thank God, itu semua sudah berubah sekarang since God healed the relationship between me & mom, n that is because of His grace only. Proses penyembuhan hubungan antara gw n mama bukan hal yg mudah, penuh tangis n air mata. But we are healed.

My heart cries tiap kali gw denger cerita temen yg perkembangan psikis/mentalnya "ga normal". Entah yg cewek jadi ke-pria2an, atau yg cowo jadi ke-wanita2an. Atau mereka jadi gatau how to treat women/men well, because there was no daddy or mommy to teach them how to do so. Pria & wanita adalah gambaran sempurna dari Allah sendiri, n saat mereka menikah, mereka dimaksudkan Allah untuk mendidik anak2nya dg takut akan Tuhan, sehingga sejak kecil anak bisa melihat the Godly image in their parents. Tapi yah saat gambaran itu dirusak & dikoyak-koyakkan oleh Iblis, itu semua jadi hancur berantakan. Sadly, it will lead to the next generations.....because like what i said before, children look up to their parents as a role model for their own marriage (in case they haven't known & haven't been healed by Jesus Christ)

6. Destroy the emotional relations between dad/mom and the child.
    Anak2 menjadi tidak mengenal siapa ayah dan ibunya secara lebih dekat/emosional (untuk yg masih kecil), n ini bisa membawa mereka lari ke hal2 yg buruk seperti poin no.4 di atas. They don't know the character of their parents, jadi mereka merasa canggung/ga nyaman untuk cerita hal2 yg mereka alami ke ortu sendiri. Orangtua bagaikan orang asing di mata mereka, n this is so sad T__T

Nah, sekarang mari kita masuk ke akar dari semua ini, to the basic thing. What do the Bible says about this? kenapa ga ada ayat untuk anak2 yg ortunya bercerai?? well, yg ada hanya untuk ortu/couples. Gw percaya, hal ini bukan karena Bapa ga sayang sama anak2. Dia sama terlukanya dg anak2 yg ortunya bercerai, n sama terlukanya dg kedua pasangan yg bercerai itu. Bapa banyak memberi ayat2 untuk pasangan, why?? karena Dia ingin mencegah hal itu sejak awal, sejak dini. Dia ingin membabat habis n menyelesaikan semuuua akar permasalahan itu dimulai dari pertama sekali, yaitu dari 2 insan manusia lawan jenis yg saling jatuh cintrong. Bahkan Tuhan udah kasih rambu2 sebelum married, kalo harus cari pasangan yg sama2 takut akan Tuhan, pentingnya jaga batasan fisik & emosi, dll. Bukan cuma itu, banyak ayat2 untuk para singles ttg how to be a godly man & woman God wants us to be, sehingga entah nanti married ato gak, kita bisa sama2 memuliakan Tuhan. kalo selama single kita bisa merasa UTUH & PENUH di dalam Dia, saat couple kita jg akan lebih mudah prosesnya. Pertikaian n perbedaan pendapat emang akan ada, tapi dg Tuhan di dalamnya we will be able to go through mountains & high hills. Pernikahan yg di dalamnya ada Tuhan dg yg ga ada Tuhan udah keliatan banget bedanya. Saat kita ikut Tuhan Yesus, Dia ga menjanjikan hidup yg mulus tanpa kesulitan, tapi Dia menjanjikan penyertaanNya di dalam segala hal. Seperti puisi di bawah ini oleh Christian Without Borders nih:


Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA,

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN,

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada Masa2 SULIT,

Tapi orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN Tuhan..

Seandainya BERGUMUL pasti ada HARAPAN,

Seandainya dipadang Gurun pasti DIPELIHARA oleh Tuhan,

Seandainya masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN Tuhan,

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita,

Karena Tuhan TAU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN.

Tetap semangat..

Tetap sabar..

Tetap tersenyum.. :)

Terus belajar..

Karena kamu sedang menimba ilmu di universitas KEHIDUPAN.

TUHAN menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan :)

Orang yg hebat tidak díhasilkan melalui
...kemudahan
...kesenangan
dan ketenangan

Mereka díbentuk melalui
keSUKARan,
TanTanGan daπ
airmata

Ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa dítinggalkan sendiri dalam hidup ini ...

Angkatlah tangan dan Kepalamu ke atas....
Tataplah masa depanmu....
Ketahuilah...

TUHAN sedang mempersiapkanmu untuk menjadi Orang yang Luar Biasa!!

Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah
-Yesaya 40:31-

by Christian's without BorderS

*****

Allah tahu, bahwa kalo kita ga menaati perintah2Nya, kita sendiri yg akan binasa n mengalami berbagai-bagai kesusahan. mulai dari sakit hati yg ga perlu selama pacaran sampai perceraian. Ngomong kasarnya gini, "masih untung cerai kalo ga punya anak. Lha kalo udah?" gw ga bilang kalo cerai sebelum punya anak itu lebih baik drpd cerai setelah punya anak. Ngga ada dosa besar ato kecil di hadapan Tuhan. semua dosa ya dosa! sekalipun belum punya anak, tapi perceraian jg akan melukai n membawa perpecahan pada keluarga kedua belah pihak. Allah membenci perzinahan. Itu adalah perbuatan yg keji di mataNya. Selain itu, Allah ga hanya mengatur ttg hidup yg kudus antara suami istri yg bisa mencerminkan kasih Kristus dg umat, tapi Dia jg peduli sekali akan hawa nafsu. Gw percaya ayat untuk hawa nafsu ini juga berlaku untuk kehidupan pernikahan. Untuk menjelaskannya lebih lanjut, gw akan mengutip kata2 dari Joshua Harris dari bukunya, "Sex is not the problem, Lust is" :

****

Jadi apa standar Allah ketika berbicara mengenai hawa nafsu? Seberapa banyak hawa nafsu yang Tuhan izinkan dalam hidup kita?
Siapkah Anda menerima kenyataannya?
Jawabannya adalah sedikitpun tidak.
ya Benar, sedikitpun tidak.

saya tidak mengatakan ini untuk bersikap dramatis. Saya benar2 percaya bahwa ini adalah panggilan Allah kepada setiap orang Kristen terlepas dari jenis kebudayaan apa yang kita anut atau berapa usia kita. Dan ini bukan semata-mata karena Allah mengekang, atau hanya bersikap keras. Ini karena Ia MENGASIHI kita---dan kita adalah milikNya. hal ini juga karena Ia BIJAKSANA dan bijaksana-Nya melampaui pengertian kita.

Efesus 5:3 mengatakan:
"Tetapi percabulan dan rupa2 kecemaran atau keserakahan DISEBUT SAJA PUN JANGAN di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang2 kudus."
....
Tetapi mengapa standar Allah begitu tinggi? Bagaimana Allah dapat menuntut tidak ada sedikitpun hawa nafsu selagi Ia mengetahui bahwa Ia menciptakan kita dengan dorongan2 seks yang kuat?

Salah satu alasan mengapa Allah memanggil kita untuk membersihkan diri kita dari hawa nafs sepenuhnya adalah karnea Ia tahu bahwa hawa nafsu tidak akan pernah tinggal pada taraf "HANYA SEDIKIT SAJA."

hawa nafsu selalu merupakan keinginan yang tidak kudus untuk hal-hal terlarang. Tetapi walaupun hawa nafsu mengingini sebuah obyek atau seseorang, sudah psti obyek tersebut bukan hadiahnya; tujuannya adalah tindakan yang paling dasar itu sendiri untuk mengingini sesuatu. Hasilnya adalah hawa nafsu tidak akan pernah terpuaskan. Segera ketika obyek hawa nafsu didapatkan, hawa nafsu MENGINGINI SESUATU YANG LEBIH DARIPADA ITU. .... Itulah upah dari hawa nafsu - "sebuah hawa nafsu yang berlanjut, yang mengingini lebih lagi."

Bahkan ketika Anda berada di dalam setiap bentuk kecemaran, Anda masih terus dipenuhi dengan sebuah hawa nafsu yang terus berlanjut. Anda tidak akan pernah membayangkan memuaskan hawa nafsu. Anda tidak akan dapat cukup tidur dengan berapapun orang yang Anda ingini. Anda tidak akan pernah merasa cukup melihat pornografi. Anda dapat membanjiri diri Anda dengan hawa nafsu, tetapi Anda akan selalu haus terhadapnya. Anda akan terperangkap dalam sebuah pengejaran yang tak akan pernah berakhir terhadap keinginan2 yang salah --- selalu mencoba menggapai sesuatu yang tidak dapat diraih.

