About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Minggu, 27 Maret 2011

Why do we need to recharge???

ini tulisan yg oke n pas banget di hari minggu!!! ahahaha. jadi gene, bbrp hari yang lalu, gw buka blognya Ci Fani tentang 20 Random Things About her. di nomer 4, dia menulis bahwa she needs to RECHARGE herself when she's alone, especially after spend too much time hanging out, socialize or gathering out with her friends. you can go to her blog by clicking HERE. terus, barusan ini gw baru aja buka2 lagi blognya ci Shinta tentang Sabbath. Nah, apa sih pentingnya recharge? apa yg kudu direcharge?? apa sih pentingnya sabbath? kali ini gw akan bahas dg sisi yang lain beda, tapi esensinya sama :)
Buat yg sering mampir ke blognya Ci Shinta or fb-nya Ci Grace Suryani, penulis Tuhan Masih Menulis Cerita, pasti udah pernah baca pentingnya merayakan & menguduskan hari Sabbath. Bagi kalian yg belum baca, i really really really suggest you to read them HERE , HERE, and HERE. Bagus2, i pray that they may refresh your soul ^^

Nah, tadi kita mungkin tanya2, apa yg harus direcharge? apa seh yg kudu "diisi ulang"? jawabannya adalah roh kita. Roh kita juga butuh "makanan" yaitu Alkitab, "minuman" berupa doa setiap hari, serta berbagai "vitamin & mineral" berupa nyanyian & penyembahan n berkumpul bersama sodara2 seiman hehe. Tapi, yg terpenting dari semuanya itu adalah meyediakan waktu untuk berduaan, sendirian dg Allah, pencipta kita. We need to spend time ALONE, JUST THE TWO OF US WITH OUR GOD yg link-nya udah gw kasih di atas :)

Lah, emang kalo enggak kenapa? kalo enggak, kita akan gampang diserang iblis, dg berbagai pikiran negatif. Emosi kita jadi mudah meledak-ledak, gampang tersinggung, dll. masalah yg seharusnya gampang dipecahin jadi sulit. Kalo pikiran kita capek aja kita butuh refreshing & istirahat, roh kita, setelah seminggu penuh berinteraksi dg orang2 dunia, setelah kita bercampur baur dg dunia, ya butuh istirahat juga yg sama pentingnya dg kondisi fisik & jiwa kita (roh beda dg jiwa loh, Tuhan menciptakan kita dg tubuh, jiwa, & roh). Kalo roh kita kuat, oooh, sungguh oh, kita akan kuat juga menghadapi badai kehidupan (haha bahasanya ;p). Kita bisa kuat mengatakan TIDAK terhadap setiap godaan yg ditawarkan iblis. dg me-recharge roh kita, keadaan rohani kita juga jadi kuat & terlindungi. penting loh buat menendang dosa, saat dia lemah n kita kuat :) 

Kali ini, gw akan bahas cerita tentang Elia. Rhema ini gw dapet pas doa mezbah keluarga di gereja gw, Oktober 2010 lalu. tapi hari ini rhema itu terasa segeeerrrr lagi....menyejukkan lagi....menguatkan lagi.....

Yuk buka 1 Raja-raja 18 : 16-46. disitu diceritain bahwa Elia adalah satu2nya orang yg menyembah Allah, sedangkan orang2 lain pada nyembah Baal yg jumlahnya mencapai 450 orang. kemudian diceritain pula tentang "kontes" tentang siapa Allah yang benar. Meskipun orang2 lain pada memanggil-manggil Baal, bahkan sampe noreh2 tubuh mereka (hiiii), api dari langit untuk membakar korban persembahan mereka tetep gak turun2. sampe2 diledekkin Elia,

"Panggillah lebih keras, bukankah di allah? mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, & belum terjaga."
(1 Raja-raja 18:27)
tapi ya tetep aja Baal ga dateng2, lah wong dia memang bukan allah....itu hanya sesembahan mereka saja.

sedangkan doa yg dinaikkan Elia kepada Tuhan dg sangat sederhana, langsung dijawab secepat kilat:
"Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya."
(ayat 38).
wooow. edan man....

nah, tapi mari kita liat apa yg terjadi setelah itu pada Elia! di 1 Raja-raja 19, ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel (istrinya) segala yg dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dg pedang, maka Izebel kirim pembunuh bayaran, orang suruhan, the assassin hehehe.....buat mbunuh Elia. n Elia keder!! takut!! panik!! loh?? loh??? LLOOOOH.....kok bisa?? kok bisa??? padahal Elia kan habis bertempur sama 450 nabi2 Baal bow....dia bisa lawan "allah"nya orang2 itu, lah ini sama Tante Izebel kok takut? what happened to Elijah??

