About Me

Foto saya
A beautiful girl in His eyes. A girl with a BIG dream, BIG vision, with BIG passions for her town. Interested in a lot of things. Talkative and longing to travel in many new places. Is thinking hard what she can do to her country.

Kamis, 24 Maret 2011

Ngapain gue harus ke gereja n berkomunitas???

suatu saat, temen gw pernah bilang gini. "Gw gak mau lah Nik ke gereja kalo hati gw masih setengah-setengah. gw juga ga usah ikutan tertanam di komunitas. asal gw terus berbuat baik n ga nglakuin yg jahat-jahat, gw gakpapa kok." deeeg. hati gw gimanaaa gitu dengernya. sedih, n gatau harus bilang apa. Kali ini, gw tertarik untuk menulis apa sih pentingnya bergereja, berjemaat, dan tumbuh bersama dalam komunitas saudara-saudari rohani bersama Kristus.

sebagian uraian ini gw ambil dari bukunya Joshua Harris, yang berjudul Sex is not the problem, Lust is (Bukan Sex masalahnya, Tapi Hawa Nafsu). buku itu bagus banget deh, gw merekomendasikan kalian buat beli & membacanya.

di bab 8, dikatakan bahwa pejuang yang sendirian adalah pejuang yang mati. disini dibahas pentingnya punya komunitas, atau sodara2 rohani yg bisa saling membantu, menjaga, n menopang kita buat jaga agar kita ga jatuh dalam hawa nafsu. karena Joshua Harris mendeksripsikannya dengan bagus sekali, gw kutip aja kata-katanya di bawah ini:

"Segere setelah Anda terhubung dengan sebuah gereja, Anda perlu untuk membuat diri Anda sendiri akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan). Kita semua membutuhkan satu sama lain atau lebih teman yang dapat kita libatkan di dalam pertempuran pribadi kita melawan hawa nafsu.

Seperti apakah akuntabilitas itu? Alan Medinger memberikan sebuah deskripsi yang membantu kita untuk mengerti akan apa yang ada di dalam sebuah hubungan akuntabilitas:

sebuah hubungan akuntabilitas adalah sebuah hubungan dimana seorang Kristen memberikan izin kepada orang percaya lainnya untuk melihat ke dalam hidupnya untuk tujuan-tujuan mempertanyakan, menantang, memperingatkan, memberikan nasihat, mendorong, dan timbal baliknya, menyediakan masukan dalam cara yang akan menolong individu tersebut menurut prinsip-prinsip Kristen yang mereka berdua pegang. 
(Joshua Harris, 2003:154-155)

kemudian dikatakan lagi:

"Sendirian, terisolasi, dan tanpa akuntabilitas, kita [ganti dengan nama kita] adalah target yang sempurna bagi godaan. musuh kita mengejar orang-orang yang telah mengisolasi diri mereka sendiri dari orang Kristen lainnya. Orang yang bermalas-malasan adalah sasaran yang mudah. Tanpa orang lain yang mendorong mereka, menjaga mereka, dan mengkonfrontasi kompromi-kompromi kecil di dalam kehidupan mereka, mereka sering kali berakhir jatuh ke dalam dosa yang serius. .... 

Tidak peduli betapa kuatnya diri Anda yang Anda rasakan sekarang ini atau seberapa banyak kemenangan atas hawa nafsu [atau dosa-dosa lain yang kita gumuli] yang sedang Anda alami, jika Anda sendirian tidak akan membuatnya bertahan lama. Dalam pertempuran melawan hawa nafsu, pejuang yang sendirian akan menjadi pejuang yang mati. Mereka mungkin terlihat mengesankan saat berjuan sendirian, tetapi ketika sebuah jebakan datang, mereka tidak memiliki pertolongan (Pengkotbah 4: 9-10, 12).
(Joshua Harris, 2003: 153-154)

sebuah uraian yang sangat bagus bukan?? Bagus sekali!! Gw aja sampe merinding bacanya..... merinding banget. Nah, untuk lebih menguatkan hati kita, mari kita buka bareng2 ayat di Pengkotbah 4:9-10,12.