Allah mengatakan "tidak....bahkan sedikitpun" karena Anda tidak dapat menyerahkan diri kepada tuntutan2 hawa nafsu dan berharap dapat memuaskan serta meredakannya. Hawa nafsu akan selalu bertumbuh. Dan demikian adanya, hawa nafsu akan merampas kemampuan Anda dalam menikmati kenikmatan yang benar dan kudus. Anda TIDAK DAPAT TAWAR MENAWAR dengan hawa nafsu dan keluar sebagai pemenang.
(Joshua Harris, 2003:25, 44-46).

****

See now?? pas gw baca itu, gw tertohok banget. karena apa yg dikatakan Om Josh benar2 gw alami saat gw terjebak dalam siklus pornografi. Benar sekali, saat itu, gw merasa tidak pernah puas dg apa yg gw lihat. Gw selalu menginginkan yg lebih hebat, lebih dahsyat, n lebih baru dari setiap adegan pornografi yg gw tonton.

Apa hubungannya dg pernikahan? Yah itu tadi. Pernikahan yg sejak awal dibangun atas dasar nafsu belaka, yang ga mampu mengendalikan dirinya, akan penuh dg kekacauan yg sebetulnya sama sekali ga perlu terjadi. Semua terjadi karena hal yg sepele saja pada awalnya.... misal mulai bermain-main cinta dg lawan jenis yg ga seiman :) Kita kembali kepada pertanyaan klise, "How far is too far?" kita ga mencari kebenaran, tetapi PEMBENARAN DIRI.

perceraian bisa terjadi karena berbagai macam sebab. Tapi yg terutama karena kurangnya komunikasi & emotional affairs with other people. Bahkan gw kenal pasangan yg cerai karena salah satunya tidak bisa memberikan keturunan....or karena kepuasan seksual mereka ga lagi bisa terpuaskan. Or karena masalah duit. Gw juga kenal ada orang yg cerai, nikah lagi, tapi dia nggak bahagia lagi n do another affair with other people. and that is sooo sad..... For further information, I really suggest you to read the articles talking about it di blognya Ci Shinta di SINI tentang "Emotional Affairs".

Allah sudah mengatur semua itu dimulai dari hal2 yg paling dasar: dimulai dari pentingnya kekudusan hidup saat masih single. Hingga mengatur soal perceraian karena manusia2 yg ga taat.....-.-' Allah tahu, ketika kita ga nurut perintahnya, banyak konsekuensi yg harus kita tanggung, termasuk perceraian. Dan Allah sungguh bersedih hati karenanya! Allah sama sekali tidak menghendaki perceraian. Dia tahu betapa sakitnya itu, n itu akan melukai banyak pihak. Boro2 cerai....putus aja udah sakitnya adooow :p Allah memberi kita kehendak bebas untuk melakukan perintah2Nya. Semua sudah ditulis & dijelaskan secara gamblang, n itu semua adalah kebenaran.

Gw ga bilang, adalah hal yg gampang n simple buat kita nglakuin semua itu. it's not as simple as that. Gw juga sering tergoda untuk main2 hati lagi dg orang lain yg ga seiman.... Tapi as long as motivasi kita benar n kita ingin menyenangkan hati Tuhan, kita pasti dimampukan! =) Selain itu, ada buah2 Roh yg akan kita dapatkan sendirinya kalo kita mau belajar & merendahkan diri untuk dibentuk karakternya oleh Tuhan. Coba deh baca tulisan Ci Grace di fb-nya di SINI tentang hubungan antara menjaga batasan fisik & emosi dg buah2 Roh.

Walaupun demikian, gw percaya di dalam Allah ada kasih & pengampunan. Kalau kita mau berbalik n bertobat, pasti hubungan kita akan dipulihkan. Cuma kalau bisa mencegah, kenapa harus tunggu dulu sampe hancur? lebih baik mencegah daripada mengobati, betul? =)

Oh yaaa....terahir, mau recommend juga nih tulisannya Ci Stephani ttg Tubuh & Emosi Wanita. Kalao mau baca, klik di SINI yah hehe :D

2 komentar:

  1. Meski aku gak berada dlm situasi di atas, tp post u ini sa, bener2 bikin hati gw piluh.. Gak bisa digambarkan dgn kata2, & aku bersyukur bs kenal u lewat blog.. Tuhan sgt2 baik !! Ijin share ya sa..

    BalasHapus
  2. @ci Fajar: silakan C :) senang kalo tulisan ini bisa memberkati hehe ^^

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^