1. Tanki minyak/manusia roh Elia HABIS, DRAWN OUT. inget, pas ia sedang "bertempur" dg para nabi Baal tersebut, ia dikelilingi oleh orang2 yg ga kenal Tuhan....ia hanya ditemani oleh bujangnya saja. Tanpa bermaksud merendahkan, si bujang ini tentu ga bisa mengerti kekeringan rohani yang dialami Elia. Ia tidak bisa menghibur tuannya, ga bisa kasih kekuatan or menopang tuannya! bahkan, ketika dia disuruh Elia naik & liat ke arah laut, bujang itu berkata, "tidak ada apa-apa" (ayat 43) sampai 7 kali. 7 kali bow!! Ini adalah perkataan negatif, yang tidak dapat melihat iman....perkataan yang secara ga langsung juga menggerogoti iman Elia sebagai bapa rohaninya. 

Nah, dalam poin ini, kita kadang2 juga sering banget berpandangan sempit, cuma percaya dg apa yang kita liat di depan mata. di depan kita seringkali ga terjadi apa2 or ga ada apa2, but remember that for GOD THERE IS ALWAYS SOMETHING. padahal loh ya, kalo dipikir lagi kan bujangnya Elia itu baru aja liat mujizat pertempuran Elia dg nabi2 Baal, tapi kok ya masih aja ga percaya. Di sini, kadang2 orang bisa ketagihan lagi & lagi untuk liat mujizat or demonstrasi kuasa Allah, tapi dia ga mau percaya. Nah, kalo gini, gimane iman bisa tumbuh??! Elia sampe nyuruh si bujang itu buat naik gunung sampe 7x, dg tujuan agar si bujang bisa bertumbuh imannya!!

Elia mengalami companionship atau penyertaan dari partnernya yang complain melulu..... mengeluh melulu...dan sedikit banyak, gw percaya perkataan orang2 yg ada di sekitar kita juga berpengaruh terhadap kita. Perkataan itu mengandung kuasa. kalo kita dibilangi yang jelek2 terus, secara ga langsung n ga sadar kita bisa kemakan omongan itu. Gw rasa Elia saat itu juga sedikit terpengaruh oleh sikap & perkataan bujangnya yg susah untuk percaya. 

2. Kenapa Elia lemah, bahkan mengatakan "aku ingin mati saja!" (1 Raja-raja 19:4), adalah karena saat itu ia mengalami KELETIHAN TUBUH YANG LUAR BIASA. Kelelahan fisik & jasmani kita jg bisa berdampak besar thdp keadaan rohani kita. Setelah ngalahin nabi2 Baal itu, apakah udah gitu aja? enggak! Elia menyembelih nabi2 Baal itu bow.... MENYEMBELIIIIH.....!!!
"Kata Elia kepada mereka: "Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorangpun dari mereka tidak boleh luput." Setelah ditangkap, Elia membawa mereka ke sungai Kison & MENYEMBELIH MEREKA".
(1 Raja-raja 18: 40)

wow!!! guys, gw percaya menyembelih 450 orang itu butuh ENERGI YG BESAR. jangankan 450 orang, nyembelih satu orang aja itu udah cukup menguras tenaga n juga psikis. N jangankan pula menyembelih, kalo kita lagi ngasuh adik kita yg masih kecil n nakal banget, yang kalo makan harus diuber-uber, itu juga pasti cuapeee banget (pengorbanan ibu ternyata besar juga yah...). Apalagi Bapak Elia saat itu harus menyembelih 450 orang?? yg notabene tidak percaya kepada Allah?? hmmm. wow....pasti capeee banget. Itu membutuhkan energi & kekuatan yg luar biasa dari God to do that.

n sehabis itu, ternyata Elia juga masih naik bukit, harus denger laporan dari bujangnya sebanyak 7x yang bilang ga ada apa2 melulu, berlari menyusul Ahab (ayat 46, bayangin bow, lariii.....) sehabis itu dia masih harus jalan kaki selama 1 hari penuh karena kabur dari ancaman Izebel. n jalank kakinya itu di PADANG GURUN!!! yah padang gurun yg kering kerontang getooo....hadooh capenya.

poinnya ada disini: because of that, Elia HAD NO TIME OUT, NO PRIVATE MOMENT with God. Elia ga punya cukup waktu or ga sempet istirahat sejenak untuk bersaat teduh...Manusia rohani & jasmaninya benar2 terkuras habis2an, sampe2 dia meminta kepada Allah untuk mencabut nyawanya saja!