(9): Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena mereka menerima upah yang lebih baik dalam jerih payah mereka. 
(10): Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 

Ayat ke-10 sangat2 mengena di hati gw. Guys, mari luangkan waktu sejenak! bayangkan ini: orang yg tidak punya komunitas untuk menolongnya bertumbuh, untuk menegur dia, untuk menguatkan, menghibur, & mendoakan, menurut gw adalah orang yang kasian sekali. Mungkin dia merasa dirinya kuat, ga butuh siapa2. Dia ogah ke gereja atau berkomunitas dalam komsel, life group, atau yg lain. Anggapannya, asalkan gw ga berbuat yg jahat, gw pasti bisa. Gakpapa lah. Yah, itu kalo dia kuat. Gimana kalo dia lemah? siapa yang akan menolongnya buat bangkit lagi dari masalahnya??? ke mana dia bisa lari untuk mencari penghiburan & kekuatan dari yang lain??? Gw sudah seringkali mendengar, melihat, atau mengetahui, entah liat langsung ato dari tv-tv n koran2, begitu buanyak orang yg lari ke tempat atau hal yang salah setiap kali mereka ketemu masalah. banyak yg lari ke free sex, dugem, pornografi, shopping, hedonisme, dll. Kenapa? yah, karena mereka ga punya komunitas!! Mungkin bagi mereka, itu biasa2 saja. di luar, they look perfectly FINE. Tapi mereka gatau, betapa di dalam, mereka sudah sangat jauh terperosok n terguling-guling ke dalam masalah yang jauh lebih hebat lagi. They have no one to help them out, they have nobody whose hands are ready to pull them out. 

Dan yang sangat membuat gw sedih, adalah ketika mereka dengan sadar menolak untuk tumbuh dalam suatu komunitas. Bukannya mencari orang yang takut akan Tuhan & membantu mereka untuk menolong mereka keluar dari masalah ini, mereka justru lari kepada orang2 yg mempunyai masalah yang sama & mencari pembenaran diri, dan dengan demikian menoleransi dosa mereka berkali-kali.

kemudian, mari kita baca ayat (12): Dan bilamana seorang dapat dialahkan [dikalahkan], dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. 

Guys, gw percaya, seluruh isi Firman Tuhan adalah kebenaran. Sekali lagi gw juga sudah melihat dg mata kepala sendiri, betapa orang yang bertumbuh & berakar kuat dalam komunitas akan lebih mudah bangkit lagi dari setiap keterpurukan masalahnya daripada orang yang berjuang sendirian, tanpa otoritas pemimpin/gembala & sodara-sodari rohani yg menopang mereka. 

bagaimana pandangan Allah akan hal ini?? Sekali lagi gw mengutip Joshua Harris, bahwa Allah ingin agar kita dapat terhubung dengan gereja setempat dan di bawah kepemimpinan rohani dari gembala dan para penatua di tempat itu. Tanpa itu kita TIDAK AKAN BERTUMBUH.