3. Elia mengalami intimidasi & kesepian.
    Guys, gw percaya, kesepian itu bukan hanya sekadar perasaan or keadaan kita, tapi juga menggambarkan kondisi SPIRIT ROHANI kita. Ingat wanita Samaria yg sudah gonta-ganti pasangan selama 6x tapi ga puas2 juga n masih ngrasa kesepian??? itu menunjukkan spiritnya kosong, butuh diisi & dipenuhi lagi, butuh disegarkan kembali. n hanya Tuhan yg bisa mengisinya, only God can fulfill the emptiness & satisfy our heart! bukan dari manusia manapun. 

Elia saat itu mengalami SPIRITUAL & NERVE BREAK DOWN. Ia kena intimidasi Ratu Izebel, bujangnya yg pesimistis, n kecapean juga!!

Tapi thank God that Elia masih ingat & berseru kepada Tuhannya. Nah, apa yg dilakukan Tuhan untuk memulihkan Elia? God sent an angel to Elia to:

1. memberi Elia makan & minum

"Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!" Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. lalu ia makan  & minum, kemudian berbaring pula. Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! SEBAB KALAU TIDAK, PERJALANANMU NANTI TERLALU JAUH BAGIMU. " Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan OLEH KEKUATAN MAKANAN ITU ia berjalan 40 HARI 40 MALAM lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb."
(1 Raja-raja 19: 5-8)

Saat kita keletihan & kelelahan, n spirit rasanya sudah kering kerontang, Allah peduli. Ia ga hanya peduli soal hal2 rohani, tapi juga yg jasmani juga! Allah tahu kita butuh doa n saat2 intim bersamaNya, tapi dia juga tahu bahwa tubuh kita yg fana ini perlu diberi makan biar bisa kuat n segar kembali untuk beraktivitas.
2. Allah menyuruh Elia keluar dari persembunyiannya:
"Lalu firmanNya: "Keluarlah & berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" "
(ayat 11)

3. God's power encounter
4. God's truth encounter
    seringkali, kita menginginkan perjumpaan dg Tuhan dalam bentuk yg spektakuler. yg wow, amazing. but we've gotta know that God has His own ways, and always work on His own ways. 

Elia mengalami angin kencang, gempa bumi, bahkan api, tapi TUHAN tidak hadir dalam ketiga peristiwa tersebut. padahal kalo dipikir2, angin kencang or puting beliung, gempa bumi, or api kan peristiwa yg dahsyat2. ya gak? kan tambah seru tuh kalo kita bisa merasakan or mengalami hadirat TUHAN disitu hehehe :p tapi nyatanya gak selalu seperti itu. Tuhan malahan ( n seringkali) hadir dalam berbagai hal2 kecil yg seringkali kita sepelekan. dalam kasus  Elia, Tuhan justru hadir dalam ANGIN YG SEPOI-SEPOI.... Ia menyegarkan Elia kembali. n sesudah itu, God berfirman....n He sent Elia go. Mnausia roh Elia pun kembali penuh & menyala-nyala.

Guys, orang2 yg kering manusia rohnya, gampang banget kepahitan n tersinggung. bisa-bisa dia kesabet iblis. When God asked Elijah, "What are you doing?" Ia sedang menjamah & mengisi kembali kekosongan spirit Elia pada saat yg bersamaan. Dia mengurapi & menguatkan Elia kembali to do his mission.

*****
That's why we need retreat.....retreat bukan hanya ngumpul2 n rekreasi sama temen2, tapi retreat berarti mundur dari segala jenis n bentuk kesibukan untuk berdua dg Allah. Yah at least in a week, we need to have 1 more special day only for God, only to spend time alone with Him. A moment when we can feel His love again, when He gives His strength & consolation to us =) Hidup kita itu penuh dg pertempuran2 n peperangan2 rohani. That's why we always need time & moment with God, untuk diisi lagi, untuk direcharge lagi, untuk diperlengkapi & dipersenjatai lagi :D

mengalami mujizat atau mendapat karunia itu bagus. Bagus sekali! tapi, yg jauh lebih penting drpd semua itu, n yg sangat diinginkan oleh Tuhan atas diri kita adalah momen dimana kita hanya bisa berduaan saja denganNya, menyepi denganNya, untuk lebih intim & lebih dekat lagi. Tuhan ga ingin liat kita untuk menomorsatukan mujizat, berkat, atau karunia2 lain yg Dia berikan lebih di atas Dia sendiri. Yang harus jadi nomer satu tentu saja PRIBADI Tuhan Yesusnya, bukan semua hal2 tadi yang gw sebutin, meskipun itu jg penting n oke banget. 