Oh wooow....sangat dalam, tapi benar!! Gw sendiri kalau sejak awal kuliah di Bandung tidak tertanam di gereja lokal yang membantu gw pengenalan akan Firman Allah, gw mungkin akan terhilang lagi. akan tersesat lagi. Lahir baru tidaklah cukup!!! Lahir baru enggak cukup.....lahir baru bukanlah akhir dari perjalanan kita....kita memang sudah diselamatkan, tapi janganlah memandang rendah keselamatan itu. Justru Lahir baru adalah AWAL dari semuanya itu. Selain kehidupan jasmani, kita juga punya kehidupan rohani kawan.... Lahir baru itu ibarat roh kita dilahirkan kembali, n masih bayi. Kita masih butuh banyak asupan gizi berupa Firman Allah. Ibaratnya gini. kalo ada bayi lahir, dia butuh komunitas n keluarga tempat dia bertumbuh. betul kan??? Bayi ga mungkin bisa bertahan hidup sendiri!! dia bisa mati kedinginan, kelaparan, or sakit-penyakit. Bayi butuh mama papa untuk mengasuhnya. n bayi itu juga pasti akan dikenalkan sama anggota2 keluarga yang lain: om, tante, kakek, nenek, kakak, n para sepupu. Juga akan dikenalin ke para tetangga di sekitar rumah hohoho ^o^ Nah, saat seseorang lahir baru, dia juga butuh komunitas & tempat bertumbuh secara rohani dari sodara-sodari rohani yg lain. Dia butuh untuk dikuatkan, dihibur, dibimbing, dinasihati, tapi juga ditegur bila salah..... Bener loh, kita juga butuh ditegur!! Oh, maukah kita merendahkan diri satu sama lain untuk ditegur?? maukah kita punya hati yang lemah lembut untuk ditegur & diingatkan oleh sodara-sodari rohani yg lain? oleh kakak PA kita? oleh ibu gembala kita?? Gw percaya mereka melakukannya karena mereka betul-betul mengasihi kita. Gak ada yang lebih indah selain persaudaraan & persekutuan di dalam Kristus.... Karena kalo gak mau ditegur, or malah kepaitan sama otoritas rohani kita, tau gak apa yg akan terjadi?? kita akan terhilang. tersesat lagi. jatuh lagi ke dalam dosa. n kalo kita justru mengeraskan hati kita tiap kali ditegur or diingetin kalo jalan yg loe ambil itu salah, kita akan makin terperosoook.

Nah, sekarang mungkin akan muncul pertanyaan. emangnya orang yg lahir baru ga boleh berbuat dosa?? bukan begitu. selama kita masih jadi manusia, selama kita masih idup di dunia ini, kita ini RENTAN AKAN DOSA. kita lemah terhadap dosa. Iblis bakalan terus menerus menyerang kita untuk jatuh lagi & lagi ke dalam dosa. Tapi ada perbedaan antara orang yg benar2 sudah lahir baru dg orang yg sekadar beragama ato berlabel kristen. Ci Grace dalam fb-nya Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta membahas itu dg bagus sekali. Gw sangat menyarankan kalian untuk membacanya di SINI.

Ketika tadi gw sedang merenungkan ayat2 itu ttg betapa pentingnya berjemaat, Tuhan memberikan gambaran ini di otak gw: orang yg sendirian, maksudnya gamau berjemaat ato bertumbuh dalam suatu komunitas lokal, mereka ibarat orang yg yang sendirian, betul-betul sendirian di medang perang. di depan orang itu, ada banyak sekali prajurit2 musuh yang siap menyerang, membunuh, & membinasakan. Prajurit2 musuh itu pake tameng, perisai, baju pedang yg gagah berani, n pedang yg tajem. n jumlah ga hanya satu, tapi ribuan bahkan mungkin tak terhitung. sedangkan orang itu?? dia hanya sendirian!!! ga pake baju perang apa-apa, ga bawa pedang, ga punya tameng, perisai, or pelindung kepala. n dia kelihatan takut sekali tapi dia terlalu sombong untuk meminta pertolongan.....

Guys, keadaan yang sendirian menggambarkan orang yg hidup tanpa komunitas. kalo kita hidup & bertumbuh dalam suatu naungan komunitas yg sehat (gw tekankan, komunitas yg sehat n betul2 bertumbuh dalam pengenalan & kerinduan akan Firman Allah, bukan komunitas yg asal2an or boong2an!!), di medan perang itu kita akan disertai dg banyak prajurit2 seperjuangan lainnya. prajurit2 yg gagah berani & sungguh perkasa, dg peralatan perang yg lengkap pula. Peralatan perang itu adalah senjata-senjata rohani kita, yg bisa dibaca di Efesus 6:10-17, yaitu ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan untuk memberitakan Injil, n perisai iman, ketopong keselamatan & PEDANG ROH, YAITU FIRMAN ALLAH. Wooow, tidakkah itu sangat dahsyat??? Tuhan berkata tanpa itu semua kita ga mungkin melawan tipu daya Iblis. ga mungkin banget!!! pastilah kita mampus dipikat n terseret n jatoh ke dalam dosa. 

n perlengkapan perang aja ga cukup. Mungkin kita sudah punya semuanya, tapi masa iya kita bisa bertempur sendirian?? kalopun bisa, pasti akan sangat sulit & menguras tenaga. itulah sebabnya kita butuh topangan & kekuatan dari sodara2 seiman yg juga sama2 bertempur. Kita memerangi Iblis lewat doa2 kita, lewat kata2 n pujian positif yg dilontarkan satu sama lain, lewat kata2 penghiburan & kekuatan, lewat tepukan di punggun, n yg terpenting neeeh.....sodara2 rohani kita bisa saling MENGINGATKAN AKAN FIRMAN ALLAH!!! YEEEAAAYY!!! gini yah, mungkin kita sudah baca keseluruhan Alkitab. tapi apa iya kita bisa mengingat semuuuuua ayat pada saat yg bersamaan di saat kita jatuh, sedih, or terkena masalah?? enggak kan? nah, ketika ada sodara rohani dateng yg menguatkan & menghibur kita, n kasih ayat, perasaan kita gimana?? kita menjadi kuat kembali, segerrrr kembali, n bangkit kembali!! Terlebih, kita diingatkan oleh JANJI ALLAH, n kita juga seneng bahwa kita masih punya seorang saudara yang menemani kita. kita nih berjuang gak sendirian. Gak sendirian, teman2.....

1 Petrus 5:9 mengatakan, "Lawanlah dia [iblis] dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama." Wooooow, isn't that amazing???

Ibrani 10:24-25 mengatakan, "Dan marilah kita saling memperhatikan & supaya kita saling mendorong dalam kasih & dalam pekerjaan yang baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin kuat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." 

Guys, Tuhan tahu. Dia tahuuuuu banget, kalo kita berjuang seorang diri, kita ga akan kuat. ketika tekanan & masalah datang melanda, ketika badai datang, kita akan betul2 merasa depressed & tertekan. tapi ketika kita punya banyak sodara rohani, kita akan merasa jauh lebih kuat, jauh lebih ter-cover. Gitu loh maksudnya.... lebih jauh, kalo kita hanya mengandalkan & bersandar pada kekuatan kita sendiri, n menolak untuk menundukkan diri pada otoritas, apalagi pada Tuhan, sudah pasti kita ga akan survive. ga akan berbuah. bahkan Firman Tuhan berkata "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada TUHAN!" Baca Yeremia 17:5-8. Woo, gak tanggung2 man, orang yg seperti itu dikatakan terkutuk!

Nah, sekarang, gimana kalo ada orang yg sudah kita follow up misalnya, tapi dia tetep keukeuh ga mau tertanam?? Sejujurnya gw juga belum tahu soal masalah itu. Tentu saja gw sangat sangat bersedih, ketika orang itu menolak/belum mau menerima Tuhan Yesus, ato menolak untuk tertanam dalam Gereja lokal. tapi, ingat bahwa Tuhan menciptakan kita dg kehendak bebas. orang itu bebas memilih.... tentu saja kita, apalagi Tuhan, sangat bersedih atas pilihan yg dilakukan oleh orang itu. Untuk masalah mengenai kehendak bebas, udah pernah gw tulis. you can check it in Why God Gives Us Free Will?

Sudah tahu kan betapa pentingnya berkomunitas?? :)

Hal-hal yg terkait dg ini cukup banyak n ga bisa dibahas dalam 1 post. Besok-besok, i'll make a post ttg apa bedanya berTuhan & beragama :) stay tune....^^

0 komentar:

Posting Komentar

hey guys, please leave your mark print here! it give me a boost to keep writing you know! ^^