Bahkan dari zaman Elia sampe Tuhan Yesus pun, Yesus juga suka pergi ke tempat2 sendiri untuk menyepi bersama BapaNya loh.... Walaupun Yesus sendiri itu anak Allah, tapi Dia ga sombong. Dia mengerti betul betapa kedekatan & keintiman dg Allah itu sangat penting. Bahkan di dalam Injil sering kita temui kalo Yesus itu juga menyepi setelah dia berkumpul dg orang2 banyak, misalnya pas habis ngajar, setelah menyembuhkan orang2, setelah membuat mujizat, dll. Contohnya nih:

"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun & pergi ke luar. Ia pergi KE TEMPAT YANG SUNYI dan BERDOA di sana." 
(Markus 1: 35).
ayat itu ditulis tepat setelah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain. Yesus tau, persekutuan dg BapaNya jauh lebih penting daripada sekadar berhubungan dengan manusia. Bukannya mengajar dan menyembuhkan itu gak penting, tentu saja itu penting sekali! Tapi Yesus tahu bahwa di atas segala-galanya, hubungan yg intim & mengenal BapaNya adalah yang terutama. Dan Dia sudah memberi kita teladan akan hal itu. Misalnya lagi di Matius 14:22 ditulis:
"Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid2Nya naik ke atas perahu dan mendahuluiNya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruhNya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk BERDOA SEORANG DIRI."

ayat itu ditulis tepat setelah Yesus memberi makan 5ribu orang, belum terhitung perempuan & anak2. Kalo perempuan & anak2 diitung juga, dg asumsi setiap pria dewasa mempunyai 1 istri & 1 anak, kira2 ada 15000 orang yg diberi makan oleh Yesus!! Wow, itu juga butuh tenaga & energi yg cukup besar loh.... Yesus, walaupun adalah Anak Allah, tapi dalam kemanusiaanNya ia juga SAMA SEPERTI KITA. Yesus merasakan sedih, takut, marah, berduka, & juga bersukacita. Yesus tahu betul pentingnya merecharge diri untuk bersekutu kembali dengan Allah. Bahkan ketika banyaaaak orang2 pada cari Yesus untuk minta disembuhkan, Yesus lebih memilih untuk menyepi & berdoa dulu dg BapaNya:
"Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepadaNya untuk mencari Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia MENGUNDURKAN DIRI KE TEMPAT-TEMPAT YANG SUNYI DAN BERDOA."
(Markus 6:15-16)
lagi-lagi, ayat itu ditulis setelah Yesus berinteraksi dengan orang, yaitu menyembuhkan orang yg sakit kusta (Markus 6:12-14). Nah, kalo Yesus aja butuh recharge dg Bapa di Sorga setelah berinteraksi dengan orang, apalagi kita!!

Ibaratnya gini nih, biar kita bisa menang lawan musuh, senjata2 yg kita punyai kudu sering dirawat, dipermak lagi, diganti or dibenerin kalo ada yg rusak. Jangan sampe senjata2 itu jadi karatan n ga bisa dipake buat bertempur....yah kalo gitu bakal kalah sama senjata lawan donk. Kapal selamnya kalah, helikopternya kalah, basokanya udah butut, model rudalnya ketinggalan, dll. Nah tubuh rohani kita juga begitu. Musuh kita adalah iblis. Senjata2 kita adalah yg disebut di Efesus 4:10-18. Biar senjata kita selalu up to date n ga jadul (hehehe :p) kita butuh encounter dg Allah. buat di-refresh & di-recharge lagi. Begitchuuu =D  Si Iblis juga setiap saat memperbarui taktik n strategi2nya untuk menggoda n menyeret kita jatuh ke dalam dosa. sekarang kan pada banyak teknologi2 canggih, n  iblis jg tau cara pakenya! jangankan teknologi, isi ayat or Firman aja Iblis tahu....-.-" naaah kita ga boleh kalah donk ^^ kita kudu selalu siap n berjaga-jaga setiap saat untuk memerangi Om Lucifer n pembantu2nya! n yg pasti kita ga bisa melakukan itu dg bersandar dg kekuatan sendiri, tapi hanya bisa dg mengandalkan & bersandar pada Alalh =) Yuk sering-sering nge-recharge roh kita hehehe.

Eh gw juga mau recharge dulu yah hehehe ^^. Have a blessed Sunday, everybody :D

2 komentar:

  1. Louisa, baguuusss!!! Bener2 menjelaskan kenapa aku selalu butuh recharge!! Hahaha aku share yah!!

    BalasHapus
  2. @ci Fani: makasih juga C. senang kalo post ini bisa memberkati hehee ^^ silakan untuk di-share :)

    BalasHapus

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^